
Menyesali tindakannya sebelumnya, Claire buru - buru menjelaskan, "Jangan sembarangan bicara. Hari ini adalah pertama kalinya aku bertemu dia.
"Aku pergi ke sana untuk mengembalikan uangnya !
"Sebab dia telah membelikanku mobil di ruang pamer mobil!"
"Benarkah? Memangnya uangnya sangat banyak sehingga bisa membelikanmu mobil?"
Teman sekamarnya terlihat sangat tercengang.
Claire terdiam sejenak dan berkata, "Ya, harga total mobil itu Rp.6.000.000.000. Apa kamu mengenalnya?"
Teman sekamarnya menjawab, "Aku pernah mendengar nama Clarence sebelumnya. Ada yang bilang dia punya pacar bernama Lane, ya sering mengeluh kepada teman - temannya.
"Wanita itu mengatakan bahwa pacarnya terlalu miskin, tetapi aku tidak percaya dia sekaya itu.
"Claire, apa kamu yakin kamu tidak sedang berbohong kepadaku?"
Teman sekamarnya menatapnya curiga.
Lagi pula, dia sudah mengenal sebagian besar pria kaya di kampusnya.
Clarence bisa mengeluarkan uang senilai Rp.6.000.000.000.
Mungkin dia memang kaya.
Namun, ini sangat kontras dengan rumor yang berbeda.
Claire mengerutkan keningnya, "Aku belum pernah mendengar tentang pria itu sebelumnya, dan aku tidak tahu wajah aslinya seperti apa.
"Aku tidak sedang berbohong, dia benar - benar mengeluarkan uang Rp.6.000.000.000 untuk membelikanku mobil itu !
"Selain itu, dia juga memiliki mobil Fagani senilai Rp.120.000.000.000!"
"Apa?"
Teman sekamar Claire tiba - tiba saja melompat berdiri.
Dia tampak terkejut.
Sebuah Fagani muncul di kampus hari ini.
Semua orang menebak - nebak siapa pemiliknya. Tadinya orang mengira mobil itu milik Landyn.
Ternyata itu adalah mobil Clarence.
Ini sangat mengejutkan !
"Aku melihatnya menyetir Fagani itu keluar dari ruang pamer mobil. Aku tidak mungkin salah!
"Kabar lainnya adalah dia putus dengan Lane hari ini!"
Claire tidak mengerti.
Clarence kelihatannya baik. Kepribadian dan penampilannya sama - sama baik. Dia adalah salah satu dari yang terbaik di seluruh sekolah.
Namun, Lane tidak bisa menghargai Clarence.
Pada saat yang sama ...
Claire mau tidak mau menjadi lebih memperhatikan Clarence.
"Claire!"
Teman sekamar Claire tiba - tiba berteriak, "Bagaimana kamu bisa begitu bodoh?
"Dia baru saja putus dengan Lane dan dia membelikanmu mobil mewah. Dia sedang mendekatimu!"
"Apa?"
Claire terdiam.
Claire tidak pernah berpikir seperti itu.
Clarence mengatakan bahwa dia memberi Forsche itu kepada Claire karena Clarence ingin membuat mantan pacarnya kesal.
__ADS_1
Claire memercayai Clarence.
Hanya saja sekarang teman sekamar Claire memberikan teori lain ...
Claire baru menyadari bahwa itu ternyata tidak seperti yang Clarence katakan kepadanya.
Apakah Clarence benar - benar sedang mendekati Claire?
Claire tidak yakin. Jantungnya berdebar kencang dan wajahnya merona.
Jika itu terjadi di masa lalu ...
Claire akan kesal jika ada yang mencoba mendekatinya karena dia benci terjebak.
Namun, kali ini semuanya berbeda.
Entah mengapa, Claire sama sekali tidak merasa kesal.
"Hentikan itu. Itu omong kosong. Dia tidak memberiku mobil mewah!
"Aku membelinya sendiri!"
Claire mencolek pelan dahi teman sekamarnya.
"Aku mengerti. Claire adalah Primadona Kampus. Tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan untuk mengenalmu."
Teman sekamar Claire kembali berbicara.
Namun, jauh dilubuk hatinya, Claire sedang merencanakan sesuatu.
Teman sekamar Claire berpikir, jika Clarence gagal mendapatkan hati Claire, mungkin aku bisa punya kesempatan.
Claire berpikir sejenak.
Claire memberi pesan Line ke Clarence.
\[ Clarence, jangan mendekatiku. Mengerti? \]
Claire mulai merasa menyesal begitu pesan itu terkirim.
Bagaimana jika cerita Clarence benar, bahwa dia membeli Forsche itu hanya untuk membuat mantan pacarnya kesal?
Ketika Claire memikirkannya ...
Dia ingin menghapus pesan yang baru saja dikirimnya.
Pada saat yang sama ...
Clarence melihat pesan yang baru saja dihapus.
Mau tidak mau Clarence berhenti sejenak.
Apa?
Clarence tidak ingin berbicara dengan Claire. Dia memasukkan ponselnya ke dalam saku dan tertidur di tempat tidurnya.
Keesokan harinya.
Saat iti hari sabtu, jadi Clarence bisa bangun puku sembilan.
Teman sekamar Clarence masih tidur.
Jika bukan hari kerja, teman sekamar Clarence baru akan nanti siang.
Clarence mandi lalu pergi ke parkiran.
Pada saat yang sama ...
Sekelompok orang terlihat sedang mengambil foto Faganinya.
"Menurut kalian siapa pemilik mobil ini? Aku sudah menunggu di sini sepanjang hari. Aku tidak melihat pemiliknya."
"Ini pasti milik pria tua kaya. Dia menggunakannya untuk mengejar gadis - gadis muda. Aku baru melihat harganya secara daring. Rp.120.000.000.000!"
"Itu gila! Tidak disangka! Ternyata kita punya orang sekaya itu di kampus ini."
__ADS_1
Orang - orang itu sedang membicarakan mobil Clarence.
Mereka bepose di samping mobil.
Ini kesempatan yang baik!
Mereka harus mengambil foto sebanyak mungkin agar bisa menyombongkan diri dengan mobil itu.
Kebanyakan dari mereka adalah para gadis.
Clarence memperhatikan seseorang yang sepertinya tidak asing di antara mereka.
Itu May, teman sekamar Lane.
Clarence sudah menunggu selama dua puluh menit, tetapi sekumpulan orang itu masih di sana untuk berfoto. Mereka sepertinya tidak akan pergi.
Clarence mulai merasa kesal.
Hari ini Clarence harus pulang ke rumahnya. Dia tidak boleh membuang waktunya di sini.
"Minggir! Cepat!"
Clarence berhasil menerobos kerumunan dan berjalan ke Faganinya.
May tadinya ingin duduk di kap mesin dan berpose seksi di sana.
Ketika May melihat Clarence datang bergegas, dia kesal. "Kamu bilang apa? Ini bukan mobilmu. Jangan sok - sok'an!"
Clarence tidak ingin berbicara dengan May.
Clarence menyingkirkan May dan membuka pintu mobil. Dia kemudian duduk di Faganinya itu.
"Beraninya kamu menyentuh...."
May terdiam saat melihat Clarence menyalakan mobilnya.
Fagani itu melaju keluar.
Menyisakan asap di belakangnya.
May tercengang.
Jadi itu mobil Clarence ?
Bagaimana itu bisa terjadi ?
Dia Clarence! Mantan Lane!
Bagaimana bisa dia membeli mobil semewah itu ?
May benar - benar tidak mengerti.
"Wah, wah. Lucu sekali! Dia berfoto dengan mobil orang lain dan dia bahkan mencoba mengusir pemiliknya."
"Itu benar. Kamu tidak lihat apa yang dia lakukan? Dia tadinya ingin duduk di kap mesinnya.
"Itu mobil Fagani. Berani sekali dia duduk di atasnya."
"Tepat sekali. Bagaimana jika dia merusaknya? Aku yakin dia tidak akan sanggup untuk menggantinya."
Semua orang yang melihat kejadian itu mengejek May.
may menjadi sangat malu. Dia kemudian meninggalkan parkiran dengan tangan menutupi wajahnya.
Ini sangat memalukan !
May berjalan ke pojokkan. Dia mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Lane. "Lane, kamu sedang ada di mana?"
"Aku ... Aku di pedesaan."
Lane sedang berjalan terhuyung - huyung.
May tidak menyadari itu. Dia segera berkata, "Aku ingin memberi tahumu sesuatu. Aku baru saja melihat Clarence mengendarai Fagani !
"Ku dengar mobil itu bernilai Rp.120.000.000.000 !
__ADS_1
"Apakah itu memang benar mobil Clarence?"