**Harapan Terakhir**

**Harapan Terakhir**
Episode 7 *** Terungkapnya Keberadaan Farel dan Airin ***


__ADS_3

***Pada saat ini Tuan Muda Yanto melihat orang-orang keluarga sukoharjo masih tetap bungkam, perasaannya pun semakin rumit. '


***'Apakah aku harus mengungkap siapa sebenarnya yang menjadi orang suruhanku di keluarga ini,? supaya orang-orang ini mau berbicara dan mengatakan dimana mereka menyembunyikan Farel dan Airin yah,' pikirnya.


***Akan tetapi dia masih mempertimbangkan opsi ini dengan memikirkan nasib orang suruhannya ini nantinya.


***Bisa saja dia tidak memperdulikan nasib orang suruhannya ini kedepannya, tapi apabila dirinya mengambil pilihan itu, secara tidak langsung hal itu akan sedikit merugikan kepentingannya kedepannya. untuk Kedepannya tidak ada lagi nantinya orang dalam yang bisa dia manfaatkan sebagai penyambung mata dan telinganya di keluarga ini.


***Kecuali dia memang tidak ada lagi pilihan lain, dengan terpaksa dia akan mengambil opsi tersebut.


***Tapi kemudian Yanto terpikirkan sebuah ide. 'orang ini pasti taukan? dimana lokasi Farel dan Airin sekarang?' 'Kenapa aku ngga kepikiran dari tadi,?' Kemudian, Yanto memberikan kode kepada orang suruhannya yang memang berada di tengah-tengah keluarga itu.


***Kemudian orang suruhan yang berada di tengah-tengah keluarga Sukoharjo itupun nampaknya mengerti akan kode dari Yanto.


***Lalu diapun segera pergi dari sana secara diam-diam, kemudian diikuti oleh salah satu pengawal Yanto menuju ke tempat Farel dan Airin berada.


***Sebenarnya, dia pun awalnya tidak mengetahui dimana keberadaan Farel dan Airin.


***Tapi dalam kurun waktu beberapa lama ini, dia telah menyelidiki secara diam-diam lokasi tersebut.


***Makanya dia sudah mengetahui di ruangan mana Farel dan Airin berada.


***Diam-diam mereka pergi ketempat Farel dan Airin, tanpa seorangpun keluarga Sukoharjo mengetahuinya.


***Akan tetapi, tanpa dia sadari sudah ada seseorang dari keluarganya yang mulai mencurigai gerak-geriknya tersebut.


***Sementara itu di ruangan Farel dan Airin berada, saat ini mereka lagi asyik berbincang dan bercengkrama sambil melepaskan rindu yang sudah satu minggu ini tertumpuk di hati mereka.


***Mereka sudah bercerita banyak hal, tentang apa yang mereka alami dalam satu minggu belakangan ini. Mulai dari masalah-masalah kecil sampai ke masalah tentang Farel yang meminta pengembalian modal yang dia berikan kepada Sherly, akan tetapi Sherly juga mengkhianati dirinya.


***Mendengar Bahwa Farel juga di khianati oleh orang yang sudah Farel anggap sebagai saudara, tentang masalah itu Airin tidak bisa berkomentar banyak.


***Dia hanya bisa menyemangati Farel agar tidak mudah menyerah, seraya berusaha tetap mencari jalan keluar demi mereka tetap bisa melanjutkan hubungan yang selama ini mereka jalani.


***Di dalam ruangan itu, walaupun mereka hanya berduaan disana sedari tadi, mereka tidak mau sampai melakukan hal-hal yang di luar batas kewajaran.

__ADS_1


***Mereka sebenarnya ingin sekali melakukan hal itu, tapi hati nurani mereka mengatakan, bahwa mereka tidak mau, kalau sampai mereka kebablasan, karena mereka sudah sangat bersyukur bisa di berikan izin untuk bertemu saat ini.


***Sementara mereka sedang mengobrol di dalam, orang suruhan Yanto dan anak buahnya sudah berada di dekat tempat persembunyian Farel dan Airin.


***Ningsih yang sudah berjaga sedari tadi pun, cukup terkejut.


***Dia tidak tau harus melakukan apa, dia hanya bisa tetap tenang dan berusaha sebisa mungkin untuk menutupi rasa gugup serta panik di wajahnya.


***Tapi, tidak berapa lama, dua orang pun muncul di depannya.


***"Ningsih! ngapain kamu masih tetap disini,! segera tinggalkan tempat ini, kamu tidak diperlukan lagi disini!" kata orang suruhan Yanto itu.


***"B...baik tuan," jawab Ningsih dengan sedikit gugup dan lekas pergi meninggalkan tempat tersebut. Dia tidak sempat memberitahukan kepada Farel maupun Airin yang sedang berada di dalam ruangan itu.


***Pada saat Ningsih hendak bergegas meninggalkan tempat tersebut, dia pun tiba-tiba mendengar suara seseorang memanggilnya, dan ternyata orang yang memanggilnya adalah orang suruhan Yanto itu.


***Akan tetapi, ningsih tidak tau kalau orang itu adalah orang yang sudah bekerja sama dengan Yanto untuk memata-matai keluarga majikannya.


***Dia hanya tau kalau orang tersebut adalah salah satu anggota keluarga yang menjadi majikannya.


***Makanya dia segera menurut saja saat di suruh pergi oleh orang itu. Seandainya dia tau, mungkin dia sudah berusaha sebisa mungkin untuk memberi tau Farel dan Airin.


***"I...iya tuan," jawab Ningsih masih tetap gugup.


***"Aku ingatkan kamu! jangan sekali-sekali kamu memberi tau siapa pun tentang keberadaan ku disini! anggap saja kamu tidak melihat apa-apa saat ini! apa kamu mengerti!" bentak orang itu.


***"B...baik, Tuan saya mengerti Tuan, saya janji, saya tidak akan mengatakan apapun kepada siapa pun Tuan." jawab Ningsih masih tetap gugup.


***"Oke!" bagus kalau kamu mengerti! tapi ingat! kalau sampai saya tau kamu membocorkan tentang diriku...awas saja kamu!" ancam orang itu, sambil menunjuk ke dekat wajah Ningsih."Sekarang segera pergi," bentaknya lagi.


***Sementara di dalam ruangan Farel dan Airin berada, mereka sedari tadi sudah samar-samar mendengar ada suara orang-orang di luar, awalnya mereka tidak merasa curiga, tapi lama-lama suara itu semakin jelas terdengar di telinga mereka, apalagi Farel dan juga Airin telah menempelkan telinga mereka ke pintu ruangan tersebut. suara tersebut pun terdengar jelas oleh mereka.


***Airin mencoba memikirkan siapa sebenarnya orang yang mengancam Ningsih tadi, soalnya dia mendengar orang tersebut beberapa kali mengucapkan ancaman kepada Ningsih, Airin juga mendengar Ningsih beberapa kali menjawab ancaman itu dengan terbata-bata, tapi Airin sampai saat ini belum bisa memastikan suara siapa itu sebenarnya.


***"Suara siapa itu sayang," tanya Farel.

__ADS_1


***"Entahlah! sayang, akupun dari tadi, lagi menganalisa suara siapa itu kira-kira" jawab Airin.


***"Apa kita sudah diketahui sayang?" tanya Farel dengan ekspresi mulai gugup, "Apa mata-mata keluarga Gunawan itu sudah mengetahui kalau kita sedang ketemuan saat ini sayang?!" sambung Farel lagi.


***"Kayaknya iya, sayang. Bagaimana nih," ucap Airin dengan nada yang juga mulai panik.


***"Tenang dulu sayang, kita harus berusaha tenang dulu untuk saat ini, kita tidak usah panik dulu, kalau memang mereka sudah mengetahuinya, mari kita hadapi bersama-sama." ucap Farel mencoba untuk menenangkan kekasihnya.


***Penghianat keluarga Sukoharjo pun berkata kepada anak buah Yanto, "Airin dan Farel berada di ruangan ini, kamu sendiri saja yang menyeret Farel ke hadapan Tuan Yanto, aku masih harus menyembunyikan diriku dulu dari mereka, supaya keberadaan ku tidak terungkap dulu untuk saat ini." kata penghianat itu.


***"Oke,! ngga papa!" jawab orang itu,


***"Oke,! semoga sukses!" jawab penghianat itu lagi, dan dia segera bersembunyi lagi, supaya tidak ada orang dari keluarganya yang melihat dirinya.


***Saat ini dia masih tetap tenang karena hanya pembantu itu yang mengenali dirinya, 'lagian pembantu itu juga tidak tau kalau aku sudah bekerja sama dengan Tuan muda Yanto untuk memata-matai keluarga ini' pikirnya.


***Lalu Farel dan Airin pun mendengar suara pintu di ketuk. Tok, tok, tok, tok, suara pintu terdengar di ketuk. yang mengetuk adalah adalah anak buah Yanto.


***Farel dan Airin hanya berdiam diri saja di belakang pintu tersebut, sementara ini mereka akan mengabaikan ketukan-ketukan di luar pintu itu.


***Bukannya mereka tidak ingin keluar dan menemui orang itu, tapi mereka ingin mengulur waktu sejenak sambil memikirkan cara apa yang bisa mereka lakukan untuk tetap bisa menyembunyikan keberadaan mereka sementara ini.


***Kalau memang sudah tidak bisa lagi, barulah mereka menghadapi nya apa pun yang terjadi.


***Sementara orang yang mengetuk pintu tadinya masih menunggu dengan sabar, tetapi setelah beberapa lama dia menunggu tetap tak ada respon, dia pun tak sabar lagi dan mengetuk, tok, tok, tok, tok. suara pintu di ketuk.


***"Hey,! siapa pun yang ada di dalam, cepat keluar,! tidak usah lagi menyembunyikan diri di dalam sana, saya sudah tau kalau kalian berdua ada di dalam.!" ujarnya.


***Setelah menunggu beberapa lama tetap tak ada respon. Dia pun berteriak lagi, "Hey,! dengarkan aku, kalau kalian tidak segera keluar...! jangan salahkan aku kalau aku bertindak kasar. Saya akan menghitung sampai 5, begitu saya selesaai menghitung! saya akan langsung mendobrak pintu ini." ujarnya lagi.


***Krek krek krek krek...suara jangkrik pun kedengaran.


***Dia pun mulai menghitung, "satu...


***Sementara Farel dan Airin yang berada di dalam berusaha tetap tenang, mereka sudah memikirkan berbagai cara yang sekiranya bisa mereka lakukan, tapi tak ada satupun ide yang mereka dapatkan.

__ADS_1


***Mau kabur dari jendela, jendelanya pun pakai jerjak, mau manjat ke atas loteng apalagi, akhirnya mereka pun pasrah dan segera membuka pintu tersebut. merekapun sudah sepakat akan menghadapi dengan ikhlas situasi apapun yang akan menanti mereka.


***Apakah yang akan terjadi selanjutnya? apakah Farel akan benar-benar merasakan kemurkaan Yanto? mari kita saksikan di episode selanjutnya.


__ADS_2