Xiau Hui Sang Penyelamat

Xiau Hui Sang Penyelamat
6. Bekerja paruh waktu


__ADS_3

"Di pagi hari Xiau hui bangun seperti biasa, dia membersihkan seluruh rumah tabib Jing. Setelah membersihkan seluruh tempat di rumah tabib jing Xiau hui pun memasak untuk semua orang, setelah memasak dia pun sarapan. Hari ini dia tidak membersihkan halaman karena teringat akan ucapan Shin hi.


setelah semua pekerjaan nya selesai dia pun pergi ke kedai tempat dia menanyakan pekerjaan kemarin.


Di saat dia libur belajar Dia akan menyempatkan untuk bekerja dari pagi, demi mengumpulkan uang lebih untuk orang tuanya di desa. Dia kawatir jika hanya fokus belajar dia tidak akan bisa mengirimkan uang untuk orang tuanya di desa. "aku harus lebih banyak bekerja untuk ayah dan ibu. jika tidak bekerja keras aku tidak akan bisa memberikan apapun untuk mereka" ucao xiau hui sambil membersihkan kedai. "Nak kenapa kamu datang sepagi ini?" ucap nyonya pemilik kedai. Tidak apa nyonya kebetulan saya tidak belajar hari ini, saya datang untuk membantu anda bersih2. Ucap Xiau hui.

__ADS_1


"Nyonya jika saya boleh tau dari mana anda tau saya sedang belajar disini" ucap gadis itu dengan polosnya. "Bukankah kau mengatakan pekerjaan paruh waktu, kalau bukan belajar untuk apa kau bekerja hanya setengah hari" ucapnya meyakinkan Xiau hui. "Oh iya, kenapa aku bisa sebodoh ini?" ucap Xiau hui.


Xiau hui mulai bekerja dengan giat, saat mulai membersihkan meja-meja ada beberapa pelanggan masuk untuk makan disana. Pelayan tolong bawakan dua piring daging sapi tumis saus pedas manis, dan sebotol sake" ucapnya sambil berteriak "Baik tuan" sahut xiau hui yang akan mengambilkan pesanan mereka. "Hoi nak siapa pelanggan pertama kita hari ini?" tanya sang koki pada xiau hui. "Entahlah tuan, saya tidak tau nama mereka. Tapi salah satu dari mereka bertubuh pendek dengan kumis aneh" ucap xiau hui. " Berhati-hatilah dengan mereka, jika terjadi sesuatu. Berteriaklah aku akan datang menolongmu" ucap sang koki yang membuat xiau hui kebingungan.


"Baiklah tuan," ucap xiau hui dengan cemas.

__ADS_1


"Maaf tuan bisakah anda melepaskan saya, saya bukan wanita panggilan seperti yang anda kira". ucap xiau hui tegas dengan mata yang menunjukan kemarahan. saat laki-kali yang memegang tangan xiau hui melepaskan tangannya pria di sampingnya hampir saja menyentuh nya di arel sentitifnya "Hei kau kurang ajar, mata xiau hui memerah karena amarahnya memuncak. Dia menghantam mulut tiga pria itu lalu menendang areal sensitifnya. tidak hanya cukup sampai disitu. Xiau hui memukul dan menginjak mereka sampai tersungkur ke lantai.


Sang koki mendengar keributan di depan dan memanggil nyonya pemilik kedai saat mereka keluar bersamaan. mereka tercengang melihat xiau hui menyiksa pelanggannya. "Berhentilah. Ada apa ini?" tanya pemilik kedai. Maaf nyonya saya tidak bisa menahan emosi ketika mereka hampir memegang saya" ucap xiau hui dengan amarah. "Oh jadi begitu, bawa mereka." Ucap nyonya pemilik kedai. Penjaga kedai membawa ketiga pria itu ke belakang kedai dan membuang mereka ke dalam penampungan kotoran sapi. "Terimalah hukumanmu, jangan selalu memandang rendah wanita" ucap pemilik kedai. "Kamu tidak apa-apa kan?" tanya pemilik kedai pada Xiau hui. "Tidak nyonya," ucap Xiau hui menenangkan


Xiau hui menatap pemilik kedai dengan kagum. "Aku memang membuat kedai ini untuk menyenangkan banyak orang dengan makanan enak, tapi bukan berarti aku juga akan menyenangkan mereka dengan menjual gadis tak bersalah pada mereka", ucap pemilik kedai

__ADS_1


semakin menambah kekaguman xiau hui.


* * *


__ADS_2