
Xiau hui memulai perjalanan nya untuk mencari jadi diri. tujuan nya saat ini adalah ibu kota kerajaan Shiau cin, berjalan seorang diri. Saat sampai di pintu masuk perbatasan ibu kota kekaisaran shiau cin dia berhenti sejenak menatap betapa megahnya bangunan di depannya ini. Xiau hui menyadari betul akan banyaknya tantangan yang menunggunya di depan. Dia mengerti akan kesulitan yang akan dia hadapi. Hanya mengandalkan keahlian di hutan tidak akan membawanya kemanapun. dia juga bertekat untuk menguasai teknik bela diri untuk bekalnya juga. Hal yang tidak dia fikirkan saat pertama kali melangkah kemari, akan dia fikirkan mulai sekarang.
Xiau hui mulai berjalan menuju rumah tabib jing. Karena dia akan tinggal disana untuk belajar mengenai tanaman obat. "Permisi, permisi" ucap Xiau hui sambil mengetuk pintu.
lalu anak tabib Jing Shun ji dan Shin hi menyambut Xiau hui dan mengantarnya kedalam. Shin hi bertugas menuntun xiau hui ke kamarnya. " Disinilah kamu dan aku akan tidur" ucap Shin hi membuka percakapan. "Ada kamar mandi juga disini tapi sedikit berantakan karena si malas itu" tambahnya. Si malas yang dimaksud Shin hi adalah kakak nya Shin ji. Shin hi berharap Xiau hui tidak akan bertanya tentang nama nya dan kakaknya yang hampir sama, aku tidak mau dikenal sebagai kembaran si malas itu" huff" shin hi keceplosan.
Xiau hui menoleh dan berkata. "Maaf jika kamu tidak suka dengan kehadiranku" ucap Xiau hui cemas. "Tidak tidak, aku suka kamu disini menjadi teman sekamarku, aku hanya sedang berfikir si malas itu punya kebiasaan aneh di malam hari" ucap shin hi memperingati Xiau hui. Kamu saat malam jangan keluar dari kamar seenaknya, "jika kamu keluar kamar seenaknya kamu akan mendapati pemandangan yang merusak mata" tegas shin hi memperingatkan Xiau hui.
Xiau hui sebenarnya ingin menanyakan maksud dari perkataan Shin hi, tapi dia segan untuk bertanya. Dia takut shin hi akan merasa dia tidak menghormati perkataannya.
Xiau hui di ajak berkeliling rumah. Dia di ajak ke dapur, taman belakang, kolam belakang dan tempat tabib jing meracik dan menyimpan tanaman obat. Kira2 bisa di sebut ruang kerja nya. Ada banyak hal yang ingin Shin hi tunjukan pada Xiau hui. tapi Shin hi harus memasak untuk semua orang, jadi Shin hi membiarkannya berkeliling sendiri. Setelah lama berkeliling Xiau hui ingin pergi membeli sebuah pakaian. Dia ingin berbelanja tapi belum mengenal daerah ini. Dia tidak tau tempat orang2 menjual pakaian.
__ADS_1
Xiau hui memberanikan diri untuk bertanya pada tabib Jing, namun tabib Jing sedang sibuk sehingga Shin ji yang di tugaskan nya untuk mengantar Xiau hui. "emm, baik ikut aku. jangan terlalu jauh di belakangku nanti kamu akan kehilangan jejak" ucap Shin ji mengejek. terkadang Xiau hui juga merasa jengkel dengan perkataan dan sikap Shin ji. tapi dia harus tetap diam selama belum memiliki rumah dan tinggal sendiri. Xiau hui merasa dia sedang di perhatikan, dia menoleh ke kanan dan ke kiri. Dia kebingungan siapa sebenarnya yang memperhatikannya. Dia pun memanggil Shin ji dan mengatakan apa yang dia rasakan. "Shin ji maaf bisa kah kamu kemari sebentar" saya ingin mengatakan sesuatu, saya merasa seperti ada yang memperhatikan" Shin ji terkejut mendengarnya. diapun mulai mengamati sekitar. ''Iya memang ada yg sedang memperhatikan kita dan fokus mereka adalah kamu, mari kita bergegas pergi''. Ucap Shin ji cemas.
"Shin ji, apakah kamu mengenal mereka'' tanya Xiau hui pada Shin ji. "Tidak aku tidak mengenal mereka aku juga baru pertama kali melihat mereka" sahut Shin ji. Tapi entah kenapa Xiau hui merasa mereka ada hubungannya dengan dirinya. Xiau hui takut jika ada yang ingin mencelakai dirinya dan keluarga tabib Jing.
Xiau hui dan Shin ji telah sampai di tempat yang menjual pakaian. Mereka pun sekaligus bersembunyi disana, dan benar saja orang-orang tadi kebingungan menatap ke jalan seolah-olah mencari mreka yang menghilang.
Setelah mereka pergi dan Shin ji merasa situasi sudah aman, mereka memilih pakaian yang cocok dan terlihat anggun untuk Xiau hui.
Begini kira-kira penampilan Xiau hui, yang membuat shin ji tertegun.
__ADS_1
Setelah membayar pakaian yang di pilih tadi xiau hui dan Shin ji berjalan pulang, di perjalanan pulang xiau hui melihat anak-anak yang menangis karena permen nya jatuh. Tanpa pikir panjang Xiau hui menghampirinya dan membelikan permen yang baru. Shin ji semakin kagum akan sosok Xiau hui. Karena kebaikan hatinya mampu meluluhkan hati siapapun yang melihatnya.
Xiau hui. dan Shin ji melanjutkan perjalanan mereka sambil berbincang-bincang. tak terasa waktu berjalan saking asik nya mereka berbincang. Hampir saja mereka melewati rumahnya. itu pun jika tidak Shin hi yang berteriak memanggil mereka. mungkin mereka sudah jauh terlewat. "Hei xiau hui, darimana saja. Hai" teriak shin hi memanggil namun tak mendapat respon. "Hei pemalas, kepala batu, manusia hina, kepala babi" teriak Shin hi dengan keras memanggil kakak nya. Dan berkat panggilan itu juga Shin ji dan Xiau hui sadar mereka hampir melewatkan rumah nya.
"hei adik bodoh, tidak bisakah kau memanggilku dengan baik, haruskah kau memanggilku dengan kata-kata umpatan" teriak shin ji membalas adiknya. Xiau hui tak mampu berkata-kata dia hanya tersenyum dan tertawa melihat tingkah kakak adik di depannya.
Sebenarnya Xiau hui juga ingin memiliki adik atau kakak. dia begitu mendambakan situasi seperti Shin ji dan Shin hi. tapi apalah daya dia terlahir sebagai anak tunggal.
"Baiklah kakaku yang tampat dan rupawan, kakak ku yang baik hati rajin menabung dan bertutur kata sopan. makanan sudah siap. kakak ku yang tampan mau makan di dalam rumah atau di kandang babi" ucap shin hi mengejek kakak nya. Mendengar semua itu xiau hui dan orang yang lewat dan tak sengaja mendengar celoteh Shin hi mengejek kakak nya mereka pun tertawa geli. " Dasar adik tak tau diri. Kembalikan semua pakaian yang aku belikan untukmu" ancam Shin ji pada sang adik.
"Lalu setelah ku kembalikan akan kau apakan kak baju ku?, mungkinkah kau mau memakai baju wanita" ucap Shin hi membuat kakak nya hampir pingsan karna malu. Semua itu menjadi tontonan segar bagi Xiau hui.
__ADS_1
* * *