**Harapan Terakhir**

**Harapan Terakhir**
Episode 14 * Keahlian Aneh Farel *


__ADS_3

***Sebenarnya Farel hanya sekedar menguji orang yang bernama Sigit tersebut, Farel bukanlah orang bodoh seperti yang di pikirkan oleh Sigit.


***Dari awal Farel sudah mencium gelagat adanya sebuah skandal atau sebuah konspirasi terselubung di dalam perusahaan tersebut.


***Farel tidak tau, apakah naluri atau firasat tajam yang dia miliki saat ini adalah merupakan salah satu pemberian System juga atau tidak.


***Tapi satu hal yang pasti, setelah Marcel mendapatkan kekuatan dari System yang sangat ajaib dan misterius yang bernama: System Login Date Special tersebut sekarang Farel seolah mempunyai kemampuan memprediksi masa depan.


***Sekarang Farel bisa membaca niatan dari seseorang yang berbicara kepadanya sekalipun orang tersebut berbicara melalui telepon.


***Awalnya Farel belum menyadari kemampuan tersebut, tapi seiring berjalannya waktu dia semakin memahami dan merasakan bahwa kemampuan itu memang ada pada dirinya pertama-tama dia merasakannya saat Anthony dari Edward's Company berbicara dengannya.


***Setelah berbicara beberapa saat Farel seolah-olah mendapatkan suatu gambaran yang mengisyaratkan bahwa orang yang berbicara tersebut apakah pembicaraan atau kata-katanya bisa di percaya atau kah dia hanya berpura-pura. apakah di setiap kata-kata orang tersebut mengandung ketulusan atau tidak.


***Begitu juga sewaktu Farel berbicara kepada Sigit yang merupakan perwakilan dari Gunawan Group, dia juga mendapatkan gambaran bahwa orang tersebut tidak ada ketulusan sama sekali alias hanya berpura-pura, padahal saat Farel berbicara dengan Anthony tadi dia merasakan niatnya benar-benar tulus.


***Untuk itu pada saat Farel berbicara kepada Sigit, Farel sengaja memancing Sigit dengan mengatakan kalau Sigit tetap berpeluang untuk tetap mengemban Jabatan tersebut, dan juga Farel seakan-akan memberikan suatu harapan kepada Sigit. Adapun tujuannya adalah untuk semakin memunculkan niatan sebenarnya dari Sigit tersebut.


***Jadi ceritanya seolah-olah Farel seperti memberikan hipnoterapis kepada lawan bicaranya untuk mengungkapkan niat murni dari lubuk hati lawan bicaranya tersebut, semakin Farel menyadari kemampuannya itu semakin senang hatinya memikirkannya. 'Emang betul-betul System Ajaib misterius,' pikir Farel.


***'Ada keajaiban-keajaiban apalagi yang akan di berikan oleh System ini selanjutnya kepadaku? aku semakin penasaran dengan System ini' pikir Farel lagi.


***Tentu saja Farel sangat bersyukur, gembira, bahagia dan senang bercampur menjadi satu di hatinya, hingga tak terlukiskan lagi perasaan yang di miliki Farel setelah dirinya mendapatkan Anugerah kekuatan dan kekayaan yang ajaib dan misterius dari System ini.

__ADS_1


***Farel bertekad dalam hati dia akan mempergunakan anugerah ini untuk membantu masyarakat yang selama ini di tindas oleh orang-orang yang serakah akan harta duniawi tanpa memperdulikan orang-orang di sekitarnya.


***Apalagi mungkin ini adalah sebuah tugas yang mesti di embannya setelah yang maha kuasa mempercayakan System ini kepadanya.


***Setelah Farel mengakhiri panggilan teleponnya dengan Sigit, Dia pun menunjukkan wajah yang sumringah dan segera dia melihat ke arah Yanto lalu berkata,


***"Yanto!"


***"Bagaimana?"


***"Masih mau meminta bantuan?"


***Mendengar itu, Yanto semakin merasa tertekan. Dia sungguh tidak tau harus berkata apa lagi. Melihat senyum sumringah Farel yang tadi saja sudah membuat bulu kuduknya merinding. Bagi orang lain mungkin senyuman itu hanya senyuman biasa saja, tapi bagi Yanto, itu seolah senyum dari neraka.


***Apalagi setelah Farel memanggilnya, panggilan itu betul-betul seolah-olah berasal dari malaikat maut. 'Mampus aku kali ini, benar-benar mampus. Kalau aku tidak bisa menanganinya dengan baik, belum tentu aku bisa keluar hidup-hidup dari tempat ini.' pikir Yanto.


***"Yanto! kalau sudah tidak ada lagi bantuan yang kamu andalkan! segeralah angkat kaki dari sini, kali ini aku berikan kamu kesempatan, aku harap kesempatan ini kamu pergunakan sebaik-baiknya! Tapi ingat, jangan sekali-sekali aku melihatmu mengganggu kekasihku Airine lagi dan kamu harus segera memperbaiki apa yang sudah kamu lakukan terhadap perusahaan keluarga Sukoharjo ini, apa kamu mengerti?!" kata Farel.


***Karena Yanto merasa sudah tidak memungkinkan lagi untuk dia melanjutkan perselisihan ini, dia pun hanya bisa pergi dengan kepala tertunduk. Dia tidak menjawab permintaan dan pertanyaan yang di lontarkan oleh Farel. Sambil mengajak Anak buahnya, Dia pun segera bergegas keluar dari rumah keluarga Sukoharjo dengan tergesa-gesa.


*** Dia takut kalau seandainya Farel tiba-tiba berubah pikiran, maka takutnya dia tidak akan bisa lagi menatap hari esok. Sebenarnya dia belum sepenuhnya mengakui kekalahannya ini. Dia berencana, begitu dia sampai di rumah keluarganya. Dia dan seluruh kekuatan yang dimiliki oleh keluarganya, akan segera menyusun strategi jitu untuk bisa menghadapi Farel.


*** Setelah kepergian Yanto dan Anak Buahnya, suasana di rumah keluarga sukoharjo pun nampak hening. Dalam beberapa waktu tidak ada yang memulai pembicaraan sama sekali. Sementara itu kondisi rumah nampak cukup berantakan. Beberapa barang-barang hancur akibat terkena lemparan tubuh manusia. Emang betul-betul nampak jejak pertempuran disana. Yang pasti keadaan disana nampak cukup kacau.

__ADS_1


*** Berhubung belum ada yang memulai pembicaraan, entah apa yang dipikirkan oleh semua anggota keluarga Airine mereka semua hanya diam saja tanpa berbicara sepatah kata pun, antara mereka shock karena sempat tidak memiliki harapan untuk bertahan hidup, atau mereka terkejut atau kagum karena tidak menyangka akan pembalikan situasi ini. yang pasti dipikiran masing-masing dari mereka cukup rumit.


*** Mereka sebenarnya sangat bersyukur, karena mereka tetap tidak berniat mengkhianati Farel, sekalipun mereka di intimidasi sedemikian rupa bahkan hampir semua yang berjenis kelamin pria di keluarga itu babak belur akibat perbuatan Anak Buah Yanto.


*** Hanya satu orang yang sampai sekarang masih menunjukkan wajah getir. Siapa lagi kalau bukan si penghianat dalam keluarga Sukoharjo.? Si Penghianat tersebut sedang memikirkan segala kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan menimpanya apabila dia tidak segera menemukan cara untuk meloloskan diri dari situasi ini.


***Sebenarnya Farel sudah tau Akan si penghianat ini, tapi dia belum mau berurusan dengan si penghianat tersebut saat ini. Bukan cuma Farel yang sudah mengetahui hal tersebut. Tapi semua orang juga sudah tau dari tadi, Tapi nampaknya mereka termasuk Farel masih menunggu apakah orang tersebut mengakui sendiri perbuatannya atau harus di paksa untuk menunggu.


***Dalam situasi ini, pandangan antara keluarga Airine dan Farel ada sedikit perbedaan dalam hal penanganan si penghianat ini nantinya, Kalau versi Farel dia berpandangan lebih baik si penghianat tersebut di adili oleh keluarganya sendiri karena merekalah yang lebih berhak untuk itu


***Dalam pandangan Keluarga Airin malah kebalikannya, mereka juga mengganggap bahwa yang lebih berhak untuk menangani si penghianat itu adalah Farel sendiri, selain karena Farel yang bisa membalikkan semua keadaan sehingga mereka masih punya harapan untuk terus melanjutkan hidup.


***Selain itu mereka menganggap bahwa Farel lah yang paling di rugikan dalam situasi ini. Memang mereka semua mengalami kerugian juga, tapi tidak sampai seperti Farel yang sempat beberapa waktu sudah di anggap semua orang sudah tewas.


***Tapi sekalipun mereka memiliki pandangan berbeda, satu hal yang pasti si penghianat tersebut akan segara menerima balasan atas apa yang di perbuat. Sekalipun orang tersebut adalah termasuk salah satu keluarga inti, mereka tidak terlalu menganggap hal tersebut.


***Bagi mereka, kalau seandainya Farel tidak tiba-tiba seolah-olah bangkit dari kematian, lalu kemudian menghancurkan semua kekuatan Anak Buah Yanto, mereka tidak tau bakal seperti apa nasib mereka selanjutnya. Makanya mereka sangat bersemangat dan merasa sangat bersyukur atas semua bantuan yang di berikan oleh Farel kepada mereka.


***Dengan bantuan dari Calon menantu keluarga mereka ini, mereka sangat optimis kalau mereka akan bisa menatap masa depan yang lebih baik lagi kedepannya.


***Karena semenjak kepergian Yanto dan Anak buahnya tadi, sempat beberapa waktu hanya keheningan yang terjadi, maka Farel menggunakan waktu tersebut untuk memeriksa Panel System. Dia melihat pada menu System kalau ternyata dia masih mempunyai 12 kali kesempatan untuk membuka kotak undian.


***Dia pun berpikir 'Apa saat ini adalah waktu yang tepat untuk untuk menggunakan kuota membuka kotak undian misterius ini yah?! iya kalau berhasil mendapatkan beberapa hadiah yang berguna untukku, kalau saja misalnya kotak undiannya isinya Zong? kan jadi sia-sia kalau di buka sekarang' pikir Farel.

__ADS_1


***'Iya sudahlah, ngapain pusing mikirkannya. Biarin aja dulu disana, biar semakin banyak kuotanya, kalau kira-kira sudah pada waktu yang tepat nanti untuk menggunakan kuota tersebut, maka di saat itulah baru digunakan.' pikir Farel lagi.


***Bagaimanakah kisah selanjutnya? apakah Farel betul-betul tidak menggunakan Kuota membuka kotak undian tersebut? ataukah dia tiba-tiba berubah pikiran? lalu bagaimana sebenarnya keluarga Airine maupun Farel menangani si Penghianat tersebut? Langsung di bunuh di tempat kah? atau ada metode lain yang bisa di gunakan untuk mengadili penghianat tersebut? sebaiknya kita saksikan saja di Episode selanjutnya. Mohon dukungan dan support dari teman-teman pembaca yah...baik berupa kritikan atau saran yang membangun, author siap menerimanya. Terimakasih.


__ADS_2