
Gadis - gadis yang belajar mandiri di ruang kelas akan kembali ke asrama mereka, begitu juga gadis - gadis yang pergi kencan.
Oleh karena itu ...
Tepat di waktu ini, para laki - laki bisa melihat para gadis - gadis cantik!
Lorong asrama putra memang terbuka.
Hampir semua orang di gedung itu bersandar di pinggiran lorong untuk menikmati kecantikan gadis - gadis itu.
Saat seseorang melihat pemandangan seperti itu ...
Dia akan berseru kaget!
"Ada begitu banyak gadis cantik di kampus kita dan dalam waktu singkat saja aku sudah melihat lima diantaranya. Sayangnya, aku sudah hampir lulus, tetapi aku masih belum punya pacar."
"Sama sepertiku. Kita tidak jelek, lalu kenapa kita tidak bisa punya pacar?"
"Lihat pria - pria yang punya pacar di bawah sana. Gadis - gadis itu juga semakin menawan saja. Kurasa aku tidak terlalu buruk jika dibandingkan dengan pria - pria itu."
"Sudahlah, Kaden. Apa kamu lihat gadis seksi di sebelah sana? Dia adalah Claire Shepard, satu dari empat gadis tercantik di kampus kita. Dia masih lajang. Pikat dia kalau kamu punya nyali.
"Lupakan saja, dia sulit untuk dihadapi."
Kaden cemberut dan menunjuk pada pasangan yang berada di bawah gedung.
"Apa kamu melihat gadis itu? Untuk gadis - gadis seperti dia, selama aku berminat untuk berbicara dengannya, aku bisa memacarinya!"
"Saking mudahnya, aku bahkan tidak perlu repot - repot berusaha dan karena itulah orang lain yang mendapatkannya. Jika kamu bertemu gadis seperti itu ..."
Setelah Kaden menceritakan hal ini ...
Dia tiba - tiba meraung, "Suruh aku mendekati gadis itu!"
"Bung, kamu bilang tidak perlu repot - repot berusaha? Kamu hanya seorang pengecut!"
Frank berkata dengan jijik.
"Kupikir kamu pria yang baik, tetapi aku jadi ingin menghinamu ketika mendengar ucapanmu!"
Frank berhenti sebentar dan tiba - tiba mendekat ke arah Kaden. Dia merangkul bahu Kaden dan terkekeh. "Aku hanya ingin memberitahu jika kamu menemukan kesempatan seperti itu ...
"Kamu harus mengingatkanku karena aku juga masih lajang!"
Sial!
Selagi mereka berbicara ...
Clarence langsung membelalakkan matanya.
Mereka cukup berpengalaman!
Mereka meskipun bicara dengan sopan, makna di balik kata - kata merek sangat buruk!
Di saat yang sama ...
Richard menjadi cemas.
"Sudah cukup.
"Kalian benar - benar nakal! Kalau begitu ... Bisakah kalian mengajakku jika tidak merepotkan?"
Clarence menyeburkan air dari mulutnya.
Teman sekamar macam apa mereka ini ...
Mereka hanya bisa membual!
Clarence menggelengkan kepalanya. "Sudah cukup. Semua orang bisa membual. Kejarlah gadis - gadis itu kalau kalian memang mampu."
__ADS_1
"Clarence, seharusnya kamu tidak mengatakan itu."
Frank berjalan mendekat. "Kamu punya pacar dan kamu tidak mengerti betapa kami sangat menginginkan seorang pacar."
"Omong - omong, aku mendengar bahwa pacarmu, Lane, telah mendapat magang dan dia akan mentraktir teman sekamarnya makan malam ini. Apa kamu tidak ikut ke sana?"
Clarence memiliki pacar ketika dia masih mahasiswa baru.
Namun, akhir - akhir ini dia sibuk dan Lane tidak pernah mencarinya.
"Dia tidak memberitahu aku."
Clarence ingin mengambil hadiah Rp. 225.000.000.000 sebelum mengunjungi Lane besok dan memberikan kejutan untuknya.
Dia sudah memikirkan hal itu.
Dia pun tidak bisa menahan diri untuk meneleponnya.
Namun, tidak ada yang menjawab.
Teman - teman sekamarnya mengobrol sejenak, sebelum kembali ke asrama.
Mungkin mereka tidak akan pernah tahu bahwa teman sekamar yang mereka ajak bicara adalah seorang yang kaya raya!
Keesokan paginya ...
Clarence bangkit dan langsung pergi ke kantor pusat lotre untuk mengambil hadiahnya.
Bagaimanapun juga, jumlahnya cukup besar.
Untuk menghindari keramaian, dia memakai topi.
Dia disambut oleh seorang gadis cantik yang terkejut ketika Clarence menunjukkan kartu identitas dan tiket lotrenya.
Prosedur untuk menukarkan hadiahnya cukup rumit.
Bagaimanapun juga, uangnya sejumlah Rp.225.000.000.000!
Jika mereka berpacaran, gadis itu tidak perlu mengkhawatirkan uang selama sisa hidupnya.
Terlebih lagi, Clarence terlihat tampan!
Biasanya, pemenang hadiah utama diminta untuk di foto dan diwawancarai.
Clarence mencoba menurunkan topi untuk menutupi wajahnya.
Setengah jam kemudian, akhirnya Clarence bisa menerima hadiahnya.
Totalnya Rp.180.000.000.000 setelah dipotong pajak!
Clarence melihat tabungannya dan sekarang ia memiliki Rp.420.000.000.000 di kartu kreditnya.
Dia berpikir, jika aku bisa memenangkan beberapa hadiah utama setiap minggu, aku akan menjadi orang paling kaya!
Dia berharap System akan memunculkan pesan video lagi.
Clarence berpikir, sebaiknya aku membeli mobil dahulu.
Dia ingin pulang kampung di akhir bulan nanti, untuk memberi kejutan pada orang tuanya.
Tak lama kemudian, dia datang ke Toko 4S mobil BMVV.
Clarence baru saja akan masuk ketika dia tiba - tiba menyadari dua orang berjalan di sampingnya.
Ekspresi wajahnya berubah dengan cepat.
__ADS_1
Clarence mengenal salah satu orang itu dan sangat akrab dengannya.
Itu adalah pacarnya, Lane!
Saat itu, Lane mengenakan sepatu hak tinggi dan berdandan rapi, sementara tangan kirinya memeluk pria berjas di sebelahnya.
Lane berkata dengan manis,
"Rowan, apa benar tidak apa - apa kalau aku magang di perusahaanmu?"
Rowan menarik lengannya dan dengan mulus melingkarkannya di pinggang Lane sambil tertawa. "Aku manager bagian pemasaran di sana, jadi serahkan saja padaku.
"Saat kamu lulus, kamu bahkan bisa bekerja disini!
"Jangan khawatir aku akan membuat waktu magangmu menjadi sangat menyenangkan."
"Kamu sangat baik, Rowan."
Lane dengan senang hati berjinjit dan mencium pipi Rowan.
"Baiklah, sayang! Ayo, kita beli mobil terlebih dahulu!"
Rowan tertawa.
Benar, Lane mendekati Rowan hanya karena membutuhkan tempat magang.
Kecantikan Lane meskipun biasa - biasa saja ...
Setidaknya Lane lumayan menarik jika dibandingkan dengan wanita - wanita di perusahaan itu.
Lane baru saja melangkah maju ketika dia melihat Clarence.
Dia tercengang bukan main.
"Clarence, apa ... Yang kamu lakukan di sini?"
"Siapa dia?"
Clarence sangat marah!
Dia tak pernah menyangka bahwa kekasihnya akan berselingkuh, apalagi di hadapannya.
Mereka memang sering bertengkar selama tiga tahun terakhir.
Namun, Clarence tidak pernah memperlakukan Lane dengan buruk.
Lane menggertakkan giginya.
Saat ini, dia tidak ingin menyembunyikan apa pun dari Clarence.
"Clarence, aku tidak menyangka kamu akan menguntitku dan karena kamu tidak mempercayaiku tidak ada gunanya kita bersama.
"Kita putus saja."
"Aku menguntitmu?"
Clarence mencibir.
Dahulu, Lane terlihat baik di matanya.
Namun sekarang ...
Semuanya telah hilang.
"Memang benar, kan?"
Lane sama sekali tidak merasa bersalah. Sebaliknya, dia hanya ingin mengosongkan pikirannya dari Clarence sekarang. "Clarence kita tidak cocok satu sama lain.
"Apa yang sudah kamu berikan kepadaku selama tiga tahun kita bersama?
__ADS_1
"Apakah kamu pernah memberikanku tas dan lipstik mahal?