" System Kekayaan "

" System Kekayaan "
BAB 13


__ADS_3

"Mungkin kita bisa makan bersama nanti. Tolong berikan aku kesempatan untuk meminta maaf padamu, Tuan Esther."



Vance juga ingin membangun relasi yang baik dengan Clarence.



Dia mendengar dari Darnell bahwa Clarence membeli Lahan 1 tiga tahun yang lalu.



Sepertinya Clarence sudah memperkirakan potensi nilai sebidang tanah itu yang menjadi berkali lipat saat ini.



Tidak mudah untuk memiliki cara berpikir bijaksana dan berpandangan ke depan seperti itu.



Terlebih lagi, sangat jarang ada orang - orang yang memiliki pemikiran seperti itu!



"Tidak perlu meminta maaf padaku. Tadi aku hanya marah kepada Rowan, bukan Tuan Henson.



"Aku adalah orang yang baik untuk dijadikan teman bergaul."



Clarence mengatakan itu sambil tersenyum.



Kini Clarence meskipun seorang miliarder, dia masih pendatang baru.



Dia bukanlah tandingan para pengusaha kawakan itu.



Terdapat kesenjangan besar di antara mereka, baik itu dalam hal jaringan relasi ataupun pengalaman.



Mereka mungkin akan memiliki kesempatan untuk bekerja sama.



"Baiklah, itu bagus."



Vance akhirnya merasa lega.



Namun, diam - diam Vance merasa marah di dalam hatinya.



Menurutnya Clarence bukanlah pria yang baik untuk dijadikan teman bergaul.



Ucapan Clarence tadi dianggapnya sebagai candaan belaka.



Setelah sekitar setengah jam, kontrak transfer dan berbagai dokumen yang diperlukan telah selesai.



Para pekerja keuangan Group Taibon bekerja dengan efisiensi tinggi. Uang pembayaran yang dijanjikan pun langsung tiba.



\[ Rekeningmu telah menerima Rp.2.500.000.000.000. Saldo saat ini adalah Rp.3.001.500.000.000. \]



Total saldo saat ini adalah Rp.3.001.500.000.000!



\[ Ting! Selamat telah menyelesaikan tugas dengan kinerja ganda. Poin System digandakan. 50 Poin System diberikan. \]



\[ Ting! Poin System saat ini adalah 60. \]



\[ Ting! Berhubung pemain telah menyelesaikan tugas video, priode waktu untuk prediksi telah diubah. Priode prediksi telah berubah menjadi 2020-2023! \]



Astaga !



Astaga !



Nyaris saja Clarence berteriak heboh.



Berhubung Lahan 1 dijual seharga Rp.2.500.000.000.000, lima kali lebih banyak dari harga yang diprediksi oleh System.



Dia mendapatkan Poin System sebanyak lima kali lipat.



Tiba - tiba, muncul lagi sebuah pesan di ponsel Clarence yang terpasang System di dalamnya.



\[ Ting! Berhubung pemain telah menyelesaikan tugas video di luar pesyaratan, priode waktu untuk prediksi telah diubah terus menerus dari tahun 2010-2023! \]



Apakah itu berubah lagi ?



Periode waktu untuk prediksi telah diperpanjang selama sepuluh tahun lebih. Itu berarti System bisa mengetahui apa saja yang terjadi dari tahun 2010 hingga 2020 dan memprediksi apa saja yang akan terjadi dari tahun 2020 hingga tahun 2023.


__ADS_1


Clarence tidak tahu menahu tentang metode perhitungan yang di terapkan oleh System.



Lagi pula, itu tidak penting.



Clarence sadar itu adalah hal yang menguntungkan baginya.



Sekarang adalah tahun 2020.



Mulai hari ini, Clarence tidak hanya bisa memprediksi masa depan, namun juga mengetahui masa lalu.



Bagus sekali !



Ada lagi hal yang lebih mengejutkan bagi Clarence.



Sebelumnya, ponsel yang di pasang System hanya bisa digunakan untuk memeriksa pesan video.



Sekarang ponsel itu bisa digunakan sesuai dengan fungsi normalnya !



Clarence segera mengimpor informasi kontak dan informasi pentik dari ponsel biasa ke dalam ponsel yang dipasang dengan System.



Bagi Clarence, hari ini adalah hari yang menyenangkan !



Setelah keluar dari gedung Group Taibon, Clarence langsung kembali ke kampusnya.



Clarence sedang berada di asrama.



Kaden kelihatannya sedang murung.



Begitu melihat Clarence kembali, Kaden berkata dengan ragu - ragu, "Clarence, aku ..."



"Mengapa kamu gagap begitu?"



Clarence bertanya keheranan.



Biasanya Kaden adalah orang yang blak - blakan. Jarang sekali melihatnya berprilaku seperti itu !




"Katakan saja langsung! Kita adalah teman baik, bukan?"



"Baiklah, aku akan mengatakan yang sebenarnya."



Kaden tersenyum dan berkata dengan malu - malu, "Bisakah kamu meminjamkan aku Rp.2.000.000? Aku sedang ada masalah. Percayalah padaku, aku akan mengembalikannya begitu aku punya uang."



Setelah menuntaskan kata - katanya itu, Kaden melihat seseorang mentransfer uang kepadanya melalui Line.



Kaden menerima Rp.20.000.000 !



Clarence mentransfernya secepat kedipan mata !



Kaden mengira dia salah membaca angka yang tertera.



Jadi, dia memeriksanya lagi.



Sekali lagi !



Astaga !



Ya, Tuhan !



Itu memang benar - benar Rp.20.000.000 !



"Clarence, kamu yakin tidak salah memasukkan nomornya?"



"Tidak, aku benar - benar mentransfer Rp.20.000.000 untukmu. Terimalah! Mau mengembalikannya atau tidak, itu tidak masalah.



"Jika kamu membutuhkan lebih, katakan saja padaku dan aku akan mengirimkan uangnya padamu."



Clarence men-jiwa'i seorang miliarder.

__ADS_1



"Apa kamu sudah kaya sekarang?"



Kaden terbelalak kaget.



Dimata Kaden, Rp.2.000.000 adalah total biaya hidup Clarence setiap bulan. Clarence bahkan menghabiskan Rp.2.000.000 untuk pacarnya setiap bulan.



Di masa lalu, Clarence adalah ahlinya berhemat.



Sekarang berbeda, Clarence memberi Kaden Rp.20.000.000 !



Dia bahkan mengatakan tidak masalah apakah Kaden mengembalikan uangnya atau tidak.



Ditambah lagi, Clarence bisa memberi lebih banyak jika Kaden mengatakan uangnya tidak cukup.



Pikirkan saja apa yang Clarence katakan !



Dia memang bersikap seperti orang kaya.



"Aku benar - benar menghasilkan banyak uang."



Clarence tidak menyangkalnya, namun juga tidak memberikan informasi lebih lanjut. Clarence menjawab, "Di masa lalu, saat aku miskin, aku pun meminjam uang darimu. Kamu bahkan memberiku biaya hidupmu.



"Kamu hanya bisa makan makanan cepat saji. Aku tak pernah bisa melupakan itu.



"Ambil saja uangnya. Kita adalah teman."



"Clarence, terima kasih. Aku berjanji akan segera mengembalikan uangnya!"



Kaden bukanlah orang yang emosional.



Saat ini, dia memang butuh uang.



Namun, ada satu prinsip yang dipegangnya.



Clarence memberikannya uang, tetapi dia tidak bisa menerimanya begitu saja.


Jika Kaden mengambil uang itu ...


Dia khawatir itu akan memengaruhi persahabatan mereka.



"Apa kamu sedang mengalami masa sulit? Kabari saja jika kamu butuh bantuan."



Di mata Clarence, Kaden terlihat stres.



Kaden bukan berasal dari keluarga kaya.



Walau begitu, dia jarang meminjam uang.



Kaden meminjam uang dari Clarence karena dia tidak punya pilihan lain.



"Bukan masalah besar. Sesuatu terjadi pada ayahku, dan kami butuh uang. Jangan khawatir, masalahnya akan segera terselesaikan," ujar Kaden sambil mengibaskan tangannya.



Kaden bersyukur karena Clarence mau membantu.



Selama di kampus, Kaden dan Clarence banyak menghabiskan waktu bersama.



Keduanya berteman dekat.



Mereka membolos dan menggoda gadis - gadis bersama.



Mereka juga sering bermain video game bersama.



Tak lama kemudian, Frank dan Richard kembali ke asrama.



Saat menatap Clarence, sorot mata mereka tampak aneh dan seakan ragu untuk mengatakan sesuatu.



Akhirnya, Frank memberanikan diri untuk bertanya.



"Clarence, apa kamu bertengkar dengan Lane?"

__ADS_1



"Kamu tahu soal itu?"


__ADS_2