
Setelah mendengar perintah dari Tuan mereka, para pengawal itupun mau tidak mau harus bergerak. Meskipun mereka tidak lagi percaya diri untuk menang jika menghadapi Farel, tapi karena ini sudah perintah dari majikan mereka, maka mereka sudah tidak ada pilihan lain.
Mereka bertiga sebenarnya dalam suasana hati yang dilema. Mengapa bisa seperti itu? ya, karena mereka sudah tau, bahwa sekalipun mereka melawan, tidak ada peluang menang sama sekali. Tapi, kalau mereka tidak melawan, maka pastinya mereka di anggap tidak mematuhi perintah majikan. Yang pasti, mereka saat ini bisa di istilahkan ibarat makan buah simalakama, menuruti perintah beresiko celaka, tak menuruti perintah lebih beresiko celaka lagi. Mereka merasa miris di hati mereka.
Dengan bermodalkan peluang menang di bawah 10 %, mereka bertiga pun memberanikan diri untuk menyerang Farel bersama-sama. Mereka hanya berharap, kalau lawan yang mereka hadapi ini, mau bersikap sedikit lunak kepada mereka. Kalau tidak mereka sudah bisa menebak bakal seperti apa nasib mereka selanjutnya. Pasti nasib mereka bakal sama seperti teman mereka sebelumnya.
Semenjak tadi, Farel sudah memperhatikan keraguan yang ada di wajah ketiga pengawal Faisal itu. Dia sudah bisa sedikit menebak, bahwa sebenarnya, ketiga pengawal ini tidak ingin maju untuk menyerangnya. Mereka hanya terpaksa karena di perintahkan oleh majikan mereka.
Beda dengan pengawal yang sudah terkapar tadi. Kalau yang tadi, memang orang itu tetap hanya menjalankan perintah dari majikannya, tapi sedari awal dia sudah memiliki niat untuk langsung melumpuhkan Farel. Dia tidak ada keraguan sedikitpun sebelum menyerang Farel. Meskipun begitu, Farel tidak mau juga sampai membuat orang suruhan itu langsung kehilangan nyawa.
Farel masih agak menahan kekuatannya, dan hanya membuat orang tersebut pingsan saja. Hal itupun dia lakukan, dengan tujuan hanya untuk menunjukkan kekuatannya semata kepada para Tuan Muda Kaya Yang amat sombong tersebut. Atau bisa di bilang, Farel hanya sekedar ingin menggertak mereka-mereka.
Farel berharap, dengan dia menunjukkan sedikit kekuatannya, para Tuan muda tersebut bisa langsung menyerah dan tidak meneruskan pertikaian yang hanya menimbulkan korban ini. Ya, mau bagaimana lagi, pikiran Farel saat ini, atau tepatnya cara berpikir Farel setelah dirinya di berikan kesempatan kehidupan kedua melalui System, dia punya pemikiran bahwa setiap masalah tidak bisa semerta-merta mesti diselesaikan dengan kekerasan yang beresiko menyebabkan celaka bahkan kehilangan nyawa.
Akan tetapi, melihat situasi dan kondisi di lapangan, nampaknya cara berpikir baru yang Farel miliki, sangat jauh bertolak belakang dengan cara berpikir orang-orang. Apalagi orang-orang yang merasa memiliki pendukung kuat di belakangnya.
Kebanyakan orang yang merasa memiliki Bekingan kuat, mereka taunya hanya menindas orang, kalau mereka merasa tidak suka dengan gaya dan perilaku seseorang, mereka tidak segan-segan membuat orang tersebut babak-belur bahkan kehilangan nyawa. Beberapa kasus perbuatan menghilangkan nyawa seseorang, rata-rata pelakunya adalah orang yang merasa memiliki bekingan kuat. Sisanya adalah orang-orang yang memang sudah lama bergelut di dunia kriminal.
__ADS_1
Mengapa saat ini? mengambil paksa nyawa seseorang tanpa alasan yang jelas, seolah sudah jadi hal yang biasa? apalagi bagi orang-orang yang memiliki bekingan kuat di belakangnya? bahkan tidak jarang terdengar berita si A membunuh si B hanya karena masalah sepele, kadang hanya masalah si B misalnya menyinggung perasaan si A padahal pemicu yang menyebabkan konflik di antara si B dan si A masih belum jelas, tapi si A sudah langsung main hakim sendiri dengan cara mengeksekusi si B. sungguh ter...la...lu.
Apakah di jaman sekarang ini, rata-rata manusia sudah tidak lagi memiliki hati nurani? apakah mereka-mereka tidak lagi memandang hukum di negara ini? apakah manusia-manusia jaman sekarang, memang sudah tidak begitu takut lagi dengan ancaman penyiksaan api neraka yang selalu di gaung-gaungkan oleh setiap aliran kepercayaan?
Padahal jelas-jelas setiap aliran kepercayaan mengatakan dengan tegas kepada setiap pengikutnya, "Bagi setiap orang yang sengaja dengan kesadaran sendiri maupun di pengaruhi oleh orang lain, untuk melakukan kejahatan ringan maupun berat dengan sampai merampas secara paksa nyawa orang lain, maka bersiaplah menerima hukuman pedih di akhirat nanti, api neraka yang panasnya sangat dahsyat akan menantimu" itulah peringatan yang rata-rata di sampaikan oleh aliran kepercayaan kepada setiap pengikutnya.
Sudah seperti itupun ancamannya, tetap saja banyak orang yang melakukan tindakan kejahatan dan tidak berprikemanusiaan. padahal, kita katakanlah ancaman itu adalah ancaman akhirat yang setiap orang belum bisa memastikan kapan akan datang. Tapi, ancaman hukuman di dunia inikan cukup berat juga bagi para pelaku kejahatan, bahkan para pelaku kejahatan ekstrim yaitu melalukan pembunuhan yang sudah direncanakan sebelumnya, maka ancaman hukumannya adalah hukuman mati.
Tapi tetap saja ancaman hukuman dunia dan akhirat tersebut, tidak mengurangi pelaku tindak pidana kejahatan di setiap negara. Kita jadi bertanya-tanya 'Sebenarnya siapa yang patut di per salahkan, dalam situasi ini?apakah orang-orang yang sudah betul-betul kehilangan hati nuraninya kah? para penegak hukumnya kah? atau sanksi hukumannya yang masih kurang beratkah? Tapi, apakah masih ada hukuman yang lebih berat dari hukuman mati? susah untuk menjawabnya, Mungkin kita hanya bisa bertanya pada rumput yang bergoyang, seperti salah satu lirik lagu tersebut.
*** Kembali ke Pengawal Faisal yang hendak menyerang Farel ***
Kemudian, Farel melihat ketiga orang itu menyerangnya dengan sangat cepat. Kalau seandainya Farel belum memiliki kekuatan dari System, mungkin dia akan langsung tewas saat serangan ketiga orang ini mengenai tubuhnya. Tapi sekarang dengan adanya kekuatan System dalam dirinya, serangan semacam ini hanya serangan biasa baginya.
Terdengar suar angin mendesir, wushhhh ... wushhhh ... wushhhh ... tanda ketiga orang itu menyerang secara serempak.
Tuan muda Faisal itu dan Tuan-tuan muda lainnya yang berada disana, sangat yakin kalau kali ini Farel tidak akan bisa bertahan melawan ke tiga pengawal tersebut. Tapi di detik berikutnya, mereka semua membelalakkan matanya.
__ADS_1
Buk ... !!! Buk ... !!! Buk ...!!! Gedebuk ...!!!
"Aahhh ... Aahhh ... Aahhh ..." terdengar suara jeritan histeris. Ketiga orang itu sudah terlempar dan terhempas ke tembok.
Ada orang yang awalnya menutup matanya karena tidak sanggup melihat akhir dari kejadian itu, mengira suara jeritan kesakitan itu berasal dari Farel. Tapi setelah dia mengamati lagi, 'kok, suara jeritannya berbeda-beda' pikirnya. Kemudian dia pun segera membuka matanya karena penasaran. Bulu kuduknya pun langsung berdiri karena melihat hasil dari pertempuran tersebut.
Ya, benar saja, begitu ke tiga orang itu sudah hampir menyentuh tubuh Farel, Farel pun langsung beraksi dengan meninju dan menendang ketiga orang itu dengan sangat cepat. Saking cepatnya, orang-orang itu tidak bisa melihat dengan jelas pergerakan tangan dan kaki Farel, saat melawan ke tiga pengawal tersebut.
Hanya membutuhkan waktu sekitar lima detik, ketiga pengawal itupun sudah senasib dengan teman mereka sebelumnya, terkapar tak berdaya. Untung saja ruang privat itu lumayan besar, kalau tidak pengawal yang terlempar itu bisa-bisa mengenai tubuh Faisal dan teman-temannya.
Faisal dan teman-temannya yang menyaksikan kejadian itu, sontak merasa ngeri dan ketakutan. Kaki mereka sudah gemetaran, bahkan ada yang sudah memegangi lututnya agar dia tidak tumbang.
Farel belum menggunakan seluruh kekuatannya, pada saat menghadapi ketiga pengawal itu. Palingan dia masih menggunakan 30 % dari total kekuatannya saat ini. Makanya para pengawal itu masih bisa bernapas. kalau tidak, dengan kekuatan Farel yang dia miliki, bisa-bisa para pengawal itu sudah tewas mengenaskan.
Pada saat Farel sudah membuat orang-orang itu terkapar, dia masih sempat mengatakan,
"Lemah ..." ucap Farel kepada para pengawal tersebut. Salah satu pengawal yang terkapar pingsan seketika selepas mendengar ejekan dari Farel. Padahal sebelumnya dia masih berusaha untuk mempertahankan kesadarannya.
__ADS_1
Perkataan Farel itu sontak membuat Faisal hampir menangis. Perasaannya bagai tersayat-sayat oleh sebuah pisau yang sangat tajam. Padahal dia tau sendiri, tingkat bela diri para pengawalnya tersebut. 'Apakah orang ini masih manusia? pengawalku yang terkenal kuat itu tidak sanggup memberikan perlawanan sedikitpun? sekuat apa sebenarnya orang ini.' pikir Faisal.
Bagaimanakah kelanjutan ceritanya? apakah Farel akan membuat Para Tuan Muda kaya sombong itu babak belur, atau bahkan para pemuda sombong itu masih memiliki trik yang lain untuk melawan Farel? sebaiknya kita saksikan saja di Episode selanjutnya, thank you.