
Nightz mulai berdiri kembali, kemudian mengambil beberapa item yang dijatuhkan oleh Player yang ia Bunuh sebelumnya.
"Kenapa kamu tidak lari seperti temanmu tadi?" Nightz berbicara dengan nada santai dengan maksud mengurangi tekanan yang ada pada Priest tersebut.
Dengan sekuat tenaga Priest itu mengumpulkan kekuatanya untuk berbicara.
"T..tuan..., tolong ampuni aku!"
Dengan nada terbata-bata dan tangan gemetaran yang memegang sebuah Magic Staff, Priest itu berfikir bahwa Nightz akan membunuhnya dan mengambil Magic Staff miliknya, mengingat Magic Staff tersebut adalah item terbaiknya saat ini.
Nightz mengangkat tangannya seolah itu adalah bahasa isyarat untuk mengatakan bahwa itu bukan masalah.
"Tentu saja aku akan mengampuni mu" Nightz berbicara dengan nada santai seolah-olah suasana yang tegang ini sudah berakhir.
Setelah mendengar hal itu, seketika tekanan yang ia rasakan sebelumnya mulai menghilang, Priest itu kemudian berdiri dengan mengunakan Magic Staffnya sebagai penopang tubuhnya.
Namun setelah Priest itu berdiri, sesat kemudian sebuah pedang panjang menusuk tubuhnya.
"Ehh, apa ini?" Dengan penuh keterkejutan Priest itu melihat Nightz yang sudah ada didepannya dan pedang yang menancap di perutnya.
"Bu.. Bukankah Tuan telah mengampuni saya?"
"Tentu saja aku mengampunimu, yakni dengan membunuhmu" Nightz menjawab pertanyaan Priest tersebut dengan dipenuhi sebuah senyuman diwajah Nightz.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Reputasi Anda menurun -100 Poin
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Huffttt..., entah kenapa, rasanya kurang puas..."
Nightz merasa ada yang tidak beres pada dirinya namun ia tidak mempedulikan hal itu seolah bukanlah masalah besar.
Setelah mengambil Magic Staff milik Priest yang telah dibunuhnya, kini Nightz kembali melanjutkan perjalanannya kearah Demon Land.
Disetiap perjalanannya, Nightz beberapa kali bertemu dan membunuh Player yang berkaitan dengan ke tiga Guild incarannya tersebut.
Tidak banyak dari mereka yang menjatuhkan Item Langka dan beberapa item Sampah lainnya.
Semakin banyak membunuh, Nightz mulai merasakan perbedaan yang ada pada dirinya, ia merasakan seolah-olah rasa belas kasihnya telah menghilang.
1 Hari berlalu setelah terbang dan menyusuri hutan berwarna-warni, kini Nightz telah keluar dari <>, kedatangannya saat itu juga disambut oleh kelompok Elite Guild yang telah menunggu kedatangannya.
__ADS_1
Saat kedua mata mereka bertemu Nightz hanya menghela nafas panjang sebelum akhirnya Player dari Guild UltraForce berbicara.
"Senior itu dia, Player yang menyerang anggota Guild kita"
Salah satu Player yang sebelumnya melarikan diri kini bertemu kembali dengan Nightz.
"Hooo...., kurasa aku akan memberikan pelajaran bagi pecundang yang berani mengusik anggota kami"
Player dengan senjata kapak berukuran besar berjalan mendekati Nightz.
Dengan tinggi 250cm, Player itu memandang Nightz seperti Bocah ingusan, mengingat tinggi badan Nightz hanya 175cm saja.
"Hei, bocah.... sudah berapa banyak anggota kami yang kau bunuh?"
Suaranya pun berat seolah sedang mengintimidasi Nightz, mereka mungkin terlalu percaya diri dengan kekuatannya saat ini, karena mereka membawa 20 Anggota Elite Guild yang rata-rata anggotanya berada di Grade B+.
"..."
Nightz hanya terdiam sejenak sebelum akhirnya Player itu kembali berbicara.
"Berlututlah lalu jilat kakiku dan aku akan mengampunimu"
"Huh, ternyata hanyalah kumpulan pecundang dan tidak ada anggota Guild UltraForce yang aku kenal disini, apakah mungkin mereka masih menganggapku remeh" gumam Nightz sebelum akhirnya berbicara.
"Barusan, kau menyuruhku berlutut?"
Cringggggg!
"Sial!" tubuh Player itu terpisah dari kedua kaki yang menopang tubuhnya, hingga akhirnya Player yang ada dihadapan Nightz terjatuh tak berdaya.
"Jadi siapa yang berlutut disini?"
Nightz berbicara dengan nada dingin hingga membuat anggota Guild UltraForce lainnya menyerang Nightz dengan kekuatan terbaiknya tanpa pikir panjang.
"Beraninya kau mengangkat bendera perang menantang kami" salah satu Player berlari menuju ke tempat Nightz.
"Bendera perang?" Nightz berbicara sebelum akhirnya tertawa puas.
"Hahah.. Terimakasih atas saran yang kamu berikan.."
Setelah selesai berbicara, Nightz kemudian merapal sebuah kata untuk mengakses Sistem.
Open Live Broadcast!
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Siaran Langsung telah dimulaii
Atur gerak kamera menggunakan Sistem Voice.
Name : -Private-
[▶]- Play. [⚫]-Durasi : 00:01
[⬛] - Stop [✖]-Delete
Viewer : 0
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Shadow Edge!
Hanya dalam 1 detik saja, ke 7 Player mengalami kerusakan yang cukup fatal dan lainnya mengalami dampak yang cukup tinggi.
Tidak sampai disitu, Nightz kemudian mengeluarkan Skill terkuat yang ada pada Pedang miliknya.
Ultimate Iron Maiden Eater!
Blarr!
Blarr!
Blarr!
Sebuah ayunan Pedang memotong setiap Player dengan begitu mudahnya, selain itu, perbedaan Level yang masih terpaut jauh juga menjadi faktor penentu kerusakan yang berlipat ganda.
Kini, ke 20 Player yang ada dihadapannya menjadi butiran-butiran partikel kecil hanya dalam 3 detik saja.
"Apakah aku berlebihan?" Gumam Nightz kemudian berbicara.
"Guild UltraForce, Guild Legendary, dan Guild Godfather, Aku menantang kalian!"
"Sistem, akhiri siaran langsung"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Siaran Langsung telah Berakhir!
__ADS_1
Video dengan Durasi 9 Detik telah di publikasikan!
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=