Yggdrasil Online

Yggdrasil Online
Ch.41-Para Pahlawan Legendaris


__ADS_3

Setelah beberapa jam mencari dan mencari, akhirnya Arin dan Nightz menemukan keberadaan teman-teman Arin, dengan bantuan Skill Detecktor milik Arin.


***


Di samping itu.


"Sudah berapa lama kita membiarkan Arin terkurung di hutan Ilusi"


Kalito seseorang dengan perisai dan armor terduduk di sebuah batang pohon yang tumbang sedang memasang wajah masam.


"Kurasa, baru 10 hari"  Kalias merespon.


"Kau sudah keterlaluan Kalias membiarkan gadis kecil itu berada di hutan sendirian"


Eshirite yang sedang terduduk di samping Kalito merasa muak sebelum akhirnya Kalias berkata.


"Hal itu memang diperlukan bagi perkembangannya, mengingat kekuatan Arin saat ini masih sangat jauh dibawah kita"


"Kita sebagai Pahlawan Legendaris sudah sepakat untuk menghilangkan keberadaan kita dari dunia ini untuk sementara, hingga saat itu tiba kita harus mempersiapkan diri dengan persiapan terbalik yang kita miliki"


"Cihh..."


Eshirite memotong perkataan Kalias sambil memalingkan pandangannya sebelum seseorang datang membawa sebuah berita.


"Lyilis, Bukankah kau sedang berburu?"


Eshirite melihat Lyilis yang sudah berdiri didepannya tanpa membawa satu buruanpun.


"Arin sudah kembali!"

__ADS_1


Lyilis berbicara dengan perasaan campur aduk mengingat Arin kembali dengan membawa seseorang yang memiliki aura mengerikan.


Seketika suasana Kalito dan Eshirite mulai membaik setelah mendengar kabar tersebut namun disisi lain, Kalias jauh lebih kebingungan mengingat hal itu berada jauh di luar ekspektasinya.


***


"Hufttt..., setidaknya untuk hari ini kita hanya sedikit bertemu dengan beberapa Monster yang tidak begitu agresif"


Arin menghela nafas lega sambil terus berjalan menuju arah teman-temannya berada, mengingat dia sudah mulai merasakan hawa keberadaan teman-temannya


"Ohh baguslah, jadi aku bisa pergi sekarang kan?"


Nightz sudah merasa lega mengingat dia merasa bahwa tugas nya sudah selesai.


"Ohh.. kenapa tiba-tiba, aku juga ingin mengenalkan teman-temanku kepadamu"


"Baiklah" Nightz menghela nafas panjang.


Setelah beberapa saat akhirnya Arin bertemu dengan teman-temannya, seketika atmosfer mulai berubah menjadi kewaspadaan.


Mereka yang seharusnya menyambut Arin dengan hangat berubah menjadi kewaspadaan setelah melihat sesosok orang yang berjalan disamping Arin dengan aura yang mengerikan.


"B-bagaimana mungkin Iblis seperti dia dapat berjalan berdampingan dengan Arin, apakah dia sedang dimanipulasi?"


Kalias berbicara dengan suasana hati yang benar-benar tidak baik hingga akhirnya dia mulai merapal Skill.


Magic Instan Shoot!


Rainbow Arrow!

__ADS_1


Adrenalin Aura!


Impact Shiled!


Dengan cepat, Kalias mulai menyerang Nightz, dibantu dengan teman-temanya, serangan itu mengarah tepat ke tempat Nightz berdiri hingga akhirnya Nightz terpental dan terkapar tak berdaya.


"B-bagaimana mungkin serangnya sekuat ini, bahkan di levelku yang sekarang tidak mungkin dapat menandingi mereka"


Nightz mengumpat dalam hati, serta merasa, kekuatanya hampir seimbang dengan Viod General yang pernah ditemuinya.


Saat Arin menyadari serangan itu dari teman-temannya seketika Arin mulai mendekati Nightz yang sedang terkapar tersebut sambil berdiri merentangkan kedua tangannya.


"Jangan sakit dia, dia temanku!"


Arin berteriak sambil berdiri melindungi Nightz yang masih terkapar tak berdaya.


Jika saja dia tidak bertemu dengan Nightz dan tanpa melewati kejadian-kejadian yang panjang, mungkin Arin akan tetap membiarkan teman-teman menyerang Nightz.


Namun, tetap saja Arin saat ini merasa bahwa dirinya adalah orang yang paling jahat mengingat dibandingkan Nightz yang telah membantunya dengan susah payah.


Seketika serangan itu terhenti setelah Arin berbicara.


"Arin, Kenapa kau melindungi Iblis itu" Kalias masih tetap waspada.


"Arin, apakah kamu sedang di cuci otak" Lyilis tetap mempertahankan anak panahnya yang setiap saat dapat melesat kapanpun.


"Aku tidak sedang di cuci otak, Aku tau bahwa dia adalah iblis yang menjelma menjadi manusia, tapi tetap saja dia adalah orang yang telah menolongku sampai bertemu kalian"


Arin terus membentangkan kedua tangannya.

__ADS_1


__ADS_2