" System Kekayaan "

" System Kekayaan "
BAB 12


__ADS_3

Vance dengan rendah hati berjalan menghampiri Clarence. "Tuan Esther, aku gagal mendisiplinkan karyawanku. Kumohon jangan menganggapnya serius."



"Sudahlah!



"Aku tidak akan menjual tanah itu padamu!" kata Clarence dingin.



Rupanya dia adalah orang yang pendendam.



Rowan menyinggungnya dari waktu ke waktu,jadi dia tidak akan membiarkannya lolos begitu saja!



"Aku ..."



Lidah Vance terasa kelu.



Andai saja dia tahu akan seperti ini jadinya, dia tidak akan pernah mengutus Rowan untuk menangani urusan ini.



Vance menambahkan, "Tuan Esther, aku akan meminta Rowan untul minta maaf padamu. Tuan Esther bisa mengajukan permintaan apa pun dan aku akan memenuhi semuanya!"



"Apakah permintaan maaf saja cukup?"



Clarence mengangkat kepalanya dan menatap Vance dengan setengah tersenyum. "Rowan merebut pacarku dan menghinaku dari waktu ke waktu.



"Dia bahkan memamerkan gaji tahunannya di depanku.



"Apa menurutmu aku akan menjual tanah itu padamu sehingga dia akan mendapatkan bonus senilai miliaran Rupiah?"



Apa?



Jantung Vance berdegup kencang.



Dia tidak tahu bahwa ada konflik semacam itu di antara keduanya.



Setelah Rowan merebut pacar Clarence, mereka menjadi musuh bebuyutan!



Vance berbalik.



Kemudian, ditamparnya wajah Rowan karena emosi. "Dasar bodoh! Kamu benar - benar sumber masalah.



"Enyahlah dari duniaku!"



Vance menumpahkan kemarahannya.



Tanah yang nyaris dia dapatkan kini terlepas dari genggamannya.



"Tuan Henson ..."



Rowan tidak berani mengangkat wajahnya.



Dia masih bersikukuh dan berkata dengan geram, "Aku telah mengabdi pada perusahaan dan berkontribusi banyak.



"Bukankah itu hanya sebidang tanah? Aku akan mendapatkan yang lain untukmu."



"Hanya sebidang tanah katamu?"



Vance begitu kesal dengan Rowan. "Kamu pikir itu hanya sebidang tanah biasa? Tanah itu akan segera menjadi pusat bisnis.



"Selama aku bisa membangun gedung di atasnya dan mengelolanya dengan baik, setidaknya aku bisa mendapatkan Rp.7.500.000.000.000!



"Ada masalah apa dengan otakmu? Sehingga kamu menghancurkan segalanya!"



Rp.7.500.000.000.000!



Membayangkannya saja membuat pikiran Rowab kosong.



Dia tidak pernah menyangka betapa pentingnya tanah itu bagi Vance.



Rowan ambruk ke tanah karena kakinya lemas ketakutan.



Dia sungguh sial!

__ADS_1



"Enyahlah! Kamu tidak akan mendapatkan gaji ataupun bonus untuk bulan ini!" teriak Vance. Dia tidak ingin menatap Rowan lagi.



"Apa?"



Rowan seketika panik.



Dia memohon sambil berlutut di tanah. "Tuan Henson, jangan seperti itu, kumohon ..."



Rowan telah bersusah payah hingga akhirnya berhasil mencapai posisi Manajer Bagian Pemasaran dan dia mengandalkan pekerjaan itu untuk mencari uang.



Namun, sekarang ...



Dia kehilangan pekerjaan sekaligus gajinya.



Padahal dia seharusnya menerima bonus setidaknya Rp.1.500.000.000 bulan ini.



"Siapa pun, bawa dia keluar."



Darnell yang sudah tidak tahan lagi akhirnya memanggil petugas keamanan untuk mengeluarkan Rowan.



Group Taibon adalah raja di dunia bisnis.



Tak terhindarkan lagi, citra perusahaan itu rusak karena Rowan.



Darnell hanya bisa menghela napas berat. "Clarence, aku tidak menyangka hal seperti itu akan terjadi.



"Alih - alih menjual tanahmu pada Vance, berikan saja padaku. Kebetulan kami juga tertarik membelinya!"



Vance sangat menyesalinya.



Dia melewatkan sebuah kesempatan emas yang bisa memberinya keuntungan bisnis berlipat ganda.



Clarence sendiri tidak tertarik pada bidang real estate.



Dia tidak terlalu berminat, setidaknya untuk saat ini.




Semua itu akan memakan terlalu banyak waktu dan tenaga.



Yang diinginkannya hanyalah menabung uang secukupnya.



"Baiklah. Tuan Thodore, kita ini teman lama. Sebutkan saja hargamu."



"Rp.2.500.000.000.000!"



Darnell berkata tanpa ragu - ragu, "Nilai tanahmu saat ini adalah Rp.530.000.000.000, tetapi itu hanya harga saat ini.



"Nilainya bisa mencapai hingga Rp.2.500.000.000.000 di tahun depan atau bahkan berikutnya.



"Aku sudah menawarkan harga tertinggi, bagaimana menurutmu?"



Darnell mengakhiri penawarannya dengan mantap.



Setelah itu, semua orang disekitarnya terkejut.



Percakapan mereka cukup nyaring sehingga para karyawan Group Taibon bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.



Sekelompok karyawan memandang Clarence dengan sorot mata kaget.



Mereka memekik dalam hati, harganya Rp.2.500.000.000.000!



Sebidang tanah dijual seharga Rp.2.500.000.000.000.



Uang yang diterima pun dalam bentuk likuiditas!



Bahkan Darnell, manager umum yang baru diangkat, tidak akan punya uang sebanyak itu.



Mereka mengira Clarence hanya orang kaya biasa.

__ADS_1



Namun, sekarang ...



Mereka menduga kekayaan Clarence setara dengan Bill Gates.



Dia adalah seorang pemuda dengan Rp.2.500.000.000.000 dalam genggamannya.



Dia bisa menikmati hidupnya tanpa mengkhawatirkan masalah keuangan lagi.



Di kehidupan selanjutnya pun, rasanya dia juga bisa tetap hidup bergelimang harta.



Mata beberapa karyawan wanita tertuju pada Clarence sepanjang waktu, dan mereka berdiskusi, "Apakah kamu tahu, Clarence punya pacar atau tidak?"



"Apa yang kamu pikirkan? Apa orang kaya seperti Tuan Esther akan kekurangan pacar?"



"Dia benar! Aku dengar Tuan Esther mengendarai Fagani. Wanita cantik biasanya akan tertarik dengan pria bermobil mewah seperti itu."



"Sayang sekali! Andai aku masih muda ..."



Sekelompok karyawan wanita bergosip satu sama lain dengan penuh semangat.



Bahkan, ada yang sampai ingin meminta nomor telepon Clarence.



Sayangnya, mereka menyerah dengan cepat ketika melihat Darnell disamping Clarence.



"Rp.2.500.000.000.000?"



Clarence merasa terkejut sendiri saat dia menyebut angka itu di bibirnya.



Clarence berpikir, benarkah?



Sebidang tanah itu sebelumnya diperkirakan bernilai Rp.530.000.000.000.



Namun, sekarang harganya menjadi empat kali lipat lebih banyak.



Aku akan kaya raya!



Sepertinya Darnell sengaja memberiku uang lebih banyak agar bisa menjalin hubungan baik denganku.



Bagaimanapun, itu tidak penting.



Sebidang tanah ini akan menghasilkan keuntungan lebih banya jika diperasikan dengan baik.



"Tidak masalah. Aku percaya pada Tuan Thodore."



Clarence berkata sambil mengangguk yakin.



"Mari kita menikmati secangkir kopi terlebih dahulu. Kami akan mendatangkan beberapa karyawan untuk mengurus dokumennya."



Suasana hati Darnell juga menjadi cerah.



Darnell baru saja diangkat menjadi manager umum, karena itu dia membutuhkan beberapa kasus untuk menunjukkan kemampuannya.



Lahan 1 memberi Darnell peluang.



Darnell melirik Vance yang berdiri di sampingnya dengan raut wajah kusut. Dia berkata dengan senyuman menghiasi wajahnya, "Tuan Henson, berbahagialah. Kita adalah mitra kerja, bukan?



"Ke depannya, mungkin aku akan bekerja sama denganmu. Lagi pula, perusahaanmu bergerak di bisnis real estate."



"Benarkah?"



Binar mata bahagia mulai tampak pada Vance saat dia menanyakan itu.



"Apa kamu tidak percaya padaku?"



"Aku percaya. Tentu aku mempercayaimu."



Vance tertawa. Dia memandang Clarence dan berkata, "Tuan Esther, kuharap Tuan Esther bisa melupakan kesalahpahaman yang terjadi hari ini.


__ADS_1


"Mungkin kita bisa makan bersama nanti. Tolong berikan aku kesempatan untuk meminta maaf padamu, Tuan Esther."


__ADS_2