Xiau Hui Sang Penyelamat

Xiau Hui Sang Penyelamat
2. Pertemuan kedua


__ADS_3

"Haa, kamu sedang apa disini?" tanya Xiau hui pada pria yg di temuinya kemarin. "Tentu saja ini adalah toko obat ayahku, pasti aku kemari untuk menyerahkan obat-obatan yang aku beli."


"Kamu kemari apakah untuk mencariku" ambah pria itu pada Xiau hui.


"Tidak, mengapa aku harus mencarimu?"


entah mengapa setiap Xiau hui bertemu dengannya wajahnya akan terlihat seperti tomat, begitu merah nya.


"Tabib Jing, saya mengantarkan pesanan anda kemarin" ucap Xiau hui pada ayah pria itu. "Baiklah nak, aku akan mengambil uang untuk membayarnya. Tunggulah disini" tabib Jing sengaja meninggalkan mereka berdua karena beranggapan gadis itu adalah kekasih anaknya Shun ji. "Hehehe, aku biarkan dulu mereka berdua, tadi itu seperti pertengkaran kekasih mungkin saja anakku yang kaku itu sudah berbuat salah pada gadis itu hehehe" ucap tabib sambil tersenyum menyeringai.


"Ada apa ayah tersenyum begitu" tanya anak kedua tabib itu.


"Di luar kakak mu sedang bertengkar dengan kekasih nya" sahut tabib pada nya.


"Aaapa, bagaimana mungkin. Kakak ku memiliki kekasih?" ucap shin hi terkaget.

__ADS_1


"Tidak, ini pasti mimpi." Ucap Shin hi yang belum percaya. Lalu dia menuju ke teras depan dan berkata "kakak, mana kekasih mu." Dengan mendobrak pintu dia melangkah keluar.


Dia melihat seorang gadis yang usianya lebih muda darinya. Dan dia terkejut. "Apa benar wanita ini kekasih kakakku, tampak nya dia lebih muda dariku" ucapnya dalam hati. Dia menarik kakaknya dan menunjukannya pada Xiau hui. "Apa yang kamu sukai dari dia?", "dia tidak tampan, dia kaku, dia tidak romantis, dia juga nyebelin" ucap Shin hi sambil mendekatkan wajah kakaknya ke Xiau hui.


"Aaa, sepertinya kakak salah paham. Aku bukan krkadih pria ini, aku bahkan tidak tahu namanya. Aku kemari untuk menjual tanaman obat yang aku peroleh dari hutan" "dan sedari tadi memang pria ini mengganggu ku" sahut Xiau hui.


Duk. Tiba-tiba kepala pria itu benjol karena di pukul adiknya sendiri. Xiau hui tertawa karena melihat tampang pria itu. Wajah nya cukup tampan dan tinggi dengan rambut panjang terurai tapi ada benjol besar di kepalanya. Xiau hui tertawa dengan lepas. sampai2 Shun ji ikut tersenyum, karna terlena akan cantiknya Xiau hui.


Setelah beberapa lama tabib jing pun keluar dan membayar xiau hui dengan 10 koin emas.


Sesampai nya Xiau hui di rumah nya dia mengajak ayah nya untuk pergi berobat ke tabib di desanya. "Ayah, bersiaplah kita akan ke rumah tabib Yin. Kita periksa kan penyakit ayah."


Ucap Xiau hui, tapi nak kita belum memiliki biaya untuk berobat kesana" ucap ayah xiau hui cemas akan biaya. Xiai hui mengerti apa yg ayahnya khawatirkan "ayah, aku sudah memiliki uang nya, aku punya 10 koin emas lebih dari cukup untuk membiayai pengobatan ayah disini" jadi ayo cepatlah bersiap jika tidak aku akan menyuruh tabib menyiapkan obat yang paling pahit untukmu ayah" tambah Xiau hui mengancam. Ayah Xiau hui berfikir anak nya sudah sangat kesulitan untuk mengurus rumah serta mencari biaya hidup dan sekarang dia membiayai nya untuk pengobatan. "Nak, akan lebih baik untukmu jika kamu menggunakan uang itu untu dirimu sendiri. Pergilah beli lah pakaian yang layak bersama ibumu" kata sang ayah yang membuat nya sangat sedih.


"Suamiku bukankah akan lebih baik jika kamu menggunakan uang xiau hui untuk berobat. Anggaplah kamu meminjam uang anakmu. Saat kamu sehat dan mampu bekerja bahagiakan dia" ucap sang ibu menambahkan. Lama ayah nya berfikir dan akhirnya dia menyetujui permintaan anak dan istrinya. Mereka berangkat bersama-sama untuk mengantar cheng mi untuk berobat. Sesampai nya di rumah tabib ayah nya di periksa oleh tabib Yin.

__ADS_1


Setelahnya mereka di berikan beberapa bungkus tanaman obat yang harus di rebus dan di minum oleh ayahnya. Mreka pun pulang saa semua nya selesai.


"Ayah aku ingin mandi dulu" ucap xiau hui setelah mengantar ayah nya ke kamar. "Baiklah nak, pergilah" "bu aku akan mandi dulu, tolong temani ayah senentar" ucap Xiau hui pada ibunya. Sambil mandi dia memikirkan tawaran tabib jing, dia berencana untuk menerima tawaran itu. Untuk kepentingan ayahnya. Dia bertekad untuk menghafal segala jenis tanaman obat. Agar bisa mencarikan ayahnya obat terbaik. Dan membantu mereka yang kurang mampu untuk mendapat pengobatan gratis. Setelah mandi Xiau hui memasakan makanan untuk mereka bertiga. Saat makan Xiau hui akan mengatakan keinginan nya pada orang tuanya. "Ayah, ibu mari makan masakan nya sudah siap," teriak Xiau hui. "Baik sayang, kami akan kesana" sahut ibunya.


Saat pertengahan makan. Xiau hui mulai mengutarakan keinginannya. Ayah ,Ibu bolehlah aku belajar di Ibu kota? pertanyaan Xiau hui pada kedua orang tuanya. Mendengar anak nya menyatakan keinginan nya untuk belajar kedua orang tuanya terdiam, mereka teringat umur anak nya suda empat belas tahun dan tidak pernah mengenyam pendidikan yang layak. Mereka pun bersedih dan memberikan izin untuk nya menuntut ilmu. ''Boleh nak maafkan ayahmu ini yang tidak peka akan apa yg kamu inginkan." Sahut ayahnya menangis.


Xiau hui merasa tidak enak seakan dia lah penyebab orang tuanya bersedih. Padahal memang orang tuanya bersedih karena merasa belum membahagiakan akannya.


Xiau hui berfikir semalaman karena perkataan nya ayah dan ibunya bersedih dan menangis. Keesokan paginya, xiau hui menunggu ayah dan ibunya terbangun dan keluar dari kamarnya.


Dia ingin meminta maaf telah melukai perasaan mereka.. Ketika ayah dan ibu xiau hui keluar dari kamar. Mereka melihat anaknya berlutut di depan pintu. "Ayah ibu aku ingin minta maaf tak seharusnya aku meminta banyak hal. Jadi jangan bersedih karena ucapanku" ucap Xiau hui sambil menangis. " Tidak anakku, seharusnya memang kamilah yang meminta maaf padamu. Kami belum bisa membahagiakan anak kami. Kami membiarkan mu bekerja menanggung semuanya sendiri. Sementara kami hanya berdiam diri" ungkap ayah dan ibu xiau hui yang ikut menangis dan memeluk anaknya yang berlutut di lantai.


Mereka berdua memapah anaknya bangun. Mengusap air matanya. "Jangan menangis anakku. Kamu adalah anak yang baik. Kamu terbebani karena kami. Kami tidak akan melarangmu untuk mengejar cita-citamu" ucap ayah nya sedih. Ayah dan ibunya Xiau hui mengizinkan anaknya untuk belajar di ibu kota. dengan syarat anaknya tidak lupa pulang dan tidak melakukan hal jahat. Xiau hui sangan bahagia mendengar perkataan ayah dan ibunya. Xiau hui berjanji pada ayah dan ibunya akan membawa mereka ke ibu kota saat dia sukses. Dia menggunakan hari ini untuk mengumpulkan tanaman obat sebanyak-banyak nya untuk dia jual untuk bekal ayah ibunya selama dia pergi. Karena xiau hui menutuskan untuk pergi besok.


* * *

__ADS_1


__ADS_2