•Ajinamoto•

•Ajinamoto•
[5]•Traktir


__ADS_3

Motor scoopy milik ina perlahan memasuki gerbang sekolah, di ikuti oleh beberapa siswa dari berbagai kelas.


Yap, scoopy nya sudah balik ke rumahnya, semalam, ada bapak-bapak yang datang ke rumahnya, ternyata ingin mengembalikan scoopy milik ina, dia tau, itu pasti tukang bengkel suruhannya ajinamoto.


Mesin motornya berhenti berbunyi ketika sudah sampai di parkiran, dengan cepat ina segera melepas helmnya, beralih turun dari motor kesayangannya.


"morning hembodi"ucap seseorang, membuatnya menoleh cepat mencari sumber suara.


Ternyata oh ternyata, si merek minuman lah yang menyapanya.


Dengan cepat ina membuang mukanya malas, di tambah si ale-ale itu tengah berboncengan dengan dafa, dia tau jika temannya itu sedang berpamer ria.


Ina tak akan iri pada pasangan satu itu, di kira dia akan ngeluh karna sendiri terus? Tentu tidak, jomblo adalah sebuah pilihan, jaman sekarang jomblo itu keren.


Dilangkahkan kakinya meninggalkan parkiran, masa bodo si ale-ale ngambek karna tak membalas sapaannya.


"woy anjir, gue nyapa kok malah di kacangin sih"ucap ale tiba-tiba berjalan di samping ina.


"nggak sama dafa?"


"tadi ada temennya, jadi gue nyamperin lo deh"ucap ale tersenyum.


"oh"


Di saat dirinya sedang sibuk melirik siswa seangkatannya, matanya menangkap sosok ajinamoto yang baru datang dengan moge hitamnya.


"eh, si aji noh"ucap ale menyenggol bahu ina, membuat yang punya meliriknya tajam.


"terus? Gue harus manjat tembok gitu"


"biasaan lo anjir ah, sama-sama ngeselin kek aji, curiga gue kalian itu pacaran"ucap ale, telunjuknya bergerak menunjuk muka ina.


"mulut lo mending diem dah ah, ogah amat gue pacaran ama mulut mercon itu"ucap ina kesal sendiri.


"kemaren aja boncengan, lari-larian kek drama korea, sambil pegangan tangan lagi"ucap ale yang tak bisa mengecilkan suaranya.


"tau dari mana lo"


"di gc lah, makanya jadi orang tuh jangan op terus, ngapain sih lo, bertapa di rumah?"


"dih, gue matiin data yah biar kalo lagi baca ******* nggak keganggu lah, soalnya kalo data nyala, iklannya lewat terus kek orang mau nyebrang"ucap ina.


"premium lah, ribet lah"


"males"ucap ina memilih berjalan lebih cepat dari ale.


"dih dih ngambek-ngambek"


"enggak sih, lo aja yang kepedean"ucap ina.


Langkahnya melambat ketika pintu kelasnya sudah dapat ia lihat, dengan cepat ia langsung masuk kelas.


"acieeeeeee, masuknya bareng nih"ucap salsa.


"uwowwww, couple baru di kelas ini"ucap ardi.


"cieeeeeee"ucap teman kelasnya kompak.

__ADS_1


Hal itu sukses membuat ina kebingungan sendiri, ada apa memangnya.


"cieeeee"ucap ale seraya menunju ke belakang.


Matanya dengan cepat menoleh ke belakang, betapa terkejutnya ketika si ajinamoto berdiri tak jauh darinya.


"cieeeeee, tatap-tatapan"ucap edo ikut panas semdiri.


"paan sih"ucap ina ketus, berjalan cepat menuju mejanya yang berada di pojokan kelas.


Di dudukinya bangku yang menjadi tempat ternyamannya di kelas, menatap heran ale yang juga tengah menatapnya.


"lo pacaran sama aji na"ucap cewek yang duduk di depannya.


"enggak, kata siapa"


"kata edo, ada fotonya juga, kalian lagi pegangan tangan waktu ujan-ujanan"


"sumpah, udah kaya liat drama korea versi real life"ucap teman satunya lagi ikut nimbrung.


"motor gue mogok, jadi dia nolongin gue, jangan percaya deh sama mulut ember kek edo, mulut hasil cuci gudang tuh"ucap ina menatap kesal edo.


Sedangkan yang di tatap malas cengengesan tak jelas, ckckck.


"yah, gue kira pacaran, soalnya kalian kan sering berantem, jadi kek kaget gitu waktu denger kalian berdua pacaran"ucap cewek itu.


"hm"jawab ina sungguh sangat malas, kelasnya ini di huni oleh bibit pengghibah semua, jadi momen sekecil apapun mereka pasti akan tau.


Di tatapnya ajinamoto yang sedang duduk seraya memijat layar hpnya, yah sedang apalagi jika bukan ngegame.


Hingga tatapan mereka bertubrukan, lagi, bagai tercyduk basah sedang nyolong ****** cowok, ina buru-buru melepas pandangannya.


Berpura-pura main agar tidak terlihat begitu malu-maluin.


Ck, bego banget sih gue liatin tuh micin, bisa geer tuh orang ah. Batin ina merutuki tatapannya tadi.


...◌⑅●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅◌...


"ke kantin yuk na"ucap ale yang sudah bangkit dari duduknya.


"yuk"jawab ina ikut berdiri, mengikut langkah ale dari belakang.


"lo udah janji mau traktir gue"ucap si ajinamoto membuatnya berhenti dengan terpaksa, menatap malas cowok itu.


"yah ayok"


"gue maunya makan di kelas"


"ajinamoto, anda bisa melihat perintah itu"ucap ina seraya menunjuk poster bertuliskan "di larang makan di kelas".


"gue sekolah di sini bayar, yah terserah gue dong, udah sih, tinggal beliin ajah ribet lo"ucap aji.


"iyaa micin, bawel lo ah, btw berapa harga benerin motor gue"ucap ina.


"enggak bayar cuma nyambungin kabel doang"


"yakin lo"ucap ina sedikit tak percaya, di tambah tukan bengkel itu capek-capek membawa scoopynya ke rumah.

__ADS_1


"iya lah, nggak usah kepedean gue yang bayarin"


"dih, siapa juga yang mikir gitu, yuk le"ucap ina menarik tangan ale meninggalkan aji seorang diri di kelas.


"kalian berdua ngomong apasih"


"masalah kemaren"


"traktir?"tanya ale penasaran.


"iyaa, dia kemaren nolongin gue terus minta traktir, jangan mikir kalo tuh cowok baik"


"masa sih"


"iya lah, makannya tuh orang komuknya kek penuh dosa gitu"


"jan gitu loh, nanti kalo dia jodoh lo gimana"


"Ngaco"


Hening beberapa menit, membiarkan suara ghibahan para siswa siswi masuk ke pendengaran mereka berdua.


"gimana kerja kelompok lo sama aji"


"enggak tau"jawab ina singkat.


"lo ada nomornya si aji?"ucap ale.


"nggak ngesave gue, males"


"wah parah lo, padahal nomornya udah ada di gc"


"emang lo ngesave?"tanya ina penasaran.


"enggak sih"jawab ale cegengesan tak jelas.


"dih, oon lo ah"ucap ina seraya duduk di bangku kantin yang kosong.


"pesenin gue dong le, besok gantian gue"


"hm, janji lo yah, mau pesen apa"


"siomay di sini satu, satu di bungkus, terus.....apa yah gue lupa pula"


"bakso"ucap ale asal, siapa tau benar.


"nah, pinter, bakso bungkus satu, siomay bungkus satu, es teh manis satu, itu buat si micin"


"lo? Apa"


"gue siomay sama es teh aja deh, lagi diet"ucap ina senyum-senyum tak jelas.


"yeh, badan kek ujung lidi gitu gaya-gaya an mau diet, pengen terbang lo"


"oh tentu, biar terbang, terus sampe ke korea, ketemu deh sama baekhyun, nikah, punya anak, hidup bahagia deh, keren kan rencana gue"ucap ina senyum-senyum sendiri membayangkan idolany yang kelak menjadi jodohnya, aminkan dong guys.


"dih, halu mu terlalu tinggi mba"ucap ale ngeri sendiri, memilih untuk pergi saja menuju penjual siomay.

__ADS_1


__ADS_2