
Mendengar tertawaan dari Pemuda-pemuda yang Arogan tersebut, Kesabaran Farel sudah hampir habis. Saat ini juga, Farel sangat ingin menghajar orang-orang ini. Tapi, berhubung dia tipe orang yang tidak ingin menambah masalah, maka, niat menghajar yang sudah menggebu-gebu, terpaksa dia tekan dulu.
Farel masih tetap ingin berbicara baik-baik kepada Anak-anak orang kaya sombong ini, apabila nanti sudah tidak bisa lagi di bicarakan baik-baik, barulah dia akan bertindak. Hal itu bisa di anggap sebagai pembelaan diri.
Karena dia tidak ingin berbicara kepada orang-orang itu, maka Farel hanya bertanya kepada Yanto, karena pastinya Yanto mengenal orang-orang itu, karena tadi orang-orang itu langsung mengenali Yanto, sementara orang yang mengenal dirinya, sama sekali Farel tidak kenal.
"Yanto, apakah kamu mengenal orang-orang itu? mengapa mereka bisa sangat sombong dan arogan? tanya Farel.
"Tuan Farel, mereka adalah Anak-anak dari para petinggi di Salah satu Group Perusahaan yang termasuk kedalam lima besar Perusahaan yang memiliki asset lebih dari $200 milyar USD. Sebelumnya Group perusahaan kami masih termasuk kedalamnya, sebelum Tuan Farel mengakuisisi setengahnya" jawab Yanto.
"Ooh, begitu yah. Pantas saja Anak-anak ini begitu sombong dan arogan, tidak di sangka mereka adalah Anak-anak konglomerat." kata Farel.
Mendengar perkataan Farel, Yanto pun sedikit mengernyitkan dahinya. Yanto mengira, bahwa Farel juga takut sama orang-orang itu. 'Wah, bagaimana nih, kalau sempat Farel ini juga tidak sanggup untuk menghadapi orang-orang ini, bisa gawat dong' pikir Yanto.
Padahal Yanto belum tau, kalau perusahaan orang tua Anak-anak sombong tersebut juga sudah di akuisisi oleh orang yang bersamanya tersebut.
Dikarenakan Farel sudah muak melihat, tingkah orang-orang itu, Marcel pun berkata kepada orang-orang sombong tersebut. "Hey sobat, aku tau kalian memang anak-anak orang kaya, tapi meskipun seperti itu, kalian tidak bisa seenaknya mengusir kami dari ruangan yang sudah kami pesan duluan, silahkan kalian cari ruangan lain untuk kalian pakai." ucap Farel dengan datar, sekalipun dia memang sudah kesal dengan orang-orang itu.
__ADS_1
Mendengar perkataan Farel, Anak-anak orang kaya tersebut hanya memasang wajah mengejek sambil melihat Farel. mereka bahkan merasa lucu mendengar perkataan Farel. Kemudian orang yang lebih tinggi statusnya di antara mereka itu pun berkata dengan semakin arogan, bahkan sampai memaki Farel. "Hey, br\*\*\*"\*k! apa kamu tau, siapa kami? apakah kamu masih berani bicara macam itu kepada kami, kalau kami kasih tau identitas kami yang sebenarnya, hah! pokoknya loe jangan merasa sok hebat, segera tinggalkan tempat ini, kalau kamu tidak ingin kami hajar, kami tidak mau ke ruangan lain, kami hanya mau ruangan ini" kata orang tersebut dengan pongahnya.
"Siapapun kamu dan apapun identitasmu, pokoknya kami tidak akan mau keluar dari ruangan ini, dari tadi saya bersabar dan mencoba untuk bicara baik-baik dengan kalian, tapi kalian malah semakin menganggap rendah kami, apakah kalian kira kalau kami adalah orang yang mudah kalian tindas? kalau begitu, saya akan meladeni kalian. Silahkan maju, kalau memang mau ajak baku hantam." ucap Farel, dengan tidak sungkan lagi, karena emosinya sudah memuncak.
Mendengar ancamannya tidak bisa membuat kedua orang ini bertekuk lutut. Tuan muda kaya yang bernama Faisal itu pun, mengernyitkan dahinya. Dia pun berpikir ' Siapa sebenarnya orang ini? apakah benar orang ini adalah orang yang perusahaannya sudah hancur? kok, bisa-bisanya ancaman ku tidak mempan kepadanya, malahan dia masih berani mengancam balik kami. Apakah orang ini punya pendukung kuat di belakangnya?' pikir Tuan Muda yang bernama Faisal itu.
Berhubung dia tidak yakin akan adanya pendukung kuat di belakang Farel, dia pun masih tetap mempertahankan sikap arogannya. Kemudian, dia pun berkata "Hehehe, tak kusangka bahwa orang yang sudah tidak memiliki apa-apa, masih berani bersikap lancang denganku, kalau begitu, bersiaplah untuk merasakan amarah ku," katanya.
Kemudian, dia pun berkata kepada salah satu pengawalnya, pengawalnya ini bukanlah pengawal terkuat yang dia miliki, masih ada tiga orang lagi pengawal yang lebih kuat dari orang yang dia perintahkan saat ini, dia sangat yakin, pengawalnya yang ini saja sudah cukup untuk membuat Farel babak belur. "Gery, cepat kau hajar dan patahkan kaki kedua orang itu! kalau terjadi sesuatu kepada mereka, aku yang akan bertanggung jawab.!" ujarnya kepada salah satu pengawalnya yang bernama Gery.
Faisal tidak sedikitpun berniat untuk melepaskan Farel dan Yanto. Karena selama ini, sekalipun dirinya dan teman-temannya membuat masalah, dia hanya perlu meminta Ayahnya untuk menyelesaikan masalah yang di perbuat nya tersebut.
Setelah pengawalnya yang bernama Gery itu, mendengar perintah dari Tuannya, dia pun langsung berkata, "Baik, siap Taun Muda." katanya. Kemudian, dia pun bergerak dengan cepat untuk memberikan pelajaran kepada Farel.
Adapun Farel, sedari tadi sudah siap siaga untuk menghadapi pengawal tersebut. Dia sudah menyuruh Yanto untuk bergeser ke belakangnya. Yanto pun langsung nurut saja, karena dalam situasi ini dia sadar, bahwa dia tidak akan bisa membantu Farel. Tapi dia yakin kalau Farel pasti sanggup menaklukkan Pengawal itu, kalau mengingat kekuatan Farel, saat menghajar para pengawal keluarganya.
Dugaannya tidak salah, begitu pengawal itu sudah berjarak setengah meter dari posisi Farel, dan sudah akan menyentuh tubuh Farel, dalam sekejab, pengawal itu sudah terkapar tak berdaya. Yang terdengar hanya suara jeritan kesakitan yang bisa membuat orang yang mendengar apalagi melihatnya merasa ngeri sekaligus merinding.
__ADS_1
"Aahhhh ... !!!" terdengar jeritan kesakitan dari pengawal yang mencoba menyerang Farel.
Melihat kejadian itu, Tuan Muda yang bernama Faisal tersebutpun merasa sedikit merinding, dia yang awalnya meremehkan Farel, sekarang mulai sedikit waspada. Tidak bisa di pungkiri, sekalipun pengawalnya yang satu ini tidak sekuat pengawalnya yang masih belum maju, tapi pengawal itu termasuk jauh lebih kuat dari orang biasa. Pengawal itu bisa menang melawan 20 orang, pria dewasa sekaligus dengan hanya mengandalkan tinjunya.
Akan tetapi, di hadapan Farel, pengawalnya bisa langsung terbang menghantam tembok, tanpa sedikitpun sanggup memberikan perlawanan. 'Sekuat apa sebenarnya Anak ini' pikir Faisal. Tapi, dia dengan cepat menghilangkan kekhawatirannya. 'Mau sehebat apa pun orang ini, dia pasti tidak akan sanggup untuk melawan sisa pengawal ku' pikirnya lagi.
Padahal, dia tidak tau, bahwa sisa pengawalnya sudah merasa gugup setelah mereka melihat nasib teman mereka. Mereka langsung kehilangan kepercayaan diri mereka, Mereka tidak yakin, apa mereka bisa menang melawan Farel, sekalipun mereka menyerang secara bersamaan.
Pemuda-pemuda kaya sombong yang lainnya juga ngeri, menyaksikan kejadian yang ada di hadapan mereka itu. Mereka membayangkan, bagaimana jadinya, apabila mereka sendiri yang berada di posisi pengawal itu. Apakah mereka masih bisa bertahan hidup? mereka tidak bisa menjaminnya.
Hanya Yanto yang tersenyum melihat pemandangan itu. tebakannya tidak salah sama sekali, bahwa Farel pasti bisa menghadapi pengawal tersebut dengan mudah. Sekalipun sisa pengawal yang masih belum maju itu melawan Farel, Yanto masih tetap percaya bahwa Farel tetap bisa menghadapinya.
Setelah Faisal mendapatkan kembali kepercayaan dirinya, dia pun berkata dengan masih tetap arogan kepada Farel, "Bung! aku akui kamu memang memiliki sedikit keahlian. Tapi, asal kamu tau saja, bahwa pengawalku yang sudah kamu taklukkan itu, hanyalah pengawal terlemah yang saya bawa saat ini. Apakah kamu kira, kamu sudah cukup kuat karena bisa mengalahkan pengawalku yang lemah itu? Apakah kamu bisa bertahan menghadapi sisa pengawalku, apalagi kalau mereka melawan mu bersama-sama?" kata Tuan Muda Faisal itu.
Mendengar perkataan dari orang yang sangat sombong itu, Farel pun mengerutkan keningnya. Farel semakin heran dengan pola berpikir Anak itu. 'Apakah orang ini tidak bisa melihat situasi saat ini? apa dia tidak sadar sama sekali,? kalau pengawal tersisa yang dia andalkan saja, sedari tadi sudah menunjukkan wajah yang ketakutan. Apalagi setelah melihat nasib kolega mereka setelah mencoba melawanku. Tapi Anak ini masih dengan pongahnya mengatakan, kalau dia akan memerintahkan pengawalnya yang tersisa itu untuk maju,' pikir Farel.
Setelah itu, Farel pun berkata kepada Tuan Muda sombong itu. "Woi, bung! kalau anda memang ingin bertempur, gunakanlah keahlian beladiri yang anda miliki. Sedari tadi, anda hanya ngerocos nnga jelas, tapi tidak ada tindakan. Bertempur itu menggunakan tinju, bukan mulut. Kalau masih mau melawan, segera perintahkan pengawalmu untuk menghadapiku, aku tidak punya cukup waktu untuk mendengar omelan anda,!" bentak Farel sambil mengejek Faisal yang sedari tadi hanya banyak bacot.
__ADS_1
Mendengar penghinaan dari Farel, Faisal pun semakin naik pitam. Dia segera memerintahkan sisa pengawalnya, untuk segera menghadapi Farel dan melumpuhkannya bagaimanapun caranya. Sambil menggertakkan giginya dia pun berseru kepada pengawalnya, "Ayo!!! kalian segera lumpuhkan orang yang tidak tau diri itu. Sekalipun dia mampus, saya yang akan bertanggung jawab seutuhya. Kalian tidak usah mengkhawatirkan akibat yang akan di timbul setelah membunuh orang itu,!" seru Farel kepada sisa pengawalnya.