
"Apakah itu memang benar mobil Clarence?"
"Benar."
Lane tidak menyangkalnya. "Aku melihat Clarence membelinya kemarin. Di bayar tunai."
"Apa?"
May sangat terkejut. Dia tiba - tiba memikirkan sesuatu. "Lane, kamu baru saja putus dengannya. Bisakah aku ..."
"Jangan coba - coba melakukannya!"
Suara Lane meninggi. "Siapa yang bilang kami putus? Jangan berani - beraninya berfikir tentang hal itu! Dia milikku!
"Aku harus pergi sekarang."
May cemberut karena Lane menutup teleponnya sebelum May sempat menjawab.
Clarence tidak mengetahui tentang percakapan mereka di telepon.
Clarence membawanya Faganinya ke toko dan membeli beberapa pakaian.
Itu bukan pakaian mahal.
Total harganya hanya jutaan rupiah.
Berhubung Clarence sudah berbeda dari sebelumnya, dia harus memakai sesuatu yang layak.
Ada sesuatu yang tidak begitu mahal.
\[ Ting! Menemukan kekurangan pada sosok pemain. Apakah kamu ingin memiliki sosok yang sempurna? \]
Apa ?
Apa yang terjadi ?
Clarence selalu berpikir bahwa dia sudah memiliki sosok yang baik.
Clarence meski pun bukan pria yang paling seksi, dia tetap tampan.
Namun System tetap berkata ...
Dia telah menemukan kecacatan ?
Clarence menyadari bahwa System terus membencinya.
"Aku ingin tahu berapa banyak Poin System yang akan aku habiskan."
Yang membuat Clarence kesal adalah System tidak pernah memberi tahu harga barang yang di beli Clarence.
\[ Ya !
\[ Selamat memiliki sosok yang sempurna. Poin System di kurangi 5 !
\[ Saldo Poin System : 55.
\[ Keterampilan sosok sempurna ada di dalam tasmu. Kamu dapat menggunakannya kapan saja. \]
Harganya hanya 5 Poin System.
Clarence tidak masalah dengan hal itu.
Ketika Clarence memilih keterampilan sosok sempurna, tubuhnya mengalami perubahan yang tidak terlalu kelihatan.
Awalnya, Clarence agak rabun jauh.
Namun, sekarang ...
Tidak lagi !
Semua timbunan lemaknya juga lenyap.
Clarence bergegas melihat ke cermin.
Clarence ternganga.
Wajah Clarence juga berubah. Dia terlihat lebih tampan.
Clarence sekarang adalah tipikal pria seksi.
Dia memiliki tubuh seorang model.
__ADS_1
Dia terlihat semakin elegan dengan pakaian itu.
"Ini benar - benar layak! Hanya 5 Poin untuk tampilan baru!"
Clarence merasa bersemangat.
Ketika Clarence keluar dari kamar pas, pramuniaga di sana tercengang.
Dia berpikir, Ya Tuhan !
Mengapa pria ini terlihat sangat berbeda setelah berganti pakaian ?
Pramuniaga itu telah bertemu banyak pelanggan.
Namun, tidak ada yang pernah membuatnya tertegun sebelumnya.
"Tuan, bisa tinggalkan informasi kontak Tuan? Jika Tuan memiliki masalah dengan kualitas pakaian Tuan, Tuan bisa menghubungiku kapan saja."
Pramuniaga itu memikirkan sesuatu.
Dia ingin mendapatkan nomor telepon Clarence.
"Tidak."
Clarence tersenyum samar.
Lalu dia pergi dari sana.
Kampung halaman Clarence adalah Desa Ostmont.
Hanya butuh empat puluh menit dari kota untuk sampai ke sana.
Itu tidak terlalu jauh.
Namun, jalan - jalan di pedesaan tidak bagus, dan sasis Fagani terlalu rendah.
Itu membuat Clarence tidak bisa mengemudikan Faganinya terlalu cepat.
Mobil mewah seperti Fagani jarang di temukan di Kota Greyfay dan bahkan menjadi barang langka di Desa Ostmont.
Begitu dia tiba di desanya, Clarence segera dikelilingi banyak orang.
Ada yang mengeluarkan ponsel dan terus memotretnya.
Brenna meneleponnya !
"Hallo, Clarence, sekarang kamu sedang ada di mana?"
"Aku sedang di kota. Aku akan pulang dalam 10 menit."
"Yah ... Jangan pulang terlebih dahulu. Ayahmu dan aku sedang berada di Rumah Sakit Watson di Kota. Sebaiknya kamu kemari saja."
"Apa?"
Brenna sudah menutup telepon sebelum Clarence sempat bertanya lebih banyak.
Clarence tidak tahu apa yang sudah terjadi kepada ayahnya.
Dia teringat pada video ralaman kemarin. Telah terjadi tanah longsor di Gunung Feniks di desa.
Clarence bertanya - tanya dalam hatinya, apakah orang tua ku terluka?
Aku sudah memperingatkan mereka kemarin !
Clarence menjadi sangat cemas.
Dia mempercepat lajunya mobilnya dan segera menuju Rumah Sakit Watson.
Sekitar 5 menit kemudian.
Clarence sudah tiba di rumah sakit.
Rumah sakit di sini jelas jauh lebih kecil dari pada rumah sakit di daerah perkotaan.
Beberapa peralatan dan fasilitas yang mereka miliki sudah sangat tua.
"Nona, di bangsal mana Robert Esther di rawat?"
"Biar aku periksa."
Di buku catatannya, perawat menemukan nomor ruang rawat Robert. Saat dia mendongak, wajah tampan Clarence dengan segera menarik perhatiannya.
__ADS_1
Wajah perawat itu sedikit merona. "Baiklah, aku akan mengantarmu ke sana."
"Baiklah."
Dipimpin oleh perawat, Clarence berjalan menuju ke bangsal.
Robert sedang duduk di tempat tidur dengan kaki yang terbalut perban.
Dia pasti sudah terluka.
Namun, di lihat dari wajahnya, sepertinya cederanya tidak serius.
Brenna sedang duduk di kursi, dalam keadaan sehat.
Clarence merasa lega.
Perawat itu menjelaskan, "Jangan khawatir, ayahmu hanya mengalami trauma kulit. Setelah 2 hari beristirahat, dia akan baik - baik saja. Dia tidak perlu di rawat di rumah sakit."
"Baiklah, aku akan berada di luar. Hubungi aku jika kamu butuh sesuatu!"
"Terima kasih."
Clarence segera mengucapkan terima kasih kepada perawat itu.
Perawat itu tertawa kecil. "Jika kamu benar - benar ingin berterima kasih pada ku, kamu bisa mengundang ku makan malam."
Clarence tercengang.
Apakah sekarang semua gadis sangat agresif? Clarence berpikir.
"Aku hanya bercanda. Sampai jumpa."
Perawat itu pun pergi dari sana.
Brenna, dengan wajah muram, berkata dengan sedih, "Ibu memintamu untuk mencari satu orang pacar, bukan sekelompok wanita. Ada apa dengan perawat tadi?"
"Apa?"
Clarence juga bingung.
Dia tidak melakukan apa pun !
Brenna berkata dengan marah, "Kamu pikir ibu buta? Perawat itu jelas tertarik pada mu.
"Mengapa kamu masih menggoda orang lain, padahal kamu sudah punya pacar?
"Jangan jadi pria brengsek!"
"Aku ..."
Clarence berkata, "Aku tidak melakukan apa - apa. Dia yang menggoda ku. Aku hanya terlihat tampan. Apa yang bisa aku lakukan?"
Brenna baru menyadari penampilan Clarence terlihat berbeda dari sebelumnya.
Clarence memang terlihat tampan !
"Tunggu!"
Clarence tiba - tiba berkata, "Memangnya kapan aku bilang aku punya pacar?"
Clarence tidak pernah menceritakan hubungannya dengan Lane kepada keluarganya.
Apa lagi sekarang, saat mereka sudah putus.
Oleh karena itu, keluarga Clarence tidak perlu mengetahui apa pun tentang Lane.
Namun, perkataan Brenna tadi membuat Clarence terkejut.
Sementara itu ...
Robert yang berbaring di ranjang rumah sakit, mengerutkan keningnya dan berkata, "Bukankah kemarin kamu mengatakan bahwa kemungkinan akan terjadi tanah longsor di gunung di desa?
"Ibu mu dan aku memikirkan hal ini.
"Jadi ketika ada orang yang ingin pergi ke gunung, kami memberi tahu mereka tentang hal itu.
"Pagi ini, memang sepertinya ada yang salah dengan gunung yang di selatan.
"Untungnya, kami telah memberi tahu para pendaki sebelumnya.
"Situasinya tidak terlalu serius. Hanya beberapa orang yang terluka."
__ADS_1
Robert meneguk air, lalu berkata, "Jadi aku mengajak beberapa penduduk desa untuk menyelamatkan mereka.