
***Anak buah Yanto pun masih lanjut menghitung, "Dua....Pintu belum juga terbuka, Tiga...., masih tetap belum terbuka, Empat...," Krek... akhirnya pintu pun terbuka.
***Setelah pintu ruangan itu terbuka, Farel dan Airin pun melihat seorang pria yang kira-kira usianya 30 tahun, memiliki potongan rambut layaknya anggota bersenjata, berwajah sangar, dan bertatapan tajam.
***Dari auranya saja Farel bisa merasakan orang ini memiliki keahlian bertarung yang mumpuni. Tapi Airin tidak bisa merasakan hal itu.
***Kemudian pengawal Yanto itu pun berkata dengan suara lantang, "Mengapa lama sekali! apa yang kalian tunggu-tunggu kalau akhirnya kalian menyerah juga?!" bentak orang itu.
***Farel dan Airin menatap orang itu dengan wajah yang tetap datar, sebenarnya Farel tidak merasa takut terhadap orang ini, walaupun orang ini memiliki aura seorang petarung.
***Tapi beda dengan Airin, dia merasa sedikit tertekan dengan hanya melihat wajah sangar orang yang ada di hadapannya ini.
***Kemudian orang itu pun berkata lagi, "Ayo, cepat! kalian akan aku bawa menghadap Tuan Muda Yanto, biarkan Tuan Muda Yanto yang akan memutuskan akan diapakan kalian berdua!" bentaknya lagi.
***"Kalian mau jalan sendiri dengan patuh, atau mesti saya seret!" kata pengawal itu lagi, sambil mencoba mendekat ke arah Farel dan Airin.
***"Tidak perlu, kami bisa jalan sendiri!" ucap Farel. Lalu mereka pun segera berjalan kemudian di ikuti oleh pengawal itu dari belakang, menuju ke arah ruang keluarga rumah itu, yang disana Tuan Muda Yanto masih terlibat pembicaraan dengan orang-orang keluarga sukoharjo.
***Sebenarnya Farel bisa saja dengan mudah mengalahkan pengawal yang hanya satu orang ini, karena dia punya kepercayaan diri yang tinggi untuk bisa menghadapi orang itu.
***Akan tetapi, dia merasa tidak perlu melakukannya. 'Lebih baik aku bicara langsung saja dengan si Yanto ke***t' pikir Farel.
***Setelah beberapa waktu,Tuan Muda Yanto pun melirik ke arah layar handphone nya lalu terkekeh, "He, he, he, heh! sekalipun kalian semua tetap bungkam dan tetap kekeh untuk tidak memberitahukannya kepadaku.
***Asal kalian semua tau, aku sudah punya cara sendiri untuk menemukan keberadaan Airin dan si Farel ber***k itu." kata Yanto.
***Tuan Muda Yanto telah melihat isi chat dari anak buahnya yang mengatakan bahwa Airin dan Farel saat ini sedang berjalan menuju arah mereka.
***Mendengar itu semua keluarga Sukoharjo yang berada disana pun semakin tertekan.
***Mereka semua takut, apabila Airin dan Farel diketemukan, si Yanto ini akan menyalahkan mereka dan menghajar mereka karena sudah memberi ruang untuk Airin dan Farel bertemu.
***Sementara penghianat yang sudah kembali ke tengah-tengah mereka menunjukkan wajah kepuasan di dalam hatinya.
__ADS_1
***Tepat pada saat itu, salah satu anggota keluarga yang sudah mencurigainya pun secara kebetulan melirik ke arahnya.
***Ketika penghianat itu menyadari ada yang memperhatikan dirinya, jantungnya pun langsung berdebar.
***Lalu saat itu juga dia langsung mengubah ekspresi diwajahnya mengikuti ekspresi wajah setiap orang di keluarganya.
***'Apakah si ba****an ini sudah mencurigai diriku?!' pikirnya.
***"Ah! peduli amat, mau dia curiga sekalipun! emangnya mereka bisa berbuat apa kepadaku? dengan dukungan dari keluarga Gunawan, terutama Tuan Muda Yanto, apakah aku masih harus takut kepada orang-orang yang sebentar lagi akan merasakan amarah Tuan Muda Yanto ini?' pikirnya lagi.
***'Selama aku mengikuti dan mematuhi pengaturan keluarga Gunawan itu. Tidak lama lagi, aku pasti bisa menguasai keluarga ini dan segera menduduki posisi kepala keluarga Sukoharjo ini.' pikirnya. Makanya saat ini dia selalu merasa di atas angin.
***Setelah beberapa waktu, akhirnya Farel dan Airin dan salah satu anak buah Yanto itu pun sudah berada di sekitar posisi Tuan Muda Yanto dan keluarga Sukoharjo yang lain.
***Semua anggota keluarga Sukoharjo, selain si penghianat itu pun, langsung terkejut dengan ekspresi yang rumit di wajah mereka. 'Baru saja Yanto, mengatakan sudah punya cara, dan tidak berapa lama Farel dan Airin pun sudah berada di tangan anak buah Yanto.'
***'Apakah ini sebuah kebetulan atau memang sudah konspirasi yang mengaturnya?' pikir mereka masing-masing, terutama pikiran dari orang yang sudah mencurigai si penghianat itu.
***Karna tadi dia sempat melihat penghianat itu pergi diam-diam dan diikuti oleh anak buah Yanto ini.
***'Tidak salah lagi, pasti orang ini yang sudah memberi tau keberdaan Farel dan Airin, dasar ba***an! ke***at.!' umpatnya dalam hati.
***Farel dan Airin yang sudah sampai di dekat Yanto pun hanya bisa memasang wajah getir, mereka tidak tau apa yang bakal di perbuat Yanto ini kepada mereka, sementara Yanto melihat mereka dengan eskpresi yang mengejek, dia mengerutkan keningnya lalu tertawa.
***"Ha. ha. ha. ha ! Farel bramasta, tak kuduga kamu akhirnya jatuh juga ke tanganku, kamu tidak menyangka nya kan?!
***"Aku tak menyangka juga kalau kamu memiliki nyali yang cukup besar untuk datang secara diam-diam menemui wanita yang sedang aku pingit."
***"Apa kamu sudah bosan hidup?! kamu sudah merasa hebat?! makanya, jangan coba-coba bersaing dengan ku dan merasa bangga karena kamu bisa mendapatkan hati wanita yang aku inginkan."
***"Sebentar lagi, aku akan menghabisi mu, dan aku akan menyuruh wanita ****** ini untuk datang ke tempat tidurku dengan suka rela, kalau dia menolak aku akan memberikan pelajaran berharga yang akan sulit untuk di lupakannya seumur hidup. kata Yanto dengan nada yang penuh sarkasme.
***Wajah Airin pun sangat masam mendengar ancaman dari Yanto, karena Airin yakin, si Yanto ini akan benar-benar melakukan apa yang di katakan, mengingat perangai dari orang yang selama ini mengejarnya.
__ADS_1
***"Yanto b****k! Jangan banyak bicara omong kosong! katakan, apa sebenarnya maumu, kalau kamu memang hebat, sini hadapi aku secara jantan! jangan hanya berani bersembunyi di belakang anak buahmu."
***"Aku tahu, semua ini hasil perbuatan kamu kan?! kamu sengaja menghancurkan perusahaan ku dan perusahaan keluarga kekasihku.
***Setelah itu kamu datang berpura-pura menawarkan bantuan kepada keluarga ini, dengan syarat kamu harus menikah dengan kekasihku Airin.! iya kan?!" ucap Farel panjang lebar karena sudah menahan emosinya dari tadi.
***Mendengar Ancaman sekaligus tuduhan dari Farel, Yanto pun mengeryitkan dahinya.
***Dia sebenarnya sedikit takut ancaman Farel, apabila mereka berduel mungkin Yanto akan langsung kalah hanya dengan satu pukulan dari Farel.
***Karena dia tahu, selama ini Farel termasuk jago dalam bertarung.
***Makanya Yanto tidak punya rasa percaya diri sedikitpun untuk berduel satu lawan satu dengan Farel.
***Selama ini Yanto hanya mengandalkan sokongan dari keluarga besarnya, mana pernah dia sedikitpun memikirkan untuk berlatih bela diri, yang dia tau hanya bersenang-senang dengan banyak wanita dan menghambur-hamburkan kekayaan keluarganya.
***Akan tetapi, dengan banyaknya pengawal terlatih di sekitarnya, apakah dia masih perlu khwatir tidak bisa melumpuhkan yang hanya satu orang ini? mungkin Farel bisa mengalahkan satu atau dua orang pengawalnya, tapi apakah Farel sanggup untuk mengalahkan segitu banyak pengawalnya? Yanto merasa itu hal yang mustahil.
***Mengenai tuduhan Farel tentang dirinya yang menghancurkan perusahaan Farel dan perusahaan keluarga Sukoharjo, dia pun sedikit terkejut. 'Dari mana si kutu kupret ini mengetahui kalau aku yang menghancurkan perusahaannya dan perusahaan keluarga sukoharjo ini?' pikir Yanto.
***'Padahal aku selalu melakukan semuanya dengan sangat rapi, tapi bodo amat lah, sekalipun dia mengetahuinya, emang kenapa? apa yang bisa dia lakukan terhadapku? lagian bisa saja dia hanya menebak dengan sembarangan.'
***Kemudian Yanto pun terkekeh, "He, he, he, heh, aku tak menyangka institusi mu kuat juga, emang kenapa! kalau aku yang melakukan semua itu? kamu ingin balas dendam? kamu ingin memukulku? sini hadapi aku kalau kamu memang punya nyali." ucap Yanto dengan nada memprovokasi.
***Mendengar itu, Farel pun semakin emosi dan ingin sekali menghajar orang yang ada di hadapannya ini, dia mengepalkan tinjunya dengan sangat erat, sampai-sampai urat-urat nadi tangannya nampak menonjol. tapi melihat begitu banyak anak buahnya yang sudah mengelilinginya dari tadi, dia pun mengurungkan niatnya tersebut. Karena dia juga tidak percaya diri bisa menghadapi anak buah Yanto yang cukup banyak ini.
***Dia tidak menyangka bahwa tebakannya selama ini tentang siapa dalang di balik hancurnya perusahaannya benar adanya. Ternyata si Yanto kepa**t ini yang telah menghasut orang kepercayaan Farel untuk mengkhianatinya. Tadinya Farel hanya menebak saja, dan ternyata si Yanto baj***n ini pun mengakuinya sendiri. 'Sungguh konspirasi yang tidak bisa di maafkan.' pikir Farel.
***Apalagi, bukan hanya perusahaannya sendiri yang menjadi korban kebringasan si Yanto ini, perusahaan keluarga kekasihnya juga ikut jadi sasaran. Apalagi tujuannya hanyalah untuk mendapatkan kekasihnya Airin.
***Bukan hanya Farel yang kaget mendengar perkataan si Yanto itu, semua anggota keluarga Sukoharjo yang berada disana juga cukup kaget mendengarnya, bahkan termasuk juga si penghianat itu. Mereka tidak menyangka sama sekali bahwa ternyata, perusahaan keluarga mereka hancur akibat ulah dari Tuan Muda keluarga Gunawan ini.
***Mereka semua mengerutkan keningnya sambil menahan emosi yang sangat besar di hati mereka masing-masing, ingin sekali mereka bertindak untuk memberikan pelajaran kepada orang ini. Akan tetapi, melihat wajah-wajah sangar para pengawalnya mereka pun akhirnya hanya bisa pasrah.
__ADS_1
***Mereka juga tidak memiliki kepercayaan diri sama sekali untuk bisa melawan Yanto apalagi pengawalnya, mereka hanya bisa menahan sesak di dada mereka karena tidak bisa berbuat apa-apa.
***Bagaimana kisah selanjutnya? apakah Farel benar-benar akan hancur di tangan Yanto dan para pengawalnya? apa yang akan terjadi selanjutnya dengan Keluarga Airin terkhusus Airin sendiri? Bisakah Farel lepas dari krisis yang sedang menjeratnya saat ini? mari kita saksikan saja di episode selanjutnya.