
***Salah satu Anggota Keluarga Airin tidak bisa lagi menahan emosinya dan tiba-tiba menyerang ke arah Yanto, "W...hu...sss..." suara angin mendesir pun terdengar.
***Melihat serangan yang mendadak itu, Pengawal Yanto pun langsung sigap dan bergerak dengan cepat untuk melindungi Tuannya, sebagian menghadang di depan Yanto sebagian lagi Langsung menangkap penyerang itu.
***"Dalam genggaman Pengawal Yanto, orang itu pun berteriak, "Yanto, bre***k! dasar baj***n! aku akan membunuhmu! aku tidak menyangka bahwa kehancuran keluarga kami, semua itu akibat ulahmu!" teriak orang itu.
***Yanto tampak tidak bergeming sedikitpun mendengar ancaman dau umpatan orang itu terhadap dirinya. Dia hanya memicingkan matanya dan berkata dengan terkekeh.
***"He...he...he...heh! iya, aku akui memang aku yang menghancurkan perusahaan kalian! jadi kalian mau apa?! mau membalas ku? sini! hajar aku! kalau kamu memang punya kemampuan." kata Yanto dengan sombongnya.
***"Jangan salahkan aku! kalau aku harus menghancurkan perusahaan keluarga kalian! salahkan saja si Farel bre***k ini dan juga Airin si ja***g ini.
***Karena mereka berdua telah berani main-main denganku, siapa suruh si Farel yang merasa hebat itu, berani mengambil wanita yang aku sukai? dan si ****** ini berani menolak aku demi cicunguk ini?" ujarnya lagi.
***Mendengar ucapan Yanto, semua orang pun mengerutkan kening mereka dengan perasaan getir di hati mereka. Mereka ingin sekali mencabik-cabik wajah orang yang sangat sombong ini. Akan tetapi mereka tidak berdaya.
***Kemudian orang yang di hadang oleh pengawal Yanto itupun berkata lagi, "Yanto! tidak usah kamu banyak alasan! lihat saja! kalau kamu tidak segera mengembalikan apa yang telah kamu ambil dari keluarga kami! cepat atau lambat kamu akan segera menerima balasan yang setimpal!" ancam orang itu lagi.
***"Oops ! saya takut! saya takut sekali...!" ucap Yanto dengan nada mengejek. "Apa kamu bilang!? aku akan menerima balasannya!?" "Oke!" "Aku akan menunggu balasan yang kamu bilang itu." ejek Yanto lagi.
***Farel dan Airin yang sedari tadi mendengar ucapan Yanto, merasakan perasaan yang menyayat hati.
***Terutama Farel sendiri, dia sudah terlalu lama menahan emosinya, dia pun segera bersiap untuk menyerang Yanto, dia tidak peduli lagi akan resiko yang akan di hadapinya nanti, yang penting sekarang dia melampiaskan amarahnya dulu yang sudah terpendam selama ini.
__ADS_1
***Tiba-tiba Farel bergerak sangat cepat, karena pengawalan yang saat ini terfokus kepada orang yang menyerang Yanto tadi, Farel pun mendapatkan sedikit celah kemudian dia pun mengerahkan semua tenaga dan kemampuannya.
***"Wus...h...sss...!" "Hi...y...a...a" dalam sekejap Farel telah tiba di depan pengawal Yanto, dia meninju satu orang yang tepat berada di depan Yanto, Bruk...gedebuk...prang..."Ah...hhh" pengawal itu terpental sejauh dua sampai tiga meter dan menghantam salah satu pot bunga yang ada di sekitarnya. Dan terdengar suara jeritan histeris di rumah itu.
***Kemudian Farel langsung menendang Yanto dengan sangat cepat, tanpa sempat di halau oleh pengawalnya, Bruk...gedebuk..."Ah...ah...!" Yanto juga terpental lebih jauh dari pengawalnya tadi yaitu sejauh kurang lebih lima meter dan langsung menabrak dinding rumah itu. Dan terdengar suara teriakan kesakitan dari Yanto. Semua pengawal Yanto terperangah melihat hal ini, mereka semua merasa kecolongan karena tidak menyangka Farel bisa bergerak secepat itu.
***Setelah mereka tersadar, sebagian mereka segera berlari dan membantu Tuan Muda mereka berdiri dan memeriksa keadaan Tuan Muda mereka, dan sebagian lagi langsung mengepung Farel dan segera mencoba menangkapnya, Farel sempat melakukan perlawanan cukup sengit.
***Akan tetapi, karena begitu banyaknya pengawal yang menghadangnya dia hanya sanggup melumpuhkan dua sampai tiga orang lagi, setelah itu dia sudah kehabisan tenaga lalu dia pun terkena pukulan dan tendangan dari pengawal Yanto secara bertubi-tubi.
***Bruk...bruk...prang..."Ah...hhh...h...! terdengar suara teriakan dari Farel yang terlempar menghantam salah satu perabotan yang berbahan kaca di rumah itu dan langsung tertahan akibat tubuhnya sudah terhantam juga ke tembok rumah tersebut.
***Hal ini akibat hantaman pukulan dan tendangan dari para pengawal Yanto, kepada Farel. Setelah Farel tersungkur bersimbah darah dan tidak tau apakah dia masih bernafas atau tidak, Airin kekasihnya pun berteriak dengan histeris.
***"Farel, sayang! hiks...hiks...hiks..." suara tangis Airin, "Bangun, bangun sayang! ayo bangun sayang, jangan membuatku takut! cepat bangun sayang! hiks...hiks...hiks...hiks" suara Airin terdengar memanggil Farel sambil menangis sesenggukan.
***Sementara itu, disi lain setelah pengawal Yanto mengecek kondisi Tuannya, mereka pun sedikit menghela nafas lega karena ternyata Yanto Hanya mengalami luka ringan dan tidak sampai mengancam keselamatannya.
***Mereka semua sempat ketakutan melihat tubuh Tuan Mudanya terhempas sampai menabrak dinding rumah tersebut, 'Kalau sempat Tuan Muda kenapa-kenapa habislah kami' pikir salah satu pengawal Yanto, untungnya setelah melihat keadaan Tuan Muda mereka yang hanya terluka ringan mereka segera merasa tenang lagi.
***"Tu...Tuan muda! Tuan muda tidak apa-apa?" tanya salah satu pengawal Yanto dengan tergagap.
***"Bre***k! kalian semua! aku sudah begini! masih kamu tanya aku tidak apa-apa?! dasar tidak berguna! Enyah..!!! bentak Yanto sambil menghempaskan tangan anak buahnya yang mencoba membantunya berdiri.
__ADS_1
***"Ma...maaf, maafkan kami Tuan Muda! k...kami salah, silahkan hukum kami!" ucap salah satu pengawal Yanto yang lain. Sambil mereka menundukkan kepalanya karena mereka tidak berani menatap Tuan Mudanya, karena perasaan bersalah mereka.
***"Sudahlah! bagaimana keadaan si bre***k itu! apa kalian sudah menanganinya?!" bentak Yanto kepada Anak buahnya.
***"Tuan Muda tenang saja, orang itu sudah terkapar dan tidak tau apakah dia masih hidup atau sudah mampus!" ucap anak buahnya.
***"Hmm...! bagus, bagus, kerja bagus!" Puji Yanto kepada anak buahnya. Yanto dan Anak buahnya segera berjalan mendekat ke arah dimana Farel tergeletak bersimbah darah.
***Sementara Farel yang masih terkapar tak berdaya, belum juga merespon panggilan dan teriakan dari Airin.
***Airin semakin cemas, dia tidak tau harus berbuat apa-apa, dia ingin sekali meminta tolong salah satu keluarganya yang laki-laki untuk membopong tubuh Farel dan membawanya ke rumah sakit, tapi dia tidak berani melakukannya karena dia yakin Yanto dan pengawalnya pasti tidak akan memberikannya izin.
***Setelah Yanto dan Anak buahnya tiba di sekitar tubuh Farel, dia sedikit menyunggingkan senyumnya. Dia melihat Airin sedang memangku kepala Farel yang tergeletak tidak berdaya. Dia pun berpikir, 'He...he...he mampus kau, rasakan akibatnya karena telah mencoba melawanku,' pikirnya.
***Sebenarnya serangan Farel terhadapnya tadi sempat membuatnya sangat terkejut dan ketakutan, dia tidak menyangka bahwa serangan Farel bisa begitu cepat mencapai posisinya, padahal ada beberapa pengawal yang berjaga di sebelahnya.
***'Mungkin kalau aku tidak membawa pengawal yang cukup, aku pasti akan habis di tangan si bre***k ini!' pikir Yanto. 'Aku akui kamu memang hebat dalam melawan tiga sampai empat orang pengawalku, tapi den
gan banyaknya pengawal ku, buktinya kamu tepar juga kan,?!' pikir Yanto lagi.
***Sementara dalam kondisi Farel yang tidak sadarkan diri, dia benar-benar sudah tidak sanggup lagi untuk terus bertahan, kesakitan yang dialaminya akibat hantaman pukulan dan tendangan yang bertubi-tubi dari pengawal Yanto sudah membuatnya sekarat.
***Di detik-detik terakhir hidupnya yang seakan tinggal beberapa napas lagi, dia mendesah sambil menahan sakit, dia pun berpikir 'Ini sudah berakhir, akhirnya perjalanan hidupku hanya sampai disini saja, maafkan aku Airin, kekasihku! aku tidak bisa lagi bersamamu, jika aku tidak bisa menjadi pasangan hidupmu di kehidupan ini, aku berjanji! aku akan menjagamu dan aku akan selalu bersamamu di kehidupan selanjutnya, maafkan aku A...i.. r...i...n...s...a...y...a...n...g'
__ADS_1
***Bagaimana kisah selanjutnya...apa yang akan dilakukan Yanto kepada keluarga Airin? khususnya Airin sendiri? apakah ini benar-benar akhir dari Farel? bagaimana reaksi Airin selanjutnya? mari kita saksikan di episode selanjutnya.