Yggdrasil Online

Yggdrasil Online
Ch.38-Arin


__ADS_3

"Apakah masih jauh?"


"Kenapa kamu sendirian?"


"Dimana kamu mendapatkan tongkat itu?"


"Kenapa tidak lewat sini?"


"Umurmu berapa?"


"Apakah aku ganteng?"


"Kamu Player atau NPC?"


"Berapa levelmu?"


"Siapa nama teman-temanmu?"


"Apakah kamu di tinggalkan?"


"Kamu tinggal dimana?"


"Uang jajanmu berapa?"


Disetiap perjalanan Nightz terus-menerus melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya dia rasa tidak penting, mengingat keinginan Nightz hanyalah mencairkan suasana yang begitu canggung bagi mereka berdua.


"Cihh..gadis mungil ini membuatku geram" Batin Nightz sambil tetap mengawal gadis itu mengingat dia sudah berjanji akan mengantarkan ke tempat teman-temannya berada.


"Bagaimana ini aku sudah terlanjur meminta bantuan kepada iblis itu namun, iblis itu terus menerus mengorek informasi dariku,


aku harus tetap menahan diri untuk tidak mengatakan apapun, jika saja dia sudah puas dengan informasi yang aku berikan, pasti dia akan langsung membunuhku" batin Arin dengan perasaan takut namun dia tetap menyembunyikan perasaan itu.

__ADS_1


Seketika, perjalanan itu terhenti karena Arin melihat sesosok makhluk yang bersembunyi di balik semak-semak.


"Sssstttttt" ucap Arin dengan nada pelan sambil menunduk menahan air liurnya keluar dari sela-sela mulutnya, sebelum akhirnya Nightz juga mengikutinya


"Ada apa" Nightz berbisik kepada Arin sambil waspada dengan mengamati sekitar


Seketika sesosok makhluk yang bersembunyi di semak-semak itu melompat keluar hingga Arin berteriak.


"Eldeerlif! Tangkap dia!" Teriak Arin dengan spontan


Eldeerlif adalah sebuah rusa yang konon katanya mempunyai daging yang sangat luar biasa enak, mengingat hidupnya yang sangat sulit ditemui membuat harga daging per gramnya dapat mencapai 1000 Gold, maka dari itu hanya Raja dan para Bangsawan yang dapat menikmatinya, bahkan Bangsawan pun juga harus patungan untuk dapat memakan 1 porsi steak Eldeerlif.


"Ehh aku kira ada Monster" Nightz berbicara dengan nada lesu hingga akhirnya Arin berkata.


"Hewan itu sangat berharga, jangan sampai lolos" teriak Arin dengan penuh semangat.


Pengejaran hanya beberapa menit hingga akhirnya Eldeerlif itu tertangkap.


"Aku tidak mengerti maksudmu tapi, apa yang akan kamu lakukan terhadap daging Eldeerlif itu"


Nightz bertanya dengan kebingungan setelah melihat tingkah Arin yang tiba-tiba berubah dengan cepat.


"Hmm hmm hmm.."


Arin tidak peduli terhadap pertanyaan Nightz dan mulai memotong sedikit daging rusa itu untuk diberikan kepada Nightz.


"Coba rasakan"


Arin memberikan sedikit potongan daging itu kepada Nightz.


"Kenapa aku harus memakan daging mentah ini"

__ADS_1


Nightz berbicara dengan sedikit kebingungan, hingga akhirnya dia menuruti perkataan Arin dan mulai memakan daging itu.


Sesaat setelah Nightz mulai mengunyah daging Eldeerlif tersebut tiba-tiba indra perasanya mulai bereaksi.


"Ba-Bagaimana bisa seenak ini"


Nightz terkejut sebelum akhirnya melanjutkan perkataannya.


"Rasanya seperti Sepageti Saus Cokelat"


"Mungkin itu Cukup Untuk membuatmu mengerti"


Arin merespon dengan perasaan senang sambil mulai menyiapkan perapian untuk memanggang daging rusa tersebut.


"Aku ingin memasaknya menjadi Steak"


Nightz berbicara dengan air liurnya yang juga menetes ketanah.


"Aku tidak mengerti maksudmu, tapi lebih baik dikukus dan dikasih bumbu penyedap" Sahut Arin yang juga meneteskan air liur miliknya.


"Lebih baik kita panggang saja" Nightz yang sudah mulai menyiapkan api unggun.


Hanya beberapa saat api mulai menyala dan daging itu mulai dipanggang dengan rapi.


"Berapa lama agar dapat matang sempurna?" Nightz bertanya kepada Arin sambil meneteskan air liurnya.


"Mungkin 30 menit" Jawab Arin yang juga meneteskan air liur miliknya.


Hingga akhirnya suara dari kejauhan terdengar.


Huhu... Ak...Ak...HuHu...Ak.. Ak...!

__ADS_1


__ADS_2