
Hari ini adalah hari dimana Xiau hui pergi ke Ibu kota untuk belajar dan sekaligus untuk menjual tanaman obat yang dia kumpulkan.
Dia pergi ke ibu kota dann menyerahkan urusan menjual obat kepada tabib Jing. "Tabib ini semua adalah tanaman obat yang saya bawa, tolong di jualkan ini semua untuk simpanan orang tua saya di Desa" ucap Xiau hui jujur. Mendengar itu tabib Jing semakin bersemangat untuk menjualkan tanaman obat ini, tabib Jing terharu dengan Xiau hui yang berbakti pada orang tuanya.
"Tenang saja nak. Aku akan menjual tanaman obatmu dengan harga yang tinggi agar kau memiliki cukup uang untuk ayah ibu mu.
Tabib Jing menawarkan tanaman obatnya ke teman-teman nya. Dan laku dengan 30 koin emas. Tabib Jing langsung menyerahkan semua uangnya pada Xiau hui. Xiau hui merasa danga berterimakasih atas berkat dari tuan Jing. Dia berjanji akan belajar dengan giat untuk membuat tabib Jing bangga.
"Bagus nak, aku sangat suka dengan semangatmu" ujar tabib Jing.
"Saya permisi tabib, saya harus pulang dulu dan berpamitan dengan kedua orang tua saya" ucap Xiau hui. "Silakan Xiau hui, apa kamu sudah menentukan dimana kamu akan tinggal untuk sementara waktu?" tanya tabib jing pada xiau hui. "Kebetulan saya belum memiliki tempat untuk tinggal, rencananya saya akan mencarinya nanti" ucap Xiau hui. "Jangan mencari tempat lain Xiau hui, tinggalah di rumah kami, kamu bisa tinggal bersama dengan anak perempuanku di kamarnya'' ucap tabib jing menawarkan tempat tinggal. "Benarkah itu, apa saya boleh?" tanya Xiau hui seakan tak percaya. tentu saja boleh dengan begitu kamu tidak akan terlambat untuk belajar.
"terimakasih tabib Jing saya benar-benar berhutang budi pada anda" ucap Xiau hui penuh arti.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan urusan nya di ibu kota. Xiau hui bergesas pulang ke rumah nya. dia menyampaikan kabar bahagia. Kepada orang tuanya. "Ayah ibu, aku akan berangkat besok aku di izinkan tinggal bersama temanku di rumahnya. Dan aku berhasil menjual tanaman obat dengan 30 koin emas" "bu ini ada 30 koin emas simpan lah.. Nanti aku akan mengirimi kalian uang setiap bulannya. Aku juga akan mencari pekerjaan disana.
" Nak, ambillah 4 koin emas ini, belilah pakaian yang layak. Kamu akan tinggal di kota besar jangan sampai kamu tidak memiliki pakaian yang layak." Ucap ibunya sambil menahan tangis. " Baik ibu, aku, terima uang nya."
"Bu malam ini aku ingin tidur bersama kalian."
Ucap Xiau hui sambil menahan tangis. Dia tak pernah tinggal jauh dari orang tuanya makanya dia sangat sedih.
Xiau hui pergi ke hutan untuk berburu. Dia ingin membuat makanan untuk ayah dan ibunya. Dia juga akan membersihkan sekeliling rumah dan membangun pagar untuk melindungi keluarganya. Dia takut akan ada hewan buas yang akan masuk ke rumahnya. Xiau hui segera memasang jebakan di hutan. Sambil dia mencari kayu untuk dia tebang dan jadikan untuk pagar. Xiau hui ingin menyelesaikannya agar dia bisa tenang belajar di kota. Xiau hui banyak menebang pohon dan memotong nya menjadi memerapa ukuran. Dia membawanya ke dekat rumah. Membangun pagar yang kuat. setelah dia membuat pagar, dia membenahi atap rumah dan memperkuatnya. Dia juga membangun pancuran air dengan mengalirkan airnya dari sumber mata air di bukit. dia menyiapkan segalanya untuk orang tuanya. setelah lelah bekerja dia juga masak dan makan hasil buruannya di hutan bersama kedua orang tuanya. sungguh berbakti Xiau hui.
Banyak hal yang menyedihkan yang terlintas di fikirannya. dia begitu ketakutan meninggalkan orang tuanya yang sudah tua.
"Apa aku benar-benar harus meninggalkan mereka?'' perasaan bersalah itu terus menerus muncul. Mungkin karena aku tak pernah jauh dari mreka. fikir Xiau hui.
__ADS_1
Dia terus memikirkan hal itu sampai malam pun tiba. dia masih belum rela untuk pergi besok.
Saat mreka tidur bersama Xiau hui bertanya pada orang tuanya. "Ayah, bagaimana jika aku tidak jadi kesana" " ibu, tidak apa-apa kah jika aku pergi" tanya xiau hui. Ayah dan ibunya menjawab ''itu juga demi masadepanmu nak. Jangan terlalu mengkhawatirkan kami. Kami merasa sangat bahagia, ini pertama kalinya kamu mengutarakan keinginanmu."
"Aku akan sering-sering pulang ayah, aku janji"
aku sangat menyayangi kalian. Ucap xiau hui sebelum tertidur dengan di peluk ayah ibunya.
Tidur Xiau hui sangat lelap karena di peluk oleh orang tuanya. Mengingatkan nya pada masalalu, saat dia masih kecil dia selalu tidur seperti itu. Xiau hui terbangun di pagi hari. Dia terlambat bangun beberapa menit. Dia kebingungan mencari ayah dan ibunya. Dia bergegas keluar dan mendapati ibunya memasak banyak makanan sementara ayahnya sedang merapikan barang bawaan Xiau hui.
"Ayah, ibu kenapa kalian repot-repot. Aku juga bisa melakukannya sendiri" ucap Xiau hui manja. sudahlah kamu akan melakukan perjalanan yang lumayan jauh. Dari kemarin juga kamu sudah sibuk, mandi dulu lalu makan jangan pergi dalam keadaan perut lapar.
Xiau hui menuruti perkataan ayahnya. dia mandi dan langsung makan. setelah dia selesai makan. dia memeluk ayah dan ibunya serta mengucapkan rasa sayang yang begitu besarnya. Dia berangkat dengan restu orang tuanya. Dari sini tantangan dan perjalanan
__ADS_1
xiau hui di mulai.
* * *