**Harapan Terakhir**

**Harapan Terakhir**
Episode 4 ***Farel Kekeh Ingin Tetap Menemui Kekasihnya kerumahnya***


__ADS_3

***Dalam renungan putus asanya Farel, dia berpikir "Kok tega banget yah!" "orang yang saya anggap sebagai saudara sendiri dan tidak akan berpikir dua kali untuk membantunya disaat dia terpuruk, rupanya tidak menganggap aku siapa-siapa disaat aku yang terpuruk begini.


***Adapun mengapa Farel bisa berpikiran seperti itu yah, karena memang farel mengetahui betul keadaan perusahaan Sherly sebenarnya, selama ini yang dia tau bahwa perusahaan Sherly tersebut berjalan dengan baik dan cukup untuk menghasilkan antara tiga sampai lima miliyar dalam kurun waktu satu tahun.


***sebenarnya Farel hanya ingin menguji sejauh mana ketersediaan dan ketulusan Sherly untuk membantunya di saat Farel membutuhkan bantuan seperti ini, karena sekalipun Sherly mau membantunya semua aset yang di miliki Sherly belum seberapa persen bisa meringankan beban Farel.


***Akan tetapi, walaupun belum seberapa bisa membantu dia untuk terbebas dari krisis yang menimpanya saat ini, Farel sangat membutuhkan dukungan dari orang yang sudah di anggapnya saudara ini.


***Seandainya Sherly bersedia untuk membantu Farel, Farel masih punya lebih banyak peluang untuk bisa keluar dari situasi yang mencekiknya saat ini. Karena Farel tau dengan betul bahwa walaupun Sherly hanya memiliki aset sekitar 10 miliyar rupiah, tapi Sherly memiliki relasi yang lumayan banyak.


***Terutama Relasi Tuan-tuan muda konglomerat yang berusaha ingin selalu dekat dengan Sherly, karena selain Sherly orang yang berwajah cantik dan anggun, Sherly juga termasuk wanita yang pandai dalam mengelola bisnisnya.


***Hal itu terbukti dari Modal yang awalnya hanya dua milyar rupiah yang di berikan oleh Farel kepadanya, tidak butuh waktu lama Sherly sudah berhasil membuat uang dua milyar tersebut menjadi kurang lebih sepuluh milyar saat ini. Sherly hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah tahun untuk mencapai keberhasilan tersebut.


***Kalau semisal Farel bisa memanfaatkan relasi-relasi Sherly untuk sekedar membantu Farel dalam mengatasi krisis yang dia hadapi saat ini. Tentu ini akan sangat bermanfaat bagi Farel.


***Akan tetapi, semua harapan Farel hanya bisa menjadi harapan kosong. Karena ternyata Sherly lebih memilih meninggalkan Farel di saat Farel sedang butuh-butuhnya dukungannya saat ini.


***Menghadapi kenyataan yang saat ini sedang menimpa dirinya, Farel pun sudah tidak bisa lagi memikirkan sesuatu hal yang bisa dia pergunakan saat ini.


***Apalagi selama tiga bulan ini dia dan kekasihnya Airin juga tidak bisa ketemu ataupun hanya sekedar komunikasi lewat telepon, Farel merasa lengkap lah sudah penderitaan yang dia rasakan saat ini.


***Tidak terasa satu minggu pun berlalu begitu saja. Farel pun berpikir keras dalam hati, 'Dari pada selalu menunggu hal yang tidak pasti di tempat ini dan tanpa adanya solusi yang jelas, mendingan aku mencoba mencari cara agar tetap bisa bertemu dengan kekasih pujaan hatiku.' pikir Farel.


***Farel pun mulai berkemas dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah lengket. dia tidak mau hanya duduk diam menunggu dan menunggu sesuatu yang tidak pasti.


***'Kalau nanti aku bisa berhasil menjumpai Airin, mungkin dengan melihat wajah cantiknya saja rasa penat di hati ini bisa sedikit ter obati,' pikir Farel. 'Apalagi kalau sampai bisa mengobrol dan curhat padanya, pasti lebih plong lagi rasanya.' pikir Farel lagi.


***Selepas membersihkan diri Farel pun segera pergi beranjak menuju tempat tinggal Airin sang Kekasih pujaan hati yang selalu di rindukannya. Dia tidak peduli dan tidak mau tau, dia harus ketemu kekasihnya malam ini.

__ADS_1


***Sudah satu Minggu lebih dia menahan rasa rindunya tersebut, dia sudah tidak kuat lagi menahan rasa rindu di hatinya. Akhirnya dia membulatkan tekadnya dan memberanikan diri untuk datang menemui Airin.


***Setelah tiba di rumah Airin, Farel pun di sambut oleh tatapan sinis beberapa orang, mereka tidak menyangka, bahwa sekalipun orang ini sudah mengetahui, apa sebab-akibat dari aksinya saat ini, tapi anak ini tetap nekad datang kerumah ini.


***Salah satu anggota keluarga Airin pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Farel. Yang berbicara adalah seorang wanita paruh baya yang usianya kira-kira 40 tahun, bertubuh gempal dengan warna kulit sawo matang, Farel mengetahui orang ini yang bernama Mira adik perempuan dari ibunya Airin, atau lebih tepatnya Tante dari Airin.


***"Huh!" sambil menghembuskan napas wanita tersebutpun berkata, "Farel!" "Kamu ngapain datang kesini! apa kamu tidak tau, kalo kedatanganmu ini bisa menambah kesengsaraan keluarga kami? pasti Airin sudah memberi tahu kamu, apa konsekuensi dari tindakan kamu ini kan.?!" Ucap Tante Mira dengan tatapan yang tajam.


***Lalu Farel pun menjawab dengan ekspresi yang sedikit tertekan, "Maaf kan atas kelancangan saya karena datang kerumah ini Tante! saya tidak ada maksud sedikitpun untuk menambah masalah yang sedang di alami keluarga ini."


***"Saya hanya tidak bisa lagi menahan rindu di hatiku terhadap Airin, saya sudah mencoba berbagai cara untuk menekan kerinduan yang ada di hatiku."


***"Akan tetapi, semakin saya mencoba untuk menekan rasa rindu tersebut, maka, pada saat itu juga saya merasakan rasa rindu yang semakin berat, menyiksa relung batinku."


***"Jujur saja saya benar-benar sangat mencintai dan menyayangi Airin dengan sepenuh jiwa dan ragaku." makanya hari ini saya memberanikan diri untuk datang menjumpai Kekasihku Airin. Jadi? apakah kira-kira saya di izinkan untuk menemui kekasihku Airin?!" Ucap Farel tanpa ada rasa malu, atau rasa canggung sedikitpun di wajahnya.


***Karena Farel berpikir, 'Untuk apa memikirkan rasa malu ataupun canggung dalam situasi seperti ini, hal itu semua akan aku kesampingkan demi bisa untuk tetap bertemu dengan kekasih pujaan hatiku,' pikir Farel.


***Tante Mira yang tadi sempat jengkel kepada marcel, sekarang hanya diam tak berkutik. Atas jawaban yang di berikan oleh Farel, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi untuk membalas ucapan Farel.


***Sebelumnya pun mereka sudah yakin akan ketulusan hati Farel terhadap Putri dari keluarga mereka, di tambah lagi dengan kata-kata yang di ucapkan Farel hari ini semakin membuat mereka semakin yakin akan ketulusan hati Farel terhadap Airin.


***Bahkan keluarga Airin yang berjenis kelamin laki-laki saja terharu mendengar kata-kata Farel, apalagi yang perempuan. Bahkan beberapa perempuan muda yang ada disana yang merupakan sepupu-sepupu dari Airin, sampai tercengang mendengar ucapan-ucapan dari Farel.


***Jantung mereka sempat berdebar-debar karena mereka tidak menyangka bakal ada laki-laki yang seromantis Farel ini, ada yang merasa iri dengan Airin, ada pula yang sempat berpikiran terlalu jauh yaitu sampai nekad ingin merebut Farel dari Airin.


***Airin yang mendengar semua ungkapan Farel pun merasa semaki terharu, sampai-sampai tidak sadar dia meneteskan air matanya, dia berpikir 'Farel sayang, trimakasih atas cinta dan kasih sayang yang tulus dan murni yang kau berikan padaku, aku pun disini akan sekuat tenaga untuk menjaga cinta murni yang kau berikan ini' ucap Airin dalam hati.


***Lalu salah seorang pria paruh baya yang seusia dengan tante mira pun angkat bicara, dia adalah paman dari Airin atau Adik laki-laki dari Ayahnya Airin yang bernama Gading sukoharjo, Pria paruh baya tersebutpun berkata kepada Farel, "Nak Farel, kami akui kalo kamu memang betul-betul tulus mencintai putri dari keluarga kami yaitu Airin."

__ADS_1


***"Akan tetapi, nak Farel tau sendiri, kalo masalah sekarang ini cukup ribet dan kami tidak bisa langsung menyetujui permintaan nak Farel, Kami perlu berdiskusi dulu untuk mencari jalan terbaik agar bisa memutuskan, apakah nak Farel bisa bertemu dengan Airin atau tidak"


***Farel sudah menduga hal ini sebelumnya. Akan tetapi, Farel tidak menyangka kalau masih ada orang dari keluarga Airin yang berani bicara cukup kasar terhadapnya. Padahal sebelumnya Farel tau betul orang-orang dari keluarga ini, akan berusaha sebisa mungkin untuk menyanjung Farel, apabila Farel berkunjung ke rumah kekasihnya ini.


***Mereka satu persatu akan berusaha mencuri perhatian Farel, mereka juga sangat berharap supaya Farel segera melamar Airin dan menikahinya, adapun tujuan mengapa mereka mendesak Farel segera melamar dan menikahi Airin, hanya mereka-mereka sendirilah yang tau jawabannya.


***'Tapi itu sih sebelumnya yah,! atau tepatnya sebelum perusahaan ku Hancur berantakan,' pikir Farel. 'Kalo sekarang pasti sudah berbeda, mereka-mereka tidak lagi menghargai aku, dan tidak ada lagi yang menyanjungku apalagi mendesak aku untuk segera menikahi Airin.' pikir Farel lagi.


***Akan tetapi, setelah Farel mendengar perkataan paman Gading dan Tante Mira juga sudah tidak berkata apa-apa lagi, Farel pun sudah sedikit lega. Lalu Farel pun berkata:


***"Paman, saya mengerti dan tau betul apa yang sedang di alami keluarga ini, dan sekali lagi saya sampaikan bahwa saya tidak ada niatan sedikitpun untuk memperkeruh masalah yang sudah ada saat ini." saya hanya memohon izin sebentar saja untuk bertemu dengan Airin." ucap Farel kepada Gading.


***Mereka-mereka sebenarnya tidak begitu peduli kalau Farel ingin datang menjumpai Airin, bahkan sebagian dari mereka mengusulkan supaya Farel dan Airin di beri saja waktu untuk ketemu dan mengobrol sebentar.


***Yang jadi masalahnya sekarang, kalau mereka membiarkan Farel ketemuan sama Airin, lalu mata-mata dari keluarga Gunawan yang berada di sekitar rumah mereka mengetahuinya, kan, sudah jelas apa hasil dari semua ini?


***Makanya mereka semakin bimbang apakah mereka akan tetap membiarkan Farel masuk dan menemui Airin atau mereka harus mengusir Rendra segera dari rumah mereka. Mereka masih berunding dengan alot untuk mengambil keputusan akhir.


***Mereka masih menimbang-nimbang sebab-akibat, untung dan ruginya apabila mereka mengizinkan Farel bertemu dengan Airin. Dan mereka masih perlu untuk mempertimbangkan, kalau bisa jangan sampai menyinggung kedua-duanya.


***Secara mereka Khawatir Kalo suatu saat perusahaan Farel akhirnya pulih, tentu mereka akan menjadi target pelampiasan amarah dari Farel atas tindakan dan perilaku mereka saat ini terhadap Farel.


***Akan tetapi, kalau tiba-tiba mata-mata dari Keluarga Gunawan mengetahui kalau mereka mengizinkan Farel bertemu dengan Airin, masalah yang lebih besar akan menimpa keluarga mereka.


***Setelah sekian lama mereka melakukan perundingan dan diskusi yang serius dan penuh dengan perdebatan panas. Akan tetapi, mereka belum juga memiliki keputusan akhir. Dan setelah menimbang dengan seksama akhirnya mereka memiliki beberapa opsi sebagai berikut:


1.Mereka tetap membiarkan Farel bertemu dengan Airin di satu lokasi yang masih berada di sekitar tempat tinggal mereka, lokasinya sudah mereka atur dan mereka akan saling berjaga supaya mata-mata dari keluarga Gunawan sebisa mungkin tidak akan mengetahuinya.


2.Mereka tidak akan berani untuk mengambil resiko apabila mata-mata dari keluarga Gunawan nantinya mengetahui apa yang mereka lakukan. Yang artinya mereka tidak akan membiarkan Farel dan Airin untuk ketemu.

__ADS_1


3.Mereka mengatur pertemuan secara diam-diam antara Farel dengan Airin tetapi lokasinya berada di luar kediaman keluarga mereka.


***Bagaimana hasil keputusan akhir yang di ambil oleh keluarga Airin? apakah Farel dan Airin akhirnya bisa berjumpa? mari kita saksikan di Episode selanjutnya.


__ADS_2