
"Apakah kamu pernah memberikanku tas dan lipstik mahal?
"Sekarang, lipstik dengan merk biasa saja harganya Rp.2.000.000.
"Sebuah tas harganya Rp.45.000.000. Apakah kamu mampu membelinya?"
Sebenarnya, tiga tahun lalu ...
Lane ingin menjadi pacar Clarence karena dia mendengar Clarence telah meminjam Rp.2.250.000.000 dari seseorang.
Uang sejumlah Rp.2.250.000.000 adalah jumlah yang sangat banyak!
Jika semua uang itu dihabiskan untuk Lane, dia akan menjalani kehidupan yang menyenangkan di universitas.
Namun, setelah itu ...
Lane baru tahu bahwa Clarence adalah orang miskin.
Clarence tidak punya uang sama sekali, apalagi uang sebanyak Rp.2.250.000.000.
Lane sempat curiga bahwa itu hanya rumor bohong!
"Kamu ..."
Clarence menggelengkan kepalanya.
Dia sekarang benar - benar kecewa pada Lane.
Semuanya sudah berakhir.
Clarence sama sekali tidak menyangka kalau Lane membencinya.
Lane menyela lagi dan mencemooh, "Namun, Rowan bisa membelikanku semua yang tidak bisa kamu beli!
"Gajinya hampir mencapai Rp.1.000.000.000 setahun. Dia bisa membelikanku tas seharga Rp.45.000.000 dan mengendarai mobil mewah seharga lebih dari Rp.1.000.000.000!
"Semua orang yang berurusan dengannya adalah bos - bos kaya!
"Kamu tidak ada apa - apanya dibandingkan dengan Rowan!
"Dia adalah pria yang tepat untukku!"
Clarence tidak menyangka ini akan terjadi.
Dia tidak menyangka Lane akan mengatakan hal itu.
Sembari meremehkan Clarence, Lane juga memuji Rowan.
Ini adalah penghinaan untuknya.
Sementara itu, Rowan mengangguk puas.
Bagaimanapun, Rowan adalah seorang eksekutif dari sebuah perusahaan. Tentu saja dia lebih baik dari mahasiswa yang ada di depan mereka.
"Baiklah. Hubungan kita sudah berakhir."
Clarence mencibir. "Oke, kamu memang tidak cocok menjadi pacarku.
"Kamu tidak pantas jadi pacarku!
"Selain itu, aku datang kesini untuk membeli mobil. Aku tidak pernah menguntitmu. Jangan terlalu percaya diri!"
"Apa?"
Lane tercengang.
Setahu Lane, Clarence hanya memiliki Rp.2.000.000 untuk hidup sehari - hari selama sebulan.
Hampir seluruh uangnya Clarence habiskan untuk Lane.
__ADS_1
Lane bertanya - tanya bagaimana Clarence bisa punya uang untuk membeli mobil.
"Clarence, ayolah. Setiap mobil di sini setidaknya seharga Rp.75.000.000. Kamu bahkan tidak akan mampu membeli rodanya!"
Akan tetapi ...
Clarence tidak mau membuang waktu berbicara dengan Lane.
Clarence pun langsung memasuki Toko 4S.
"Rowan, ayo kita pergi."
Lane menyeret Rowan masuk ke dalam juga. Dia ingin melihat apa yang Clarence lakukan.
Ini adalah Toko 4S yang cukup besar.
Itu meskipun adalah Toko 4S BMVV, toko itu tersambung ke ruang pameran di sebelahnya.
Banyak mobil bermerk mewah dipamerkan di dalamnya.
Clarence disambut oleh seorang gadis muda.
Gadis itu mengenakan setelan dengan rambut yang dikuncir kuda dan memiliki bentuk badan yang luar biasa.
"Tuan, apakah Tuan ingin membeli mobil?"
"Iya, bisakah kamu tunjukkan kepadaku?"
"Tentu saja. Silahkan, ke sebelah sini."
Gadis itu berjalan ke sebuah mobil dan berkata sambil tersenyum, "Tuan, mobil ini sangat sesuai dengan selera anak muda, harganya juga sepadan. Harganya Rp.900.000.000 ..."
Sebenarnya, mobil ini tidak termasuk mobil mahal yang ada di toko ini.
Itu karena gadis itu berpikir kalau Clarence terlihat terlalu muda dan tak punya cukup uang.
Clarence mengerutkan keningnya. "Itu terlalu murah. Berapa harga mobil termahal disini? Kamu tidak perlu menawarkan mobil apa pun yang harganya di bawah Rp.20.000.000.000."
Dia tertegun dan merasa takjub mendengarnya.
Dia belum pernah melihat seseorang yang langsung memginginkan mobil termahal di sini.
Itu tidak pernah terjadi sebelumnya.
Dia bertanya - tanya apakah Clarence adalah anak orang kaya.
Namun, gadis itu memperhatikan penampilan Clarence dan tahu kalau baju yang dikenakan Clarence adalah pakaian biasa. Clarence juga tidak terlihat seperti orang kaya.
"Apa? Apa kalian tidak punya mobil mahal di sini?"
Saat melihat tatapan Clarence yang meragukan toko mereka, gadis itu langsung menjawab, "Tidak. Tidak. Semuanya ada di ruang pameran ini. Biar aku tunjukkan!"
Kemudian, gadis itu membawanya ke ruang pameran lain.
Di sini lah semua mobil mewah dan mahal itu berada.
"Mobil Fagani harganya Rp.120.000.000.000 ini adalah mobil sport termahal kami.
"Hanya ada tiga puluh buah di dunia!
"Kami tidak punya stok Fagani. Yang ini dipesan sebulan yang lalu oleh seorang pelanggan.
"Namun, dia tidak jadi membeli, jadi kami biarkan di ruang pameran."
Pramuniaga itu berhenti di sini.
Dia melirik Clarence lagi dan bertanya. "Tuan, jika Tuan mau, kami dapat memberikan Tuan diskon."
"Tidak usah. Aku punya uang."
__ADS_1
Clarence melambaikan tangannya.
Kemudian Clarence mengeluarkan kartu debitnya dan menyerahkannya kepada pramuniaga. "Tolong proses secepat mungkin. Aku ingin memakai mobilnya sekarang."
"Apa?"
Si pramuniaga pun tercengang.
Dia baru saja menunjukkan sebuah mobil mewah sesuai permintaan Clarence.
Dia tidak pernah menyangka kalau Clarence akan membelinya.
Apalagi, Clarence membayar penuh dan tidak meminta diskon.
Clarence tidak butuh diskon.
Clarence punya banyak uang.
Jika pramuniaga memberi diskon, Clarence akan mengira dia sedang diremehkan.
Clarence adalah orang kaya.
Seharusnya orang kaya memang seperti itu.
Lane dan Clarence yang baru saja masuk tertegun mendengarnya.
Mereka pikir Clarence sedang membual.
"Lane, siapa dia sebenarnya?"
Rowan tidak mengira kalau Clarence begitu kaya.
Lagi pula, Rowan mengenal semua orang kaya di kota Greyfay.
Namun Rowan tidak pernah mendengar tentang Clarence.
Lane menggerakkan mulut dan berkata dengan jijik, "Dia mahasiswa miskin yang membodohi dirinya sendiri. Pasti tidak ada uang di kartu debitnya."
Tak lama kemudian, Lane dan Rowan mendengar suara.
"Pembayaran berhasil."
Saat Lane berkata seperti itu, dia mendengar bahwa Clarence telah melunasi pembayarannya.
Lane tercengang.
Harga mobil itu adalah Rp.120.000.000.000.
Tidak seorang pun mengira kalau Clarence punya begitu banyak uang di kartu debitnya.
Clarence pun tidak ragu - ragu melunasi pembeliannya.
"Bagaimana mungkin?"
Pikiran Lane menjadi kosong bagaikan tersambar petir.
Lane selalu mengira kalau Clarence miskin.
Ternyata Clarence orang kaya.
"Tuan, kamu bisa mengendarai mobil Fagani ini," pramuniaga itu menyerahkan kembali kartu debitnya kepada Clarence dengan penuh semangat.
"Ini kuncinya. Kami akan menyelesaikan semua prosedur. Mohon tunggu sebentar."
Si pramuniaga sangat menghormati Clarence. Dia akan mendapatkan komisi setidaknya Rp.2.250.000.000 karena telah menjual mobil itu.
Oleh sebab itu, pramuniaga itu harus memperlakukan Clarence dengan baik.
Clarence mengangguk.
__ADS_1
Kemudian, Clarence menatap Lane yang ada di sampingnya dan berkata sambil menyeringai, "Aku tidak mampu membeli lipstik seharga Rp.2.000.000 dan tas seharga Rp.45.000.000.