•Ajinamoto•

•Ajinamoto•
[1]•Rival


__ADS_3

...•sorry kalo masih ada typo•...


Dengan gerakan kaki yang seirama, seorang siswi berjalan cepat menyusuri koridor, dirinya baru ingat jika pr matematikanya belum juga ia kerjakan.


Oh iyah, namanya Marina, teman dekatnya sering memanggilnya hembodi, yah begitulah, namanya seperti merek hembodi terkenal itu, entah punya dendam kusumat apa tetangganya itu, iyah, tetangganya yang memberi nama marina, marina saja tanpa imbuhan kata lagi, dia pun tak tahu sebenernya dia anak ibunya apa tetanganya.


Dia pernah bertanya pada ibunya, dan sang ibu malah menjawab jika dia anak orang lewat, tak lupa di akhiri dengan gelak tawa.


Oh iyah, dia merupakan anak tunggal, orang tuanya bukan orang menengah ke atas, tapi masih mampu lah untuk kebutuhan sehari-hari dan keperluan sekolahnya, ayahnya hanya bekerja sebagai pegawai kantoran, sedangkan ibunya, dia memilih mengurusi rumah dan marina.


Marina mempunyai temen bernama ale, ah, bahkan nama mereka sangat bully able sekali, yang satunya marina, yang satunya ale.....,ale.


"awas"ucap ina ketika seorang cowok menghalangi jalannya.


Gedubrakkk


Tiba-tiba saja ina terjatuh ketika cowok yang sempat ia bentak tadi mendorongnya kuat, ck, bahkan ina lupa mengenalkan cowok yang satu ini, namanya Ajinamoto, bukan-bukan, nama panjangnya Aji saputra, dia merupakan rival ina yang hebatnya selalu satu sekolah sejak tk, bahkan mereka selalu di tempatkan di kelas yang sama.


"sakit bego"ucap ina, tangannya bergerak membersihkan debu yang menempel di rok dan seragam putihnya.


"maap, gue sengaja"ucap aji datar tak ada rasa bersalahnya.


Dengan cepat ina berdiri, melangkah cepat menyusul rivalnya yang sudah lebih dulu di depannya.


Tangannya mendorong kuat tubuh aji, membuat yang punya terhuyung ke depan, hampir saja cowok itu terjatuh.


"lo tuh yah, cari masalah mulu sama gue"ucap ina kesal, tangannya bergerak ingin menjambak aji.


"lo juga gitu, nggak impas dong kalo gue nggak nyari masalah sama lo balik"ucap aji yang berhasil menghentikan tangan ina yang hendak menjambaknya.


"AJINAMOTO"teriak ina cukup keras, membuat siswa yang sempat melewati mereka meringis ngilu.


"hembodi"ucap aji memilih untuk melanjutkan langkahnya menuju kelas.


"heh, enak aja lu yak, nggak impas dong kalo lu nggak jatoh juga, seenggaknya gue puas jambak rambut lo"uca ina seraya menjambak kuat rambut aji, membuat yang punya meringis.


Gedubrakkk


Terlihat ina sudah tersungkur ke lantai akibat dorongan dari aji, di lihatnya wajah menahan emosi yang di tunjukkan ina, di tambah beberapa siswa yang lewat tertawa pelan.


"AJINAMOTOO!!!!"teriak ina emosi, ketika yang punya nama sudah masuk kelas.


"nggak bisa di biarin tuh micin"ucap ina dengan emosi yang meledak-ledak.


"na, pr matematika lo udah"ucap salah satu temannya membuat matanya terbelalak kaget, astaga, dirinya lupa dengan yang satu itu.


"lo udah?"tanya ina pada cewek berkacamata itu.


"udah"jawab dia tersenyum manis.


"gue nyontek dong, yah yah"ucap ina memasang muka memelas.

__ADS_1


"ya..."


"apaan, nggak ada, lo punya otak kan, otak tuh di pake jangan di pajang doang"ucap aji tiba-tiba datang mengambil buku cewek itu yang tadi sempat otw jatuh ke tangan ina.


"heh, yah suka-suka gue lah, tera aja nggak keberatan gue contekin, kok lu yang sewot, otak-otak gue, bebas mau di pajang kek, di cemilin kek, itu urusan gue, sini"ucap ina nyolot, tangannya bergerak ingin mengambil buku cewek yang bernama tera itu dari tangan aji.


"tera, jangan di contekin yah ke setan ini"ucap aji yang terkesan sok lembut, dih, ina sungguh jijay mendengarnya.


"tapi...ina aja sering nyontekin gue kalo gue lupa ngerjain pr ji"ucap tera tak enak hati.


"TUH DENGER, GUE NGGAK PELIT YAH, NGGAK KEK LO, SINI"teriak ina tepat di depan muka aji, mengambil buku tera dari tangan si ajinamoto.


"wleee, dasar ajinamoto, micin perusak otak"ucap ina berlari menuju bangkunya, membiarkan aji menahan emosinya.


"OH EM JI HELOWW, DEMI UPIN IPIN YANG NGGAK SMP-SMP, MTK GUE BELOM DIKERJAIN ASTAGA"teriak cetar membahana dari mulut siapa lagi jika bukan si ale-ale, merek minuman itu.


"bacot anda"ucap ina, tangannya dengan lihai menari di atas bukunya, matanya melirik kesana kemari agar cepat selesai sesi menconteknya.


"gue nyontek yah na"ucap ale cengegesan tak jelas.


"ini punya tera, ngomong sama tera bukan ama gue"jawab ina seperti orang sibuk.


"TERA, GUE NYONTEK, IYAAAA, OKE, MAKASI"teriak ale langsung saja ikut gabung di samping ina, dengan gerakan cepat dia segera mengeluarkan bukunya, tak lupa juga bolpoin isi ulang favoritnya.


"na, semalem gue sama dafa jalan tau"pamer ale di sela-sela kegiatan menulisnya.


"yah terus, emang biasanya merangkang?"ucap ina ngaco.


"ih lu mah ngeselin sumpah, ngedate maksut gue"ucap ale kesal sendiri.


"kok oh doang sih, itu ngedate pertama gue sama dafa"ucap ale gondok sendiri punya sahabat seperti ina.


"yah terus gue harus yasinan gitu, sholawatan gitu, biar setan di tubuh lo kepanasan"ucap ina semakin membuat sahabatnya jengkel.


"au ah terang"ucap ale ngambek.


"eh merek minuman"ucap ina setelah acara menyonteknya selesai.


Namun yang di panggil tidak menyaut, nah, ngambek nih curut, ngambek.


"ale-ale yuhuuu"panggil ina sekali lagi, namun yang di panggil cuma diam saja, sibuk dengan contekannya.


"ale, lu budek yah"ucap ina sedikit berteriak.


"paan"jawab ale judes.


"cuma manggil sih"ucap ina sukses mendapat pelototan dari sang teman.


"gobl*oknya natural sekali yah bun"ucap ale seraya menjitak kepala ina keras.


"sakit nying"ucap ina seraya mengelusi kepalanya.

__ADS_1


"ups, sorry, sengaja"ucap ale tersenyum puas.


Pletakkk


"satu sama"ucap ina tersenyun puas.


"monkey lu ah"ucap ale, tubuhnya bangkit, berjalan menuju meja depan di mana tera duduk.


"makasih yah ra, i lop yu, muachh"ucap ale sukses membuat tera bergidik ngeri.


Kakinya berjalan menuju bangkunya dengan ina, menggesernya cepat mendekati ina, membuat sang teman menatapnya heran.


"nape lu, keabisan obat?"ucap ina heran sendiri dengan tingkah si merek minuman itu.


"lo, nggak ada niatan nyari pacar na"ucap ale sok serius.


"jaman sekarang, jomblo itu keren le, buat apa nyari pacar"jawab ina bersongong ria.


"dih, masa sih, bukannya lo sering ngeluh, suka iri liat keuwuan di fyp tiktok lu"ucap ale sukses ngebuat ina cengengesan.


"nggak laku lu"ejek ale.


"lo kalo ngomong tuh ye"


"ape, hah"


"suka bener anjir"


"yeee, itu si aji, nggak ada niatan mau pacaran lo berdua"


Di liriknya ajinamoto, micin perusak otak itu, tampak dari pojok kelas si micin lagi sibuk, sibuk ngegame maksutnya, tuh orang nggak di kelas, nggak di kantin, game mulu kerjaannya.


Di saat dirinya sedang sibuk mengamati si micin, tiba-tiba saja tuh micin ngeliatin ina balik, pandangan mereka bertubrukan beberapa detik, sebelum ina memutuskannya cepat.


Anjir, keciduk gue ogeb ah.batinnya merutuki kebodohannya, ngapain juga dia mikirin kegiatan tuh micin.


"woi hembodi, lo di ajak sepik-sepik malah kek pergi ke dunia lain"ucap ale berhasil membuat ina terkejut setengah mampus, tangannya reflek menjitak kepala ale.


"ngagetin lu anying"ucap ina ngegas.


"yeee, ngegas si mba nya, pacarin ajalah MICIN KESAYANGAN LO ITU"ucap ale sengaja mengeraskan suaranya.


"ngomongnya nggak usah keras-keras bego"ucap ina menggeplak pundak ale cukup keras.


"aji, INA SUKA SAMA LO NIH"teriak ale sukses ngebuat seluruh teman kelasnya tersenyum penuh arti.


"cieeeee"ucap seluruh kelas kompak.


"malu gue mah malu punya temen kek lo le"ucap ina menutup mukanya.


Anjir ah nih setan emang biadab banget sumpah, malu-maluin, mau taro dimana muka gue anying.Batin ina merutuki ucapan sahabatnya.

__ADS_1


"cieeeeee"ucap ale sedikit keras.


"monkey lu"ucap ina kesal.


__ADS_2