Xiau Hui Sang Penyelamat

Xiau Hui Sang Penyelamat
5. Memulai Pelajaran


__ADS_3

Hari ini xiau hui bengun jam 5 pagi, sebelum tabib jing dan anak-anaknya bangun. Dia membereskan rumah tabib Jing dan mencuci semua baju kotor disana. Dia juga mulai memasak makanan untuk sarapan. Setelah dia selesai dengan semua pekerjaan. Dia membangunkan seluruh orang dan pergi mandi. Jam tujuh semua keluarga baru bangun dan membersihkan diri sementara Xiau hui baru saja selesai menyapu halaman dan membersihkan taman. Shin hi yang biasanya mengerjakan pekerjaan rumah tertegun melihat semua pekerjaan sudah selesai di kerjakan.


"Huuuaaaa, semuanya sudah bersih dan rapi. siapa yang melakukannya. teriak Shin hi Heran"


"aku yang melakukan semuanya" sahun Xiau hui. " kalian tidak membiarkan aku membayar sewa rumah. Makanya aku membersihkan semuanya. Aku ingin membalas budi" sahut xiau hui. "Tidak, tidak. tidak perlu melakukan apapun. Ini semua tugas ku" jawab shin hi yang merasa pekerjaan nya di kuasai xiau hui. Dia melihat seluruh rumah dan perabotan bersih tanpa debu sedikitpun, "mulai besok setidaknya sisakan pekerjaan untuku". ucap Shin hi menggerutu.


"Waaah Shin hi di kalahkan dalam hal membersihkan rumah, ini momen langka hahaha" ucap Shin ji sambil tertawa meledek.

__ADS_1


Xiau hui tertawa melihat tingkah jahil Shin ji pada adiknya. saat tabib Jing keluar dari kamarnya dia melongo seakan matanya akan meloncat keluar. "Waaah, bersih sekali Shin hi kau hebat sekali hari ini rumah bersih sekali" ucap tabib jing heran. "Ayah bukan Shin hi yang membersihkan rumah hari ini. tapi Xau hui" sahut shin ji menjelaskan. shin hi mulai cemburu pada xiau hui dia merasa Xiau hui ingin merebut keluarganya.


"Mungkinkah dia ingin mengambil ayah dan kakak ku, atau dia hanya haus akan pujian?"


Xiau hui berfikir untuk melakukan sesuatu yang membantu Shin hi, dia tidak tau niat baik nya membawakan kecemburuan di hati Shin hi.


Sementara itu Shin hi mulai memata-matai segalanya tentang Xiau hui. dia mulai ingin tau segala hal tentang Xiau hui. "Aku harus mencari tau tentang xiau hui, aku tidak akan menyerahkan ayah dan kakak ku." Ujarnya sambil membongkar tas dan barang bawaan xiau hui.

__ADS_1


Siang hari setelah lelah belajar Xiau hui kembali ke kamarnya dan mencari dompetnya. dia ingin membeli beberapa parfum sambil mencari tempat yang mau menerima dia bekerja sambilan. "Haa loh kenapa dompet nya tidak ada, letak barang-barangku dan posisinya juga kenapa berubah" " apa aku salah menaruhnya, tapi dimana aku menaruhnya?" Xiau hui kebingungan mencari dompetnya. Dia sudah membuka semua barang bawaannya juga masih tidak menemukan apapun.


terpaksa dia harus meminjam uang kepada tabib jing. meskipun tabib Jing tidak mempermasalahkan nya tapi dia tetap merasa tidak enak merepotkan.


Xiau hui pun berkeliling dan menanyakan pekerjaan, dia memasuki toko satu per satu untuk mencari toko yang kekurangan pegawai dan sedang mencari pekerja paruh waktu. "Permisi paman, bibik apakah disini sedang kekurangan tenaga kerja?" tanya Xiau hui kepada pemilik toko. "Tidak nak, kami tidak bisa menggaji karyawan, penjualan kami setiap hari nya hanya sedikit, itupun hanya cukup untuk makan kami saja" sahut pemilik toko pada Xiau hui. Xiau hui Tidak menyerah akan keadaan, dia terus menyusuri kota itu untuk mencari pekerjaan. Sampai akhirnya dia menemukan kedai makanan yang terlihat sangat ramai pengunjung. Dia memberanikan diri untuk masuk dan menanyakan pekerjaan. "Permisi nyonya apakah anda sedang kekurangan pekerja. Jika di izinkan sayang ingin bekerja paruh waktu". tanya Xiau hui kepada sang pemilik. "Kebetulan kami sedang kekurangan banyak pekerja, kamu bisa bekerja disini." sahut sang pemilik. "kamu kembalilah besok setelah selesai belajar.


"Baik nyonya," sahut nya yang terheran darimana nyonya itu tau aku sedang belajar di kota ini.

__ADS_1


* * *


__ADS_2