Xiau Hui Sang Penyelamat

Xiau Hui Sang Penyelamat
10. Menuntut penjelasan


__ADS_3

Ketika mereka bertiga bangun di pagi hari, mereka melihat tabib Jing masih duduk di meja makan dengan wajah sedih, seketika mereka merasa bersalah dan meminta maaf padanya.


"Paman, aku mengaku salah padamu. maaf karena kemarin kami kelewatan kepadamu" ucap Xiau hui dengan mata yang berlinang air mata. "Ayah, aku dan adik ingin minta maaf. Kami membuat kesalahan padamu" ucap Shin ji. "Tidak apa nak, kalian juga berhak kecewa. Tapi masalah kali ini aku pun tidak tau apa-apa" ucap tabib Jing dengan sangat sedih. Mereka akhirnya kembali baik-baik saja.


"Paman, aku harus kembali ke desa. Aku ingin bertemu ibuku," ucap Xiau hui meminta izin.


"Baik nak, ajaklah kedua kakak sepupumu untuk ikut. Biarkan mereka bertemu dengan bibiknya" ucap tabib Jing memaksa. " Baiklah paman, aku akan mengajak mereka jika mereka ingin ikut. Tapi aku tidak akan memaksa jika mereka tidak ingin" ucap Xiau hui sambil menunduk. Xiau hui menghampiri kedua kakak beradik itu, "Maaf kakaku yang tercinta. Paman menyuruhku untuk mengajak kalian bertemu orang tua ku, jika kalian berkenan mari pergi bersama" ucap Xiau hui dengan tatapan mata yang lemah. "Baik aku akan ikut, bagaimana denganmu adik" ucap Shin ji bertanya pada Shin hi. "Tentu saja aku ikut, ayah yang menyuruh jadi aku akan bersiap sekarang" ucap Shin hi.


Sebenarnya Shin hi sangat bersemangat dan sangat ingin bertemu dengan bibiknya yang belum pernah dia temui, mereka pun mulai berkemas untuk beberapa hari. Karena mereka kemungkinan akan menginap disana.


"Hey, apa kalian sudah siap" ucap Shin ji berteriak, " Tentu saja sudah, tidak sepertimu yang pemalas" ucap Shin hi meledek kakaknya.


Xiau hui pun hanya bisa tertawa,dia merasa senang saat memiliki kakak tapi dia juga sedih karena merasa telah di bohongi.


"Mari kita berangkat" sahut Xiau hui.


Mereka pun berangkat menuju desa Xiau hui, melewati beberapa desa mereka juga mampir untuk membeli beberapa bekal makanan.


Di pertengahan jalan, Xiau huimerasakan beberapa orang dengan kekuatan menengah yang mengawasi mereka. Xiau hui juga merasa mereka tak memiliki niat baik, Xiau hui mulai waspada. "Kakak ji, ada beberapa orang dengan niat buruk yang mengawasi kita, sepertinya mereka perampok" ucap Xiau hui.

__ADS_1


Saat mereka tiba di perbatasan desa tersebut, mereka berhenti dan masuk ke sebuah kedai. Disana mereka menyusun sebuah rencana. "Bagaimana cara kita untuk segera lewat dan mengindari bandit itu." ucap Shin ji cemas. "Bagaimana jika kita mencari penginapan dulu, sementara waktu sampai mereka pergi" ucap Shin hi. "Tidak bisa kak, desa ini tidak memiliki penginapan. kedai ini pun akan segera tutup karena sudah sore, kita tinggal melewati satu hutan lagi untuk sampai ke desaku kak" ucap Xiau hui khawatir.


"Tenang saja Xiau hui, kita pasti bisa melewati hutan dengan selamat. kita hanya perlu berfikir bagaimana caranya agar tidak menarik perhatian mereka" ucap Shin hi menenangkan, Shin hi mulai merasa bersalah pada Xiau hui karena sikap buruknya, ini pertama kalinya dia memiliki adik dan dia sudah bisa terlihat seperti kakak yang bertanggung jawab. Xiau hui menatap Shin hi yang memegang tangannya, Shin hi menampilkan wajah yang tenang namun tangan nya gemetar. "Baik kak, maaf aku terlalu ketakutan." ucap Xiau hui sambil memegang tangan Shin hi yang gemetar dan menampilkan senyum yang begitu manis. Entah dari mana Shin hi seperti mendapat energi positif yang membangunkan semangatnya. "Hey, hey, kalian itu adiku jangan dewasa mendahuluiku" ucap Shin ji dengan senyuman, senyum itu menambah daya pikat di wajah tampannya.


"Kak, ini yg bisa aku usulkan. kita membeli pakaian yang biasa di gunakan petani dan membeli beberapa belati. kita akan menjadi petani tanaman obat untuk hari ini. Bagaimana menurut kakak?" ucap Xiau hui mengusulkan.


"Kalau aku si setuju, Kakak bagaimana?" tanya Shin hi mengiakan usul Xiau hui. "Boleh saja tapi bagaimana menutupi barang bawaan kita?" ucap Shin ji bingung. "Gampang kak, kita akan membawa keranjang nanti akan masukan ke dalam keranjang itu lalu kita tutupi dengan daun dan tanaman obat" ucap Xiau hui.


"Ok, aku setuju" ucap Shin ji dan Shin hi bersamaan.


Mereka bertiga memulai perjalanan dengan menyamar, mereka masuk ke hutan sambil memetik beberapa tanaman obat. "Waah, dengan begini rencanaku untuk pulang akan lancar. Aku juga bisa mencari penghasilan untuk ayah dan ibu" ucap Xiau hui dalam hati.


Semakin dalam mereka masuk ke dalam hutan, meski menyamar mereka tetap di ikuti oleh bandit itu. "Kakak, mereka masih tetap mengikuti." ucap Xiau hui memperingatkan sambil menunduk memetik tanaman obat.


Sesaat sebelum mencapai jalan keluar dari hutan tersebut, tiba-tiba mereka bertiga di tangkap oleh para bandit tersebut. Mereka di sekap dan di ikat dengan cukup kuat. Mereka tidak bisa berbuat lebih, karena umur mereka yang masih terbilang muda dan juga perbedaan kekuatan yang cukup banyak. "Akan lebih baik jika kalian diam, jangan memberontak. Kami akan membebaskan kalian saat menerima tebusan." ucap ara bandit menggertak mereka bertiga. Tidak ada pilihan lain, mereka hanya bisa menunggu kesempatan untuk melarikan diri. "Bagai mana caranya agar aku bisa menyelamatkan adik-adikku dan melarikan diri dari sini, tak masalah jika barang kami hilang. Yang paling penting kami bisa bebas dari sini." ucap Shin ji cemas.


Sementara itu Xiau hui begitu cemas selain memikirkan Kedua kakaknya, dia juga begitu khawatir akan lonjakan kekuatan sihir yang sepertinya akan mengamuk. "Bagaimana ini, bagai mana caranya agar bisa menyelamatkan kakak. Dan apa yang terjadi pada diriku, mengapa sepertinya ada sesuatu yang memberontak dalam diriku" ucap Xiau hui penuh khawatir.


Akhirnya mereka di bawa ke pondok di tengah hutan dan di lemparkan ke dalam sebuah ruangan kosong. Mereka hanya bisa saling menatap tanpa bisa berbicara karena mereka juga di ikat mulutnya.

__ADS_1


"Oh bagaimana caranya agar tak membuat gaduh dan bisa menyampaikan pesan pada mereka" "Aa, aku bingung" ucap Shin hi kesal.


selama mereka kebingungan Xiau hui merasakan ada sesuatu yang membuka ikatan talinya, dia merasa ada seseorang yang sedang mencoba melepaskan dirinya. Xiau hui pun heran siapa yang ingin membebaskannya, Ketika dia menoleh alangkah terkejutnya dia melihat sesosok banyangan transparan yang mencoba melepaskan inkatan dari Xiau hui.


"Aaa, siapa kamu" teriak Xiau hui kaget. "Hey diamlah, aku ingin menyelamatkanmu" ucap bayangan itu. "Jika kau terus berteriak aku akan meninggalkanmu" tambah bayangan itu kesal.


"Hey bagaimana kamu bisa berteriak" ucap banbit itu masuk.


"Bagaimana aku tidak berteriak, banyak hal menjijikan di rumah ini" ucap Xiau hui yang membuat kedu kakaknya cemas. "Apa dia sudah gila" ucap Shin ji dan Shin hi bersamaan.


Si bandit yang pusing mendengar ocehan Xiau hui akhirnya membanting pintu dan mengunci mereka dari luar. "Kenapa kita bisa menangkap manusia yang mulutnya sepwrti itu" ucap para bandit itu yang telinga nya mau pecah mendengar Xiau hui mengoceh. Setelah di lepaskan ikatannya Xiau hui membantu kedua kakaknya, "Ayo kita kabur kak" ucap Xiau hui terburu-buru. "Tapi bagaimana adik, lewat mana" ucap Shin hi. "Kemari kak, disini ada tembok yang sudah lapuk kita trobos saja" ucap Xiau hui menunjuk satu bagian di gubuk kayu itu. Dia mengetahui bagian lapuk itu karena di beri tau oleh bayangan itu.


Mereka akhirnya mampu terbebas dan melarikan diri secepat mungkin, mereka takut jika akan di tangkap lagi. Xiau hui memikirkan beberapa rencana untuk segera kabur namun mereka terkejar, dalam situasi terdesak Xiau hui berbalik menyerang mereka dengan ilmu bela diri dari kakaknya dia juga menembakan beberapa es yang terbentuk dari embun sisa di atas dedaunan di hutan. Xiau hui menggerakan tumbuhan di hutan untuk mengikat para bandit itu. lalu Shin ji bergerak dan me notok beberapa titik apukuntur bandit bandit itu, Shin ji berhasil menutup pergerakan mereka.


"Adik kamu hebat sekali" ucap Shin ji dan Shin hi bersamaan, "Tidak kakak, aku bahkam tidak mengerti cara menggunakan nya" ucap Xiau hui sambil menetap kedua telapak tangannya.


"Bagaimana mungkin, aku pun tak tau apa yang terjadi. Darimana datangnya kekuatan itu" ucap Xiau hui penuh tanda tanya. "Semua itu aadalah kekuatan anda yang sudah lama tersegel, saya juga termasuk salah satunya. Saya bukan hantu yang tak memiliki tujuan, Tujuan dan tugas saya adalah membimbing anda." ucap hantu itu. "Perkenalkan namasaya Anming saya adalah petugas yang akan mengantarkan anda jauh melampaui semuanya." ucap hantu itu dengan senang hati.


Xiau hui dengan kedua kakaknya pun melanjutkan perjalanan, dan saat mereka sampai Xiau hui langsung mengajak ayah dan ibunya berbicara untuk meminta penjelasan.

__ADS_1


"Ayah, ibu, bagaimana aku bisa menjadi keponakan dari tabib Jing." Ucap Xiau hui penuh tanya. "Dari awal pun aku tak tau. kami sudah berpisah lama nak, kami pun baru bertemu beberapa minggu lalu. ucap sang ibu sambil menangis, Ayah ibu kenapa kalian menangis. Tenang lah aku tak marah" ucap Xiau hui dengan tenang.


*. *. *


__ADS_2