
Kemudian, Clarence menatap Lane yang ada di sampingnya dan berkata sambil menyeringai, "Aku tidak mampu membeli lipstik seharga Rp.2.000.000 dan tas seharga Rp.45.000.000.
"Namun, aku bisa membeli mobil sport seharga Rp.120.000.000.000 itu lucu sekali bukan?"
Lane tercengang.
Apakah Clarence mengolok - oloknya?
Clarence sedang pamer.
Clarence bahkan mampu membeli mobil miliaran Rupiah, apalagi tas yang hanya puluhan juta Rupiah.
Lane menyesalinya.
Lane telah melewatkan lebih dari sekadar mobil mewah.
Mobil Fagani yang baru dibeli Clarence sudah siap.
Clarence membuka pintu dan duduk di dalamnya.
Saat melihat interior mobilnya yang mewah, Clarence jadi sangat bersemangat.
Itu adalah mobil sport pertama dalam hidup Clarence.
Namun ....
Clarence segera menenangkan diri.
Ada lebih dari Rp.240.000.000.000 tersisa di kartu debitnya.
Semakin banyak dana yang didapatkan, semakin banyak pula uang yang akan dihabiskan. Clarence harus beradaptasi dengan gaya hidup seperti ini.
\[ Ting! Aplikasi baru terdeteksi. System sedang ditingkatkan. \]
Clarence menerima sebuah pesan.
Clarence tercengang.
Layar System menjadi hitam.
Di layar pun muncul notifikasi yang berbunyi \[ peningkatan \].
Clarence menunggu selama dua menit.
System masih ditingkatkan.
Clarence tiba - tiba merasa panik.
Berkat informasi video yang diberikan oleh ponselnya, Clarence berubah dari miskin menjadi orang kaya.
Apa ada yang salah dengan ponselnya?
Kemudian, Clarence menggelengkan kepalanya.
Seharusnya ponselnya baik - baik saja.
Clarence merasa bahwa dirinya terjebak dalam krisis.
Ketika System selesai ditingkatkan, Clarence harus menghasilkan lebih banyak uang secepat mungkin dan membuka bisnis.
Clarence harus melakukan itu.
Jika ada yang salah dengan system, Clarence akan kalah.
Clarence sedang merencanakan masa depannya.
Lane memandang mobil Fagani itu dengan iri dan ingin masuk.
Setiap wanita ingin memiliki limosin.
Apalagi, mobil Fagani bernilai miliaran Rupiah.
Rowan merasa dipermalukan.
Rowan akan membeli mobil seharga Rp.1.200.000.000 untuk Lane dan memenangkan hatinya malam ini.
Namun, Clarence membuatnya malu.
Dibandingkan dengan mobil Fagani, mobil lainnya tampak payah.
__ADS_1
Rowan merasa sedih.
"Lane, perusahaanku berencana membeli sebuah lahan. Kebetulan aku yang bertanggung jawab atas proyek ini. Jika proyek ini berhasil, aku bisa mendapatkan komisi sebesar miliaran Rupiah.
"Nanti kamu bisa pilih mobil mana pun yang kamu suka dan akan kuberikan sebagai hadiah."
"Benarkah?"
Lane kembali tersenyum.
Lane telah kehilangan Clarence, seorang miliarder.
Namun ...
Selama dia bersama Rowan, Lane bisa mendapatakan mobil juga.
Tidak masalah meskipun mobil itu hanya bernilai Rp.1.500.000.000.
Lane merasa senang.
Si pramuniaga dan membawa dokumennya dan menyerahkannya pada Clarence.
"Tuan Esther, ini asuransi dan surat izin sementara. Surat izin resminya akan selesai dalam seminggu. Kami akan menghubungimu jika surat izinnya sudah siap."
"Tidak masalah."
Clarence menyimpan dokumennya.
\[ Peningkatan gagal!
\[ Untuk melakukan peningkatan System yang pertama, pemain perlu menghabiskan setidaknya Rp.4.500.000.000 untuk seseoran di tempat ini agar aplikasi bisa diaktifkan. \]
Sebuah pesan muncul di ponsel.
Clarence tercengang!
Apa yang terjadi?
Clarence berpikir, apakah System sedang mengolok - olok aku?
Aku baru saja menolak diskon puluhan juta Rupiah.
Namun, sekarang ...
Kamu ingin aku menghabiskan setidaknya Rp.4.500.000.000 untuk seseorang!
Aku tidak bisa pakai uang itu untuk diri sendiri.
Clarence melirik orang - orang di ruang pameran.
Clarence hanya melihat Lane dan Rowan.
Clarence lebih suka menghabiskan uang untuk orang yang lewat daripada mereka.
Tepat pada saat ini ...
Clarence melihat seorang wanita sedang memandangi sebuah mobil yang berada tidak jauh dari ruang pameran.
"Berapa harga mobil itu?" Clarence bertanya.
Si pramuniaga tersenyum dan berkata, "Itu adalah Forsche terbaru. Harganya Rp.6.000.000.000."
"Biar aku yang membayarnya."
Clarence menggertakkan gigi dan memberikan kartu debitnya.
Si pramuniaga kebingungan.
Dia tidak tahu mengapa Clarence membeli mobil lagi.
Clarence sedih karena telah menghabiskan begitu banyak uang.
Namun, agar System dapat ditingkatkan, Clarence harus mengeluarkan uangnya.
Clarence berpura - pura murah hati dan menunjuk wanita yang tidak jauh dari sana dan berkata, "Aku sedang gembira hari ini. Dia cantik, jadi aku ingin memberinya mobil. Lagi pula, aku masih punya banyak uang."
Si pramuniaga tertegun.
Clarence memberikan mobil Forsche seharga Rp.6.000.000.000 kepada seorang wanita hanya karena dia cantik.
__ADS_1
Clarence sangat murah hati.
Apa aku tidak cantik? Kenapa kamu tidak berikan mobil kepadaku saja?
Pikir si pramuniaga di dalam hatinya.
Namun, dia tidak berani mengatakan itu.
Apakah ini gaya hidup orang kaya.
Lane bergidik.
Rowan baru saja bilang akan memberikan Lane mobil senilai Rp.1.500.000.000. Namun, Clarence memberikan Forsche untuk wanita yang bahkan tidak dia kenal.
Apa Clarence sengaja?
Lane merasa iri.
Lane melihat Clarence pergi dengan penuh penyesalan.
Yang di beli oleh Clarence adalah Forsche seharga Rp.6.000.000.000.
Seharusnya itu jadi milik Lane, tapi sekarang Clarence memberikannya kepada orang asing.
"Sepertinya wanita itu adalah Claire."
Lane tiba - tiba menyadari bahwa wanita yang memandangi mobil itu adalah Claire, salah satu dari empat Primadona Kampus di Universitas Greyfay yang terkenal.
Bahkan, Rowan tidak bisa menahan diri dan terus memandang ke arah Claire.
Claire memang seksi dan cantik.
Bahkan, Lane tidak secantik Claire.
Claire mendapatkan kunci mobil dan dokumen mobil barunya dari pramuniaga.
Namun, Claire tampak tercengang.
Claire tidak tahu apa yang sedang terjadi.
Claire baru saja masuk dan melihat - lihat. Dia tidak bermaksud membeli mobil.
Setelah si pramuniaga menjelaskan situasinya, Claire terkejut.
"Clarence Esther ..."
Claire merasa nama itu tidak asing di telinganya.
"Bisakah aku minta nomor teleponnya?"
Tidak peduli apa pun alasan Clarence, Claire tidak akan menerima mobil Forsche itu.
Claire adalah gadis cantik dan seksi.
Namun, dia tidak akan menerima hadiah tanpa alasan. Apalagi, hadiah dari orang asing.
"Namun ..."
Pramuniaga itu ragu - ragu.
Bagaimanapun, dia tidak bisa membocorkan informasi klien kepada orang lain.
Namun, jika dipikir - pikir kliennya telah memberikan mobil senilai Rp.6.000.000.000 kepada wanita ini. Pramuniaga itu merasa kliennya mungkin tidak akan keberatan jika nomornya diketahui wanita itu. Jadi, pramuniaga itu berkata, "Baiklah. Nomornya ..."
"Terima kasih."
Claire tersenyum. "Aku akan meninggalkan mobilnya di sini."
"Nona Shepard, sebaiknya Nona bawa saja. Mobil ini sangat mahal jika staf kami tak sengaja merusaknya ..."
Pramuniaga itu merasa sedikit malu.
Sebuah mobil seharga Rp.6.000.000.000 sangat mahal bagi mereka.
Claire mengerutkan keningnya.
"Baiklah. Aku akan membawa mobilnya."
Keluarga Claire adalah keluarga pebisnis.
__ADS_1