
Terlihat ina sedang sibuk meraut pensilnya karna hari ini ada pelajaran matematika, jadi butuh pensil untuk coret-coretan rumus.
Di saat dirinya sedang asik meraut pensil dengan di iringi oleh nyanyiannya yang merusak dunia, tiba-tiba saja sebuah botol mendarat tepat di punggungnya dengan sangat nafsu.
Mata ina mulai mengobarkan api emosi, memutar tubuhnya menghadap lurus ke lorong, mendapati si ajinamoto sedang menatapnya tanpa dosa, seakan itu bukan perbuatannya.
Di ambilnya botol tadi yang ada di bawahnya, dengan kekuatan bismillah ina melayangkan botol itu tepat mengenai kening aji dengan nafsunya.
"bwahahahahahaha, mampus, sukurin, satu sama"ucap ina berjalan masuk ke dalam kelas.
Namun tiba-tiba saja dirinya di dorong keras oleh seseorang yang pasti si micin.
Dengan mengenaskannya ina tersungkur, semua siswa mipa 5 yang melihat hal tersebut tertawa pelan.
Dengan emosi yang menggebu-gebu ina segera bangun seraya membersihkan seragamnya yang sedikit berdebu.
"lo kira ini nggak sakit hah, sakit bego"ucao ina menjambak keras rambut aji, kemarahannya semakin tersalurkan karna kemaren dia kesal setengah mampus dengan cowok di depannya.
"awwww, sakit bego"
"lo kira gue jatuh kek tadi nggak sakit hah, sakit lah"ucap ina begitu nafsu menjambak rambut ajinamoto.
"lepasin anjir"
Dengan cepat ina langsung melepaskan jambakannya, mendorong keras tubuh aji.
Namun naasnya tubuh aji menabrak dinding kelas begitu keras, membuat kepalanya terbentur.
"awwwww"
"eh micin, lo nggak papa kan, eh maaf"ucap ina merasa bersalah.
Tangannya ingin menyentuh kepala aji namun langsung di tampik oleh yang punya.
"nggak usah sok kasian"ucap aji datar, memilih untuk segera duduk di bangkunya.
"gue nggak sengaja ji, maaf"ucap ina.
"ck paan sih, awas lo ah, ganggu penglihatan gue ajah, minggir sana"bentak aji.
Hal itu membuat ina terkejut dengan bentakan cowok itu, pasalnya aji jarang sekali membentaknya bahkan hampir tidak pernah.
"na, ayok duduk"ucap ale yang baru saja datang, menarik tangan ina agar menjauh dari bangku aji.
...◌⑅●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅◌...
"lo kenapa sih na, dari tadi cemberut mulu"ucap ale bingung dengan tingkah temannya itu.
"aji"gumam ina.
__ADS_1
"aji kenapa"
"dia ngebentak gue le"
matanya mulai berkaca-kaca padahal hanya masalah sepele.
"kok bisa"tanya ale.
"gue nggak sengaja ngedorong dia sampe ngebentur tembok kelas, gue kasar banget yah le"
"udah nggak usah sedih, lo kan nggak sengaja"ucap ale di balas anggukan oleh ina.
"kok lo tumben mikirin aji, lo suka sama dia?"tanya ale curiga.
"ngaco lo, nggak mungkin lah, gue cuma ngerasa bersalah"ucap ina.
"masa sih"
"iyah ih, lo mah ngeselin sumpah"
"yaudah ayok balik ke kelas, udah mau masuk nih"ucap ale bangkit dari duduknya di ikuti ina yang juga ikut berdiri, dilanjut dengan langkah kaki yang seirama.
Tatapan mereka terfokus pada siswi-siswi yang sedang mengerubungi lapangan basket, mungkin siswa lagi latihan basket buat tanding.
"kok tumben rame gitu yah na"
"liat cowok main basket kali"ucap ina kembali meluruskan pandangannya menatap koridor yang seakan menyambutnya.
"hm"
"hm"
"ina"
"paan sih le"ucap ina kesal.
"liat tuh"ucap ale menunjuk ke lapangan basket.
Dengan rasa penasaran, ina menoleh cepat guna mengetahui apa maksut ale.
Sungguh menyesal dirinya melihat ke arah lapangan basket, di sana terlihat cowok bernama ajinamoto sedang panik karna leta, adik kelas itu pingsan, entah karna apa.
Samar-samar ina dapat mendengar aji memanggil-manggil nama leta dengan nada yang bergetar, hatinya ikut bergetar, entah kenapa rasanya sakit sekali, seperti ada yang menusuk hatinya secara paksa. Dengan bodohnya ina terus saja terdiam menatap ke arah mereka berdua.
Hatinya bagai tertusuk berkali-kali ketika aji mencium kening leta dengan panik, dan menggendongnya ala brydal style, senyum ina terbit begitu terpaksa.
"le, gue pengen pipis, lo duluan aja"ucap ina tersenyum paksa.
"yakin lo"tanya ale khawatir.
__ADS_1
"iyah"
"oke" jawaban ale membuatnya segera berjalan cepat menuju toilet yang tak jauh dari tempatnya tadi.
Setelah sampai di depan toilet, tanpa basa-basi ina langsung masuk, menuju wastafel guna mencuci mukanya.
Namun bahunya bergetar seiring air yang membasahi mukanya, bahkan air mata ina menyatu dengan air keran.
"kenapa rasanya sakit banget"ucap ina tak mengerti dengan hatinya.
"gue nggak suka lo nyium kening leta ji"ucap ina semakin mengeluarkan air matanya.
Hingga tiba-tiba pundaknya merasa di pegang oleh seseorang, setelah di lihat, ternyata itu ale sahabatnya.
"lo kalo butuh pelukan bilang gue na, apa gunanya gue sebagai temen lo kalo nangis aja masih di sembunyiin, gue ngerasa nggak becus jadi temen tau nggak sih na"ucap ale memeluk erat temannya, mengelus penuh kasih sayang punggung ina.
"gue sesek le, hati gue kaya ada yang nusuk, sa....kittttt bang-et"ucap ina.
"udah, lo puas-puasin nangis lo, nggak usah di tahan, gue tau kok lo lagi sakit hati"ucap ale.
"gue kenapa sih le, kok gini"ucap ina.
"lo suka sama aji bego, nggak ngaku lo"
"dih, nggak usah ngegas kali"
"yah lo, udah masalah pelajaran oon, masalah percintaan malah tambah oon, paket komplit sumpah"ucap ale tertawa pelan.
"ngeselin lo"ucap ina memukul bahu ale pelan.
"mau bolos"tanya ale yang langsung di angguki oleh ina.
...◌⑅●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅◌...
Di sinilah ina dan ale berada, duduk berhadapan dengan ditemani es coffie, jika bintang tau kalo ina bolos, pasti dia akan di omelin.
"gue saranin sih lo kejar si aji deh, soalnya gue denger-denger mereka belum pacaran"ucap ale.
"lo nyuruh gue jadi pho gitu"
"ih nggak gitu juga, mereka kan belum pacaran, bukan pho lah"
"emang harus gitu?"
"yah haruslah na, kalo nggak gercep, bakal nyesel lo, kalo aji udah pacaran sama si adek kelas itu"
"masa gue yang ngomong dulu sih, ngaco banget sumpah"
"kenapa? Jaman sekarang cewek yang ngungkapin perasaan dulu itu lagi tenar, nggak papa, yakin aja deh"
__ADS_1
"tapi....apa aji suka sama gue"