" System Kekayaan "

" System Kekayaan "
BAB 8


__ADS_3

Beberapa orang akan melakukan hal - hal yang tidak biasa ketika cintanya bertepuk sebelah tangan.



Clarence berbisi, "Lagi pula, kita ini teman sekampus. Orang - orang di kampus sering memikirkanmu!



Mereka bilang kamu cantik, seksi, manis dan ramah. Mereka juga bilang kamu menyenangkan. Kamu gadis yang mandiri ..."



Clarence mengoceh terus menerus. Dia mengatakan banyak hal baik tentang Claire.



Claire sangat marah.



Namun, dia luluh saat mendengarnya.



Claire menggigit bibirnya dan mencibir. "Kalau saja kamu tidak habis putus dengan Lane, aku tidak akan memaafkan perkataanmu."



Claire juga sedikit terkejut.



Claire tidak tahu kalau Clarence adalah teman sekampusnya.



Pantas saja Clarence terlihat tidak asing bagi Claire.



"Terima kasih banyak!"



Clarence menghela napas. "Bukan itu maksudku. Aku tahu siapa kamu. Aku tidak akan mengatakan hal seperti itu untuk mempermalukanmu.



"Lebih baik berteman daripada bermusuhan. Tidak ada dendam diantara kita, kan?"



Claire menggelengkan kepalanya.



"Apa kamu masih benci aku?"



Claire menggeleng lagi.



Clarence melanjutkan, "Itu tadi hanya salah paham. Aku benar - benar minta maaf.



"Kuharap kamu mengambil Forsche itu dan menerima permintaan maafku!"



Clarence tidak punya pilihan.



System membuatnya harus memberikan Forsche itu kepada Claire. Clarence tidak tahu apakah dia akan dihukum jika Forsche dikembalikan.



"Aku ..."



Clarence bilang dia ingin tidur dengan Claire.



Orang - orang seperti Clarence biasanya membuat Claire gila.



Claire tidak akan pernah memaafkan Clarence. Tidak peduli seberapa kaya atau tampan dia.



Namun, sekarang ...



Clarence mengoceh terus menerus.



Dia bilang dia baru saja putus dengan Lane. Selain itu, mereka berdua adalah teman sekampus.



Claire merasa dia harus memafkan Clarence.



Dia merasa kejam jika mengatakan tidak pada Clarence.



Claire tidak tahu darimana pemikiran itu berasal.



Itu adalah kesalahan Clarence.



Namun, sekarang Claire merasa seperti dirinya yang melakukan kesalahan.



Clarence benar - benar lincir lidah ...



"Berikan nomor kartu kreditmu. Aku akan bayar mobil itu sendiri!" kata Claire dengan muram.



"Sepertinya kamu masih marah kepadaku."



Clarence menggelengkan kepalanya. "Lagi pula, aku tidak bisa mengembalikannya. Kamu bisa mengendarainya lebih dahulu."



"Kamu ..."



Sebelum Claire sempat memarahi Clarence, sebuah Fagani berhenti di sebelahnya.



Pemuda di dalam mobil itu bersiul.


__ADS_1


Dia tercengang saat melihat Claire.



Kemudian pemuda itu menatap Clarence dan tersenyum. "Bung, ayo kita bermain. Kalau kamu kalah, berikan wanita ini padaku."



Claire sangat geram.



Kamu pikir aku siapa? Claire membatin.



Clarence baru saja menghabiskan 10 Poin System untuk menukar keterampilan mengemudi tingkat tinggi. Dia ingin melihat apa penukaran itu ada gunanya.



Namun, Clarence tidak begit mengenal Claire. Jadi, dia tidak bisa mempertaruhkan Claire dalam permainan ini.



Tidak!



Aku tidak boleh mempertaruhkan Claire dalam keadaan apapun! Pikir Clarence.



Pemuda di dalam mobil menunjuk seorang wanita di kursi penumpangnya. "Kalau menang. Kamu bisa bawa wanita ini. Bagaimana?"



Clarence tidak bisa berkata - kata.



Claire adalah salah satu dari empat Primadona Kampus di Universitasnya.



Claire cantik dan anggun. Dia bukan wanita biasa.



Wanita di dalam mobil itu tidak ada apa - apanya dibandingkan Claire.



Wanita itu jelek!



Clarence menatap wanita itu dengan jijik. Pemuda itu menggertakkan gigi setelah melihat wajah Clarence. "Aku beri Rp.7.500.000.000 kalau kamu menang. Biar kuberi tahu, Fagani milikmu lebih mahal daripada mobilku.



"Namun, semua mesin dan sistem tenaga mobilku telah diganti. Aku menantangmu untuk bertaruh denganku!"



"Bagaimana ya ..."



Clarence ingin mengganti taruhannya.



Saat itu, Claire cemberut. Dia bertanya, "Apa kamu bisa menang?"



"Apa?"



Clarence tercengang. "Apa kamu mau jadi taruhannya?"




Claire bertanya lagi.



"Seharusnya tidak masalah."



Clarence menjawab dengan cepat.



"Aku hanya punya satu permintaan. Aku ingin menghancurkan mobil pria ini!"



Clarence bergidik saat mendengar perkataan Claire.



Claire ingin membalas dendam pada pria itu.



Ekspresi wajah Claire terlihat sangat brutal saat itu.



Clarence menginjak pedal gas kuat - kuat setelah Claire memasang sabuk pengamannya.



Fagani miliknya melesat di jalanan.



Mobil itu melaju sangat cepat.



Beberapa saat kemudian, mereka menuju ke daerah pinggir kota. Banyak orang balapan mobil di sini.



Jalan di daerah pinggir kota luas, tetapi berliku - liku.



Mengemudi di jalan seperti ini menguji keterampilan pengemudinya.



Setelah semuanya disiapkan, kedua mobil itu memulai bersamaan.



Fagani adalah mobil sport mahal. Pemuda itu meskipun telah meningkatkan sistem tenaga mobilnya, tetap saja tidak akan secepat Fagani. Fagani berada puluhan meter di depan mobil pemuda itu.



Claire melirik panel instrumen mobil. Kecepatannya sudah mencapai seratus enam puluh kilo meter per jam.



Sudut mulut Claire berkedut.



Clarence menginjak pedal gas lebih keras. Fagani pun melaju.

__ADS_1



Kecepatannya telah mencapai dua ratus delapan puluh delapan kilo meter per jam.



Jarum di panel instrumen masih berayun kesana kemari.



Fagani meluncur cepat di jalan. Claire tidak bisa melihat apa pun di sekitarnya.



Jantung Claire hampir melompat keluar dari dadanya.



Ini adalah pertama kalinya dia mengikuti balapan mobil.



Claire merasa sedikit ketakutan, tetapi dia juga merasa sangat bersemangat.



Sedangkan di mobil belakang Claire dan Clarence, wanita itu cemberut.



Wanita itu berkata, "Kamu tidak mungkin menang, Tuan Shaw. Mereka sudah berada lima puluh meter di depan kita.



"Kalau begini terus, mereka akan berada jauh di depan kita."



"Jangan sok tahu!"



Zack Shaw berkata dengan tegas, "Aku sudah berkendara di sini setidaknya lima puluh kali. Aku tahu persis di mana harus mempercepat dan di mana harus memperlambat mobilku.



Pria itu mulai mengebut sekarang. Namun, dia pasti akan melambat di tikungan.



"Aku akan menyusul setelah tikungan."



Tepat di saat itu, Zack menyadari kalau Clarence tidak melambat di tikungan.



Sebaliknya, Clarence justru mempercepat laju mobilnya.



Apa yang terjadi?



Zack tertegun.



Clarence berbelok tajam.



Ban mobil berdecit.



Clarence menikung dengan kecepatan penuh.



Bukan hanya itu.



Setelah itu, Clarence berbelok di setiap tikungan dengan kecepatan penuh.



Sepertinya Clarence tidak pernah mengangkat kakinya dari pedal gas.



Mobilnya pun bermanuver dengan mulus. Mobilnya tidak berayun sama sekali.



Namun, karena kelengahannya, Claire terlempar dari tempat duduknya ke arah Clarence.



Untungnya, Claire meraih pegangan tepat pada waktunya.



Claire mencoba menstabilkan dirinya.



Claire membungkukkan badannya.



Clarence melihat lekukan tubuh Claire yang sempurna.



Tangan Clarence bergetar.



Dia hampir kehilangan kendali atas panel instrumen.



Sialan!



Wanita cantik memang berbahaya!



Lima menit kemudian, Fagani itu berenti di garis akhir.



Claire memelototi Clarence.



Dia merasa gusar.



Beberapa menit kemudian, Zack juga datang.



Namun kali ini, Zack menatap Clarence dengan kagum.



Zack menyadari bahwa Clarence adalah pengemudi yang andal.

__ADS_1



Zack telah menghabiskan waktu bertahun - tahun di atas mobil sport. Dia telah mengikuti ratusan balapan mobil.


__ADS_2