
Semua orang di seluruh gedung asrama itu terkejut.
Empat tahun belakangan ini, banyak sekali pria yang mencoba mengejar Claire.
Hampir seratus orang dari mereka telah menyatakan cinta kepadanya.
Pria - pria kaya, tampan dan cerdas ...
Mereka semua termasuk ke dalam orang - orang yang jatuh cinta padanya.
Namun, Claire mengabaikan mereka semua!
Malahan sekarang ...
"Sial ..."
Clarence tidak menyangka Richard telah menyeretnya ke dalam drama seperti itu.
Dia tidak punya pilihan selain mengirimkan nomor rekening banknya kepada Claire.
Clarence tidak mempermasalahkan perkara uangnya bisa kembali atau tidak.
Kalau sampai Claire marah, dia mungkin akan benar - benar masuk ke asrama pria.
Jika sudah seperti itu, Clarence benar - benar dalam masalah.
Dia akan menjadi musuh semua pria!
Di dekat asrama.
Claire melihat nomor rekening yang telah dikirimkan Clarence padanya.
Dia tersenyum puas.
Gestur sesederhana itu saja bisa membuat semua laki - laki ingin berteriak.
"Apa Primadona Kampus baru saja tersenyum?!"
Claire akhirnya tersadar bahwa dia menarik perhatian terlalu banyak orang.
Wajahnya pun merona merah.
Kemudian, Claire pergi secepat mungkin.
Itu meskipun hanya sebuah drama kecil, semua orang membicarakannya.
Tak butuh waktu lama, sebuah gosip pun beredar dengan cepat.
Gosip bahwa Claire sedang menunggu Clarence.
"Siapa Clarence?
"Yang menghuni asrama 5, kamar 408?"
"Apa - apaan ?
"Ada apa dengannya ?
"Bagaimana dia bisa menarik perhatian Claire ?
Clarence menjadi topik pembicaraan terhangat di kampus.
Lane, yang baru saja pulang berbelanja dengan teman sekamarnya, sama sekali tidak mengerti ketika mendengar gosip itu.
Clarence ?
Claire ?
Hebat sekali !
Jadi mereka sedang berselingkuh !
Batin Lane geram.
Dia meskipun sudah putus dengan Clarence, siapa pun bisa merasa tidak nyaman ketika melihat orang - orang tertentu menjalani kehidupan yang lebih baik dari diri mereka sendiri.
Terutama mantannya !
Kamu boleh mencari pacar baru, tapi bukan gadis yang lebih cantik dariku !
Begitulah pemikiran Lane.
"Lane, mantanmu sangat miskin, sedangkan Claire adalah salah satu Primadona Kampus! Mengapa mereka bersama?"
Teman sekamarnya, May, juga sulit mempercayai gosip itu.
__ADS_1
Mereka baru saja pergi berbelanja untuk merayakan hubungan baru Lane.
Rowan adalah salah satu eksekutif perusahaannya !
Tidak hanya bisa memberikan Lane pekerjaan, gaji Rowan sendiri juga sangat tinggi.
Dia adalah jauh lebih baik daripada Clarence !
"Mana aku tahu apa yang gadis itu pikirkan?"
Lane berkata dengan wajah bingung.
Seharusnya dia bahagia setelah menyingkirkan Clarence, namun bukan itu yang dirasakannya sekarang.
Apakah karena Fagani seharga Rp.120.000.000.000 itu?
Atau ...
Apa karena Clarence memberikan Claire sebuah mobil Forsche seharga Rp.6.000.000.000?
May menyadari perubahan suasana hati Lane.
Dia segera mengubah topik pembicaraan.
"Lane, kamu lah yang terbaik di asrama kita sekarang !
"Kamu berhasil mendapatkan program magang dan pacar yang kaya raya! Tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi!
"Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan lagi !
"Sementara itu, yang bisa kulakukan hanyalah berangan - angan untuk memenangkan lotre suatu hari nanti."
"May, sebaiknya carilah tempat untuk magang. Apa kamu serius soal memenangkan lotre itu?"
Lane menggelengkan kepalanya prihati.
Teman sekamarnya itu bermimpi menjadi orang kaya sepanjang waktu. Bagaimanapun, itu bukanlah sesuatu yang mudah dicapai.
Lebih baik berpacaran dan menikah dengan orang kaya !
Sementara itu, May tidak yakin dengan ucapan Lane.
"Jangan bilang begitu. Ada orang yang memenangkan hadiah lotre yang sangat besar kemarin.
"Bisa kamu bayangkan? Aku tidak akan bisa menghabiskan uang sebanyak itu seumur hidupku!"
May mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah artikel berita pada Lane.
"Apakah kamu melihatnya? Ini orang yang kubicarakan !
"Wajahnya walaupun tertutup topi, terlihat bahwa dia masih sangat muda.
"Tunggu ..."
May terdiam, sepertinya menyadari sesuatu.
"Lane, tidakkah menurutmu sosok orang ini terlihat mirip dengan Clarence?
"Andai aku tidak mengenal Clarence mu ... Maaf, maksudku mantanmu, Clarence.
"Andai aku tidak mengenalnya, aku akan mengira orang itu adalah dia!"
"Dia?"
Lane menggeleng sambil tersenyum.
Seingat Lane, Clarence jarang membeli tiket lotre.
Kalaupun dia benar - benar membelinya, dia tidak akan cukup beruntung untuk memenangkan hadiah sebesar itu.
"Coba lihat sendiri, Lane. Aku tidak mengatakan bahwa itu dia, hanya saja mereka mirip."
"Oke, oke, aku akan melihatnya."
Lane mengambil ponsel May dengan enggan.
Namun, jantungnya berdegup kencang saat melihat gambar di artikel itu.
Nyaris saja dia menjatuhkan ponsel May saking terkejutnya.
Sebagai mantan pacar Clarence, Lane mampu mengenalinya dengan baik.
Hanya dengan melihat sekilas, Dia langsung yakin orang di dalam foto itu adalah Clarence.
Astaga ...
__ADS_1
Dia benar - benar memenangkan Rp.250.000.000.000!
Itu menjelaskan segalanya ...
Dari situlah dia mendapatkan uang sebanyak Rp.120.000.000.000 untuk membeli Fagani itu.
Dari situ juga dia memiliki Rp.6.000.000.000 dan membeli Forsche untuk mendekati Claire!
Perasaan tidak enak mulai menyelubungi hati Lane.
"Lane, apa ada yang salah?
"Wajahmu pucat," tanya May.
"Aku baik - baik saja.
"Tinggalkan aku sendiri."
Lane mengambil ponsel May dan berjalan mengitari kampus.
Di situlah, Lane mulai mempertanyakan dirinya sendiri.
Mungkin dia telah membuat pilihan yang salah ...
Dia mengingat kembali kenangannya saat masih bersama Clarence.
Tiba - tiba saja pesona Clarence terbayang begitu kuat di benaknya.
Dia tampan, setia dan dewasa.
Mungkin aku masih memiliki perasaan padanya, pikir Lane.
Saat pikiran itu menghapiri Lane, ponselnya berdering.
Rowan meneleponnya.
"Ada apa, Rowan?"
"Lane, apa kamu ingin menghancurkan hidupku?
"Kamu bilang Clarence tidak punya pendapatan?
"Katamu dia miskin?
"Namun, apa kenyataannya?
"Bocah itu tidak hanya mengenal manager umum Group Taibon, dia juga mendapat Rp.2.500.000.000.000 dengan menjual Lahan 1 miliknya!
"Kamu merusak segalanya!"
Rowan berteriak marah dari seberang telepon.
Andai Lane tidak membuatnya salah menilai situasi, dia tidak akan berakhir seperti itu.
"Rowan, hentikan ... Jangan bercanda."
Mendengar amukan Rowan, Lane kaget bukan main.
"Bercanda apanya !
"Tidak ada yang bercanda !
"Gara - gara kamu aku kehilangan pekerjaan dan gajiku !
"Jangan berani muncul dihadapanku mulai detik ini !
"Omong - omong, pekerjaanmu jelas juga lenyap!"
Rowan langsung mengakhiri panggilan begitu raungannya selesai.
"Aku ..."
Wajah Lane menjadi makin pucat.
Semua kenyataan itu menghantamnya begitu kuat, membuatnya hampir jatuh lemas ke tanah.
Clarence mendapatkan Rp.2.500.000.000.000 ?
Kata - kata Rowan membuat Lane mempercayainya meski Lane juga merasa heran.
Bahkan, jika Lane menghabiskan Rp.240.000.000 sehari, butuh waktu sekitar dua puluh tujuh tahun untuk menghabiskan semuanya.
Di Kota Greyfay, ada beberapa tokoh penting yang memiliki kekayaan yang berlimpah.
Kecuali mereka, siapa lagi yang memiliki uang sebanyak itu?
__ADS_1