
"Kamu ingin membeli lahannya, kan? Ini kesempatan bagus sekarang!"
"Benarkah? Manager bagian pemasaranku sekarang berada tidak jauh dari perusahaanmu. Aku akan menyuruhmu cepat - cepat ke kantormu untuk membahas harga, kemudian aku akan segera ke sana!"
"Oke."
Darnell menutup telepon dan berkata kepada Clarence, "Pembelinya akan mengatur agar seseorang datang. Kamu boleh melihat ke sekeliling kalau kamu merasa bosan."
Clarence mengangguk.
Dia tidak ingin mengganggu pekerjaan Darnell, jadi dia melihat ke sekeliling.
Sepuluh menit kemudian ...
Seorang pria masuk ke Group Taibon. Dia tampak familiar.
Orang itu adalah Rowan Fischer yang Clarence temui di Toko 4S!
Clarence dicampakkan oleh Lane gara - gara Rowan.
"Kenapa kamu ada di sini?"
Kemunculan Clarence di Group Taibon juga mengejutkan Rowan.
Clarence berpikir, aku sangat malu di Toko 4S waktu itu.
Sekarang, aku harus merebut kembali harga diriku.
Clarence tidak bisa berkata - kata. "Memangnya tidak boleh? Kamu bukan pemilik Group Taibon. Aku bisa berada di mana pun aku mau.
"Percaya atau tidak, aku memiliki akses ke kantor direktur di lantai 18!"
"Kamu hanya seorang mahasiswa miskin, tetapi kamu pikir kamu adalah orang hebat."
Mata Rowan penuh dengan penghinaan. "Aku tahu semua tentangmu. Kamu hanya beruntung.
"Sekarang kamu ingin bertingkah seperti orang penting?
"Mungkin kamu telah meminjam uang untuk membeli Fagani itu.
"Lalu, sekarang kamu berhutang banyak!"
Setelah apa yang terjadi di Toko 4S, Rowan bertanya pada Lane tentang Clarence.
Entah bagaimana, Rowan mengira dia telah mengetahui siasat Clarence.
Contohnya, Clarence meminjam Rp.2.250.000.000 di tahun pertamanya dan mungkin dia menginvestasikannya.
Mungkin Clarence menghasilkan banyak uang karena itu.
Akan tetapi, Clarence tidak mungkin mampu membeli Fagani itu.
Bisnis macam apa yang akan menghasilkan lebih dari Rp.90.000.000.000 dalam tiga tahun?
Mendapatkan uang tidak semudah itu, mengerti?
"Kamu bahkan ingin masuk ke kantor presiden direktur? Menurutmu Group Taibon itu apa? Hanya kaum elit yang memenuhi syarat untuk datang kesini!
"Tidak sepertimu, aku di sini untuk membahas kesepakatan seharga lebih dari Rp.240.000.000.000!"
Rowan membusungkan dadanya dan mendongak dengan sombong.
Rowan membuat dirinya terlihat seperti orang sukses. "Kamu tidak akan pernah mencapai levelku. Kalau aku bisa mencapai kesepakatan, gaji tahunanku akan menjadi Rp.2.250.000.000!
"Sedangkan, kamu hanya bisa bermimpi!"
"Membahas kesepakatan?"
Clarence menatap Rowan dengan serius.
__ADS_1
Clarence berpikir, apa perusahaan Rowan berniat membeli Lahan 1?
Tiba - tiba, Clarence menjadi tertarik. "Yang kamu maksud dengan kesepakatanmu itu adalah pembelian Lahan 1, bukan?"
"Bagaimana kamu bisa mengetahui itu?"
Rowan tertegun.
Clarence melambaikan tangannya dan mencibir, "Itu karena aku adalah pemilik Lahan 1! Kamu ingin menghasilkan Rp.2.250.000.000 dalam setahun? Yang benar saja!
"Enyahlah! Aku tidak akan menjualnya padamu!"
"Kamu hanya menggertak."
Rowan tak percaya dengan apa yang dikatakan Clarence. Rowan berteriak kepada petugas keamanan di kejauhan, "Petugas! Apa yang kamu lakukan? Bagaimana kamu bisa membiarkan sembarang orang masuk?
"Pria ini adalah penipu! Dia akan mempengaruhi citra perusahaanmu! Seret dia keluar!"
Kedua petugas keamanan yang berjaga di depan pintu pun terkejut.
Kalau sampai ada tamu yang mengeluh, pekerjaan mereka bisa terancam.
Oleh sebab itu, mereka bergegas menghampiri asal suara teriakan tersebut.
Namun, saat mendapati Clarence, mereka menghela napas lega.
Apakah Rowan serius?
Clarence adalah tamu terhormat Darnell. Para petugas keamanan itu diinstruksikan secara khusus untuk menerima Clarence dengan baik.
Menangkapnya?
Rowan pasti sudah gila!
Kemarahan Rowan meletup - letup saat melihat para petugas keamanan itu hanya terpaku di tempatnya.
Bahkan, para petugas keamanan itu mengabaikannya!
"Sedang apa kalian? Kalian mendengarku bukan? Aku akan mengadu pada Tuan Thodore dan kalian akan merasakan akibatnya!
Kebetulan sekali, Darnell datang menghampiri keributan itu.
Alis Darnell mengernyit saat melihat pemandangan itu. "Ada apa ini?"
Rowan sangat gembira melihat Darnell. Dia berjalan mendekat dan berkata, "Tuan Thodore, aku Rowan Fischer, manager Bagian Pemasaran Real Estate Nirmala.
"Tuan Henson mungkin sudah mengabarimu.
"Penipu ini mengaku sebagai pemilik Lahan 1.
"Orang ini harus diusir karena telah mencemarkan nama baik perusahaanmu!
"Tunggu, ini adalah perusakan citra perusahaanmu, Tuan Thodore! kita harus memanggil polisi!
"Apalagi petugas keamananmu menutup telinga atas permintaanku. Mereka tidak becus melaksanakan tugasnya!"
Darnell memandang Rowan seoalah dia orang bodoh.
Seketika Darnell menunjukkan auranya yang kuat sebagai seorang manager, membuat Rowan terintimidasi. "Apa kamu sedang memerintahku? Memangnya kamu siapa?"
Sebagai manager Group Taibon ...
Dia harus bertindak sesuai dengan posisinya!
"Aku ... Aku."
Rowan kebingungan dengan apa yang sedang terjadi.
Mengapa Darnell begitu marah?
__ADS_1
Darnell mencibir. "Clarence memang pemilik Lahan 1, orang yang akan dihormati oleh atasanmu.
"Beraninya kamu mengusirnya? Apa kamu mengantongi izin dari bosmu?"
"Apa?"
Tepat pada saat ini ...
Rowan merasa bagaikan tersambar petir.
Mana mungkin?
Tanah itu bernilai lebih dari Rp.240.000.000.000. Mana mungkin itu milik Clarence?
"Tuan Thodore, ini pasti kesalahan. Clarence hanyalah seorang mahasiswa, dan kudengar bahwa biaya hidup bulanannya kurang dari Rp.2.000.000.
"Dia bahkan tidak punya uang untuk membelikan pacarnya sebuah dompet. Mana mungkin dia menjadi pemilik tanah itu?
"Harga tanah itu lebih dari Rp.240.000.000.000!"
"Diam!"
Kemarahan Darnell rasanya sudah mencapai ubun - ubun. "Menurutmu aku berbohong? Namanya tertera di sertifikat tanah. Mungkinkah itu palsu?
"Berhenti meremehkan orang, dan pergilah sekarang!"
"Aku ..."
Rowan terbengong.
Dari reaksi Darnell ...
Akhirnya dia bisa menarik kesimpulan bahwa Clarence benar - benar pemilik Lahan 1.
Siapakah Darnell?
Dia adalah manager Group Taibon. Orang bodoh tidak mungkin menduduki posisi itu.
Dalam sekejap wajah Rowan memucat!
Di saat yang sama ...
Vance dari Real Estate Nirmala bergegas memasuki gedung Group Taibon.
Dia datang untuk mengurus pembelian Lahan 1.
Demi keperluan tersebut, dia rela membatalkan semua jadwalnya.
Vance melihat Darnell hendak menyapanya. Namun, Darnell menyela, "Vance lihat betapa kompetennya karyawanmu ini!
"Akhirnya aku mengundang Clarence datang untuk bernegosiasi denganmu mengenai tanah itu.
"Namun, manager bagian pemasaranmu ini meremehkannya dan menuduhnya sebagai pembohong!"
Apa?
Ekspresi Vance berubah.
Kemudian, dia pun menoleh ke arah tempat Rowan berdiri.
Ditatapnya Rowan dengan sorot mata tajam. "Dasar berengsek. Apa kamu cukup percaya diri untuk menyinggung Tuan Esther?"
"Aku ..."
Rowan tak mampu meneruskan kalimatnya, ia kehabisan kata - kata.
Bosnya telah mengakui identitas Clarence.
Tidak alasan baginya untuk mencurigai Clarence.
__ADS_1
Vance dengan rendah hati berjalan menghampiri Clarence. "Tuan Esther, aku gagal mendisiplinkan karyawanku. Kumohon jangan menganggapnya serius."