**Harapan Terakhir**

**Harapan Terakhir**
Episode 17 Tuan Muda Yanto Memohon Pengampunan


__ADS_3

Setelah Tuan Muda Yanto, pergi meninggalkan rumahnya untuk menemui Farel, didalam perjalanan dia baru tersadar bahwa dia tidak tau pasti dimana keberadaan Farel berada.


Dia pun bingung harus bertanya ke siapa, No. telepon Farel pun tidak ada sama dirinya. Dia berpikir 'Hmm... kepada siapa seharusnya aku meminta No. Telefon Farel yah?' sebaiknya sih kalau bisa aku berjumpa langsung dengan dirinya, kalau melalui telepon, belum tentu dia masih mau bertemu denganku, dia pasti masih merasa sangat kesal atas perbuatanku kepadanya dan juga Airin' pikirnya.


Akhirnya, sementara ini dia hanya mutar-mutar ngga jelas tanpa arah dan tujuan. Dalam kebingungannya tiba-tiba dia mendapatkan sebuah ide. 'Pasti Penanggung Jawab Perusahaan Keluarga kami, memiliki no. telepon Farel, soalnya kemaren saya dengar kalau orang itu teleponan sama Farel, kenapa saya tidak kepikiran dari tadi yah?' pikirnya.


'Sekalipun belum pasti Farel mau bertemu denganku, tapi cara ini patut di coba dari pada tidak berusaha sama sekali, mudah-mudahan dengan aku yang memelas sama Farel, dia masih mau bertemu denganku dan bisa memaafkan kesalahan yang pernah aku lakukan' pikirnya lagi.


Setelah Yanto mendapatkan No. telepon Farel, dia pun langsung menelfon Farel, karena Farel merasakan ketulusan hati Yanto, akhirnya mereka pun janjian ketemu di suatu tempat yang sudah mereka tentukan bersama.


Berhubung saat ini sudah mendekati waktunya makan siang, mereka pun memutuskan bertemu di salah satu Restorant yang cukup terkenal di daerah tersebut.


Setelah mereka bertemu, Yanto pun langsung bersimpuh di kaki Farel, tanpa memperdulikan harga dirinya sama sekali. Banyak orang yang kebetulan berada di sana mengenali Tuan Muda Yanto. Bisik-bisik orang yang mengenal Yanto pun tak dapat di hindari.


"Tuan Farel, saya mengaku salah dari lubuk hatiku yang terdalam. Saya seharusnya tidak menyinggung Tuan Farel dan juga Airine, Saya berjanji dengan tulus hati, ingin mengubah sifatku dan menjalani hari-hari yang lebih baik kedepannya, saya memohon dengan sangat, semoga Tuan Farel mau mengampuni dan memaafkan kesalahan yang pernah aku perbuat." ucap Yanto dengan setulus hati kepada Farel.


"Bukankah itu Tuan Muda Yanto dari Keluarga Gunawan yang cukup terkenal itu? Kok, bisa-bisanya dia menurunkan harga dirinya dengan bersujud di kaki seorang pemuda yang terlihat tidak jauh berbeda dengan umurnya, siapa kah kira-kira gerangan Pemuda yang bisa membuat Yanto sampai bersikap seperti itu?" kata salah satu pengunjung di Restauran tersebut kepada temannya.


"Iya, yah. Padahal kita tau selama ini, Tuan Muda Yanto terkenal dengan sifatnya yang suka bertindak semena-mena kepada orang lain, sekarang malah dirinya yang berinisiatif sendiri merendahkan harga dirinya di tempat umum seperti ini." balas teman pengunjung itu.

__ADS_1


"Apa sebenarnya yang terjadi kepada Tuan Muda Yanto itu? Apakah memang saat ini Keluarga Yanto sudah di ambang kehancuran? soalnya baru-baru ini, saya mendengar berita, bahwa saham Perusahaan Group Gunawan telah di akuisisi oleh seseorang dan saham tersebut bukannya sedikit, tapi langsung lebih setengah dari keseluruhan saham Perusahaan mereka" Timpal salah satu teman pengunjung yang lain.


"Hus,! ngomongnya jangan kencang-kencang, nanti kalau di dengar Tuan Muda Yanto, bisa fatal akibatnya. Mau bagaimana pun, sekalipaun lebih setengah dari saham keluarga nya telah di Akuisisi, tetap saja keluarga mereka bukanlah orang yang bisa kita singgung" kata salah satu dari mereka kemudian, padahal mereka tidak sadar, bahwa omongan mereka terdengar jelas di telinga Yanto, apalagi Farel yang sekarang sudah mempunyai pendengaran yang lebih tajam.


Mendengar bisik-bisikan dari orang-orang sekitar, Yanto tidak berani marah sama sekali. Bahkan dia semakin menundukkan kepalanya, dia tidak peduli sama sekali tentang harga dirinya yang sudah runtuh, "Apalah arti harga diri di bandingkan dengan keruntuhan keluargaku, apabila aku hari ini tidak mendapatkan pengampunan dari Farel' pikirnya.


Karena Farel mengetahui bahwa Yanto sudah betul-betul menyadari akan kesalahannya semenjak di telepon tadi, maka Farel pun memaafkan Yanto dan tidak mau lagi memperpanjang masalah ini. Sekalipun memang perbuatan Yanto sebelumnya sangat melukai hati dan perasaan Farel, tapi Farel sadar, bahwa setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan.


Apalagi Farel sadar, kehidupan kedua yang diperolehnya melalui System, mungkin juga adalah suatu kesempatan yang di berikan oleh yang maha kuasa kepada dirinya untuk sebanyak-banyaknya memberikan pengampunan kepada orang yang selama ini menindasnya, dan sebanyak-banyaknya melakukan kebajikan kepada orang-orang yang membutuhkan bantuannya di kehidupan kedua ini.


Apalagi, dirinya sudah bertekad untuk menggunakan kesempatan yang sangat langka ini untuk berbuat hal-hal yang dapat meringankan beban orang-orang yang tertindas dan teraniaya selama ini.


Mendengar pernyataan Farel yang bersedia menerima permohonan maafnya, Yanto pun segera berdiri tapi belum mau melihat wajah Farel, perasaannya sebenarnya sudah sangat lega. ' Hais, akhirnya... aku berhasil juga mendapatkan pengampunan dari orang yang selama ini saya tindas, saya tidak menyangka, bahwa ternyata Farel ini adalah pribadi yang mudah untuk memaafkan kesalahan orang lain, pokoknya mulai dari sekarang saya bersedia untuk menjadi pengikut setia orang ini.' pikir Yanto dalam hati.


Setelah mendapatkan pengampunan dari Farel, Yanto pun mengajak Farel ke dalan ruang privat yang sudah di pesannya sebelumnya, wajahnya pun sudah mulai ceria seperti sedia kala, dia telah berjanji kepada Farel, bahwa mulai saat ini, dirinya bersedia menjadi pengikut setia Farel kedepannya. Farel pun tidak menolak permintaan Yanto tersebut, karena Farel sudah mengetahui bahwa Yanto memang betul-betul tulus meminta maaf kepadanya, dan Yanto juga betul-betul serius untuk menjadi pengikutnya untuk kedepannya.


Setelah mereka berdua memasuki ruang privat, Yanto pun mempersilahkan Farel duduk terlebih dahulu, bahkan dia sendiri yang menarik mengatur tempat duduk Farel, supaya Farel bisa duduk dengan nyaman, sudah bagaikan pelayanan yang melayani Tuannya kalau melihat sikap Yanto kepada Farel saat ini.


Yanto pun langsung berkata kepada pelayan Restoran tersebut, "Pelayan! segera siapkan menu yang sudah saya pesan sebelumnya jangan lupa sekalian membawa Anggur terbaik di Restoran ini" ucap Yanto kepada pelayan tersebut dengan bersemangat.

__ADS_1


"Baik, segera kami persiapkan Tuan Muda" jawab pelayan itu dan bergegas kembali ke Pantry untuk mengambil hidangan yang sudah disediakan sebelumnya.


Setelah semua hidangannya telah tersedia, Yanto pun mempersilahkan Farel terlebih dahulu untuk mencicipi hidangan yang nampak lezat tersebut.


Farel tidak perlu sungkan lagi, menerima perlakuan dari Yanto, dia sangat memahami situasi hati Yanto saat ini, setelah dirinya memberikan kesempatan kepada Yanto untuk mengubah sifat dan perilaku buruknya selama ini.


"Sambil mereka menikmati hidangan yang berada di meja makan tersebut, Yanto tidak lupa untuk membuka sendiri minuman anggur yang sudah dia pesan sebelumnya dan mengisi gelas untuk Farel terlebih dahulu, baru kemudian dia mengisi gelasnya. Padahal, biasanya yang menuang minuman kepada tamu yang memesan minuman yang cukup mewah dan mahal tersebut adalah tugas langsung dari seorang pelayan Restoran yang bersangkutan.


Tapi kali ini, Tuan Muda Yanto berinisiatif sendiri untuk menggantikan tugas dari seorang pelayan Restoran itu. Bahkan, saking hatinya yang senang dan gembira dia menjumpai pelayan Restoran itu dan membisikkan sesuatu kepada pelayan tersebut.


Karena kebetulan yang melayani mereka adalah seorang pria, Yanto pun berkata, "Mas, Mas ngga papa stan by di luar saja, nanti kalau saya butuh sesuatu, saya panggil Mas saja, ini sebagai tips buat Mas, bagi-bagi sama temannya yang di luar" kata Yanto sambil memasukkan uang tips sebanyak lima ratus ribu rupiah kedalam kantong baju pelayan tersebut.


"Ooh, begitu ya Tuan. Baiklah, kalau begitu saya pamit keluar dulu, nanti kalau Tuan membutuhkan sesuatu, panggil saja kami, kami stand by di luar, dan terima kasih banyak atas tipsnya" balas pelayan itu sambil meninggalkan ruang privat tersebut.


Karena biasanya di Restoran kelas atas, apalagi di ruangan privat yang ruang lingkupnya terkadang tidak ter handle oleh pelayan Restoran, apabila customer membutuhkan sesuatu, maka salah satu pelayan tetap stand by dalam ruang privat tersebut.


Tapi memang sesuai kebutuhan saja, apabila si customer merasa terganggu privasinya dengan keberadaan si pelayan yang berada di ruangan tersebut, apalagi misalnya Customer datang dengan pasangannya, maka pelayan Restaurant tersebut bisa menanyakan kepada si Customer, apakah dirinya di butuhkan tetap berada disana atau tidak.


Tapi sangat jarang Customer yang berada di ruang privat, apalagi yang berpasangan membiarkan pelayan tetap stan by disana, untuk mengantisipasi hal itu, maka pihak Restoran sudah menyediakan tombol bantuan di setiap ruang privat, apabila Customer yang berada dalam ruangan tersebut membutuhkan bantuan, semisalnya menambah menu, maka Customer itu hanya perlu menekan tombol bantuan yang berada dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2