Yggdrasil Online

Yggdrasil Online
Ch.46-Putri Penguin


__ADS_3

Seketika Penguin Koki tersebut mengambil daging Eldeerlif itu secara hati-hati lalu memberikan kepada sang Raja.


"Gra...gra... gra...Jadi ini daging legendaris yang sering dibicarakan para Koki itu?"


Raja Penguin menelan beberapa potongan daging tersebut sebelum akhirnya sesuatu terjadi.


Gggggrrrrraaaaaaaa...!!!!


Teriak Raja Penguin sebelum akhirnya berbicara kembali.


"Daging ini sangat enak!" 


"Bolehkan aku memintanya lagi untuk Putriku yang saat ini masih terbaring dikamar" Raja Penguin membujuk dengan penuh pengharapan.


"Sial, aku juga tidak bisa terus-terusan memberikan daging ini secara cuma-cuma" Gumam Nightz dengan sedikit kesal.


"Baiklah yang Mulia tapi ada syaratnya"


"Apa syaratnya?" Raja Penguin bertanya dengan nada santai.


"Aku ingin pergi dari tempat ini"


"Oke tidak masalah" Raja Penguin menjawab dengan nada riang


Di sisi lain, Piu Piu tidak punya pilihan lain selain menonton dan berdiri, hanya tersenyum kecut setelah melihat kejadian tersebut.


Setelah beberapa jam kemudian.


"Ahhh... senang rasanya terbebas dan juga mendapat pengawalan dari Penguin Petualang" Nightz berjalan dengan wajah berseri-seri sambil menunggangi Frozen Cheetah bersama Piu Piu.


"Cihh.." Piu Piu terlihat kesal karena mendapat perintah dari Raja Penguin.


"Ngomong-ngomong, bagaimana cara untuk mendapatkan monster ini?"


Nightz bertanya kepada Piu Piu karena masih tertarik dengan Frozen Cheetah milik Piu Piu.


"Diam dan terus berjalan" Piu Piu masih terlihat kesal dan tidak mau menjawab pertanyaan Nightz.


"Bukankah Raja Penguin menyuruhmu untuk bersikap ramah?" Nightz membujuk.

__ADS_1


"Aku juga akan memberimu apa yang kau mau jika kamu memberitahuku cara mendapatkan Frozen Cheetah ini" Imbuhnya.


"Memangnya apa yang bisa kau berikan kepadaku" Piu Piu berbicara dengan nada sedikit kesal mengingat dia harus mematuhi perkataannya Rajanya.


"Tergantung" Sambil berjalan menunggangi Frozen Cheetah, Nightz juga melihat sekitar yang kebanyakan para Penguin tersebut hanya bisa melihat Nightz dan Piu Piu dari kejauhan.


"Apakah kau bisa menyembuhkan Tuan Putri" Tiba-tiba saja, Piu Piu bertanya.


"Sial aku mengatakannya, bagaimana jika manusia ini mengunakan Tuan Putri sebagai Sandera?" Gumam Piu Piu dengan penuh penyesalan sebelum akhirnya Nightz berbicara.


"Mungkin, tapi aku harus melihat kondisinya dulu"


"Mana mungkin manusia ini dapat menyembuhkan Tuan Putri" Gumam Piu Piu yang masih dalam keraguan.


Hingga akhirnya Piu Piu dengan spontan berbalik arah menuju kedalam Kastil Penguin tersebut.


"Kenapa kita tiba-tiba berbalik arah?" Nightz terkejut.


"Kita akan menemui Tuan Putri" Piu Piu merespon walaupun masih dalam keraguan.


"Oke baiklah" Jawab Nightz dengan santai.


"Apa ada masalah lain" Raja Penguin bertanya sebelum akhirnya Piu Piu berbicara.


"Ijinkan saya menemui Tuan Putri yang mulia" Piu Piu menunduk hormat.


"Memangnya ada keperluan apa dengan Putriku" Raja Penguin berbicara dengan nada berat.


"Saya tidak tau yang Mulia, namun, Insting saya mengatakan untuk bertemu dengan Tuan Putri"


"Tidak tau?, Insting?, Baiklah" Raja Penguin menerima permintaan  tersebut hingga akhirnya membuat para pengawalnya terheran-heran.


"Bawa mereka ketempat Putriku berada" Raja Penguin memerintahkan.


Setelah beberapa saat berlalu akhirnya Piu Piu dan Nightz dapat menemui Tuan Putri secara langsung di dalam kamarnya.


Beberapa Penguin Priest juga berada di dalam kamar sambil bergantian menyembuhkan Tuan Putri yang masih terbaring di kasur yang terbuat dari beberapa balok Es tersebut.


"Jadi bagaimana menurutmu?" Piu Piu menatap Nightz dalam keraguan sebelum akhirnya perkataan Piu Piu membangunkan tuan Putri tersebut.

__ADS_1


"Tuan Piu Piu kau sudah kembali" Sahut Tuan Putri itu dengan nada lemas.


"Tolong jangan paksakan diri anda Tuan Putri" Salah satu Penguin Priest menyarankan.


"Bolehkan aku melihatnya sebenar?" Nightz berbicara dengan nada penasaran.


Seketika para Penguin Priest itu menyadari kehadiran Nightz yang memiliki aura kegelapan, sebelumnya para Penguin Priest tersebut hanya berkonsentrasi untuk menyembuhkan Tuan Putri hingga akhirnya melupakan keberadaan Nightz.


"Kenapa Anda membawa manusia itu" Salah satu Penguin Priest bertanya kepada Piu Piu.


"Apakah kalian tidak sadar, bahwa manusia itu memiliki aura kematian" Penguin Priest menambah dengan perasaan takut.


Di sisi lain, Raja Penguin dan juga para pengawalnya juga ikut terkejut setelah mendengar ucapan Penguin Priest tersebut mengingat Penguin Priest dapat melihat aura kehidupan dan kematian.


Namun yang paling terkejut disana adalah Piu Piu yang saat itu sedang dalam keraguan serta yang menyebabkan hal ini terjadi.


"Sial, bikin tambah rumit saja" Gumam Nightz yang tidak punya pilihan lain selain mengeluarkan sebuah item didalam Inventory miliknya.


"Ambil ini" Nightz melempar sebuah Tears of Heaven Potion miliknya hingga beberapa pandangan mulai tertuju pada Potion tersebut.


Sesaat setelah Penguin Priest menangkap Potion yang dilemparkan Nightz, saat itu juga Penguin Priest itu terkejut setelah melihat status dari Potion yang sangat mengerikan.


"Bagaimana mungkin!" Penguin Priest terkejut dan hampir melompat mundur.


"Apa yang kau lempar tadi manusia!"


Piu Piu bertanya dengan geram sebelum akhirnya Penguin Priest itu berbicara.


"Tuan Putri dapat disembuhkan dengan benda ini"


Saat Piu Piu mendengan itu seketika Piu Piu mulai terdiam.


Dengan cepat Penguin Priest itu memberikan Potion ke Tuan Putri yang sedang terbaring lemah itu.


Sesaat setelah Tuan Putri itu mengonsumsi Potion, saat itu juga dia dapat membuka matanya secara keseluruhan dan juga kondisi tubuhnya yang sebelumnya lemas dan buruk seketika menjadi kuat dan sehat.


Piu Piu yang saat itu melihat kesembuhan Tuan Putri juga terduduk lemas sambil tersenyum puas.


Selama dia berpetualang di berbagai penjuru <>, Piu Piu tidak pernah sekalipun mendapatkan apa yang dia inginkan hingga akhirnya dia terpaksa kembali dengan tangan kosong atas perintah Raja.

__ADS_1


Sang Raja Penguin juga terkejut hingga akhirnya Raja itu memeluk putrinya yang baru saja sembuh dari penyakitnya tersebut.


__ADS_2