**Harapan Terakhir**

**Harapan Terakhir**
Episode 18 Pengacau


__ADS_3

Pada saat Yanto dan Farel sedang asyik mengobrol sambil menikmati hidangan yang berada di depan mereka. Mereka tidak mengetahui kalau di luar sedang terjadi keributan.



Ya, keributan itu berasal dari sekelompok Anak muda yang nampaknya Anak-anak orang kaya, dilihat dari pakaian mereka, serta aksesoris yang mereka pakai dan mobil-mobil yang mereka kendarai adalah merk-merk terkenal dan yang pasti memiliki harga yang fantastis.



Mereka dengan keangkuhan dan arogansinya, mencoba menerobos langsung ke ruangan yang sedang di tempati oleh Yanto dan Farel saat ini. Mereka tidak perduli dengan penjelasan beberapa orang pegawai yang sedang bertugas pada saat itu.



Sekalipun para petugas itu sudah menjelaskan, kalau ruang privat yang ingin mereka gunakan saat ini sudah ada dua orang yang mengisinya, bahkan pegawai itupun sudah memberi tahu status orang yang berada dalam ruangan tersebut, Mereka sama sekali tidak menghiraukan penjelasan dari pegawai Restoran tersebut.



Mereka hanya ingin menggunakan ruang privat yang saat ini sedang di pakai oleh Yanto dan Farel. Padahal, masih ada ruang privat lain yang bisa mereka gunakan. Tapi karena mereka memang kali ini sengaja ingin membuat keributan, makanya mereka hanya ingin menggunakan ruang privat yang sudah ada pengunjung tersebut.



Karena pegawai-pegawai yang sudah mencoba menjelaskan status ruang privat tersebut, tidak sedikitpun digubris oleh Anak-anak muda kaya yang sombong itu, Pegawai-pegawai Restoran tersebutpun tidak bisa lagi mengatakan apa-apa maupun berbuat apa-apa.



Mereka hanya bisa pasrah, melihat Anak-anak orang kaya tersebut mencoba membuka langsung pintu ruang privat yang di tempati oleh Yanto dan Farel. Mereka hanya bisa menghela nafas dan sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. 'Pasti sebentar lagi, akan terjadi kekacauan di dalam sana' pikir salah satu pegawai Restoran itu.



Kalau mereka memaksakan diri untuk menghalangi tindakan Anak-anak orang kaya ini, yang ada mereka yang akan babak belur di hajar oleh orang-orang itu, sekalipun Manager Restaurant yang kebetulan ada urusan di luar, bahkan pemilik Restoran ini sendiri yang menghadapi orang-orang ini, belum tentu mereka juga bisa menghalau orang-orang yang membuat kekacauan ini, apalagi lah mereka yang hanya pegawai-pegawai biasa.


__ADS_1


Yanto dan Farel masih asyik mengobrol dan menikmati hidangan sambil sesekali meminum minuman anggur yang cukup mewah tersebut, tiba-tiba mendengar suara pintu yang di buka secara kasar.



Mereka awalnya mengira bahwa itu hanya perbuatan orang yang iseng, atau unsur tidak sengaja dari salah satu pegawai Restoran tersebut. Tapi ternyata dugaan mereka salah,



Bruk...!!! terdengar suara pintu yang di buka dengan kasar.



Yanto dan Farel langsung mengarahkan pandangan mereka ke asal suara tersebut. Mereka langsung menyipitkan mata mereka, setelah melihat beberapa pemuda yang berpakaian modis.



"Siapapun yang berada di ruangan ini, harap segera keluar! kami ingin memakai ruangan ini untuk bersenang-senang" kata salah satu pemuda kaya itu dengan pongahnya.




Tapi kali ini, mereka nampaknya terlalu meremehkan orang yang berada dalan ruang privat tersebut. Walaupun mereka sudah mengetahui bahwa salah satu orang yang berada dalam ruangan ini adalah Tuan Muda Yanto, mereka sama sekali tidak perduli.



Apalagi, mereka sudah mengetahui informasi, bahwa lebih dari separuh saham dari Group Gunawan tiba-tiba di akuisisi oleh seorang yang masih misterius bagi mereka, kalau dulu, mungkin mereka masih sedikit menghargai keberadaan Tuan Muda Yanto ini, tapi sekarang, kondisinya sudah berbeda.



"Hey, b\*\*\*\*\*\*k! apa kalian tidak mendengar apa yang saya katakan?! kalau kalian tidak ingin kami usir secara paksa, segera kalian angkat kaki dari tempat ini secara baik-baik!" bentak orang yang berbicara barusan.

__ADS_1



Melihat kesombongan orang-orang yang ada di hadapan mereka yang semakin menjadi-jadi, Yanto dan Farel pun mulai terpancing emosinya. Kemudian, Yanto pun terlebih dahulu berbicara kepada orang yang membentak mereka tersebut. "Baj\*\*\*\*n, kalian pikir karena kami Diam saja, kami adalah orang yang mudah kalian tindas? dari mana asal keberanian kalian hah!" ucap Yanto dengan sedikit berapi-api karena saking emosinya.



Sebenarnya, kalau tak ada Farel disini, Yanto tidak begitu berani untuk membentak orang-orang ini. Dia sadar dengan kondisinya saat ini, dia tidak akan sanggup untuk menyinggung orang-orang yang ada di hadapannya tersebut. Kalau seandainya itu dulu, dia masih berani untuk sedikit unjuk gigi. Meskipun begitu, dengan adanya Farel sekarang sebagai pendukungnya, dia sangat yakin, kalau sebentar lagi orang-orang sombong ini akan bertekuk lutut meminta ampun.



Mendengar perkataan Yanto yang meskipun mereka tau keadaan keluarganya saat ini, tapi masih berani tetap berkata arogan kepada mereka, mereka sedikit mengernyitkan dahinya, mereka berpikir 'sudah tau keadaan keluarga mereka saat ini, sedang down. Tapi kok, masih berani saja si Yanto br\*\*\*\*\*k ini, masih bertingkah sok berkuasa di hadapan kami, apakah orang yang ada di sebelahnya dia anggap sebagai pendukungnya? siapakah kira-kira gerangan orang yang berada di samping si Yanto ini, apakah orang itu memiliki latar belakang yang tidak bisa kami singgung?' pikir mereka.



Kemudian, orang yang paling tinggi statusnya di antara merekapun angkat bicara, "Hey Yanto, lancang sekali kamu. Apa kamu tidak sadar dengan statusmu saat ini? apa karena Pemuda di sampingmu itu, kamu jadikan sebagai pendukung mu sehingga kamu masih berani membantah kami? emang siapa orang itu? apa statusnya? apa bisa di bandingkan dengan status sosial kami?" ucap orang tersebut.



Setelah itu, salah satu dari pemuda itupun tiba-tiba teringat akan wajah yang berada di samping Yanto tersebut, dia mengernyitkan dahinya dan berpikir 'nampaknya wajah ini, sangat familier, tapi dimana aku pernah melihat orang ini yah?' pikirnya.



Setelah dia mengamati lebih seksama, dia pun baru mengingat orang tersebut. "Hah! bukankah ini adalah Farel bramasta? orang yang dulu memiliki sedikit status, karena mempunyai perusahaan yang tidak seberapa, dan saat ini sudah semakin jatuh, karena dengar-dengar perusahaannya sudah hancur? he.he.heh tak kuduga sama sekali, bahwa orang yang sudah di ambang kehancuran malah berteman dengan orang yang sudah hancur, kalian memang cocok" kata orang itu dengan menghina.



Mendengar ucapan teman mereka, mereka semua Sontak tertawa terbahak-bahak, "Ha.ha.ha.hah, Ha.ha.ha.hah, memang betul-betul cocok, sangat cocok," ucap salah satu dari mereka.



Mendengar tertawaan dan hinaan dari sekelompok orang yang tidak tau diri ini, Yanto pun hanya bisa membayangkan nasib orang-orang ini selanjutnya, dia menggelengkan kepalanya sedikit dan berpikir, 'Hus, tertawa lah kalian sepuasnya, mumpung masih ada kesempatan, karena sebentar lagi, saya pastikan kalian akan segera menangis' pikir Yanto.

__ADS_1


__ADS_2