Xiau Hui Sang Penyelamat

Xiau Hui Sang Penyelamat
12. Kepulangan


__ADS_3

''Kakak, aku ingin memelihara anak anjing ini apa boleh?" ucap Xiau hui kepada Shin ji dan Shin hi. "Kami tak bisa mengizinkannya adik, ayah harus memberikan izin dulu" ucap Shin ji cemas. "Ok, kak nanti aku akan membujuk paman. Aku tidak bisa membiarkannya sendirian atau mengembalikannya ke tempat asalnya aku takut dia tak bisa bertahan" ucap Xiau hui dengan nada lembut seolah memohon. ''Baik, aku juga akan mrmbantu adik aku akan ikut membujuk ayah" ucap Shin hi menenangkan. "Jika kalian ingin memeliharanya janga katakan dia serigala, bilang saja dia ini anak anjing yang tersesat" ucap Shin ji memberi saran. "Iya, jika kita mengatakan yang sebenarnya ayah pasti akan menolak" ucap Shin hi sambil mengangguk setuju.


Mendengar kedua sepupunya mendukungnya Xiau hui pun menangis, ini adalah situasi yang sangat Xiau hui dambakan sejak lama. Memiliki kakak yang menyayanginya. Xiau hui pun bertanya pada Anming ''Hey, Anming ada hal yang ingin aku tanyakan. Apa akan baik-baik saja jika aku merawat serigala ini di dunia manusia?'' ucap Xiau hui yang takut akan membawa bahaya pada keluarga sepupunya.


"Tidak apa nona, itu sebabnya saya meminta anda membuat perjanjian darah, dengan begitu dia tidak akan membantah anda apalagi akan membahayakan anda." Ucap Anming menjelaskan. "Lalu apa kau akan menghilang setelah ini?" ucap Xiau hui cemas, meski hanya sebentar Xiau hui sudah merasa nyaman pada Anming dia tidak ingin kehilangan orang-orang terdekatnya"


"Jangan khawatir nona, saya akan melayani anda sepenuh hati" ucap Anming tersenyum kecil sambil memalingkan wajahnya karena saat mendengar perkataan Xiau hui dia terharu dan meneteskan air mata. "Hei, kenapa menangis" ucap Xiau hui cemas. "Tidak nona, saya tidak menangis" ucap Anming malu.


"Jangan khawatir nona, setiap anda membutuhkan saya dan memerlukan bantuan saya. Saya akan segera muncul, dan jika anda tidak memanggil saya saya akan berada di alam sihir entu saja tidur di rumah saya" ucao Anming mengalihkan pembicaraan.


Xiau hui mengetahui Anming sengaja mengalih kan topik pembicaraan mereka, dia bersedih karena di dalam pikirannya Anming pasti tak pernah memiliki keluarga, dia sebatang kara sampai meninggal. Padahal yang sebenarnya Anming hanya terharu melihat ketulusan nonanya, dia saja tak mengingat apapun selain tugasnya.


"Ayah, kami pulang" ucap Shin ji dan Shin hi bersamaan. "Paman, kami pulang" ucap Xiau hui ikut berteriak. Karena tak mendapat jawaban mereka pun masuk ke dalam rumah, mereka terkejut melihat rumah sudah rapi dan di hias banyaj bunga. "Wooo, apa-apaan ini rumah ini terlihat seperti akan menggelar pesta lamaran" ucap mereka bertiga bersamaan.


Selama mereka tertegun, tabib Jing berdiri tepat di belakang merek dan berkata "waah kalian pulang tepat waktu" ucap nya mengejutkan mereka yang masih sangat terkejut dengan tampilan dalam rumah.


"Ayah, siapa yang akan menikah, apa-apaan ini jangan katakan kau akan menikah lagi" ucap Shin hi kesal. "Pikiranmu penuh hal buruk Shin hi, setidaknya bertanya baik-baik lah. Mari duduk kita makan dulu" ucap tabib Jing yang membuat Shin hi makin penasaran. "Ayah, kenapa kau aneh sekali jangan katakan selama kami pergi kau melakukan hal aneh'' ucap Shin ji dengan penuh rasa curiga.


Karena masih tak mendapat penjelasan, mereka pun duduk di meja makan. Xiau hui meletakan anak anjing itu di lantai "Kamu duduklah dulu, jangan kemana-mana jangan nakal" ucap Xiau hui memerintah anjing itu. Tabib Jing yang melihat tingkah anjing itu yang menurut pada Xiau hui merasa sangat gemas dengan ponakannya dan anjing itu.


"Baik aku akan menjelaskan tema acara hari ini" ucap tabib Jing dengan bersemangat. "Hari ini kita akan merayakan ulang tahun Xiau hui yang ke lima belas, ayo tepuk tangan lah" ucap tabib Jing penuh rasa kebahagiaan.

__ADS_1


"Bagaimana paman tau" ucap Xiau hui terkejut.


Ayah dan Ibumu mengatakannya, mereka juga menitipkan uang untuk paman membelikan hadiah atas nama mereka" ucap tabib Jing bahagia.


"Jadi acaranya bukan tentang pernikahan ayah?" ucap Shin hi seakan tidak percaya. Dia pun memeluk Xiau hui dan ayahnya "Adik selamat ulang tahun untukmu, maafkan kami tak sempat menyiapkan hadiah. Dan jangan pikirkan ayahku yang bodoh ini" ucap Shin hi sambil tersenyum. Shin ji yang melihatnya seakan tak bisa menahan airmata dan ikut memeluk mereka. "Hey mesum, meski kami adikmu kami juga wanita ingat" ucap Shin hi dengan nada kesal karena lama di peluk dengan erat.


"Waa, maaf maaf. Aku tak bisa menahan airmataku" ucap Shin ji terkejud, dia terkejut bukan karena menyadari perkataan adiknya benar. Tapi karena takut adiknya akan memakinya dan memukulnya.


"Untung aku tepat waktu menyadarinya, jika tidak ayahpun tak akan bisa menghentikan amarahnya" ucap Shin ji dalam hati.


Akhirnya mereka pun makan dengan bahagia, mereka juga meminta izin untuk merawat anak anjing itu. Tak terduga mereka mendapat izin sebagai hadiah ulang tahun Xiau hui. Mereka berbahagia bersama dan menentukan nama yang pantas untuk anak anjing itu. Tidak lupa Xiau hui juga memberi anak anjing itu makan daging. Anak anjing itu sangat lahap makan makanan dari nonanya itu.


"Aku ingin menamainya Meyzi" ucap Shin hi mengusulkan, " tidak ,tidak namai dia Munglay"ucap Shin ji menjawap pernyataan adiknya. "Tidak, Xiau hui yang harus memutuskan namanya" ucao tabib Jing yang ikut berdebat dengan kedua anaknya. Xiau hui hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka bertiga yang lebih mirip anak kecil.


"Paman, aku sudah bahagia memiliki kalian disini kalian seperti cahaya dalam hidupku" ucap Xiau hui. "Jangan merayuku adik, kau lebih memilih nama darinya" ucap Shin ji sambil menangis cemburu. Kemudian sebuah centong melayang dan mendarat tepat di kepala Shin ji. "Makan itu centong, dia adikku dia juga adikmu, jangan berprilaku tak pantas" ucap Shin hi sambil menahan amarah.


"Kejam, kau sudah bersikap seperti mafia. Dasar tak punya hati" ucap Shin ji pada adiknya.


"Aku tau kau bodoh, tapi bisakah kau bersikap seperti kakak normal di luar sana" ucap Shin hi yang merasa kesal. "Cukup, kalian ini saudara jangan bersikap seperti preman. Aku tau kaliam saling menyayangi jangan bohongi diri sendiri" ucap tabib Jing yang mulai kesal.


"Tidak apa paman, aku melihat begitulah mereka memperlihatkan cintanya" ucap Xiau hui. "Tidak, aku membencinya" ucap mereka bersamaan. Xiau hui hanya tertawa ketika melihat tingkah kedua kakaknya yang bertengkar manja. "Ha ha ha, iya nak sepertinya kamu benar" ucap tabib Jing tertawa melihat tingkah kedua anaknya.

__ADS_1


Sementara itu, Zang lie teman dari tabib Jing masih sibuk mencari tau bandit yang berkeliaran di hutan dekat desa Chengzi yang menolong seorang wanita melahirkan di desa itu. Dia masih membayar bandit bandit itu untuk mencari informasi, saat Zang lie hampir di rampok karena kelihatan lemah dia di tolong oleh beberapa bandit penguasa disana. "Maaf tuan, ada keperluan apa anda mencari kami. Jika penting anda bisa ikut ke kedai kami" ucap bandit itu. "Apa anda bagian dari orang-orang yang menolong seorang wanita didesa Chengzi" ucap Zang lie penuh kecurigaan.


"Mari tuan," ucap bandit itu memimpin jalan.


"Nona Anh lin ini adalah orang yang mencari anda" ucap bandit itu melapor pada atasannya.


"Benarkah anda yang menolong seorang wanita di desa Chengzi" ucap Zang lie bertanya. "Benar saya yang membantunya melahirkan" ucap Nona itu menjawab "Ada keperluan apa anda mencari saya" sahut Anh lin curiga. "Maaf jika saya mengganggu, anak yang anda bantu saat itu berasal dari orang tua yang tak memiliki kekuatan, namun dia memiliki kekuatan sihir yang besar, benarkah dia anak dari kedua orang tua itu." Ucap nya berharap penuh untuk mendapatkan jawaban


"Saat ini anak itu tinggal di ibukota bersama kakak dari ibunya. Pdan saya di mintai tolong untuk mencari tau kebenarannya" ucap zang lie meyakinkan. "Maaf tuan, ini mungkin akan mengejutkan bagi teman anda. Anak itu bukanlah anak kandung kedua orang tua itu. Karena lahir terlalu awal dari waktunya bayi tersebut tak bisa bertahan, dia saya makamkan sebagai anak angkat saya. Sementara anak yang wanita itu anggap sebagai anaknya adalah purti dari yang mulia kaisar terdahulu yang kini sedang mendekam di penjara bersama putra sulungnya" " Maaf saya tak bisa menceritakannya, saya bertugas untuk menyelamatkan putri agar terbebas dari bahaya" ucap Anh lin sambil menuntun Zang lie ke pemakaman dan menunjukan makam anak itu.


""Setiap hari saya kemari dan membersihkan makam ini, saya sudah menganggap makam ini sebagai makan keluarga saya" ucap Anh lin sambil membersihkan rerumputan yang ada di makam itu. "Bagaimana saya bisa menjelaskan nya pada sahabat saya, bahkan saya yang bukan siapa-siapa nya saja sangat sedih dan merasa hancur mendengarnya, bagaimana orang tua kandung anak ini akan menerima kenyataan ini" ucap Zang lie meneteskan air mata.


"Tuan, anak yang anda maksud juga bekerja di kedai saya, saya selalu mengawasinya agar tak mendapat bahaya" ucap Anh lin menjelaskan.


"Tuan saya juga ingin berpesan, jika anda akan benar-benar menyampaikan hal ini, tolong katakan permintaan maaf saya dan jangan sampai berita ini menyebar agar tak membahayakan anak itu" tambah Anh lin yang begitu khawatir. "Baik nona, sebisa mungkin saya akan menyampaikan pesan anda" ucap Zang lie "Sebenarnya saya juga ingin mengatakannya secara langsung, namun masih ada beberapa alasan yang membuat saya belum bisa kesana lagi" ucap Anh lin meralsa bersalah.


"Baik nona, jika begitus saya akan pamit sekarang" ucao Zang lie yang bergegas pergi dari tempat itu.


Kembali lagi di keluarga tabib Jing, mereka semua memakan kue sambil minum teh di teras dan menceritakan berbagai hal. Mereka sangat menikmati acaranya hingga tak terasa malam mulai larut. Setelah banyak hal yang mereka bicarakan mereka memutuskn untuk segera beristirahat karena lelah selama perjalanan. "Ayah, kami akan segera tidur". ucap Shin hi mewakili Kakak, dan adiknya mereka pun memutuskan untuk beristiraahat lebih awal. Sementara itu saat Zang lie kembali ke kediamannya, dia di beri tau oleh penjaga nya bahwa tabib Jing datang.


"Selamat datang tuan, kemarin tuan Jing datang mencari anda." ucap penjaga itu melaporkan segala sesuatu yabg terjadi saat tuan nya tidak ada. "Baik, birkan dia dulu. nanti jika dia datang lagi katakan aku belum pulang. Aku harus beristirahat dan memulihkan diri dulu" ucap Zang lie pada penjaga nya.

__ADS_1


"Baik tuan" ucap penjaga itu singkat.


* * *


__ADS_2