
Tidak peduli tugas video mana yang dia selesaikan, memang lebih baik jika dia bisa memprediksi kronologi yang lebih lama.
Ponsel lain berdering lagi.
Telepon itu dari Darnell, wakil presiden direktur Group Taibon!
Sejak mereka berdua saling mengenal tiga tahun lalu, mereka saling bertukar nomor telepon.
Akan tetapi, mereka tidak saling menghubungi selama tiga tahun.
"Clarence, apa kamu punya waktu untuk mengunjungi Group Taibon?"
"Baiklah."
Clarence tersenyum.
Darnell pasti punya sesuatu yang penting untuk diberitahukan kepada Clarence.
"Kamu di mana? Aku akan mengirim sopir untuk menjemputmu."
"Tidak usah repot - repot. Aku akan datang sendiri!"
Clarence menggelengkan kepalanya.
Bagaimanapun, dia punya mobil dan lebih nyaman baginya untuk pergi ke sana sendiri.
Kebetulan Clarence akan mengambil sendiri sertifikat tanahnya. Lahan 1 bernilai lebih dari Rp.240.000.000.000.
Sekarang harga lahan itu setidaknya lebih dari seratus kali lipat!
Mulai saat ini, nilainya akan terus meningkat.
Tak lama kemudian ...
Clarence tiba di Group Taibon.
Seluruh bangunan di sini dimiliki oleh Group Taibon.
Kantor presiden direktur dan wakil presiden direktur berada di lantai 18. Darnell tampaknya telah memberi tahu resepsionis sebelumnya dan resepsionis itu sedang menunggu Clarence di aula.
Para karyawan Group Taibon memiliki kesan yang mendalam terhadap Clarence.
Tiga tahun yang lalu, Clarence pernah kesini satu kali dan dia tampaknya memiliki hubungan baik dengan Darnell.
Kali ini, resepsionis menyapanya dengan sopan.
Selain itu, Clarence juga bertemu banyak karyawan dan eksekutif senior yang Clarence temui di koridor.
Mereka semua tersenyum dan mengangguk padanya.
Orang - orang yang tidak mengenal Clarence mungkin mengira dia adalah penerus perusahaan.
Lagi pula, dia memakai pakaian yang sangat biasa.
Namun, dia mengendarai Fagani ketika dia sampai ke sana.
Itu adalah mobil mewah seharga Rp.120.000.000.000.
Hanya ada sedikit mobil mewah seperti itu di seantero Kota Greyfay dan Fagani itu bahkan lebih mahal daripada mobil milik presiden direktur.
Tak lama kemudian ...
__ADS_1
Keduanya sampai di lantai 18.
Ketika resepsionis membawa Clarence ke pintu kantor presiden direktur, Clarence tercengang.
"Kukira Tuan Thodore yang memintaku untuk datang ke sini."
Resepsionis itu terkekeh. "Tuan Thodore adalah presiden direktur kami sekarang. Surat pengangkatannya datang dari kantor pusat hari ini.
"Presiden direktur sebelumnya sudah dipindahkan ke kantor pusat ibu kota pagi tadi."
Clarence merasa takjub.
Darnell sudah menjadi presiden direktur?
Clarence baru menyadarinya sekarang.
Tugas video yang dia terima adalah tentang promosi Darnell.
Saat berada di dalam kantor ...
Dekorasinya mewah dan kantornya luas.
Darnell tampak sangat bahagia. Katika Darnell melihat Clarence, Darnell membuat secangkir kopi dan menyajikannya kepada Clarence. Darnell berkata, "Aku membeli biji kopi dari luar negeri. Silahkan di coba!"
Clarence menyesapnya.
Rasanya seperti kopi biasa. Namun, Clarence memang tidak tahu apa - apa tentang kopi.
"Selamat, Tuan Thodore. Tuan sekarang resmi menjadi direktur!"
Darnell mengibaskan tangannya.
Menjadi presiden direktur Group Taibon memang mengubah indentitas dan statusnya.
"Clarence ... Tidak, aku harus memanggilmu Tuan Esther sekarang."
Darnell sama sekali tidak terdengar sebagai presiden direktur Group Taibon. Dia bersikap begitu sopan kepada Clarence. "Aku mendengar banyak tentangmu akhir - akhir ini."
"Benarkah?"
Clarence memiringkan kepalanya dan tersenyum. "Apakah itu tentang aku yang memenangkan hadiah lotre senilai Rp.225.000.000.000? Atau fakta bahwa tanah yang kumiliki sekarang bernilai lebih dari Rp.240.000.000.000? Atau tentang aku yang baru saja membeli mobil seharga Rp.120.000.000.000?"
Darnell tidak bisa berkata - kata.
Darnell berkata dalam hatinya.
Kamu tahu tidak? Aku benar - benar ingin meninju wajahmu.
Apa kamu sedang bertanya padaku?
Tidak!
Kamu sedang pamer!
Namun, Darnell tidak ingin repot - repot membongkar apa yang dia pikirkan tentang Clarence, meskipun Clarence terus tersenyum.
Darnell belum tahu soal lotre yang dimenangkan Clarence.
Meski demikian, Clarence telah membeli Lahan 1 seharga Rp.2.250.000.000 tiga tahun lalu dan nilai tanah itu meningkat lebih dari seratus kali lipat.
Mungkin tak lama lagi, lahan itu akan bernilai lebih dari Rp.530.000.000.000 atau bahkan lebih!
__ADS_1
Clarence masih sangat muda, tetapi dia memiliki kekayaan yang begitu besar.
Itu sangat menakutkan.
Jangankan saham Darnell yang diberikan oleh perusahaan, gaji tahunan Darnell saja hanya sekitar Rp.24.000.000.000.
Darnell berusaha keras untuk tidak meninju wajah Clarence.
Darnell segera berkata, "Kamu benar. Dalam tiga tahun terakhir, pusat kota telah pindah ke daerah pinggiran kota.
"Banyak perusahaan pengembang dengan lahan di pinggiran kota yang telah menghasilkan banyak uang.
"Namun, baru - baru ini aku mendapat kabar bahwa pusat perdagangan kedua akan dibangun di Kota Greyfay.
"Ditambah lagi, lokasinya sudah ditetapkan. Pusat perdagangan kedua akan dibangun di Lahan 1!
"Oleh karena itu, Lahan 1 adalah area paling menguntungkan yang paling berdekatan dengan Jalan Mentari!
"Pikirkan tentang itu. Setelah pusat perdagangan dibangun, transfortasi dan fasilitas medis di sekitarnya harus segera dilengkapi.
"Lahan 1 adalah wilayah yang sangat luas. Setiap meter perseginya adalah uang. Kamu akan mendapatkan banyak uang!"
Darnell punya firasat. Clarence memiliki latar belakang yang kompleks.
Namun, Darnell juga telah menyelidiki identitas Clarence secara diam - diam.
Darnell telah menemukan bahwa Clarence hanyalah seorang mahasiswa biasa. Tidak ada yang aneh.
Clarence juga berasal dari keluarga biasa. Orang tuanya berasal dari pedesaan.
Apakah laporan itu palsu juga?
Sial.
Yah, itu menakutkan.
Ketika pikiran Darnell menjalar ke mana - mana, Clarence tersenyum dan berkata, "Oleh karena itu, kali ini aku datang ke sini untuk mengambil Lahan 1 kembali.
"Tuan Thodore, berikan nomor rekening bankmu dan aku akan segera mentransfer Rp.2.250.000.000 kepadamu."
"Tidak perlu, Clarence."
Darnell melambaikan tangannya. "Aku sekarang menjadi presiden direktur berkat dirimu. Tidak usah mengungkit itu.
"Alasan utamaku memanggilmu ke sini adalah karena banyak pemilik real estate yang menanyakanmu baru - baru ini.
"Mereka ingin membeli lahan yang kamu miliki, meskipun aku yang memegang sertifikat tanahnya.
"Akan tetapi, lahan itu milikmu, jadi terserah padamu."
Kemudian, Darnell mengembalikan sertifikat tanah itu kepada Clarence.
"Oke. Aku membutuhkanmu untuk menghubungkanku dengan pembeli."
Clarence tidak menolak.
Clarence memang membeli lahan itu dengan niat akan menjualnya kembali.
"Berhubung kamu menyetujuinya aku akan membantumu membuat janji dengan pembeli dan kalian bisa mengambil kesempatan untuk bertemu sekarang."
Darnell mengeluarkan ponsel dan menelepon temannya. "Vance, kabar baik! Pemilik Lahan 1 ada di sini bersamaku sekarang.
__ADS_1
"Kamu ingin membeli lahannya, kan? Ini kesempatan bagus sekarang!"