
Robert meneguk air, lalu berkata, "Jadi aku mengajak beberapa penduduk desa untuk menyelamatkan mereka.
"Pada saat itu lah kaki ku tergores sedikit!"
Brenna sedikit tidak senang dan membentak Robert, "Apa maksud mu dengan 'tergores sedikit'? Kamu hanya sedang beruntung !
"Jika tidak, kamu bisa kehilangan kaki mu!"
"Lalu apa yang terjadi?"
Clarence tidak sabar untuk bertanya.
Namun, dia merasa lega.
Sepertinya Helen, si artis itu baik - baik saja.
Mungkin dia juga hanya tergores sedikit.
Brenna berkata, "Beberapa orang yang terluka dikirim ke rumah sakit ini untuk dirawat. Ayahmu bahkan sama sekali tidak mau di bawa ke sini.
"Namun, seorang gadis muncul dan mengatakan bahwa dia adalah pacarmu.
"Dia yang menyeret ayahmu ke rumah sakit!"
"Ibu tidak boleh mempercayai semua yang di katakan orang asing, Bu."
Clarence bertanya keheranan.
Untungnya, gadis itu hanya ingin Robert datang ke rumah sakit.
Jika gadis itu penipu, Robert dan Brenna bisa dengan mudah tertipu olehnya.
"Bagaimana mungkin aku tidak percaya?"
Brenna berkata dengan marah, "Dia bahkan mengeluarkan foto kalian berdua!
"Mengapa kamu tidak bilang pada kami kalau kamu sudah punya pacar?
"Kamu bahkan membiarkan gadis malang itu datang ke sini sendirian!"
Begitu Brenna selesai bicara, seseorang masuk ke ruangan itu.
Brenna tiba - tiba tersenyum dan berkata, "Lane, kemarilah dan duduk lah di sini."
"Baik, Nyonya Esther."
Lane membawa sepanci air mendidih dan berjalan dengan cepat.
Tanpa sadar, Lane menghindari tatapan Clarence.
Dia tampak takut melihat Clarence!
"Lane!"
Clarence terlihat marah.
Tadinya Clarence ingin langsung mengusir Lane jika bukan karena orang tuanya.
Lane benar - benar wanita yang tidak tahu malu !
Lane tahu sekarang Clarence sudah kaya.
Lane tidak bisa mendapatkan permintaan maaf dari Clarence, jadi dia berusaha untuk mengambil hati orang tua Clarence lebih dulu.
Rencana yang sangat bagus !
Jika Clarence tidak kembali, Lane yakin dia bisa mencapai tujuannya.
Sayangnya, Clarence sudah kembali.
Lane terkejut, dia tidak menduga ini akan terjadi.
"Tuan dan Nyonya Esther, karena sekarang Clarence sudah kembali, sekarang aku sudah bisa pergi."
__ADS_1
Lane masih merasa bersalah dan takut berhadapan langsung dengan Clarence.
Bagaimana bisa Brenna membiarkan Lane pergi? "Mengapa kita tidak pulang dan makan malam bersama? Kamu sudah bersusah payah untuk datang jauh - jauh ke sini."
"Aku ... Aku tidak bisa ..."
Lane tanpa sadar sedang menatap Clarence.
Tentu saja ia ingin menerima undangan Brenna.
Hanya saja Clarence pasti tidak akan membiarkannya. "Bu, dia harus kembali ke kampus."
"Jika terlambat, dia bisa ketinggalan bus!"
"Baiklah kalau begitu."
Brenna berkata, "Clarence, pergilah antar Lane keluar."
Clarence terpaksa menemani Lane sampai ke gerbang rumah sakit atas permintaan kedua orang tuanya.
Di depan gerbang rumah sakit.
Clarence berkata dengan dingin, "Jangan ganggu orang tuaku lagi, dan jangan mengatakan kepada orang lain bahwa kamu adalah pacarku !
"Kita sudah putus. Jangan sampai tindakanmu membuatku memandang rendah dirimu."
"Clarence, mari kita perbaiki semuanya."
Lane meraih lengan Clarence dan memohon, "Maafkan aku. Aku sungguh - sungguh menyesal. Seharusnya aku tidak merusak hubungan kita.
"Ini semua salah Rowan. Dia mencoba menjebakku. Kalau tidak, kita tidak akan putus !
"Mari kita perbaiki semuanya. Aku akan memperlakukanmu dengan baik !
"Ayo kita menikah begitu kita lulus!"
Clarence adalah satu - satunya harapan Lane.
Kalau Clarence mau memaafkan Lane, gadis itu bisa menjalani kehidupan yang dia inginkan.
"Memperbaiki keadaan?"
Clarence menyingkirkan tangan Lane dan mencibir. "Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Jika aku tidak punya uang ... Jika aku tidak memiliki Fagani ...
"Apa kamu masih mau memperbaiki keadaan denganku?"
"Kamu salah paham!"
Lane menggeleng keras.
"Kamu pikir aku ini bodoh?"
Sikap Clarence menjadi semakin dingin terhadap Lane. "Sebelumnya aku memperlakukanmu dengan baik. Aku menghabiskan hampir seluruh uangku untukmu setiap bulan.
"Ponselmu. Pakaianmu. Semuanya. Aku membeli semuanya untukmu !
"Namun, apa yang kamu lakukan?
"Kamu mencampakkanku begitu kamu pikir kamu mendapat pria yang lebih kaya yang bisa kamu andalkan !
"Lalu sekarang kamu ingin memperbaiki keadaan denganku?
"Kamu sedang bermimpi !
"Mulai sekarang. Aku jauh di luar jangkauanmu. Kamu tidak akan pernah pantas untukku!"
"Aku ..."
Lane tidak tahu harus berkata apa lagi.
Lane tidak tahu bagaimana membela dirinya.
__ADS_1
Clarence mengatakan yang sebenarnya.
Clarence sekarang memiliki uang senilai Rp.120.000.000.000 dan dia sudah menjadi pria yang seksi.
Dia juga memiliki mobil mewah.
Apa yang dimiliki Lane?
Lane terduduk di pinggir jalan saat dia melihat Clarence peegi.
Lane telah membuat kesalahan besar.
Clarence kembali ke kamar rawat ayahnya.
Clarence kemudian memberi tahu orang tuanya tentang segala sesuatu yang sudah terjadi antara dia dan Lane.
Brenna pun terkejut. "Maksudmu Lane mencampakkan kamu untuk seorang manager?
"Lalu, mengapa sekarang dia mencoba memperbaiki keadaan denganmu?"
"Itu karena anakmu sekarang sudah punya uang."
Clarence duduk di kursi dan berkata, "Ayah, Ibu, aku harus membicarakan sesuatu dengan Kalian.
"Aku baru saja memenangkan lotre, hadiahnya Rp.235.000.000.000. Aku rasa Ayah dan Ibu tidak usah bertani lagi.
"Ikutlah ke kota bersamaku. Aku akan membelikan kalian rumah di sana.
"Kalian tidak perlu bekerja lagi. Jalani saja hidup kalian tanpa beban!"
"Apa?"
Orang tua Clarence terdiam.
Mereka meragukan apa yang baru saja Clarence katakan.
Wajah Brenna tampak muram. Dia menunjuk kepala Clarence dan berkata, "Apa yang kamu pikirkan? Kamu pikir mudah memenangkan lotre?
"Selain itu, aku dan ayahmu ini mendapatkan uang dari bertani.
"Bagaimana kami akan menghidupi diri kami kalau kami pindah ke kota?"
"Sungguh, Bu. Aku kaya sekarang."
Clarence tahu mereka tidak akan percaya sedikit pun apa yang dikatakannya.
Lagi pula ...
Sangat jarang bagi seseorang untuk memenangkan uang dalam jumlah besar.
Clarence bergegas mengeluarkan ponselnya dan masuk ke rekening banknya. "Lihat sendiri! Itu uang yang ada di rekeningku saat ini!
"Aku tidak hanya memenangkan Rp.235.000.000.000 !
"Aku juga pernah membeli sebidang tanah tiga tahun lalu dengan uang pinjaman. Aku baru saja menjualnya.
"Aku mendapat Rp.250.000.000.000.000 dari hasil penjualan itu!"
"Coba aku lihat."
Brenna mengambil ponsel Clarence dan menghitung angkanya.
Jumlah uang terbesar yang pernah mereka lihat hanya Rp.300.000.000
Mereka belum pernah melihat uang sebanyak ini.
Brenna menghitung cukup lama, tetapi sepertinya dia tidak berhasil.
Brenna kemudian menyerah dan memberikan ponsel itu kepada Robert dan berkata, "Hitunglah. Jumlahnya terlalu besar. Apakah itu benar?"
"Ini benar. Ini rekening bank resminya."
Robert mengambil alih ponsel Clarence.
__ADS_1