
"Awas saja ya paman bertingkah aneh lagi, aku tak akan maafkan" ucap Xiau hui sambil memeluk pamannya. "Terima kasih nak kamu sudah menganggapku sebagai paman" ucap tabib Jing.
Xiau hui dan Shin hi masuk ke rumah dan langsung memasak di dapur, menu yang mereka masak kali ini adalah ikan bakar dan juga tumis daging sapi dengan jamur.
Shin hi mengajari Xiau hui cara memasak yang baru saja dia pelajari, sementara itu Shin ji dan tabib Jing mandi dan membersihkan tempat penyimpanan tanaman obat, Setelah selesai memasak Shin hi mempersilahkan Xiau hui untuk mandi duluan. "Adik, kamu mandi lah duluan aku akan memasak nasi untuk makan malam. Setelah kau selesai mandi gantian aku yang mandi dan kau bisa menyajikan makanannya di meja" ucap Shin hi. "Siap kak," ucap Xiau hui singkat. Dia merasa benar-benar menjadi bagian dari keluarga ini, dan itulah yang membuatnya bahagia.
"Aku akan lekas mandi dan menolong kakak, oh iya bagaimana kabar ayah dan ibu di desa. Aku sudah merindukan mereka lagi" ucap Xiau hui sambil merenungi segala perlakuan nya saat di desa. "Semoga ayah dan ibu tak marah akan perlakuanku kemarin" ucap nya penuh rasa menyesal. Saat tengah mandi Xiau hui mendengar suara yang lumayan berisik di atap rumah, namun dia tidak menghiraukannya sampai akhirnya Shin hi berteriak.
"Aaa, siapa kalian" teriaknya dengan keras.
"Kakak, kenapa dia" ucap Xiau hui panik, "Shin ji cepat lihat adikmu di dapur" teriak tabib Jing panik. Tabib Jing dan Shin ji segera berlari ke dapur, begitupun Xiau hui. "Ada apa ini" teriak Shin ji.
"Tuan, lepaskan adiku kenapa kau menyekapnya dia tak memiliki madalah denganmu jangan sakiti dia" ucap Shin ji yang menambah kepanikan Xiau hui dan tabib Jing.
Saat mereka sampai mereka melihat beberapa pria dengan pakaian hitam menyekap Shin hi dengan sebilah belati di lehernya.
"Diam, kami memang tak memiliki masalah dengan kalian" ucap salah satu pria itu.
"Hey kalian, jika ingin gadis ini selamat ikat gadis yang ada di sampingmu itu, cepat lakukan atau aku akan melukainya" ucap salah satu pria yang memegang Shin hi.
"Lepaskan dia, jika ada masalah denganku jangan kalian sakiti keluargaku" ucap Xiau hui penuh amarah.
Mata dan wajahnya memerah, dia begitu marah akan orang-orang yang berani menyentuh keluarganya. "Kakak, cepat ikat tanganku.Jangan sampai Kakak hi di lukai."
"Tidak adik, jangan turuti mereka aku tak ingin kau dalam bahaya" ucap Shin hi berteriak.
"Tenang kak, aku tak akan kenapa-kenapa" ucap Xiau hui menenangkan.
"Kakak ji, cepatlah jangan membuang waktu" ucap Xiau hui mendesak kakaknya. Shin ji menuruti perkataan adiknya dan mengikat tangan Xiau hui, "Shin ji apa yang kau lakukan jangan dengarkan mereka" ucap tabib Jing cemas.
"Tidak apa paman," ucap Xiau hui menenangkan Xiau hui sudah memiliki rencananya sendiri yang tidak di ketahui keluarganya. Tangan Xiau hui di ikat dengan kencang, mulutnya pun di sumpal kain agar tak bisa berteriak meminta pertolongan.
Mereka melepaskan Shin hi dan membawa Xiau hui pergi, Xiau hui memanggil Anming dan menyuruhnya untuk mengamati situasi mereka berbicara melalui batin mereka. Mereka membawa Xiau hui ke sebuah pondok di dalam hutan dekat danau, Saat Xiau hui di sekap dalam pondok itu dia memanggil Meyzi dan Anming. "Diamana kita berada saat ini" ucao Xiau hui bertanya pada Anming. Nona saat ini kita berada di tengah hutan di dekat sini ada danau tempat anda berlatih tadi siang" ucapnya melaporkan situasi di luar. "Berapa banyak penjahat yang ada disini" ucap Xiau hui. "Saya melihat lebih dari dua puluh orang" ucap Anming cemas.
__ADS_1
"Meyzi, cepatlah kau keluar dan buatlah badai petir dengan kekuatanmu" ucap Xiau hui memerintahkan Meyzi. Meyzi yang terlihat kecil dan tak berdaya itu menyimpan kemampuan dan kekuatannya yang cukup besar, dia pergi keluar dan membuat badai mengamuk di hutan itu, badai dengan kilatan petir yang sangat mengerikan. "Lepaskan aku Anming" ucap Xiau hui. setelah lepas Xiau hui sangat terkejut saat badai di luar sudah berhenti. "Anming, tolong lihat kondisi Meyzi" ucap Xiau hui khawatir, Begitu keluar Anming melihat beberapa pria dengan kekuatan yang cukup besar menangkap Meyzi.
"Nona, Meyzi tertangkap dia tak bisa berbuat banyak saat ini" ucap Anming melaporkan pa yang dia lihat. Xiau hui semakin marah ketika mendengar Meyzi serigala cantiknya di sakiti. "Haaaa, brani sekali mereka" teriak Xiau hui di dalam pondok. Tiba-tiba tanaman di hutan itu mulai bergetar hebat, ada tanaman yang menarik Meyzi menjauh dan Badai yang lebih kuat mengamuk di hutan itu. "Haaaa" teriak Xiau hui yang di susul dengan kilatan petir hitam. Pria-pria itu sangat ketakutan dan sangat kaget melihat apa yang terjadi "Ada apa ini, kenapa jadi seperti ini" ucap mereka terheran. Kemudian ada sulur yang menjalar dan mengikat mereka di sertai dengan batangan es runcing yang terbentuk dari air hujan, batangan es runcing itu mengarah ke pria-pria itu dan menusuk tubuh mereka.
Dari dua puluh orang yang menyekap Xiau hui, ada seorang pria yang belum di bunuh oleh Xiau hui. "Hey, kau ingin mati?" ucap Xiau hui dengan tatapan tajam. "Ampun nona, saya hanya menjalankan tugas" ucap nya dengan tubuh bergetar hebat. "Siapa yang menyuruh kalian" teriak Xiau hui dengan amarahnya yang sudah tak bisa di bendung.
"Tuan saya ada di pinggiran danau dekat sini nona, dia membayar kami untuk membunuhmu" ucap pria itu. Setelah dia mengatakannya Xiau hui memerintahkan Anming untuk memberikan tanaman racun yang bisa membuatnya lumpuh. "Anming, ambil beberapa tanaman beracun di sekitar pondok itu, paksa dia memakannya agar dia lumpuh" ucap Xiau hui sambil melesat pergi ke pinggir danau. "Keluar kau, aku tau kau ada disini" ucap Xiau hui berteriak. Dari belakang Xiau hui muncul beberapa pria yang bertepuk tangan.
"Hebat kau bisa sampai kemari" ucap Salah satu pria yanga da disana.
"Kepung dia dan bunuh" ucap pria itu memberi perintah. Xia hui di kepung dia hanya menjentikan jarinya dan pria-pria itu langsung masuk ke dalam lumpur hisap, itu adalah salah satu dari kemampuan baru Xiau hui.
"Mau lari kemana tuan" ucap Xiau hui yang melesat ke depan pria itu yang sedang mencoba kabur. "Jangan lupakan kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu" ucap Xiau hui dengan senyum mengerikan.
Xiau hui mengendalikan pohon di belakang pria itu untuk mengikat pergerakannya. "Siapa kau, berani menyekap kakakku dan melukai binatang yang aku rawat" teriak Xiau hui yang hampir membuat pria itu tuli.
Xiau hui menatap pria itu dia mencoba mengingat-ingat siapa pria yang wajahnya tak asing itu. "Ooh, ternyata kau" ucap Xiau hui yang mengingat pria itu adalah pria yang mencoba melecehkannya di kedai pagi tadi, "Padahal wajahmu sudah ku buat babak belur, jadi kau belum puas?" ucap Xiau hui dengan tatapan tajamnya.
"Apa kau ingin membunuhku?" ucap Xiau hui meremehkan. "Kau harusnya belajar banyak dari pengalamanmu tadi pagi," ucap Xiau hui sambil menyayat tangan pria itu. Dia menggores tubuh pria itu dan membalurinya dengan tanaman yang beracun. "Tenang, aku tak akan membunuhmu Aku hanya ingin memberimu peringatan yang akan kau ingat seumur hidup. Tanaman ini akan memberimu rasa panas dan gatal yang tak tertahankan, kulit mu akan rusak dan tak akan sembuh. Dengan begini kau akan mengingat hukumanmu hari ini" ucap Xiau hui dengan tawa nya yang mengerikan.
"Aaaaa, wanita sialan kau" ucap nya sambil mencoba menyerang Xiau hui. Xiau hui melepaskan pria itu dari pohon dan meninggalkannya sendirian di hutan itu. Dia menghampiri Meyzi yang menahan rasa sakit karena di siksa manusia itu.
Xiau hui mengobati Meyzi dan membawanya pulang, "Paman, Kakak lihatlah Meyzi terluka" teriak Xiau hui di depan rumah tabib Jing.
Tabib Jing dan kedua anaknya berlarian keluar rumah dan melihat Xiau hui menangisi Meyzi yang tergeletak. "Bagaimana ini, Meyzi terluka saat berusaha menyelamatkan aku" ucap nya dengan tangisan yang keras.
"Tenang nak, paman akan memeriksanya dulu" ucap tabib Jing sambil memeriksa Meyzi.
"Kakak, aku tak ingin Meyzi pergi" ucap Xiau hui yang menangis di pundak Shin hi.
"Aku tak akan sanggup saat Meyzi pergi" tambah Xiau hui yang sedih.
"Tenanglah adik, dia akan baik-baik saja. Jangan cemas ayah akan menyembuhkan Meyzi" ucap Shin hi menenangkan.
__ADS_1
"Dia tidak apa-apa, mungkin tubuhnya terluka tapi tidak parah. kita akan merawatnya di dalam, Ayo masuk" ucap tabib Jing penuh perhatian. "Benarkah paman, dia akan selamat" ucap Xiau hui sambil menghapus air matanya.
"Tentu saja, lukanya tak parah" ucap Shin ji mencoba menenangkan adiknya.
Mereka pun masuk dan mengobati luka Meyzi. Mereka melakukannya dengan hati-hati tabib Jing pun tersenyum dari jauh mengamati ketiga anak itu merawat anak anjing itu.
"Adik, bagaimana caramu lolos dari mereka" ucap Shin ji penasaran.
"Membunuh mereka" ucap Xiau hui dengan wajah seriusnya.
"Apa, kenapa kamu membunuh mereka" ucap Shin hi pada adiknya.
"Tentu karena mereka ingin melukaimu kak, mereka juga melukai Meyzi, aku tak akan bisa memaafkan mereka" ucap Xiau hui dengan wajah polosnya.
"Lain kali, jangan gegabah Xiau hui mungkin tadi adalah perampok yang kekuatannya lemah. Tapi bagaimana jika kamu bertemu perampok yang kuat, lebih baik selamatkan diri dulu" ucap Shin ji yang di sertai dengan anggukan tabib Jing yang menandakan dia setuju.
"Tapi bagaimana jika mereka kembali kak" ucap Xiau hui dengan wajah cemasnya. "Apa kau lupa ada aku disini" ucap Shin ji menenangkan, "lain kali jangan bertindak gegabah kau adalah adikku dan kau juga wanita, tidak sepantasnya wanita berprilaku sepertimu, Tidak segan membunuh mereka yang menghalangimu, hanya penjahat yang memiliki sifat itu" ucap nya sambil mencubit pipi Xiau hui dengan gemas.
Shin ji memandang wajah adiknya demgan gemas dan sorot mata yang cemas. Entah ujian berat apa lagi yang menanti adiknya di masa depan. "Adik-adikku begitu lucu terutama Xiau hui, raut wajahnya begitu menggemaskan" ucap Shin ji dalam hati seakan-akan melihat Xiau hui seperti sepiring kue beras yang bisa di lahapnya kapan saja.
Setelah mereka merawat Meyzi, mereka pun memutuskan makan malam karena tadi tertunda saat ada penyerangan.
Di meja makan hanya tinggal beberapa makanan yang masih selamat, karena sisanya sudah tercecer ke lantai. Mereka dengan kesal terpaksa memakan makanan yang masih utuh.
"Mereka sangat jahat, makananku terhambur semua." Ucap Xiai hui dan Shin hi bersamaan dengan raut wajah cemberut mereka.
"Jika di masa depan ada orang-orang yang mengganggu acara makanku lagi akan ku patahkan mereka satu per satu." Tambah Shin hi yang kesal. Di sebelahnya Shin ji dan Tabib Jing hanya bisa tersenyum melihat wajah Xiau hui dan Shin hi yang sedari tadi menggerutu.
Setelah selesai makan, Xiau hui membuatkan dan memberikan Meyzi bubur dengan sepenuh hati, di temani oleh kedua kakaknya. Mereka tak ingin Meyzi kelaparan mereka begitu cemas dan sangat sedih melihat keadaan meyzi.
"Maafkan aku sudah memberimu tugas yang sulit Meyzi" ucap Xiau hui menangis penuh rasa bersalah. ''Hey adik jangan begitu dia terluka bukan karena kamu, dia terluka karena kasih sayang nya padamu." Ucap Shin hi yang bergegas memeluk Xiau hui saat mendengarnya menangis.
"Sudahlah, kedepannya sayangi dia lindungi dia jangan sampai hari ini terulang kembali" ucap Shin ji menenangkan kedua adiknya.
__ADS_1
Setelah pembicaraan yang menguras air mata, mereka memutuskan untuk beristirahat karena sudah larut mereka juta memindahkan Meyzi ke kamar Shin hi da Xiau hui karena kondisinya masih perlu pengawasan.
* * *