
***Setelah mendengar ancaman balik Farel, Yanto pun semakin menunjukkan wajah yang rumit, 'Dari mana datangnya kepercayaan diri anak ini,? makanya berani-beraninya dia mengatakan akan menghancurkan keluargaku? apa dia pikir keluarga Gunawan itu keluarga kelas teri? keluarga Gunawan itu telah berdiri selama ratusan tahun dan kekuatannya pun sudah termasuk urutan 10 besar di negara ini dan urutan pertama di provinsi ini.'
***'Tapi kok, dengan seenaknya anak ini mengatakan kalau dia ingin menghancurkan keluarga ku? apa dia memang memiliki sesuatu di lengan bajunya? apakah aku telah benar-benar salah menindas orang kali ini? kalau memang seperti itu, bakal kacau ini urusannya.' Pikir Yanto.
***Kemudian Yanto pun masih memberanikan diri dan berkata pada Farel, "Farel! aku akui, kamu memang hebat dalam bertarung, dan aku juga tidak tau dari mana datangnya keberuntungan mu saat ini. Tapi, apakah kamu yakin kamu bisa menghadapi semua kekuatan keluargaku? apa kamu tidak tau kalau keluargaku sudah berdiri sampai ratusan tahun? dan keluargaku sudah termasuk keluarga paling kuat di provinsi ini?" ucap Yanto dengan masih tetap mempertahankan sikap sombongnya.
***"Yanto, Huh!!! tak kuduga kamu masih tetap mempertahankan sikap sombong mu itu, apa kamu belum juga sadar? apa kamu belum juga memahami akan situasi saat ini? asal kamu tau! Aku tidak perduli, kalau keluargamu adalah keluarga yang sangat kuat di provinsi ini, dan sudah berdiri hingga ratusan tahun. Maupun keluargamu terkuat di seluruh negara ini dan bahkan sudah berdiri hingga ribuan tahun, aku tetap tidak perduli!" kata Farel dengan emosi yang sudah memuncak.
***Mendengar perkataan Farel yang tidak ada rasa takut sedikitpun mendengar kekuatan dan kekuasaan keluarganya, ekspresi Yanto pun semakin rumit. 'Hmm...! nampaknya memang Anak ini benar-benar memiliki sesuatu di lengan bajunya. Bagaimana ini, aku trus lanjut melawannya, atau mending aku menyerah saja yah?! Tapi mending aku menyerah saja dulu, selain bisa memantau keadaan kedepannya, sekalian meminimalisir resiko yang bakal lebih merugikan keluarga kami, daripada sekarang saya belum tau keadaan sebenarnya.'
***'Kalau misalkan saya terus melawan dan ternyata dia emang benaran punya seseorang di belakangnya yang bahkan lebih kuat daripada keluarga kami, kan lebih repot.' pikiran-pikiran ini lah yang sekarang lagi berkutat di dalam diri Yanto.
***Melihat Yanto yang nampaknya sedang berpikir keras. Farel pun tau, kalau Tuan Muda Yanto ini nampaknya sudah sedikit lebih waspada dan menimbang-nimbang langkah terbaik yang selanjutnya akan dia ambil.
***Kemudian Farel berkata, "Yanto, bagaimana? apakah kamu masih lanjut melawanku atau menyerah? kalau masih mau lanjut? sini! segera hadapi aku! kalau kamu masih mau minta bantuan yang lain! silahkan panggil bantuanmu, aku akan menunggu disini! tapi kalau kamu merasa tidak ingin lagi melanjutkan pertarungan ini, segera enyah dari hadapanku! jangan sampai aku berubah pikiran" ujar Farel.
***Selama Yanto masih berpikir, akan langkah yang akan dia ambil selanjutnya, tiba-tiba ponsel Farel berdering, menandakan adanya panggilan masuk di HP nya. kemudian Farel pun segera melihat layar HP nya, tapi sebelum dia mengangkat telponnya, Farel sejenak mengerutkan keningnya karena melihat panggilan di HP nya adalah No. tak dikenal.
***'Siapa pula lagi ini' pikir Farel. Tapi sesaat kemudian dia pun mengangkat panggilan tersebut, dan terdengar suara orang asing diseberang telpon "Hallo, selamat siang! apa betul ini dengan Tuan Farel Bramasta?" Tanya suara panggilan telepon itu.
***"Iya, betul! dengan saya sendiri, maaf kalau boleh tau dengan siapa saya berbicara dan ada keperluan apa?! tanya Farel dengan suara sedikit ketus. Karena dirinya merasa sedikit kurang nyaman dengan panggilan telepon yang timingnya tidak tepat menurut Farel.
***"Sebelumnya saya mohon maaf Tuan Farel, kalau sekiranya anda terganggu dengan panggilan saya, perkenalkan saya atas nama Anthoni Key, saya Direktur umum dari Edward's Company, Saya hanya sekedar memberitahukan bahwa kami menerima laporan bahwa Tuan Farel telah mengakuisisi saham Group perusahaan kami sebesar 60 persen."
__ADS_1
***Disini saya sebagai perwakilan dari Group Edward's hanya sekedar mau mengkonfirmasi, kapan Tuan Farel ada waktu untuk datang ke perusahaan dalam rangka penanda tanganan Berkas-berkas serah terima saham yang sudah anda akusisi." Kata suara orang di seberang telepon.
***Mendengar pernyataan orang di seberang telepon, Farel pun sedikit terkejut. Karena dia merasa kok secepat itu System bertindak untuk memproses Akuisisi pembelian saham dari Group perusahaan sebesar itu, padahal Farel tau sendiri Edward's Company ini bukanlah sebuah perusahaan yang kecil, produk perusahaan mereka tidak hanya bergerak hanya satu bidang usaha.
***Group Perusahaan ini bergerak di beberapa bidang usaha dan jasa, termasuk juga salah satu bidang usaha jasa Penasehat hukum atau lebih tepatnya perhimpunan Pengacara/Lower. Pengacara-pengacara disana bukanlah pengacara-pengacara sembarangan, pengacara disana terdiri dari pengacara terkenal di indonesia. Bahkan ada beberapa Pengacara Tingkat Internasional.
***Kemudian Farel segera mengubah nada suaranya yang tadinya dia sedikit bernada ketus, sekarang dia mengubah nada suaranya menjadi nada tegas."Oh, Pak Anthony dari Group Edward's rupanya," jawab Farel. "Maaf Pak Anthony, tadi saya kira siapa, soalnya tak ada nama pemanggil Pak Anthony di HP saya" lanjut Farel lagi.
***Oh, ngga apa-apa Tuan Farel. Tuan Farel tidak perlu minta maaf, seharusnya saya yang minta maaf. Kerena mungkin gara-gara panggilan saya Tuan Farel jadi merasa terganggu, sekali lagi saya minta maaf" ucap Anthony dengan nada sopan sekaligus segan karena perasaan canggung dihatinya.
***Kenapa Anthony tidak merasa segan dan canggung coba, malah rasa segan Anthony bukan seperti rasa segan antara bawahan dengan Atasan, tapi rasa segan nya malah lebih dominan menjadi rasa kagum, salut dan heran.
***kenapa bisa seperti itu? karena Anthony tidak mengira sama sekali, dengan memper hitungkan besarnya aset dari Group Edwards, yang sampai hari ini bisa di taksir berkisar antara $ 200 - 300 Milyar USD. Rupanya orang yang membeli mayoritas saham perusahaan mereka adalah seorang Anak muda yang bahkan menurutnya belum genap berusia 25 tahun.
***Satu hal lagi yang membuat Anthony semakin salut dan kagum adalah, dalam penyelidikannya Anthony tidak bisa menyelidiki total semua aset yang dimiliki Farel apalagi Transaksi-transaksi pembelian Aset-aset Farel, karena semua berstatus sangat rahasia. Tentu saja hal itu adalah hasil perbuatan dari System.
***Meskipun begitu, Anthony masih bisa mengetahui bahwa 51 persen saham Group Keluarga Gunawan juga telah di akuisisi oleh orang yang sama dengan orang yang meng akuisisi saham Group perusahaannya.
***Anthony juga tau dan sangat mengenal Group Perusahaan Keluarga Gunawan ini, Total Aset dari Group perusahaan itu hampir sama dengan Total aset perusahaan mereka. Jadi dari situ saja Anthony kira-kira sudah mengetahui perhitungan kasar sementara Total Aset dari Farel. Maka dari itu dirinya semakin salut dan Kagum terhadap Farel.
***Kemudian Farel berkata lagi pada Anthony, "Pak Anthony, sudah lah mari kita kesampingkan saja dulu rasa saling sungkan ini, adapun tentang aku yang mengakuisisi saham group perusahaan Bapak, memang itulah kenyataannya."
***"Pembelian saham tersebut memang di lakukan oleh salah satu orang kepercayaanku dan untuk masalah penandatanganan pengalihan saham, saat ini saya belum ada waktu, mungkin besok atau lusa saya akan sempatkan kesana, dan untuk sementara ini semua urusan saya percayakan dulu sama Pak Anthony."
__ADS_1
***"Saya yakin Pak Anthony sudah lebih paham mengenai segala sesuatunya disana, mengenai kegiatan perusahaan biarkan saja dulu berjalan seperti biasanya, nanti kalau saya sudah ada waktu kesana baru kita bicarakan langkah-langkah selanjutnya" kata Farel pada Anthony.
***"Oh, begitu yah Tuan Farel. Baiklah kalau emang seperti itu keputusan Tuan Farel, Kami akan menunggu Tuan Farel untuk datang ke perusahaan, dan untuk kepercayaan Tuan Farel kepada saya, sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih. Tuan Farel tenang saja, pokoknya saya akan berusaha sebisa mungkin untuk tidak mengecewakan kepercayaan yang Tuan Farel berikan kepada saya." jawab Anthony.
***"Oke, baiklah seperti itu dulu Pak Anthony. Berhubung karena saya masih ada urusan, mari kita akhiri saja dulu pembicaraan ini" kata Farel.
***"Oh, siap! baiklah kalau seperti itu Tuan Farel, saya akhiri dulu panggilan saya. Selamat siang, semoga hari Tuan Farel menyenangkan" ucap Anthony.
***"Oke, terimakasih. Selamat siang!" balas Farel, kemudian Farel pun mengakhiri panggilan tersebut.
***Setelah panggilan dengan Anthony tersebut berakhir, barulah Farel mengecek jumlah saldo di rekeningnya yang dari tadi belum sempat dia periksa.
***Setelah dirinya mengecek saldo di Rekeningnya tersebut, dia pun tersenyum karena kagum melihat jumlah saldo yang Fantastis di Rekeningnya yang mencapai $ 100.000.000.000 USD/ Seratus Milyar Dolar Amerika Serikat lebih sedikit. Adapun lebih sedikitnya itu adalah saldo di rekening Farel sebelumnya.
***'Hmm...,betul-betul System Ajaib dan Mistrius' pikir Farel. 'Ini adalah uang cash yang bisa saya cairkan kapan saja, beda dengan aset dari Group Edwards's dan Group keluarga Gunawan, walaupun memang bisa saja saya menjual lagi semua aset itu, tapi itu masih memerlukan beberapa prosedur. Sementara uang yang ini bisa langsung kalau mau di pakai untuk belanja sesuatu, Terimakasih System.' ucap Farel dalam hati.
***Pada saat dirinya masih dalam suasana hati yang senang karena memikirkan akan apa yang dia peroleh dari keajaiban System, Farel tiba-tiba mendengar adanya suara seseorang yang membuyarkan lamunannya, dan tenyata itu adalah suara kekasihnya yaitu Airin.
***"Sayang, sedang mikirin apa? Kok senyum-senyum sendiri" tanya Airin.
***"Eh..oh..iya Sayang," jawab farel dengan sedikit gelagapan, karena lamunannya tiba-tiba buyar akibat panggilan dari kekasihnya Airin. "Iya sayang, ngga ada apa-apa sayang, cuman memang lagi senang saja karena akhirnya kita akan segera keluar dari masalah yang melilit kita belakangan ini" jawab Farel dengan sedikit berbohong untuk menutupi apa yang dia dapatkan dari System.
***Bagaimanakah kisah selanjutnya...? apakah Farel akan tetap melanjutkan masalah dengan Yanto, bahkan akankan Farel bakal sampai menghabisi Yanto, untuk melepaskan rasa sakit hatinya kepada Yanto? ataukah Farel bakal melepaskan Yanto kali ini, dan memberikan kesempatan kepada Yanto untuk berubah? Mari kita saksikan saja di episode selanjutnya.
__ADS_1