**Harapan Terakhir**

**Harapan Terakhir**
Episode 16 * Tuan Muda Yanto Yang Kena Murka *


__ADS_3

*** Setelah berpikir sejenak untuk memberikan jawaban yang realistis kepada Airine, Farel pun berkata " Sayang, kamu tidak usah terlalu memikirkan hal-hal ini dulu, yang penting saat ini, kita sudah bisa terlepas dari tragedi ini. Masalah yang lainnya, nanti pada saatnya aku berjanji akan memberikan penjelasan kepada dirimu secara pelan-pelan." ucap Farel.


*** "Oke lah kalau begitu sayang, kalau saat ini memang belum waktu yang tepat bagi kamu untuk menceritakan apa yang kamu miliki saat ini, aku tidak lag memaksa kamu untuk memberitahukannya kepadaku, tapi kamu mesti janji, pelan-pelan kamu harus memberitahukannya kepadaku, oke, sayang!" ucap Airine.


*** "Oke deh, aku janji" balas Farel langsung.


*** Berhubung Farel belum tau, apa yang mesti di katakan nya kepada kekasihnya. Farel pun hanya bisa berkata seperti itu dulu, dia berharap jawaban tersebut bisa sedikit mengurangi rasa penasaran kekasihnya tersebut.


*** Sementara itu Airine juga berpikiran hampir sama seperti Farel, berhubung Farel tidak ingin menceritakan semuanya kepada dirinya, Dia pun tidak ingin terlalu memaksakan keingintahuannya tersebut. Karena dirinya juga menyadari, bahwa ada beberapa hal yang memang sulit untuk di ceritakan kepada orang lain, sekalipun itu kepada kerabat dekatnya sendiri.


*** Sementara itu di rumah keluarga Gunawan, saat ini Yanto sedang di maki habis-habisan oleh anggota Keluarganya. Setelah Yanto menceritakan kejadian yang di alaminya kepada keluarganya, awalnya keluarga besar Gunawan masih merasa simpati kepada Tuan Muda Keluarga mereka tersebut.


*** Apalagi di awal Yanto bercerita, tentu saja masih lebih banyak cerita yang di buat-buat nya sendiri, atau lebih tepatnya dia hanya menceritakan bahwa dirinya lah yang di tindas tanpa dia melakukan kesalahan apapun. Akan tetapi, setelah kepala keluarga Gunawan tersebut mendesak Yanto untuk menceritakan kronologis sebenarnya yang menjadi pemicu konflik antara dirinya dengan Farel, kepala keluarga tersebutpun langsung murka kepada Yanto.


*** "Dasar Anak bajingan, gara-gara ambisimu yang terlalu serakah itu, kamu sudah membuat keluarga ini di ambang kehancuran. Apakah tidak ada lagi wanita lain yang bisa kamu permainkan selain dari si Airine itu?!" bentak kepala keluarga tersebut.

__ADS_1


*** "Mendengar amarah dari Kakeknya, Yanto pun semakin merasa tertekan, dia tidak tau lagi harus berkata apa untuk membela diri, dengan diiringi rasa putus asa, Yanto pun menggertakkan giginya dan masih memberanikan diri untuk berkata, "Ma - ma - maafkan saya yang tidak tau diri ini kakek, saya salah, saya tidak tau sama sekali kalau perbuatan yang saya lakukan akan membawa dampak yang sangat besar terhadap keluarga kita, kalau seandainya saya tau, bahwa kejadiannya bakal seperti ini, saya tidak akan berani berbuat macam-macam sekalipun saya diberikan seribu nyali" ucap Yanto dengan sedikit terbata-bata.


*** "Hais, sekarang kamu baru sadar bahwa kelakuan kamu yang bertindak sendiri tanpa mengkomunikasikannya terlebih dahulu kepada keluargamu sudah hampir mencelakai keluargamu sendiri. Selama ini, dimana pikiran kamu! apakah hanya gara-gara satu wanita, otakmu sudah tidak berfungsi lagi?!" kata kepala keluarga itu dengan ketus.


*** "Sekali lagi maafkan atas kecerobohan saya kakek, saya berjanji, saya akan berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki dan menebus kesalahan saya." ucap Yanto lagi.


*** Sedari tadi, semua orang yang berada di kediaman keluarga Gunawan tersebut, hanya bisa menahan napas dan menundukkan kepala mereka, tidak ada satu orangpun yang berani menyela perkataan kepala keluarga mereka tersebut. Kemudian Ayah Yanto pun memberanikan diri untuk berkata kepada Ayahnya yaitu kepala keluarga Gunawan tersebut.


*** "Iya, Ayah, sebaiknya kita berikan kesempatan kepada Yanto untuk memperbaiki dan menebus kesalahannya, dia masih terlalu muda dan belum bisa berpikir matang dalam melakukan setiap tindakannya" Ucap Ayah Yanto sedikit membela perbuatan Anaknya itu.


*** Mendengar perkataan Kakeknya, Yanto pun hanya bisa tertunduk lesu, kemudian diapun berkata, "Kakek, saya berjanji akan segera menyelesaikan masalah yang aku perbuat, saya akan bertanggung jawab penuh atas semua perbuatan yang telah aku lakukan." kata Yanto kepada Kakeknya.


*** "Bagus, kalau kamu memang berniat dan mau memperbaiki kesalahanmu, Kakek berharap kamu segera meminta pengampunan kepada Tuan Farel, karena kalau kita tidak segera memperbaiki kesalahan yang sudah kita perbuat, maka sudah bisa di pastikan, cepat atau lambat Keluarga kita akan segera hancur berantakan." ucap kepala keluarga mereka.


*** "Baik Kakek, saya akan segera meminta pengampun dari Tuan Farel, sekalipun saya harus berlutut di depan Tuan Farel, saya akan melakukannya" jawab Yanto. Kemudian dia pun segera pergi meninggalkan Kediaman keluarganya, dan segera menuju ke tempat Farel. Dia sudah membulatkan tekadnya untuk berusaha sekuat tenaga mendapatkan pengampunan dari Farel.

__ADS_1


*** Yanto sadar betul, saat ini dia dan keluarga besarnya tidak akan bisa melawan kekuatan yang Farel miliki saat ini, sekalipun mereka mengerahkan seluruh kekuatan keluarga mereka.


*** Sementara itu di Perusahaan Group Edward's saat ini, perwakilan yang di utus oleh Farel telah pergi ke Perusahaan Group Keluarga Gunawan. Awalnya Tim yang di utus oleh Farel mendapatkan penyambutan yang kurang bersahabat dari penjaga keamanan yang berada di Perusahaan Group Gunawan tersebut.


*** Setelah Tim yang di utus oleh Farel, menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan mereka ke Perusahaan tersebut, Penjaga ke keamanan tersebut pun tidak bisa lagi berkata-kata, dan langsung mempersilahkan mereka untuk menuju ke ruangan penanggung jawab di Perusahaan tersebut.


*** Setelah Tim yang di utus oleh Farel, bertemu dengan penanggung jawab di perusahaan itu, penanggung jawab perusahaan itu pun cukup terkejut dibuatnya, dia yang sedari awal berniat untuk melakukan berbagai Trik yang bisa menguntungkannya dan kelompoknya, langsung tidak bisa lagi berkutik.


*** Dia yang awalnya tidak mau kooperatif dalam menjelaskan semua hal-hal yang berhubungan dengan proses pemindahan tanganan saham, langsung bersikap sangat kooperatif setelah dia mengetahui asal-usul dari orang yang berada di hadapannya tersebut.


*** Dia pun sadar, bahwa dirinya dan Group perusahaannya tidak akan sanggup untuk menyinggung perasaan orang yang di utus oleh Bos baru mereka ini. kalau dia masih tetap ngeyel untuk tidak bersikap kooperatif, dia takut dirinya tidak akan bisa lagi duduk di jabatan yang sekarang dia pegang.


*** Karena sikap Penanggung jawab perusahaan Group Gunawan yang saat ini sangat kooperatif, maka seluruh proses yang perlu di jalani hanya membutuhkan waktu yang cukup singkat. Proses terakhir yang di butuhkan hanya tanda tangan dari Farel dalam berkas-berkas tersebut. Setelah itu maka seluruh proses akan selesai.


*** Mereka awalnya sempat mengira, bahwa prosesnya akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Tapi ternyata dugaan mereka salah, mungkin karena orang itu sudah tau juga kalau saham Group Edward's juga telah berpindah tangan sebanyak 60 %, kepada orang yang mengutus mereka ke tempat ini. Makanya orang-orang disini langsung merasa ketakutan, sehingga merekapun melakukan segala upaya yang mereka bisa untuk mengebut proses penyelesaian serah terima saham tersebut.

__ADS_1


__ADS_2