Xiau Hui Sang Penyelamat

Xiau Hui Sang Penyelamat
8. Perjalanan


__ADS_3

Hari ini Tabib Jing akan pergi untuk menemukan kebenaran tentang Xiau hui, sementara Xiau hui beristirahat Tabib Jing memulai perjalanannya. "Shin ji, tolong jaga Xiau hui dan Shin ji selama aku tak ada disini. Jangan sampai hal buruk menimpa mereka." Ucap tabib jing dengan penuh kekhawatiran. Mungkin perjalanan kali ini tak bisa selesai dengan cepat, karena banyak hal masih mengganjal di pikiran tabib Jing. Beliau ingin segera mengetahui identitas Xiau hui.


"Baik ayah, aku akan berusaha keras untuk menjaga mereka. Jangan khawatir" ucap Shin ji menenangkan. "Ayah berangkat nak" ucap Tabib Jing.


Tabib Jing memulai perjalanannya untuk mengungkap segalanya. Dia mulai menyurusi jalan dan juga desa-desa, dia melalui banyak hal sebelum sampai di desa tersebut, sementara Xiau hui terbangun dan menanyakan segala hal yang Shin ji lewati untuk sampai ke rumahnya. Shin ji menceritakan segalanya kecuali masalah tabib Jing yang menuju ke rumahnya. Tabib jing mulai melihat perbatasan desa tersebut, ketika dia mulai mencari rumah xiau hui tiba-tiba dia merasa sakit yang sangat kuat pada dadanya. Dia merasakan seseorang yang dekat dengannya, setelah tabib Jing beristirahat beberapa menit dia melanjutkan pencariannya.


Dia menyusuri desa dan akhirnya menemukan rumah itu.


Sama hal nya dengan Shin ji, tabib Jing tidak langsung mendatangi rumah itu. Dia mengamati situasi sekitar. Saat dirasa aman tabib Jing mulai mendekati rumah itu dan mengetuk beberapa kali pintunya. Alangkah kagetnya tabib Jing yang membuka pintu adalah adiknya sendiri Zin yuan. "Yuan kenapa kamu disini?", ucap tabib Jing kaget. "Kakak, apa yang kakak lakukan dirumahku?" ucap nya yang terkejut melihat kakaknya.


"Tunggu, apa kamu memiliki anak bernama Xiau hui?," ucap tabib Jing terburu-buru. "Darimana kakak tau?" ucap nya cemas.

__ADS_1


"Dia tinggal di rumahku, dia belajar ilmu pengobatan dan banyak hal tentang tanaman obat do rumahku, Apa kau tidak mengenali pemuda yang kemarin menyampaikan titipan dari Xiau hui pada kalian" ucap tabib Jing menangis, dia mencari adiknya kemana-mana.


Dia juga begitu merindukan adiknya, "Pantas saja aku begitu menyayangi Xiau hui ucap tabib Jing. "Pantas pemuda yang kemarin itu, mirip denganmu kak. Seandainya aku tau sejak kemarin aku tak akan membiarkannya pergi tanpa makan dulu". Ucap Zin yuan sambil memeluk kakaknya. "Bagaimana kabarmu dik," ucap tabib Jing pada Zin yuan, "Kakak bagaimana?". Sampai akhirnya Cheng mi pulang dari hutan dia mendapati istrinya duduk di teras dengan seorang pria. Dia bergegas menghampiri mereka berdua. "Istriku siapa dia mengapa kamu terlihat sangat akrab dengannya?" ucap Cheng mi terheran. "Adik ipar, aku tak sempat menyapa kalian saat kalian menikah mohon maafkan aku. Aku adalah kakak Zin yuan aku juga kini menjadi guru sekaligus pemilik tempat Xiau hui tinggal.


"Salam kakak," ucap Cheng mi sambil membungkuk. "Tidak adik jangan membuatku malu karena sikapmu" ucapTabib Jing dengan penuh semangat. "Kakak tau dari mana kami disini, mungkinkah Xiau hui yang memberi tau." ucap Cheng mi. "Tentu dia yang memberi tau ku, tapi dia belum tau aku adalah pamannya. Kini dia sedang sakit dan dalam perawatanku, sebenarnya aku kemari untuk menanyakan sesuatu dari kalian. Apakah kamu ayahnya memiliki kekuatan sihir tingkat atas?" ucap tabib Jing pada Cheng mi. Tidak kak, saya dan keluarga tidak memiliki kekuatan apapun, Zin yuan juga tidak" ucap Cheng mi menjelaskan.


Kalau masalah Zin yuan aku juga tau, aku sudah bersama nya dari saat dia lahir, kami memang tak memilik kekuatan sihir ucapnya. Itu sebabnya aku menjadi tabib, dimandingkan kemampuan bertarung kami malah lebih cocok dengan kemampuan pengobatan. Xiau hui dia memiliki kekuatan sihir yang amat besar terkadang juga dia mampu memiliki kekuatan bertarung yang besar. Selama ini pun dia bisa menyerap pelajaran hanya saat menghafal. Tapi dalam hal pengobatan dia sangat buruk." Ucap tabib jing penuh tanda tanya.


"Mungkinkah mereka yang menukar keponakanku" ucap tabib Jing dalam hati.


"Untuk sementara, jangan dulu mengatakan hal ini pada Xiau hui. Sebelum kebenarannya terungkap kita tidak bisa mengatakan Xiau hui bukan anakmu" ucap tabib Jing pada Zin yuan.

__ADS_1


"Aku akan mencari tau tentang bandit yang berkeliaran di hutan ini. Sebelum itu bersikap lah seperti biasa pada Xiau hui" ucap tabib Jing pada adiknya.


Sepulang dari rumah Xiau hui, tabib Jing mendatangi temannya yang menjadi mata-mata dan informan untuk para pejabat di kota. Dia meminta bantuan temannya untuk mencari tau bandit yang berkeliaran 14 tahun lalu di hutan dekat desa Chenzi.


"Permisi bisakah saya bertemu tuan Zang lie, atau temui dia dan katakan temannya Luejing datang ingin bertemu". Ucapnya dengan terburu-buru. "Baik tuan, silakan anda duduk n menunggu." Ucap penjaga, "Tuan ada seorang pria mencari anda namanya tuan Luejing." ungkap sang penjaga. "Baik katakan padanya saya akan segera kesana, persilakan dia masuk ke ruang tamu" ucapnya memberi perintah. "Baik tuan" ucap nya mengiakan.


Tuan Jing masuk ke ruang tamu dan menunggu beberapa saat, dan akhirnya Zang lie menemuinya. "Ada apa kawan, kenapa kau ingin bertemu denganku?" ucap Zang lie. "Aku ingin meminta bantuanmu, tolong cari tau bandit yang pemimpinnya mantan tabib wanita. yang berkeliaran di hutan dekat desa Chenzi empat belas tahun lalu. Aku ingin bertemu mereka untuk menanyakan sesuatu hal" ucap nya dengan wajah serius. "Baik, tunggulah dalam seminggu aku akan mengusahakannya" ucap Zang lie menenangkan.


"Memang ada urusan apa kau mencari bandit itu?" ucap Zang lie penuh heran. "Aku ada perlu ini menyangkut keluarga, cari tau juga tentang Kaisar terdahulu" ungkap Luejing meminta.


Setelah menyelesaikan urusan tuan Jing segera pulang dan menuju kediamannya. Dia begitu khawatir tentang Xiau hui yang sedang sakit. Sementara itu Xiau hui menjadi sangat manja pada Shin ji, dia memeluknya dengan erat sambil berkata. "Kakak bodoh. bodoh dan bodoh" ucap Xiau hui yang membuat Shin ji ketakutan, kejadian itu membuat Shin ji semakin marah pada Xiau hui. Dia menggertakkan gigi wajahnya merah seperti tomat, "Wanita tak tau diri lepaskan kakakku" ucap Shin hi sambil berteriak dan menghentak-hentak kan kakinya.

__ADS_1


* * *


__ADS_2