Xiau Hui Sang Penyelamat

Xiau Hui Sang Penyelamat
11. Mencari jati diri


__ADS_3

"Ayah, ibu aku sama sekali tidak mengerti, apakah benar ibu adalah adik dari paman Jing.


Aku merasa sepertinya ini tidak benar" ucao Xiau hui yang masih bertanya kepada ibunya.


"benar nak dia adalah kakak ibu, kami tak bermaksud berbohong tapi ini adalah kenyataan" ucap sang ibu sambil menahan tangis. "Permisi paman bibik, aku bukannya ingin ikut campur sudahi semua ini. Apa gunanya kita menentang kehendak tuhan, yang terpenting saat ini kita harus belajar saling menerima" ucap Shin hi menyadarkan Xiau hui.


"Ayah, ibu semakin hari tantangan yang akan aku lewati akan semakin sulit bolehkah aku memperdalam ilmu beladiriku" ucap Xiau hui meminta izin ayah ibunya.


"Tentu saja nak, kau boleh melakukan apapun yang kau suka. Tapi jangan sampai terjerumus ke hal-hal jahat" ucap ayah Xiau hui memberikan izin. Xiau hui juga memberi tau tentang keinginan mereka untuk menginap beberapa hari, tentu saja ayah ibu Xiau hui menyetujuinya. Xiau hui pamit pergi ke hutan untuk berburu dan memetik tanaman obat, dia berencana pergi sendiri namun Shin hi dan Shin ji memaksa ingin ikut.


"Ayah, aku akan ke hutan sebentar untuk mencari tanaman obat dan berburu" ucap Xiau hui, belum sempat Cheng mi melarang Shin ji dan Shin hi berteriak cukup keras. "Aku ikut"ucap mereka berdua bersamaan yang membuat ayah Xiau hui tertawa kecil.


"Apa benar kalian ingin ikut, ini akan sangat sulit loh" ucap Xiau hui dengan nada mengejek.


"Tentu kami akan ikut, kamu akan sangat ceroboh saat sendiri" ucap Shin ji dengan nada aneh. "Bodoh, kau lupa lagi dia adik mu. Aku akan melihat langsung tempat hidup tanaman obat langka yang ada disini. Aku akan belajar, tidak sepertimu yang hanya melakukan hal-hal bodoh" ucap Shin hi dengan ketus. Ucapan Shin hi membuat Xiau hui tertawa.


Mereka pun berangkat ke hutan sambil berdebat satu sama lain, Cheng mi hanya tersenyum lalu menghampiri istrinya.


"Istriku, sepertinya putri kita akrab dengan keponakanmu" ucap Cheng mi dengan semangat, "Tentu saja, anak kita sudah lama ingin memiliki saudara." ucap Zin yuan membalas perkataan suaminya.


Sementara itu tabib Jing pergi menemui temannya, dia sudah tidak sabar sehingga mendatanginya meski belum waktunya.

__ADS_1


"Permisi, bisakah saya menemui tuan Zang lie"ucap tabib Jing


Maaf tuan, saat ini tuan Zang sedang tidak ada disini. Beliau sedang mengumpulkan beberapa informasi di luar kota" ungkap penjaga di tempat itu.


Zang lie masih belum mendapat informasi apapun, dia sampai pergi ke tempat dimana para bandit berkumpul untuk mengumpulkan beberapa informasi. Terpaksatabib Jing harus kembali dengab tangan kosong, sebenarnya alasan tabib Jing mengirim anak-anak itu agar dia bisa leluasa mencari informasi.


Kembali lagi ke desa Chenzi ketiga anak-anak itu pergi dan mempelajari tanaman obat secara langsung. Mereka juga berburu untuk makan merek hari ini, hingga sore tiba dan mereka berkemas pulang. Sesampainya di rumah mereka segera membersihkan hasil buruan merek, mereka mendapat banyak ikan dan ayam hutan lalu di lanjutkan dengan memasak seluruh hasil buruan mereka.


Shin hi sangat bahagia karena akhirnya dia bisa keluar dari rumah, dan bersenang-senang di luar ruangan. Mereka berlima masak dan makan bersama bercanda bersama selayaknya keluarga, "Ayah, ibu maaf tak seharusnya aku marah pada kalian" ucap Xiau hui merasa bersalah. "Tidak apa nak, kamu tiba-tiba mendapat seorang paman dan dua kakak kamu pasti terkejut. Ayah dan ibu mengerti," ucap Cheng mi meminta maaf.


Shin hi dan Xiau hui mereka memutuskan untuk mandi dan berendam, mereka berendam di air hangat dan bak mandi buatan Cheng mi.


Bak mandi dengan kayu pilihan yang kuat dan tahan panas, dengan bagian luar di lapisi tanah dan porselin dengan bagian bawah nya memiliki lubang ke luar rumah untuk menyalakan api agar air nya hangat. Mereka sangat menikmati kenyamanan itu, "Adik maaf selama ini aku membuatmu repot, aku bahkan sering berlaku jahat padamu" ucao Shin hi.


Setelah beberapa hari menginap, mereka juga mengumpulkan banyak sekali tanaman obat. Mereka memutuskan untuk kembali ke ibu kota, mereka was-was takut bandit itu masih disana. "Tenang saja nona, aku akan menuntun mu ke jalan dimana bandit itu tak mau kesana. Aku akam langsung memperingati jika ada bahaya mendekat." ucap bayangan itu yang muncul lagi entah dari mana.


"Baru muncul kamu," ucap Xiau hui membentak Anming. "Maaf nona, saya rasa kurang enak mengganggu anda saat bersama keluarga anda" ucap Anming menunduk. "Baiklah, ayo cepat antarkan saya, jangan hanya menunduk"ucap Xiau hui yang tak tega padanya.


"Baik nona," ucap Anming sambil menuntun jalan Xiau hui dan kedua kakaknya. "Kau bisa jelaskan apapun yang kau ketahui tentangku" pinta Xiau hui penuh harapan. "Maaf nona yang saya ingat hanya tugas saya untuk menemani perjalanan anda dan membimbing anda dalam melewati rintangan yang akan anda lalui." ucap Anming dengan takut, dia takut jika seandainya tak lagi di butuhkan. "Apa benar ini jalannya" ucap Shin hi penuh keraguan. "Tenang saja kakak, aku akan memastikannya dulu" ucap Xiau hui menenangkan.


"Hey, Anming apa ini benar jalannya kenapa aku merasa ada sesuatu yang mengikuti kita" ucap Xiau hui bertanya. ''Tenang saja nona itu hanya anak dari binatang sihir" ucap Anming menjelaskan. "Ooh, hanya binatang sihir" ucap Xiau hui enteng, "Aaa, binatang apa kamu bilang. Mana ada binatang sihir di dunia ini" ucao Xiau hui meremehkan. "Adik, aku merasa hutan ini berbeda dengan yang sebelumnya. Aku sudah dua kali lewat hutan ini tapi aku tak menemukan tenpat seperti ini di hutan" ucap Shin ji memperhatikan, mendengar ucapan kakaknya Xiau hui pun berfikir dia juga tak pernah menemukan tempat seperti ini.

__ADS_1


"Hey Anming dimana kita saat ini?" ucap Xiau hui bertanya. "Saat ini kita berada di hutan sihir, tempat ini hanya akan bisa di masuki saat anda memiliki tongkat ini" ucap Anming sambil menunjukan tongkat dengan warna merah dan keemasan. "Maksud mu kita berada di dunia lain?" ucap Xiau hui kaget. "Tentu saja nona, manusia biasa tak akan bisa masuk" ucap Anming menjelaskan. Saat mereka sudah hampir sampai di pintu keluar hutan sihir, Xiau hui di dekati oleh serigala putih nan cantik Xiau hui merasa serigala ini belum dewasa dan sedang merasa ketakutan.


kemudian datanglah sekawanan serigala yang sangat besar dan memiliki mata yang merah.


"Adik, aku rasa binatang ini keluarga nya. Cepat kembalikan" ucap Shin ji khawatir. "Tidak kak, mereka bukan keluarganya mereka ingin membunuh anak serigala ini" ucap Xiau hui.


Tanpa sadar Xiau hui membentuk sebuah kubah transparan untuk melindungi kakaknya dan anak serigala itu. Xiau hui dalam sekejap berubah dengan mata biru dan rambut putihnya dia juga mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan. "Jika kalian ingin berurusan denganku maka majulah, jika tidak pergilah" ucap Xiau hui pada pimpinan binatang sihir itu.


"Diamlah manusia lemah," ucap pimpinan serigala itu sambil maju menyerang Xiau hui. Xiau hui mulai mengendalikan air dan juga tanaman di sekitarnya. "Haaa" ucap Xiau hui berteriak. Tiba-tiba tanaman di sekitar nya semua bergerak, ada tanaman merambat yang muncul dari dalam tanah dan mengikat kuat pimpinan serigala itu serta ada beberapa bongkahan batang es yang runcing yang mengelilinginya. "Ampun nona, saya menyerah" ucap pimpinan serigala itu menyerah.


"Jika kau tidak menginginkannya disini, aku akan membawanya" ucap Xiau hui marah. "Baik nona lakukan sesuai keinginanmu" ucap pimpinan serigala itu. sementara di dalam kubah itu Shin ji dan Shin hi membeku menatap serigala tadi. "Apa tadi dia bicara" ucap Shin hi bingung. "Sepertinya aku jugamelihatnya" ucap Shin ji. "Kekuatan apa lagi itu, kenapa sepertinya aku merasa tubuhku makin ringan" ucap Xiau hui yang tenah kembali ke tampilan normalnya.


"Siapa aku sebenarnya, kenapa aku bisa mrmiliki kekuatan yang sangat besar" ucap Xiau hui heran. Dia mendapati dirinya sudah mulai berubah, dia tak pernah tau jika memiliki kekuatan besar. dia terus berfikir apakah ini berkat dari dewa atau mungkin ini musibah.


Xiau hui dengan ke dua kakaknya serta serigara besar itu pun keluar dari hutan itu. Serigala itu mengecil seukuran anak anjing, dengan bulu putihnya itu Xiau hui berlari dan memeluknya erat. "Nona sebelum pulang tolong letakan tangan kanan anda di kepala serigala itu, pejamkan mata anda dan ucapkan Perjanjian darah" ucap Anming dengan wajah serius.


"Baiklah" ucap Xiau hui menuruti perkataan Anming.


"Dengan melakukan hal tersebut, anda dan serigala itu sudah memiliki perjanjian darah yang akan membuat serigala itu tidak akan menyakiti anda dia juga akam menjadi pelayan nona" ucap Anming penuh wibawa.


"Sudah lah, ayo pulang" ucap Xiau hui mengajak kedua kakak nya untuk pulang.

__ADS_1


"Mungkinkah yang tadi itu hanya hayalan" ucao Shin ji dan adiknya bersamaan. "Iya itu hanya mimpi" tambah mereka lang lagi-lagi bersamaan.


* * *


__ADS_2