" System Kekayaan "

" System Kekayaan "
BAB 7


__ADS_3

Keluarga Claire adalah keluarga pebisnis.



Rp.6.000.000.000 bukanlah jumlah yang besar baginya. Dia akan mengembalikan uang itu pada Clarence nanti.



Namun, di sisi lain ...



Clarence mengendarai mobil Fagani barunya di jalan raya.



Ini adalah pertama kalinya dia mengemudi semenjak mendapatkan SIM.



Dia tidak terlalu pandai mengemudi.



Rasanya mengendarai mobil sport sangat berbeda dengan perasaan saat mengendarai mobil latihan.



Pusat massa mobil sport sangat rendah.



Mobil sport terasa lebih stabil dan memiliki sensasi kontrol yang kuat.



Clarence hanya menginjak pedal gasnya dengan perlahan dan mobil Fagani itu sudah melaju bagaikan roket.



Suara mesinnya seperti raungan hewan buas, yang membuat orang bersemangat saat mendengarnya.



"Ini benar - benar sepadan dengan harganya."



Mulut Clarence berkedut.



Tak heran sebagian orang lebih memilih menangis di dalam mobil mewah ketimbang tersenyum di atas sepeda.



Suara mesinnya langsung menarik perhatian orang - orang.



"Apakah itu Fagani? Aku tidak percaya ada Fagani di Kota Greyfay."



"Mobil itu keren. Apakah harganya miliaran Rupiah?"



"Ayolah! Kamu pasti bermimpi. Aku hanya pernah melihat mobil ini di toko satu kali."



"Harganya minimal Rp.120.000.000.000. Selain itu, hanya ada tiga puluh mobil di dunia."



"Siapa dia? Hanya ada beberapa mobil yang nilainya lebih dari Rp.30.000.000.000 di Kota Greyfay."



Orang - orang berceloteh.



Beberapa dari mereka berusaha menebak - nebak identitas Clarence.



Mereka hampir mengenal semua mobil mewah dan orang - orang kaya di Kota Greyfay, tetapi mereka belum pernah mendengar tentang Clarence.



Kerumunan orang mulai berkumpul.



Clarence tidak bisa berkata - kata.



Dia menginjak pedal gas dan meninggalkan kerumunan itu jauh di belakang.



Pengalaman mengendarai mobil mewah itu meskipun luar biasa, sulit untuk menghindari perhatian orang banyak.



Clarence tidak ingin diperhatikan orang lain.



\[ Ting! System telah diperbaharui! \]



Suara yang tidak asing tiba - tiba terdengar.



Clarence merasa senang.



Dia dengan cepat menghentikan mobil di pinggir jalan dan mengeluarkan ponsel yang dipasangi System.



Hanya ada satu aplikasi video di ponsel itu, tetapi ada beberapa perubahan di dalam aplikasinya.



Sebuah antarmuka "Keterampilan" ditambahkan.



Selain itu, setiap ponsel itu memunculkan pesan, suara itu akan terngiang dipikiran Clarence secara otomatis.



\[ Ting! Terdeteksi bahwa pemain tidak memiliki keterampilan mengemudi. Apakah kamu ini melakukan penukarana? \]



Apa yang terjadi?



Mata Clarence membelalak.



Namun, tak lama kemudian dia tersadar.


__ADS_1


Persetan!



Clarence memaki dalam hati.



System berpikir keterampilan mengemudinya terlalu buruk dan menawarkan untuk meningkatkannya.



Aku dibenci oleh System.



Clarence membatin.



"Aku ingin melakukan pertukaran!"



\[ Ting! Selamat! Pemain telah menukar sepuluh tahun keterampilan mengemudi tingkat ahli, Poin System -10.



\[ Poin System saat ini: 0.



\[Keterampilan mengemudi ada di ransel dan dapat digunakan kapan saja! \]



"Apa?"



Clarence hampir saja menangis.



Dia pikir System telah membodohinya.



Ternyata begitulah cara Poin System digunakan.



Clarence telah berusaha keras untuk mendapatkan 10 Poin System dan sekarang langsung habis begitu saja.



Dia menyesalinya.



Lima tahun pengalaman berkendara sudah cukup untuk mengendarai Fagani ini.



Clarence berpikir, aku tidak perlu mengendarai ferari dengan satu tangan.



Dia baru sadar kalau System akan membodohinya dari waktu ke waktu.



Dia tidak bisa berbuat apa - apa.



Clarence mengaktifkan opsi keterampilan mengemudi di ransel. Dia merasa ada kekuatan spesial yang menjalar ke seluruh tubuhnya.




Clarence melepas rem dan menginjak pedal gas tanpa sadar.



Mesin pun menderu.



Fagani melaju dengan kecepatan seratus meter per detik.



Di detik itu ...



Clarence merasa seperti pengemudi berpengalaman yang telah mengemudi selama sepuluh tahun.



Semua aksinya dilakukan dalam sekali jalan dengan lancar.



Dia bisa mengendarai Fagani menggunakan satu tangan dengan mudah.



Yang menggerakkannya adalah reaksi bawah sadar tubuhnya.



Namun tiba - tiba, sebuah mobil Forsche melejit dari belakang.



Kemudian, mobil itu berhenti tepat di depan Fagani milik Clarence.



Sial!



Clarence dengan cepat menginjak rem.



Performa Fagani sangat bagus. Clarence tetap merasa nyaman, meskipun mobilnya berhenti mendadak.



Seorang wanita cantik keluar dari mobil Forsche itu.



Wanita itu memiliki wajah lonjong dengan riasan tipis dan dia mengenakan rok pendek. Matanya berbinar dan rambut panjangnya tergerai di punggungnya.



Wanita itu adalah Claire.



Claire sudah berencana meminta seseorang untuk mencari Clarence.



Dia tidak menyangka kalau Fagani milik Clarence begitu mencolok, sehingga dia bisa menemukannya dengan mudah.



Claire membuka pintu mobil Fagani itu dan duduk di dalamnya.

__ADS_1



Clarence tidak bisa berkata - kata.



Claire adalah salah satu dari empat primadona universitas.



Bagaimana mungkin Clarence tidak mengenalinya?



Namun, mereka belum pernah berbicara di kampus.



Clarence tidak menyangka bahwa Claire akan duduk di dalam mobilnya.



"Mau ke rumahmu atau rumahku?"



Clarence bercanda.



Dia sering melihatnya di TV.



Pemeran utama pria mengendarai mobil mewah, dan seorang wanita cantik duduk di dalam mobil. Kemudian, pemeran utama pria akan mengucapkan kalimat itu kepada wanita cantik, dan mereka akan menghabiskan malam bersama.



Clarence ingin mencobanya.



Dia ingin tahu apakah Claire adalah wanita seperti itu.



"Apa maksudmu?"



Claire menatap Clarence dengan dingin dan napasnya terengah - engah karena marah.



Mereka berdua tidak bodoh dan maksud Claire terlihat jelas. "Berikan nomor rekeningmu. Aku akan mentransfer Rp.6.000.000.000. Ini uang untuk mobil Forsche itu.



"Aku tidak bisa membeli Fagani seharga Rp.120.000.000.000, tetapi aku bisa membeli Forsche.



"Aku tidak akan menjual martabatku untuk sebuah mobil.



"Clarence, jangan kira kamu bisa menghinaku seperti ini. Aku bukan orang semacam itu."



Kesan Claire terhadap Clarence berubah total, dari baik menjadi buruk.



Benar saja.



Semua pria memang sama saja.



Clarence tercengang.



Dia mengangkat matanya dan melihat Forsche di depannya. Tiba - tiba dia tersadar.



Clarence akhirnya menyadari.



Itu adalah sebuah kesalahan.



Ketika Clarence berada di toko, dia hanya melihat punggung Claire.


Dia tidak tahu kalau wanita itu adalah Claire.



Claire duduk di mobilnya untuk mengembalikan uangnya, bukan karena Clarence memiliki mobil Fagani.



"Aku tidak bermaksud menghinamu."



Clarence berkata dengan raut wajah tidak bersalah.



Sebenarnya, dia sangat muak dengan wanita mata duitan seperti itu. Dia hanya ingin menguji Claire.



Dia tidak menyangka bahwa itu adalah keputusan yang salah.



Clarence langsung menjelaskan,


"Aku baru saja diputuskan pacarku. Dia tidak suka karena aku terlalu miskin dan tak bisa memberikan hidup yang dia inginkan.



"Aku memberikan Forsche itu untuk membuatnya iri.



"Claire, aku tidak tahu kalau wanita itu adalah kamu."



Claire hanya diam saja.



Dia mengerutkan keningnya.



Clarence kecewa karena cinta.



Pantas saja sikapnya barusan sangat kasar.



Beberapa orang akan melakukan hal - hal yang tidak biasa ketika cintanya bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


__ADS_2