
Beberapa jam telah berlalu hingga akhirnya malam dengan cepat berganti menjadi pagi.
Matahari mulai menampakan sinarnya perlahan namun pasti.
Nightz yang saat ini masih terhubung dengan Yggdrasil Online lebih memilih tidak membangunkan Arin yang masih tertidur lelap, mengingat saat ini sebenarnya adalah giliran Arin untuk berjaga.
Arin yang sedang terlelap mulai menghirup aroma kayu yang terbakar beberapa saat aroma itu berubah menjadi aroma daging panggang yang sangat lezat hingga akhirnya Arin terbangun dengan membuka matanya secara perlahan.
"Haaaaaaahhhh...." Arin mulai menguap dan merentangkan kedua tangannya agar pembuluh darah yang mengalir di dalam tubuhnya dapat menyesuaikan kembali.
"Oh kau sudah bangun ya" Nightz menoleh kearah Arin sambil mengiris daging Eldeerlif menjadi ukuran kecil.
Mata Arin mulai melebar, seketika rasa kantuk itu langsung hilang setelah merasa dirinya tertidur terlalu lama.
"Kenapa kau tidak membangunkanku untuk bergantian berjaga?" Arin merasa bersalah karena itu.
"Mana mungkin aku membangunkanmu, mengingat saat ini aku ingin menikmati daging panggang ini sendirian"
Nightz dengan sengaja merespon dengan nada mengejek, agar Arin melupakan rasa bersalah nya.
"Bagaimana bisa kau memakannya tanpa diriku"
Dengan kesal, Arin meraih beberapa potong daging Eldeerlif yang sudah matang tersebut.
Beberapa saat akhirnya mereka berdua berbagi makanan.
"Uahhh... kenyangnya" ujar Arin dengan nada puas sambil terbayang-bayang rasa daging yang luar biasa enak.
"Hey Arin, maukan kau berteman denganku" Nightz mulai mengakses menu Sistem miliknya.
Sontak jantung Arin tiba-tiba berdetak kencang mengingat dia sudah lupa bahwa yang bersamanya itu adalah seorang Iblis, hingga akhirnya sebuah sinar berwarna hijau dan merah berada di dekat kepalanya.
__ADS_1
"Eh apa ini kenapa ada sinar warna hijau dan warna merah"
Arin berbicara dengan nada kebingungan.
Mendengar hal itu, Nightz mengetahui bahwa Arin adalah seorang NPC.
Seketika Arin mulai menyentuh cahaya berwarna hijau tersebut hingga akhirnya menghilang begitu saja.
Disisi lain Nightz terkejut setelah melihat notifikasi yang ada pada dirinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Subjek tidak terdaftar telah ditambahkan!
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Subjek tidak terdaftar telah menerima permintaan pertemanan!
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Nightz dengan cepat mulai memeriksa Freindlist miliknya.
Freindlist On!
\=\=\=\=\=\=\=\=
[N] [Name] [Level] [Status]
[1]- Subjek Tidak Terdaftar
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Bagaimana mungkin!" Nightz terkejut sambil memandangi Arin.
Arin yang saat itu melihat sorot mata Nightz mulai merinding ketakutan, sebelum akhirnya Nightz melanjutkan perkataannya.
"Arin, Siapa kau sebenarnya?"
Nightz bertanya dengan penuh penasaran.
"Namaku Arin!" Teriak Arin dengan mengumpulkan seluruh kekuatan yang dia miliki saat ini.
Pertanyaan Nightz tersebut penuh dengan aura intimidasi yang tidak Nightz sadari sehingga membuat Arin menangis ketakutan.
"Hiks...Hiks..." Arin menangis sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Seketika Rasa penasaran Nightz berubah menjadi rasa bersalah karena membuat seorang gadis kecil menangis.
Bahkan dirinya pun teringat akan adiknya Renaz.
"Oke oke jangan menangis aku minta maaf" Nightz mengusap air mata Arin setelah itu mengeluarkan sesuatu dari dalam Inventory miliknya.
"Mau nambah lagi?"
Nightz menyodorkan daging Eldeerlif yang sebagian masih ia simpan di dalam Inventory miliknya.
Seketika tangisan Arin terhenti setelah menghirup aroma daging yang masih segar.
"Bukankah kau sudah menghabiskan semuanya?" Arin berbicara dengan disertai air mata yang masih mengalir membasahi pipinya.
"Haha..sebenarnya aku tadi sedang bercanda" Walaupun sebenarnya Nightz ingin memakan semua daging Eldeerlif tersebut namun, mengingat harga dirinya sebagai laki-laki sedang dia pertaruhan saat ini.
__ADS_1
"Baiklah aku memaafkanmu ayo kita makan lagi"
Arin berbicara dengan nada penuh kebahagiaan seolah dia telah melupakan semua hal yang terjadi sebelumnya.