
"Clarence, apa kamu bertengkar dengan Lane?"
"Kamu tahu soal itu?"
Clarence tidak menyangkanya.
Belum sampai satu hari mereka putus, namun teman sekamarnya sudah tahu.
Kabar buruk memang cepat sekali menyebar.
"Tadi pagi saat kamu meninggalkan kampus, kami melihat Lane bersama seorang pria.
"Mereka bergandengan tangan dan terlihat mesra!"
"Benar. Kami terkejut melihat pacarmu bersama pria lain."
Wajah teman - teman Clarence dipenuhi rasa penasaran.
Clarence menghela napas, "Kami sudah putus. Dia selingkuh!"
"Apa?"
"Yang benar saja! Clarence sangat baik padanya! Tega sekali dia seperti itu!" kutuk Frank.
"Pantas saja. Dia memang tidak terlihat seperti gadis baik - baik."
Kaden juga marah. "Tenanglah Clarence, masih banyak gadis cantik di dunia ini. Lagi pula, aku tidak menyukai Lane.
"Ada banyak gadis cantik di kampus kita. Carilah pacar baru!"
"Benar!"
Richard setuju. "Di zaman sekarang, mencari uang adalah kunci dari segalanya. Apa kalian melihat Fagani di kampus hari ini?
"Kalau kamu sudah kaya, belilah mobil mewah seperti itu!
"Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan wanita mana pun yang kamu suka!
"Bahkan Claire, salah satu dari empat gadis tercantik di kampus, akan memohon untuk menjadi pacarmu!"
Dalam perjalanan kembali ke asrama tadi, mereka melihat sebuah mobil Fagani di tempat parkir.
Mereka berpikir, pasti mobil itu milik orang kaya.
Banyak gadis yang memotret mobil itu.
Clarence salah tingkah.
Fagani itu ...
Sebenarnya Fagani itu adalah miliknya.
Clarence tidak yakin apakah Claire akan memohon untuk menjadi pacarnya seperti yang dikatakan Richard.
Bagaimanapun juga, Zack menganggap Clarence sebagai suami Claire!
Clarence diterpa keraguan dalam diamnya.
Dia kebingungan, apakah perlu memberi tahu teman - temannya bahwa dia adalah pemilik Fagani yang mereka ributkan.
Jika dia memberitahu mereka ...
Bisa jadi akan timbul masalah ke depannya.
"Jangan khawatir. Putus dengan Lane tidak akan menghancurkan hatiku.
"Sekarang aku bukan orang biasa. Claire mungkin tidak termasuk ke dalam kriteriaku!"
Clarence terkikik.
"Ayolah!"
"Dasar pembual! Kamu tidak terlihat seperti pria yang baru saja putus cinta."
Mereka bermaksud menghibur Clarence saat mengetahui bahwa dia putus dengan Lane.
Tak disangka, Clarence malah membual !
Claire termasuk gadis tercantik di kampus mereka.
Dia seksi, cantik dan berasal dari keluarga kaya yang menjalankan bisnis besar.
__ADS_1
Berkencan dengan Claire adalah mimpi setiap pria!
Namun, Clarence dengan santainya mengatakan bahwa Claire diluar kriterianya.
Dia benar - benar membual.
Clarence harus bersyukur jika Claire mau berkencan dengannya.
Di dalam hati, teman - temannya memarahi Clarence. Mereka tidak mengatakannya.
Lagi pula, Clarence baru saja putus dengan Lane.
"Sudah Clarence, jangan membual lagi. Mari kita membicarakan sesuatu yang serius. Banyak anak - anak kampus kita yang bilang akan segera mencari pekerjaan.
"Apa rencanamu setelah lulus?"
"Mari kita lihat. Mungkin aku akan menjalankan bisnisku sendiri."
Clarence tidak berbohong.
Dia tidak ingin bekerja untuk orang lain.
Dia yakin akan keinginannya itu.
Dengan bantuan System, dia pasti bisa menghasilkan banyak uang.
Padahal dengan status sosialnya saat ini, sebenarnya dia tidak perlu bingung mencari uang lagi.
"Bagaimana dengan kalian?"
"Aku akan ikut membantu usaha keluargaku. Gajinya tidak buruk, Rp.15.000.000 per bulan!"
Frank tersenyum bangga.
Itu bayaran yang lumayan untuk seorang yang baru saja lulus.
Kaden terkejut. "Hebat sekali! Masih satu tahun lagi kita lulus, tetapi kamu sudah punya pekerjaan!
"Aku punya rencana lain. Aku tidak bisa mendapatkan pekerjaan, jadi aku akan melanjutkan study pascasarjana."
"Kamu tidak akan mendapatkan apa pun dari study pascasarjana! Segera bekerja dan menghasilkan banyak uang adalah pilihan terbaik!"
Mereka mulai mendiskusikan masa depan.
Sementara yang lainnya ...
Beberapa bersiap untuk mendaftarkan diri dalam program pascasarjana, yang lain berencana untuk mencari pekerjaan setelah mereka lulus.
Bursa lowongan kerja saat ini sedang tidak bagus.
Sulit untuk mencari pekerjaan tanpa latar belakang keluarga yang kuat.
Di tengah diskusi itu, telepon Clarence berdering.
Saat Clarence mengecek nomor kontak yang tertera di layarnya, dia mendapati sebuah nomor asing.
"Halo?"
"Clarence, berikan nomor rekening bankmu. Aku akan mengembalikan uangmu!"
Claire berbicara di seberang telepon.
Clarence merasa jengkel.
Gadis itu bersikeras untuk mengembalikan uangnya.
"Claire, kamu tidak perlu ..."
"Aku tidak peduli. Sekarang aku di bawah. Kalau kamu tidak memberitahuku nomor rekening bankmu, aku akan menerobos masuk!"
Apa yang baru saja dikatakan Claire mengejutkan Clarence.
Clarence tidak tahu harus berbuat apa.
Dia keluar ke koridor dan melihat Claire berdiri di luar gedung.
Claire sedang menatap ke arah asramanya.
Dia adalah salah satu dari empat gadis tercantik di kampus.
Orang - orang yang berlalu lalang pun bersorak ketika melihat Claire berdiri di luar gedung asrama putra.
__ADS_1
Ada apa ini?
Bukankah Claire masih lajang? Mengapa dia berdiri di luar gedung asrama putra?
Siapa yang dia tunggu?
Siapa pria beruntung yang bisa berkencan dengan gadis tercantik di kampus?
Tepat pada saat ini ...
Semua orang terkejut.
Berita itu tersebar begitu cepat dan membuat kehebohan.
Di dalam asrama.
Semuanya mendadak berhenti berbicara dan menatap ke arah Clarence.
Mereka semua memandangnya dengan wajah yang sulit dipercaya.
"Clarence siapa yang meneleponmu?"
Mereka pikir mereka baru saja mendengar nama "Claire", dan suara orang di dalam telepon itu seperti seorang perempuan.
Padahal baru saja putus, tetapi Clarence sudah punya gadis lain sebagai teman bicaranya.
"Claire."
Clarence menjawab dengan sangat tenang. "Ada apa dengan kalian? Claire hanya meneleponku. Memangnya mengapa?
"Dia ada di bawah sekarang.
"Bukankah kalian ingin menemuinya? Cepat pergilah!"
Halo?
Apa - apaan?
Perkataan Clarence membuat teman - teman sekamarnya menggila.
"Memangnya mengapa" katanya?
Perkataannya sungguh luar biasa!
Apa dia mau pamer?
Claire Shepard!
Dia adalah salah satu Primadona Kampus!
Seorang gadis seperti itu menelepon Clarence?
Mereka meskipun bertemu dengannya sesekali, tidak ada yang bisa mendapatkan nomornya.
Alih - alih gadis itu berinisiatif untuk menelepon mereka!
Richard berdiri keluar dan melihat Claire benar - benar ada di sana.
Tidak hanya itu!
Dia menatap tepat ke arah asrama mereka.
Claire bahkan terlihat sedikit kesal.
"Astaga, Clarence, apa yang kamu perbuat padanya?"
"Habislah kita. Claire sedang menatap kita.
"Tidak hanya itu. Sekarang semua orang pasti mengira dia sedang mencari seseorang di asrama kita!"
"Sial! Clarence, bagaimana kamu bisa berhubungan dengan Claire?"
Sebelumnya, Clarence berkata bahwa dia mungkin tidak akan menyukai Claire sekalipun Claire mengejarnya.
Awalnya mereka tidak memercayainya.
Namun, sekarang mereka seakan dipaksa untuk melakukannya!
Lihatlah apa yang sedang terjadi
Gadis itu sampai datang ke asrama mereka!
__ADS_1
Semua orang di seluruh gedung asrama itu terkejut.