Xiau Hui Sang Penyelamat

Xiau Hui Sang Penyelamat
1. kelahiran


__ADS_3

Disebuah desa yang bernama desa Chenzi, di kekaisaran Shiau Sin tinggal sepasang suami istri yang sedang menantikan kelahiran anak pertamanya. Istriya Zin Yuan hamil 7 bulan, dan cheng mi bekerja hanya sebagai petani gandum untuk kekaisaran Shiau Cin.


"Istriku, aku akan bekerja ke ladang kamu di rumah saja jangan keluar rumah karena akhir-akhir ini banyak isu tentang bandit" ucap cheng mi berpesan pada istrinya. Dia merasa sangat khawatir karrna istrinya saat ini sedang hamil.


"Baik lah suamiku, aku tidak akan membuatmu khawatir hati-hati lah di ladang" sebenarnya dia sangat takut saat di tinggal oleh suaminya bekerja. Tapi jika suami nya tidak bekerja mereka akan berpuasa karena tidak ada makanan. Sesampainya dia di ladang gandum milik kerajaan dia mulai memangkas rerumputan. Sambil mengambil beberapa gandum untuk di bawanya pulang. Tak lama dia bekerja langit mulai gelap angin kencang bertiup di ladang. "Hah badai, bagaimana mungkin di musim ini." Ucapnya cemas. Sementara dirumahnya sang istri mulai mengambil kain cuciannya agar tak di terbangkan angin. Hujan deras pun turun dengan di sertai kilatan petir menyambar. gemuruh nya angin membuat hari semakin mencekam.


Zin yuan pun memilih masuk ke dalam rumah, saat akan masuk ke kamarnya Zin yuan mendengar ada suara orang yg ramai. Saat dia mengintip dari jendela ternyata ada beberapa bandit yang berteduh di terasnya. Dia sangat ketakutan dan masuk ke kamarnya, dia mulai merasakan mulas di perutnya. Rasa sakitnya pun semakin menjadi-jadi, dia ingin berbaring di ranjang nya namun terjatuh karna tak bisa menahan sakit. Air ketubannya pecah mau tidak mau dia berteriak meminta pertolongan, darah mengalir di pahanya menambah kepanikannya.


Dia takut anaknya tidak selamat. "Tolong, tolong, tolong saya" beberapa bandit itu mendengarnya berteriak mereka pun mendobrak pintu lalu masuk.


"Nyonya, nyonya kenapa" si bandit bertanya. "Tuan sepertinya saya akan melahirkan bisakah anda menolong saya, panggilkan tabib di desa ini" pinta Zin yuan pada bandit itu.


"Nyonya jika nyonya berkenan boss saya adalah mantan tabib dia mungkin bisa membantu, maaf tidak mungkin bagi saya untuk memanggil tabib karena diluar badai. "Ucap si bandit menawarkan bantuan.


"Baik tuan tolong saya"


si bandit membantunya naik dan berbaring di ranjang nya. dia segera pergi masuk ke hutan dan memanggil boss nya.


"Nona Anh lin saya menemukan wanita hamil yang sendirian di rumahnya, dia meminta bantuan karna dia akan melahirkan, bisakah anda menolongnya?" tanya si bandit sambil memaksanya.

__ADS_1


"Tentu saja tunjukan rumahnya, jika benar begitu ini adalah hal yang mendesak." Ucap pimpinan bandit itu.


Sesaat Anh lin tiba di rumah itu dia meminta bantuan anak buahnya untuk membawakan air hangat dan juga beberapa tanaman obat.


"Yong zu bawakan aku air hangat, dan belilah daun obat dari tabib. Ini resep obatnya. ujar anh lin memberikan resep pada anak buahnya.


"Baik nona" jawab Yong zu bergegas.


akhirnya Zin yuan melahirkan dengan selamat. Bayi cantik nya juga sehat , meskipun lahir lebih awal. "Nyonya ini anak anda, sudah selesai saya mandikan" ucap anh lin. "Terima kasih nona mau membantu saya, saya berhutang budi pada anda" ucap Zin yuan. Setelah Zin yuan melahirkan entah kenapa badai yang semua ganas sekarang mereda bahkan langit mulai cerah. pimpinan bandit itu begitu keheranan.


"Anak ini membawakan kebahagiaan bagi orang tuanya, bahkam alam pun menyambutnya. Dia pasti akan tumbuh menjadi penguasa sejati" ucapnya sambil pergi menjauh dari desa itu.


"Zin yuan, Zin yuan" dia menengok ke kamar dan mendapati istrinya tertidur setelah melahirkan. "Syukurlah dia baik-baik saja" ucap cheng mi lega.


Dia mulai masuk ke dapur dan menyiapkan bubur gandum untuk istrinya, setelah buburnya matang dia juga menyuapi istrinya.


"Suamiku, tadi ada beberapa bandit kemari untuk berteduh, merekalah yang menbantu ku "


ucap zin yuan pada suaminya. Cheng mi terheran karena yang menolong istrinya adalah bandit. Ternyata masih banyak orang-orang baik yang di kenal buruk.

__ADS_1


Keesokan harinya, dia dan istrinya melanjutkan rutinitas seperti biasa. Suaminya terkejut melihat ladang gandum yang kemarin siap panen hari ini luluh lantah. Pasukan yang bertugas mengawasi pekerjaan di ladang menyalahkannya karena terlambat panen.


"Upah mu kami tidak akan berikan, banyak kerugian dari kerajaan karena kamu terlambat panen." Cheng mi bersedih pulang tanpa membawa apapun, dia bingung harus memberi istri dan anak nya makan apa. Dari kejauhan dia pun melihat beraneka ragam buah-buahan sudah ada di depan pintu rumahnya, selain buah ada sekarung gandum sekarung kentang dan banyak telur. Dia heran siapa yang menaruh semua ini disini, siapa orang baik yang membantu kami.


Meski tidak tau siapa yang membantunya, dia tetap berterima kasih atas pemberian tersebut. Seandainya dia tau yang memberikan semua itu adalah bandit yang kemarin membantu istrinya. Entah apa yang akan dia lakukan untuk berterima kasih. Mungkin Cheng mi akan bersujut di depan para bandit itu.


Cheng mi sangat bersyukur atas kemurahan hati orang itu.


Beberapa tahun berjalan, anak yg di selamatkam Anh lin sudah berumur 14 tahun. Dia sudah terbiasa bermaim di hutan, dia bahkan bisa berburu untuk mencari makanan untuknya dan orang tua nya. "Ayah ibu, aku membawa buruan untuk makan hari ini" teriak gadis itu sambil menunjukan hasil buruannya pada ayah dan ibunya. Gadis itu bernama Xiau hui, dia juga menunjukan hasil nya memanen tanaman obat di hutan. "Ayah, ibu aku akan menjual tanaman obat ini ke pasar di ibu kota kerajaan mungkin disana akan bisa menjual tanaman obat ini dengan harga yang tinggi." Ucap Xiau hui sambil meminta izin orang tuanya. "Baiklah nak, tapi kamu harus berjanji untuk pulang dengan selamat" ucap ibunya yang khawatir.


Ke esokan hari nya pagi-pagi sekali Xiau hui sudah berangkat ke pasar di ibu kota kerajaan shiau cin. "Wooow, pasar ini sangat luas dan ada banyak penjual dari seluruh negri" ucap Xiau hui terheran. Dia mulai menjual tanaman obat yang dia miliki dengan beralaskan selembar kain. Dia berteriak "tanaman obat, tanaman obat, langka dan berkualitas" teriaknya untuk menarik pembeli.


Banyak yang tertarik dengan tanaman obat yang di jual Xiau hui. Bahkan dia mendapatkan beberapa pesanan untuk di bawakan besok. Dia begitu bersemangat sampai-sampai tak sadar berlari dan tak sengaja menabrak seseorang.


"Maaf nona, apakah kamu baik-baik saja?" ucap seorang pria yang mengulurkan tangannya kepada Xiau hui, "haduh, maaf ya paman aku tidak sengaja" ucap Xiau hui sambil mengulurkan tangannya. "Apa? paman, apakah aku terlihat setua itu?" ungkap pria itu sambil menarik Xiau hui untuk bangun.


Xiau hui yang mendengar perkataan pria tersebut kaget dan langsung memandang pria itu karna penasaran. "Waaaa, maaf, maaf saya salah sebut" Xiau hui malu karena yang iya tabrak adalah seorang pria muda yang tampan dan dia sempat memanggil nya dengan sebutan paman. "Tidak masalah, kamu juga tidak melihat ku dengan jelas" sahut pria itu sambil terus menatap Xiau hui. "Terima kasih" jawab Xiau hui singkat karrna dia malu. Dia pun berlari untuk menyembunyikan wajah nya yang memerah. Xiau hui merasa jantungnya seperti mau jatuh, berdebar-debar seakan dia sedang berlari. Xiau hui tidak tau jika pertemuannya dengan pria itu akan membawanya menuju kekuatannya yang tersegel.


* * *

__ADS_1


__ADS_2