Yggdrasil Online

Yggdrasil Online
Ch.42-Perpisahan


__ADS_3

"Baiklah kurasa kita sudahi saja" Eshirite tetap mempercayai perkataan Arin.


"Aku setuju, kita luruskan saja kesalahpaham ini" Kalito menyarungkan pedang miliknya.


"Baiklah aku juga setuju" Lyilis menyimpan kembali anak panahnya kedalam wadah.


"Kalian,....Cihh!" Kalias tidak mempunyai pilihan lain selain menuruti perkataan mereka.


Sesaat setelah suasana mulai membaik akhirnya Eshirite mengajukan pertanyaan kepada teman-temannya sambil mengerombol.


"Apa yang akan kita lakukan dengan iblis itu" bisik Eshirite.


"Aku tidak tau, tapi dia sudah mengetahui identitas kita" bisik Kalito.


"Lebih baik kita hapus ingatannya sementara secara permanen" Bisik Kalias yang sebenarnya dia tidak menyukai hal yang diskusikan dengan berbisik.


"Aku setuju" Bisik Lyilis dengan semangat.


Seketika Kalias mulai mendekati Nightz yang sedang berbincang-bincang dengan Arin.


"Namamu Nightz kan" Kalias berbicara dengan nada santai.


"Ya, jadi apakah aku bisa pergi sekarang kan?"


Nightz mulai bersemangat untuk berpisah dengan Arin beserta teman-temannya untuk melanjutkan perjalanannya ke Demon Land.


"Sebelum kau pergi aku ingin meminta sesuatu"


Kalias berbicara dengan nada bersemangat.


"Apa permintaan mu itu?"


"Aku akan mengirimmu ke Demon Land dengan Sihir Teleportasi milikku"


Kalian menghela nafas sejenak sebelum akhirnya berbicara kembali.


"Sebagai gantinya aku harus menghapus Ingatan mu mengenai identitas kita berlima, termasuk Arin"


Seketika Arin yang mendengar itu mulai merespon perkataan Kalias.


"Kenapa kamu melakukan hal sekejam itu kepadanya?!"


Arin mulai meneteskan sedikit air matanya sebelum akhirnya Nightz menjawab.


"Baiklah aku setuju"


Nightz berbicara dengan nada bersemangat, mengingat dia tidak perlu lagi membuang-buang waktunya untuk melakukan perjalanan yang sia-sia.


"B-bagaimana kamu mengatakan hal sekejam itu!"

__ADS_1


Arin berteriak dengan nada kesal bercampur sedih.


"Tenanglah Arin, aku pasti akan tetap mengingat namamu, sihir orang itu tidak akan mempan terhadapku"


Nightz berbicara dengan penuh keyakinan.


"Janji ya?!" Arin mencoba membendung air matanya supaya tidak keluar.


"Iya iya aku janji" Nightz kembali meyakinkan Arin.


"Senang sekali mendengarnya"


Kalias yang mulai merapal sebuah Skill.


Perfect Destroyer Memory!


Perfect Destroyer Memory!


Perfect Destroyer Memory!


Kalias mulai merapal Skill dengan cepat dan terus mengulang-ulang Skill miliknya demi memastikan bahwa Nightz benar-benar kehilangan ingatannya.


Saat Skill itu mengenai Nightz sebuah Layar Hologram muncul di dekat kepalanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Anda terkena dampak Perfect Destroyer Memory!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=


Perfect Destroyer Memory hanya berlaku pada NPC!


\=\=\=\=\=\=\=\=


Perfect Destroyer Memory hanya berlaku pada NPC!


\=\=\=\=\=\=\=\=


Perfect Destroyer Memory hanya berlaku pada NPC!


Nightz terkejut setelah melihat sihir itu tidak mempan pada seorang Player.


"Ah sial, sihirnya benar-benar tidak mempan, apa yang harus kulakukan?"


Nightz berfikir sejenak untuk memutuskan keputusan terbaiknya saat ini.


"Mungkin aku harus berpura-pura?" Gumam Nightz

__ADS_1


Setelah Skill itu mengenai Nightz, tiba-tiba ia mulai terdiam untuk beberapa saat.


"Ehh dimana ini?"


Nightz berbicara dengan pura-pura kebingungan


"Siapa kalian?"


Seketika tangisan Arin mulai pecah.


"Huaaaaa....Huaaaaa..Hiksss....Hiksss"


Arin menangis tersedu-sedu sebelum akhirnya Nightz kembali berbicara.


"Ehh siapa Anak yang cengeng itu"


Walaupun sesak, Nightz tetap harus berakting sebaik mungkin agar teman-teman Arin tidak curiga kepada Nightz.


Arin kian mengeras hingga akhirnya dia jatuh pingsan.


"Maafkan aku Arin" Gumam Nightz yang masih tetap mempertahankan aktingnya.


"Baiklah Aku akan segera mengirimmu dengan Sihir Teleportasiku"


Kalias berbicara dengan nada bersemangat.


Kalias mulai merapal sebuah Skill


Gate Teleportation!


Seketika tubuh Nightz menjadi butiran-butiran cahaya hingga akhirnya lenyap.


Sesaat setelah Nightz berteleportasi,


Tubuh Nightz seolah-olah berada di dalam kegelapan.


Saat Nightz berkedip seketika itu juga dia sudah berpindah tempat.


Tanpa sadar, air mata Nightz mulai membeku.


"Ehh kenapa air mataku membeku?


"Dimana ini?"


"Kenapa ada salju?"


Saat dirinya menyadari, kedua bola mata Nightz bergetar hebat.


"SIAL!!!, ini bukan Demon Land!!!"

__ADS_1


"Dia menipuku"


Nightz terkejut setelah mendapati dirinya berada di tengah-tengah hamparan salju sejauh mata memandang.


__ADS_2