Wrong Entrance

Wrong Entrance
Awan Hitam


__ADS_3

Selepas menghabiskan dua hari di Rumah Sakit, akhirnya Anna bisa pulang ditemani Kim dan Kenzi. Sesampainya disana, Hyun Na bersama makanan yang banyak dan bunga menyambut kedatangan mereka.


"Welcome home" sapanya dengan penuh senyuman. Ia kemudian berlari dan memeluk Anna.


"Thank you Hyun Na." ucap Anna selepas mereka melonggarkan pelukan.


"My pleasure. Kami bertiga yang merencanakan hal ini."


Mata Anna sontak menatap Kenzi dan Kim sembari melempar senyum tanda berterima kasih.


Tak lama kemudian, mereka langsung duduk di meja makan. Mereka berbincang cukup lama, tak ada satupun yang mengungkit masalah. Disana hanya ada kesenangan.


Namun tak bisa dipungkiri bahwa Anna masih sakit, hatinya terluka. Tak sedikit bayang-bayang James dan keluarganya muncul dipikirannya diselang perbincangan mereka.


Disatu sisi lain, Kim tak bisa melepas pandangannya dari Anna. Ia begitu khawatir namun tak berani menanyakan permasalahan itu lagi.


Mereka menikmatinya, hingga tak lama kemudian James kembali menelpon Anna.


Anna membalik ponselnya.


"Siapa?" tanya Kim.


"Dia."


Seakan paham, Kim kemudian mengambil ponsel Anna dan mematikannya.


Tak selang beberapa lama, seseorang yang tak diinginkan itu akhirnya mengetuk pintu rumah mereka.


Kenzi terdiam, matanya mengarah pada Anna.


Seakan paham, Anna mengangguk sembari tersenyum.


"Aku akan membukanya. Kalian bersikaplah seperti biasa. Ok?!"


Kenzi menggeleng.

__ADS_1


"Ken, kita ngga ada waktu buat berdebat sekarang." timpal Kim, tangannya menahan Kenzi.


Anna berjalan ke arah pintu, merapikan rambutnya dan bajunya sambil sesekali menghela nafas.


Setelah membuka pintu, Anna langsung memeluk James. Mereka mempunyai waktu mereka sendiri diambang pintu itu, sementara Kenzi dan yang lain berusaha tidak membunuh manusia tanpa malu yang berlagak tak bersalah.


"Kenapa kau ke korea tanpa memberitahuku? I miss you so bad, Ann." ucap James mengundang reaksi menggelikan pada tubuh Kenzi.


"I hate that guy!" celetuk Kenzi tak tahan sembari meneguk bir.


"Ken?!" tegur Kim berusaha menenangkannya.


"Aku minta maaf. Aku kira kami hanya sebentar." jawab Anna sembari melepas pelukan.


"Lalu kenapa kau tidak menghubungiku?"


"Well, di korea sangat menyenangkan. Hingga aku melupakan ponselku."


"I am so sorry James." sambung Anna dengan tatapan manis.


Kim berjalan mendekati mereka, seakan menyelamatkan Anna dari sandiwara menyakitkan itu.


"Maaf membawanya tanpa memberitahumu James." ujar Kim seraya mempersilakan mereka untuk bergabung makan bersama.


"Untung kau temanku. Bisa saja aku membunuhmu." balas James seraya merangkul tubuh Kim.


"Siapa yang mau membunuh siapa?" celetuk Kenzi kembali.


"Kak, jangan sampai ia mendengarmu. Tapi jujur saja, aku setuju denganmu" bisik Hyun Na seraya menuangkan kembali Bir itu ke gelas Kenzi.


Mereka tertawa kecil sembari melanjutkan pembicaraan mereka dengan berbisik. Melihat hal itu, James menegur mereka.


"Siapa dia?" tanya James pada Kenzi sembari menunjuk Hyun Na.


Kim memperkenalkan singkat Hyun Na lalu mereka duduk di meja makan. Setelah itu, Kim dan Hyun Na kembali ke rumah mereka. Disana Kenzi agak kesulitan bersikap biasa saja mengetahui tentang James yang merupakan penipu dan penyelingkuh itu.

__ADS_1


Anna membawa James kekamarnya dan mereka melanjutkan pembicaraan disana. Sampai pagi harinya, James pulang meninggalkan Anna dengan satu kecupan dibibirnya.


Kenzi dengan teh hangat ditangannya, duduk di depan televisi.


"Kau hebat Ann. Kau harus jadi seorang aktris untuk peranmu tadi malam." tegurnya saat melihat Anna duduk disampingnya.


"Iya, dan dia juga harus menjadi Aktor untuk tipuan hebatnya selama ini." timpalnya dengan santai seraya mengambil teh hangat ditangan Kenzi.


"Kenapa kau tidak mau mengakhirinya?"


"Aku mau. Dan aku tidak mau jadi perusak rumah tangga orang"


"Well you didn't." bantah Kenzi.


"Ken, aku harus cari cara agar dia yang berhenti menemuiku dan kembali kepada istrinya. Kalau aku memberitahunya lalu menyuruhnya pergi, kemungkinan ia akan mengalami kesulitan dan hal itu berdampak pada perlakuannya pada istrinya."


"Kenapa kau selalu memikirkan perasaan istrinya Ann? Kenapa kau tidak memikirkan dirimu?"


"She's pregnant Ken dan mereka punya satu anak lagi. Bagaimana mungkin aku tidak memikirkan dengan cermat tentang ini?"


"Kau pun hamil."


"But at least aku masih bisa menangani ini sendiri Ken."


"How?"


"Look, I don't want to make any problem. Aku lahir hasil dari perselingkuhan dan merasakan perlakuan buruk dari keluarga yang terpaksa menerimaku." terang Anna seraya berusaha mengatur nafasnya agar tidak terlalu emosional.


"Aku tidak mau anakku merasakan itu. Aku juga tidak mau membuat anak-anak James terluka karena tahu kelakuan ayahnya. Terlebih anak lelaki akan menjadikan ayahnya sebagai role model pertamanya. I don't want to ruin that Ken."


Mendengar itu Kenzi hanya menghela nafasnya. Ia pasrah tentang langkah yang akan diambil Anna selanjutnya.


"You know Ann? Aku akan selalu berada disampingmu apapun yang terjadi." ujarnya seraya memeluk Anna.


Anna mengangguk sembari tersenyum.

__ADS_1


"I love you Ken"


__ADS_2