**Harapan Terakhir**

**Harapan Terakhir**
Episode 11 *** Pembalasan Farel ***


__ADS_3

***Saat Farel mendengar ucapan kekasihnya, dia pun mencoba menenangkan kekasihnya, dengan berkata, "Airin, sayang! kamu tenang saja yah! aku berjanji akan segera membalas sakit hatimu, aku akan segera membereskan si Yanto b*****k itu!" kata Farel mencoba menenangkan kekasihnya.


***"Sayang !!! apa kamu yakin bisa menghadapi mereka semua?! kamu saja baru pulih dari cedera mu, syukur kamu masih bisa hidup, sayang! bagaimana kalau kamu kabur saja sayang! yang penting kamu selamat dulu. Adapun mengenai balas dendam, masih bisa di pikirkan di lain waktu! aku nggak mau kalau kamu sampai terluka lagi," ucap Airin kepada Farel.


***"Sudah sayang!! kamu tidak usah khawatir, kamu lihat saja bagaimana aku menghajar orang-orang ini!" jawab Farel lagi


***"Oke, deh! sayang, kalau memang kamu yakin bisa mengalahkan mereka semua, aku tidak akan menghalangi kamu lagi, tapi kamu mesti hati-hati ya sayang! kalau kira-kira tidak sanggup mending kabur saja." nasihat Airin.


***"Oke!!! siap, sayang!!!" balas Farel.


***Sementara itu, melihat Farel yang tiba-tiba bangun dan seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa terhadapnya, semua orang yang ada disana pun sangat terkejut. Kalau keluarga Airin merasa bahagia dan memiliki sedikit harapan, beda dengan para pengawal Yanto dan Yanto sendiri.


***'Kok bisa-bisanya si b******n ini belum ma***s!' bukankah tadinya orang ini sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kalau dia masih hidup?' pikir Yanto.


***'Apa sebenarnya yang terjadi? apa sebenarnya yang di alami anak ini? apakah dia memperoleh keberuntungan disaat dia hampir kehilangan nyawanya,? Ah ! tapi itu tidak mungkin, itu hanya terjadi di dunia Novel atau dunia perfilman, tidak mungkin itu terjadi di dunia nyata' pikir Yanto.


***Setelah itu, Farel pun segera berjalan ke arah pengawal Yanto, kemudian dia berkata dengan terkekeh, "He.he.he.heh.!" pasti kalian tidak pernah menyangka kalau aku masih bisa hidupkan?!" ucap Farel dengan nada mengejek.


***Mendengar ketawa dan ucapan Farel, mereka sedikit merinding di buatnya, kenapa tidak! tadi mereka jelas-jelas melihat bahwa sekian lama Farel tidak bisa lagi bernafas dan sudah pasti tewas, tapi kenyataan di depan mereka? Farel masih hidup dan tidak ada menunjukkan kalau dirinya sempat sekarat.

__ADS_1


***Omong kosong, kalau mereka bilang, mereka tidak terkejut. Tapi mereka berusaha untuk menutupi ke keterkejutan mereka. Kemudian salah satu dari mereka pun memberanikan diri lalu berkata, dengan terkekeh, "he.he.he.heh...!!! emang kenapa, kalau kamu masih bisa hidup?! kamu pikir kami takut?! kami tidak takut! mungkin kami tadi belum benar-benar menghajar mu sampai mampus, tapi sekali kami bisa membuatmu sekarat? kami masih bisa melakukannya untuk kedua kalinya!" ucap salah satu pengawal Yanto tersebut dengan percaya dirinya.


***"Owh! begitu yah, baiklah kalau begitu! silahkan kalian menyerang duluan, sebelum aku yang bertindak duluan," tantang Farel.


***Mendengar tantangan dari Farel, mereka pun mulai menyerang secara bersamaan, mereka tidak berani menyerang sendiri-sendiri. Karena mereka tau, kalau orang di hadapan mereka lumayan hebat kalau bertempur satu lawan satu.


***Si...u...u,si...u...u, suara angin mendesir pun terdengar, tanda beberapa orang menyerang sekali gus. "Hi...ya...a...a...a" Begitu serangan berkelompok itu terlihat di depan mata keluarga Sukoharjo, mereka merasakan menggigil sekujur tubuh mereka. Apalagi mereka telah merasakan kebringasan dari pengawal-pengawal Yanto ini.


***Akan tetapi, mereka sangat terkejut melihat apa yang ada tepat di depan mata mereka, mata mereka terbelalak melihat kejadian itu. Mereka kira Farel yang babak belur lagi, ternyata mereka salah. Anak buah Yanto lah yang terpental satu demi satu.


***Buk...buk...gedebuk, prang...g...g! buk...buk...gedebuk, prang...g...g! "Ah...h...h...! Ah...h...h...!" terdengar beberapa kali suara tinjuan, tendangan, suara hempasan dan barang-barang pecah dan suara jeritan yang sahut menyahut sampai-sampai memekakkan telinga semua orang yang menyaksikannya.


***Yanto pun mulai was-was dan mulai timbul rasa takut di dalam hatinya. Dia jadi kepikiran apa yang menjadi tebakannya tadi, 'Busyet, apa-apaan ini! apakah orang ini masih manusia? kekuatan macam apa yang di miliki orang ini setelah bangun dari mati surinya tadi?!' pikir Yanto.


***'Kalau begini terus, bisa-bisa aku yang akan habis di tangan orang ini!' pikirnya. 'Kalau situasi semakin tidak memihak, lebih baik aku kabur saja dari pada harusa mampus di tangan bedebah ini.!'


***"Ayo...! cepat...!!! kalian hajar lagi si b*****n itu! aku tidak percaya dia masih bisa bertahan kalau kalian beramai-ramai menghajarnya lagi. Ujung-ujungnya pasti dia bakal kehabisan tenaga juga, cepat...!!!" teriak Yanto kepada sisa anak buahnya.


***Sebenarnya dia mengatakan itu, hanya untuk menyemangati anak buah dan dirinya sendiri, pasalnya dia sendiri juga ragu apakah dengan sisa anak buahnya, mereka ada kesempatan untuk memenangkan pertarungan ini? Yanto merasa harapannya kecil, melihat aksi Farel tadi yang dengan sangat cepat bisa menumbangkan hampir sepuluh anak buahnya.

__ADS_1


***Ternyata memang dugaannya tidak salah, semua anak buahnya sudah terkapar di lantai dengan luka-luka yang cukup serius di sekujur tubuh mereka. Semua keluarga Sukoharjo merasa sangat-sangat bersemangat, mereka tidak menyangka Farel yang seorang diri bisa menumbangkan belasan pengawal Yanto yang terkenal sadis itu.


***Tapi berbeda dengan wajah Yanto, dia memasang wajah yang getir, pikirannya saat ini sangat rumit. Apakah dia masih memiliki kesempatan untuk kabur? dia merasa tidak ada lagi kesempatan itu. Sementara si penghianat di keluarga Sukoharjo tadi, sudah ketakutan setengah mati, dia lebih tidak percaya lagi akan perubahan situasi ini. Pikirannya juga cukup rumit, mau kabur? apakah masih bisa?


***Dengan kecepatan Farel, dalam sekejap mata dirinya pasti langsung di susul oleh Farel, karena dia telah menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri betapa cepatnya farel dalam berlari. Jadi dia berinisiatif, 'mending aku berpura-pura bodoh saja, seraya berharap orang ini masih berbelas kasihan kepadaku' pikirnya. Jadi dia berusaha menekan ke takutan di dalam hatinya. Dan berusaha setenang mungkin.


***Setelah semua pengawal yanto tumbang, Farel langsung mendekati Yanto, sedangkan Yanto sudah gemetaran dan hampir buang air kecil di celananya, ketika Farel mendekati Yanto, Yanto duluan berkata sok berani, "Mau apa kamu kesini! jangan macam-macam denganku! cepat menyingkir! apa kamu tidak tau siapa aku?" ancam Yanto masih dengan sifat arogannya.


***"He.he.he.heh...! emangnya kamu siapa? apa kamu merasa dengan mengandalkan keluargamu itu, kamu sudah bisa menyombongkan dirimu kemana-mana? kamu sudah bisa berbuat semena-mena kepada siapa pun sesuka hatimu? Yanto...Yanto...sudah begini pun kamu masih belum sadar juga, siap-siap lah kamu merasakan pukulan ku yah!" ancam Farel.


***"Tu...tunggu, tunggu dulu! jangan kamu langsung bersikap agresif, apa kamu sudah memikirkan konsekuensinya? bila kamu meng hajar ku, apalagi kalau sampai membunuhku? keluarga besar Gunawan tidak akan melepaskan mu begitu saja, Group Gunawan itu begitu besar, mereka akan mengejar mu, sehingga kamu tidak akan nyaman untuk menjalani hari-harimu selanjutnya, jadi...demi kebaikan bersama mari kita lupakan saja masalah ini, kita anggap saja maslah hari ini tidak pernah terjadi, bagaimana?" ucap Yanto dengan masih terus membawa-bawa nama keluarganya.


***Mendengar itu, Farel pun sedikit memicingkan matanya, lalu berpikir 'apakah semua Tuan Muda orang kaya itu begini sombongnya? bodoh sekali dia ini, dia pikir aku masih Farel yang kemaren yang gampang untuk di tindas, yang sesuka hatinya menginjak-injak harga diriku. hmm...dia juga belum tau kalau lebih dari setengah saham keluarganya sudah ber pindah tangan kepadaku. Jadi wajar saja kalau dia tetap masih penuh dengan kesombongannya.' pikir Farel.


***Melihat ekspresi Farel yang nampaknya berpikir keras setelah mendengar ancamannya, Yanto mengira kalau Farel sudah ketakutan.


*** Akan tetapi, dirinya sangat terkejut mendengar ucapan Farel selanjutnya. Sambil memegang kerah baju Yanto, dan menepuk pipinya, Farel pun berkata, "Hey...! b******k! sombong sekali kamu yah! apa kamu berpikir aku sudah ketakutan saat kamu menyebut keluarga besar mu? naif sekali kamu."


***"Asal kamu tau, aku sedikitpun tidak takut dengan keluarga Gunawan itu, kamu lihat saja sebentar lagi aku akan menghancurkan keluarga Gunawan yang kau bangga-banggakan itu!" ucap Farel kepada Yanto.

__ADS_1


***Bagaimana kisah selanjutnya? apakah Yanto akan benar-benar habis di tangan Farel? apakah keluarga besar Gunawan juga akan menjadi sasaran Farel atau hanya Yanto saja? bagaimana Farel akan menangani semua aset-aset yang sudah di berikan oleh System? Mari kita saksikan saja di Episode berikutnya.


__ADS_2