
*** Setelah Farel menutup layar transparan System, dia pun langsung menelpon orang kepercayaannya yang ada di Edward's Company. Farel ingin meminta No. telpon salah seorang yang bertanggung jawab pada Tim pengacara yang bernaung di bawah Edward's Company.
*** Adapun tujuannya sudah pasti ingin mengutus Tim ke Perusahaan Group Gunawan. untuk mengurus segala keperluan yang di butuhkan sebelum dia pergi ke perusahaan itu dalam rangka proses penanda tanganan pemindahan sahamnya yang ada di Group Gunawan menjadi atas nama dirinya sendiri.
*** Karena sedari awal dia sudah mencium adanya kong kali kong di dalam Group Gunawan tersebut, Dia tidak ingin kecolongan. Setelah no. telepon yang dia tuju tersambung, Farel segera mengatakan tujuannya tersebut, dan langsung di tanggapi oleh orang yang bersangkutan.
*** Kemudian dia segera menerima no. telpon yang dia inginkan dan menghubungi no. telpon itu. Di seberang Telpon terdengar suara seorang pria yang kedengarannya seperti sedang panik. "Hallo...Selamat Siang" kata pria tersebut.
*** "Hallo...selamat siang juga, perkenalkan saya Farel Bramasta, salah satu pemilik baru dari Group Edward's Company. Apakah saya betul sedang berbicara dengan Pak Albert? Penanggung jawab dari Tim Pengacara yang bernaung di bawah Edward's Company? tanya Farel.
*** "Oh, iya betul. Dengan saya sendiri, jadi ini Tuan Farel Bramasta? Pemimpin Group kami uang baru? Maaf Bos, apakah kira-kira ada yang bisa saya bantu Bos? balasnya dengan sedikit gugup.
*** Pria tersebut terdengar gugup bukan karena terjadi sesuatu hal yang membahayakan. Pria itu gugup karena baru saja mendengar dari Direktur Perusahaan Pusat mereka bahwa Bos Besar mereka yang baru akan menelfon ke Markas besar Tim Penasehat Hukum mereka.
*** Pria itu tidak mau kalau sampai Bos Besar mereka yang baru ini, menemukan satu celah yang dapat merugikan jabatannya yang sekarang dia pegang. Karena selama ini dirinya sudah sangat nyaman dengan jabatan yang di duduki itu. Jadi dia berusaha sebisa mungkin untuk tidak panik dan tetap terdengar berwibawa dalam menjawab panggilan dari Bos Besarnya yang baru ini.
*** Tapi sebesar apa pun usaha yang dia persiapkan untuk menghadapi panggilan telepon dari Bos Besarnya tersebut, hasilnya ya, nampak dari saat ini yang dia masih terdengar panik dan gugup.
*** Kerena sebelum Pria itu menerima panggilan telepon dari Bos Besarnya, Direktur perusahan pusat sudah mengatakan tentang siapa dan berapa usia dari Bos baru mereka ini.
__ADS_1
*** Dia pun sama seperti orang yang sebelumya mengetahui tentang siapa Bos baru mereka, Pria itu pun tidak menyangka sama sekali bahwa Bos Besar mereka yang Baru ternyata adalah seorang pemuda yang masih berusia kurang lebih 25 thn.
*** Dan dirinya juga persis sama seperti yang lainnya. begitu mereka mengetahui, bahwa Bos baru mereka masih sangat muda, hal pertama yang mereka lakukan adalah mencoba mencari rekam jejak dari si Bos, berupa siapa saja keluarganya, berapa total asetnya, dimana tempat lahirnya, dsb. Tapi ujung-ujungnya hanya berakhir dengan kekecewaan.
*** "Iya, Betul. Pak Albert, Saya Farel Bramasta, yang kebetulan baru-baru ini membeli saham group Edward's sebesar 60 %. Jadi begini Pak Albert, kebetulan saya juga baru saja mengakuisisi Perusahaan Group Gunawan sebesar 51 %, jadi berhubung saya belum ada waktu untuk pergi kesana dalam rangka penanda tanganan pemindahan saham, jadi saya minta tolong Pak Albert dan kawan-kawan untuk mengutus satu tim dari pihak Penasehat hukum kita untuk berangkat kesana, dalam rangka mempersiapkan segala keperluan yang di butuhkan dalam proses pemindahan saham tersebut, apakah kira-kira bisa Pak Albert?" tanya Farel.
*** "Oh, begitu yah Tuan Farel. Kalau masalah itu, kami siap berangkat Tuan Farel. Tuan tidak perlu khawatir kami akan menanganinya dengan sebaik mungkin." ucap Albert kepada Bos baru nya tersebut.
*** "Oh, begitu ya pak Albert. Baiklah kalau memang seperti itu, masalah ini saya percayakan kepada Pak Albert, sebelumnya saya ucapkan terimakasih." kata Farel.
*** "Baik, sama-sama Bos, Bos tidak perlu sungkan. Memang sudah menjadi tugas kami untuk melayani Bos dengan segenap kemampuan yang kami miliki." kata Albert dengan mengganti sapaan Tuan menjadi Bos. Karena dia merasa panggilan tersebut terdengar lebih akrab, dan Farel pun tidak mempermasalahkan panggilan tersebut.
*** Pada saat dirinya sedang melamun sambil tersenyum, dia mendengar suara yang khas di telinganya sedang menyapanya sambil tersenyum indah. Yang ternyata adalah pujaan hatinya Airine, "Sayang, sedang mikirin apaan sih? kayaknya ceria banget, cerita dong ke aku, jangan cuman di nikmati sendiri perasaan senangnya." ucap Airine.
*** "Owh, iya sayang, ngga apa-apa hanya sedang merasa senang aja, tidak menyangka kalau kita akhirnya bisa melewati cobaan ini sayang." balas Farel mencoba menutupi kebahagiaannya atas semua yang di berikan oleh System misterius ini kepadanya.
*** Farel sementara hanya bisa mengatakan hal seperti itu dulu kepada kekasihnya Airine, sebab tidak mungkin Farel mengatakan tentang semua yang di berikan oleh System terhadapnya. Lagian, sekalipun dia mengatakan hal tersebut, siapa yang akan memercayai tentang keberadaan System tersebut? pastinya Farel akan kewalahan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari orang lain nantinya.
*** Kemudian Airine pun berkata, "Ohh, seperti itu ya, sayang. Baiklah kalau memang seperti itu. Memang saya juga tidak menyangka sayang, di saat semua orang sudah merasa putus asa, kamu tiba-tiba bangun dari mati suri mu dan membalikkan keadaan yang sempat mustahil untuk di kembalikan lagi" ucap Airine kepada kekasihnya Farel.
__ADS_1
*** Mendengar perkataan mati suri dari kekasihnya, Farel pun sedikit mengernyitkan keningnya dan berkata kepada Airine, "He,! Iya ,sayang, emang saya sempat mati suri! dari mana kamu tau kalau aku sempat mati suri, kalau memang benar demikian, berapa lama aku sempat mati suri sayang? tanya Farel kepada Airine.
*** Mendengar kekasihnya yang mengajukan beberapa pertanyaan sekaligus, Airin langsung menyunggingkan senyum manisnya kepada Farel, "Hmm..." Airine menghela nafas, kemudian dia pun berkata. "Sayang...kamu memang ngga sadar sama sekali, kalau kamu memang sempat sudah kami kira meninggal? makanya saya sempat sangat khwatir sama kamu sayang...asal kamu tau sayang, kamu itu sudah tidak ada menunjukkan tanda-tanda kehidupan selama kurang lebih tiga puluh menit. Kamu sebenarnya kenapa sih sayang? Kok tega membuat diriku sampai sangat khawatir gitu," ucap Airine.
*** "Ohh, seperti itu ya sayang, kalau begitu aku minta maaf ya sayang, karena telah membuat dirimu merasakan khwatir yang sangat dalam, aku sama sekali tidak menyadarinya sayang, yang pasti setelah aku di hajar bertubi-tubi oleh Anak buah Yanto, saya hanya merasakan badanku remuk semua, dan tidak berdaya lagi untuk melanjutkan perlawanan, lalu saya merasa kalau saya langsung ketiduran, kemudian saya tidak menyadari lagi apa yang terjadi selanjutnya" ucap Farel mencoba menutupi apa yang dia dapatkan setelah hampir menghembuskan nafas terakhirnya.
*** "Iya, sudah sayang, kalau begitu kita lupakan saja apa yang sudah terjadi, yang penting sekarang semuanya sudah baik-baik saja, kita bisa tetap melanjutkan perjalanan hidup kita kedepannya, mudah-mudahan tidak ada tragedi semacam ini untuk kita kedepannya," kata Airin.
*** "Iya, sayang, pokoknya kamu tenang saja yah, saya pastikan tidak ada lagi yang akan melakukan hal semena-mena terhadap kehidupan kita kedepannya." ucap Farel mencoba meyakinkan Airine.
*** "Baiklah kalau seperti itu sayang, saya yakin dan percaya melihat keahlian bertarung kamu dan beberapa orang yang menelepon kamu dengan memberitahukan bahwa kamu sudah menjadi pemilik saham terbesar di beberapa Properti Perusahaan yang terkenal itu, khususnya saham Properti Group Keluarga Gunawan itu, saya sudah lebih percaya bahwa kedepannya masalah kita akan jauh dari gangguan si Yanto bere**k itu sayang" kata Airine dengan masih sedikit kesal akan kelakuan si Yanto tersebut.
*** "Iya, sayang di tambah lagi dengan adanya bantuan dari Tim pengacara yang bernaung di bawah Group Edward"s kedepannya kita akan lebih mudah menghadapi orang yang masih berani cari masalah dengan kita," balas Farel.
*** "Eh, tapi ngomong-ngomong kok bisa sayang, setelah kamu terbangun dari keadaan mati suri tadi, tiba-tiba kamu bukan cuma mendapatkan kekuatan yang sangat hebat dalam bertarung, tapi kamu juga sekalian mendapatkan saham terbesar dari Beberapa properti-properti perusahaan yang terkenal tersebut." tanya Airine penasaran.
*** Huff, Farel merasa terkejut akan pertanyaan dari kekasihnya. Pertanyaan yang agak dia khawatirkan akhirnya muncul juga, sebenarnya bisa saja dia tidak perlu menjawab pertanyaan dari kekasihnya tersebut, tapi Farel khawatir Airine bakal semakin curiga dan makin banyak pertanyaan yang akan muncul dalam hati kekasihnya itu.
*** Bagaimanakah kisah selanjutnya? apakah Airine akan mendapatkan jawaban yang memuaskan perasaannya? Lalu bagaimana cara Farel memberikan jawaban yang Airine butuhkan? sebaiknya kita saksikan saja di Episode berikutnya. jangan lupa dukungannya ya Guys, dengan cara meninggalkan kritik, saran atau masukan yang bisa lebih memotivasi author dalam melanjutkan kisah ini. Maaf dalam beberapa hari ini tidak sempat menulis untuk up date, di karenakan kesibukan dalam pekerjaan. mohon maklum, terimakasih...
__ADS_1