
***Disaat ini farel sedang merenungkan akan nasib karier dan percintaannya yang hancur secara bersamaan. Dia merasa putus asa dan rasanya tidak punya semangat hidup lagi.
***Farel sedang berpikir keras saat ini, belum selesai dirinya mengungkap dalang di balik perusahaannya yang hancur kenapa mesti di saat itu juga masalah asmaranya juga langsung menyusul.
***Farel sangat ingin memiliki kekuatan dan kemampuan untuk bisa keluar dari jeratan masalah yang datang secara bertubi-tubi ini.
***Farel berpikir dalam hati, 'Bagaimana cara cepat dan efektif untuk bisa segera menemukan jalan keluar dari masalah ini yah?' pikir farel.
***Akan tetapi, semakin lama dia berpikir, semakin keputusasaan yang datang menghampirinya. selama apa pun dia mencoba mencari sesuatu yang bisa di jadikan sebagai batu loncatan, hanya jalan buntu yang dia temui dalam pikirannya.
***'Apalagi yah yang bisa aku lakukan?' renung farel. 'Ohh...!' 'Aku baru ingat, aku kan pernah meminjamkan uang yang cukup banyak pada seorang teman lamaku, katanya uang itu dia butuhkan untuk menutupi modal usahanya yang sempat merugi, mungkin sekarang dia bisa aku andalkan sekedar menutupi sedikit pengeluaran perusahaan ku', pikir farel.
***Lalu farel mengambil ponselnya dari atas meja kerjanya dan segera menekan no.ponsel yang tersimpan di kontak handphonenya.
***"Halo! selamat malam!" suara di seberang telefon yang di tuju farel terdengar.
***"Halo juga!, apa betul ini dengan Nona Sherly?!" tanya farel memastikan.
***"Betul, dengan saya sendiri, maaf sebelumnya, kalau boleh tau ini dengan siapa?" jawab sherly.
***"Halo,!" "Sherly! ini aku farel, kamu pasti masih ingat aku kan!?" Setelah menunggu beberapa saat, orang di seberang pun menjawab.
***"Ooh!" "Kak farel rupanya, sherly kirain siapa", bales sherly. "Maaf kak farel semua no.kontak di hape ku sempat terhapus di karenakan hape ku rusak dan tidak bisa lagi di perbaiki. Makanya no. kak farel nggak ada lagi sama aku.
***"Oke,!" "nggak apa-apa!" Jawab farel.
***"Hmm...begini Sherly", ucap marcel sambil menghela nafas. "Kamu tau kan? kalo sekarang aku lagi di timpa musibah?", ucap farel.
__ADS_1
***"Astaga!" "maaf kak farel, Sherly ngga tau, kalau boleh tau musibah apa tuh kira² kak farel ?!" jawab sherly dengan pura² terkejut.
***Lalu farel kembali melanjutkan ceritanya, "Sekarang bisnisku lagi hancur sher, aku di khianati oleh salah satu rekan bisnisku", ucap farel pada sherly.
***"Kamu tau kan!? betapa aku susah payah membangun bisnis itu dari nol, sekarang semuanya hancur berantakan karna aku terlalu percaya sama rekan bisnisku tersebut", lanjut farel lagi.
***"Ooh! begitu ya kak farel, saya turut prihatin ya kak! jadi apa yang bisa saya bantu kak farel?", ucap sherly pura² prihatin.
***Padahal sherly sudah tau apa maksud dan tujuan farel meneleponnya, semenjak dari awal farel bilang bisnisnya hancur, tapi dia pura² tidak tau dan sok peduli.
***Dia sudah tau akan kearah mana tujuan farel membicarakan perihal usahanya yang lagi hancur.
***Dalam benak sherly, 'Waduh! gawat nih! Pasti baj***n ini, mau menagih uang yang dia pinjamkan dulu ke aku' pikirnya.
***'Apalagi sekarang usahanya lagi hancur berantakan, sudah tak perlu di ragukan. Pasti itu tujuan dia buat nelefon aku' pikirnya lagi.
***'Walaupun usaha hasil pinjaman uang dari mu sudah cukup menguntungkan, dan bisa saja aku mengembalikan uangmu saat ini, tapi aku tak rela kalau hasil jerih payahku selama ini, langsung aku berikan ke kamu' Sherly masih tetap merenungkan untung dan ruginya, apabila dia mengembalikan pinjaman modal usaha ke farel.
***Pada saat ini Farel masih menempelkan HP nya di telinganya, dia sempat bingung dan berpikir, 'kenapa tiba² diseberang nih terdiam yah? apa kira² yang sedang di pikirkan wanita ini' pikir Farel dalam hati.
***Kemudian Farel berkata, "Hallo!" "Sherly! apa masih mendengar suaraku?!" tanya Farel.
***Lalu di seberang telefon tiba² tersadar dari lamunannya dan berkata, "Iya!" " Hallo,! "kak Farel !" "Sherly masih dengar suara kakak kok! , maaf tadi ada sedikit masalah" alasan Sherly pada farel.
***Padahal dia sedang memikirkan kata² penolakan yang tepat dan efisien apabila nanti Farel mengungkit masalah hutang piutang ini.
***"Kak Farel!" "Maaf! sampai dimana tadi pembicaraan kita?" tanya Sherly berpura-pura.
__ADS_1
***Lalu di jawab oleh Farel, "Sherly!" begini, berhubung saat ini kakak lagi kesusahan akibat usaha kakak yang bangkrut, kakak pengen menanyakan masalah modal yang pernah kakak berikan pada Sherly" ucap farel dengan perasaan yang kurang enak, karena farel sebenarnya sangat segan meminta uang yang pernah dia pinjamkan ke Sherly.
***Apalagi Farel menganggap Sherly sudah kayak adiknya sendiri, akan tetapi, di pihak Sherly malah kebalikannya. Begitu Sherly mendapatkan Modal hari itu, saat itu juga dia ingin menjauh dari kehidupan Farel dan tidak ingin lagi berhubungan dengan Farel.
***Sebenarnya sewaktu Farel meminjamkan uang tersebut dia tidak pernah kepikiran untuk menagih kembali dana yang telah dia berikan itu.
***Akan tetapi, berhubung ini keadaan mendesak, mau ngga mau yah, terpaksa farel mengungkit dan bertanya perihal pinjaman modal yang pernah dia berikan ke Sherly ini.
***Setelah Sherly mendengar langsung pertanyaan Farel mengenai pinjaman dana itu, wajahnya pun segera berubah masam. 'Kan benaran mau menagih uang itu kan!' pikir Sherly.
***"Hallo!" "Kak Farel!" "Maksud kakak gimana? jadi sekarang kakak butuh modal yang Sherly pakai hari itu kak!" ujar Sherly.
***"Iya!" "Betul Sherly!" ucap Farel dengan nada yang masih sungkan.
***"Maaf,! Kakak lagi kejepit dan butuh modal cepat sekarang, makanya modal yang kakak pinjamkan ke Sherly hari itu. Sekarang kakak lagi sangat membutuhkannya, semoga dek Sherly mengerti akan keadaan kakak saat ini."
***"Iya, kak!" "Sherly mengerti dan maklum akan keadaan kakak saat ini." Akan tetapi, kalau saat ini kakak meminta modal yang dua miliar itu Sherly kembalikan, saat ini Sherly pun belum bisa mengembalikannya kak, karena uangnya belom terkumpul lagian usaha yang aku lakukan dengan modal pemberian kakak itu pun masih belum begitu menguntungkan." kilah Sherly mencari alasan.
***Padahal dalam hati Sherly, 'Huh!' 'Enak saja!' 'Sudah sekian lama aku berusaha untuk mengelola perusahaan ku saat ini entah sudah berapa banyak aral rintangan yang aku lalui demi mencapai semua ini" pikirnya.
***'Sekarang, giliran sudah mulai berkembang dan menghasilkan cukup banyak keuntungan tiba² datang pula baj***n ini. Dengan PD nya menagih hasil jerih payah ku selama beberapa tahun ini.' pikir Sherly lagi
***Sebenarnya Sherly bukan tak mampu untuk mengembalikan uang Farel yang dua miliar itu, jangankan dua miliar, lima miliar sekalipun, Sherly masih gampang untuk mengeluarkannya.
***Akan tetapi sedari awal niatnya sudah tidak baik, yah makanya sekarang tidak mungkin dia ikhlas dan rela mengeluarkan uang dua miliar tersebut.
***Mendengar jawaban dari Sherly, Farel pun mengerutkan keningnya dan menelan ludah yang tenggorokannya dirasanya sudah kering apalagi setelah mendengar jawaban dari Sherly. Farel pun langsung menutup telefon nya dengan Sherly dan hampir langsung membanting ponselnya tersebut.
__ADS_1
***Farel merasa Harapan Terakhirnya pun sudah pupus dan kandas, dia saat ini ingin menangis sekeras-kerasnya untuk melampiaskan semua kegelisahan sekaligus amarah yang saat ini berada dalam hatinya.
***Karena saking stress dan frustasi akan semua cobaan hidup ini, rasanya pengen sekali farel pergi saja dari dunia ini. Akan tetapi dia masih takut kalau harus mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.