
"kok lo nggak sepik-sepik sama gue sih kalo lo masuk rumah sakit, sumpah na, lo nggak nganggep gue temen fiks"ucap ale memalingkan mukanya, memberitahu ina jika dirinya sedang ngambek.
"yah maap le, lagian nggak penting juga sih"ucap ina sukses mendapat pelototan dari temennya itu.
"nggak penting? Lo masuk rumah sakit nggak penting, keknya lo mssih sakit deh na, harusnya lo jangan sekolah dulu"ucap ale seraya menempelkan punggung tangannya ke dahi ina.
"gue nggak kenapa-napa le, cuma benturan kecil doang"ucap ina tertawa pelan melihat tingkah temannya itu.
"benturan kecil kalo lo sampe amnesia terus nggak inget sama gue gimana hah, nanti kaya di pilem-pilem, lo ngomong ke gue lo siapa"
"ish, lebay lu ah, itu kan pilem, di lebih-lebihin biar dramanya kerasa"ucap ina.
Drrrttttt drrrtttt
Tiba-tiba saja hpnya bergetar menandakan jika ada yang menelponnya, siapa yang menelponnya pagi-pagi begini, apa orang tuanya?
"siapa"tanya ale penasaran.
"sepupu gue"jawab ina memilih untuk segera menjawab panggilan itu.
"halo bin, kenapa?"
^^^"nanti pulang sekolah lo pesen taksi yah, gue ada urusan mendadak, atau nggak nebeng si micin-micin itu"^^^
"oke bos"
^^^"jangan pulang telat, gue ngawasin lo dari jauh yah na"^^^
"iyah ih, bawel lo kek papah gue"
^^^"nggak bawel nggak di hargain, yaudah, gue tutup yah"^^^
"oke"
Tut tutttt
"kenapa?"tanya ale penasaran.
"itu, dia nggak bisa ngejemput gue, ada urusan katanya"jawab ina seadanya.
"nih"ucap seseorang.
Ale dan ina langsung saja mendongak pemasaran, siapa yang memberikan roti dan susu kotak pagi-pagi begini.
"mau ngapain lo hah"ucap ale garang.
"mau jaipongan"jawab aji ngaco.
"kata bintang lo belom sarapan"ucap aji menatap ina.
"gue udah kenyang tadi beli bubur di jalan"jawab ina yang nyatanya hanya sebuah kebohongan.
"berarti ini makanan ringannya"
"gue udah kenyang micin"ucap ina keleh menolak makanan dari aji.
"makan atau gue aduin bintan biar lo nggak di bolehin sekolah"ucap aji menatap tajam cewek itu.
Yang di tatap hanya membuang mukanya kesal, dengan cepat tangannya mengambil roti dan susu kotak itu, menatap tajam si ajinamoto.
"dah sono, udah kan"ucap ina.
"makan, awas lu nggak di makan"
"iyah bawel lu ah"ucap ina kesal.
Setelah itu aji berjalan meninggalkan ina dan ale, menuju bangkunya yang berada di depan dekat pintu, tempat duduk jail able itu, karna bisa mengagetkan temannya yang akan masuk kelas.
"lo udah baikan sama aji na"tanya ale kepo.
__ADS_1
"yoi"
"leta?"
"dia sepupunya micin"jawab ina seraya membuka bungkus sari roti rasa coklat.
"seriusan lo"
"iyah, gue juga kaget, padahal kek orang pacaran banget"ucap ina menatap ale sekilas.
"ih sumpah sih, kek kena preng, serasi banget loh mereka"ucap ale yang sengaja memanas-manasi temannya.
"pala lu"
"acieeee cemburu nieeee"ucap ale tersenyum jail, tangannya bergerak menoel-noel dagu ina berulang kali.
"paan sih, nggak jelas lo"ucap ina tersenyum malu-malu kutu.
"terus gimana"
"gimana apanya"tanya ina tak paham dengan maksut ale.
"lo udah jadian sama aji? Atau lamgsung nikah?"
Pletakkk
"ogeb lu mah ah, belom"jawab ina di akhiri dengan senyum pepsodent.
"dih, gercep lah anjir, di colong orang nanti nangis-nangis lagi"sindir ale.
"iyah le iyah, nanti, masa tiba-tiba gud ngomong micin, gue suka sama lo"ucap ina dengan suara pelan.
"di mana harga diri gue sebagai cewek le, malu gue mah malu"
"iyah juga sih, tumben lo gunain otak lo"
"bales dendam dong"ucap ale tersenyum bangga.
"dih, ogeb"
...◌⑅●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅◌...
"kerja kelompoknya kapan"tanya aji ketika ina berjalan di depannya berniat ingin keluar kelas.
"pulang sekolah aja, gue free"ucap ina.
"pulang sekolah gue mau latihan futsal"ucap aji.
Tatapan ina berubah sangar setelah mendengar ucapan aji, hal itu membuat aji tertawa pelan, bangkit dari duduknya.
Tangannya terulur mengacak pelan rambut ina.
"gue bercanda hembodi, sensian lo ah"ucap aji.
"acieeeeeeee"ucap siswa yang masih stand by di kelas.
Dengan cepat aji kembali menarik tangannya, mencoba agar tidak terlihat salting, sedangkan ina hanya menatap ke arah lain.
"pj nya jangan lupa yah bapak dan ibu"ucap indah tersenyum jail.
"paan sih lo in"ucap ina malu-malu tae kucing.
"tau kok gue kalian otw jadian"ucap indah semakin menjadi-jadi.
"yok le ah, indah ngeselin lama-lama"ucap ina menarik tangan ale cepat.
"acieeee salting"goda ale ikut-ikutan.
"gue toyor pala lu nih"ucap ina seraya mengepalkan tangannya tepat di depan muka ale.
__ADS_1
"sabar dong na, santai, gue bercanda doang"
"ngeselin lo"ucap ina.
Setelah itu hanya keheningan yang melengkapi perjalanan mereka menuju ke kantin, hingga akhirnya mereka sampai juga.
"karna lo belum sembuh total, hari ini gue yang pesenin, lo mau beli apa"ucap ale.
"bakso sama es teh"ucap ina.
"yakin lo? Nggak takut ketauan aji?"
"tuh orang nggak bakal tau kalo nggak ngasih tau, udah cepetan"ucap ina di balas anggukan oleh ale.
Setelah beberapa menit ina menunggu temannya itu, akhirnya ale datang dengan membawa 2 mangkok bakso tak lupa dengan es teh manis.
"wah enak nih"ucap ina sudah kegirangan sendiri.
Tangannya dengan cepat menarik mangkok berisi bakso itu ke hadapannya, tak lupa juga dengan es teh favoritnya.
Tangannya mengaduk bakso itu agar bumbunya tercampur rata.
"bismillah"ucap ina yang sudah tak sabar untuk melahap bakso tersebut.
Namun tiba-tiba saja mangkok berisi bakso itu di tarik paksa oleh seseorang, tak lupa juga dengan es tehnya, matanya mendongak guna mengetahui siapa pelakunya.
Tatapan berubah tajam ketika si ajinamoto sedang menatapnya tajam.
"gue pengen bakso"ucap ina.
"lo bolehnya makan ini"ucap aji seraya meletakkan roti dan susu kotak seperti tadi pagi.
"gue pengennya bakso ajinamoto"rengek ina tak terima.
"makan itu atau besok lo nggak masuk sekolah"
"ish mubazir dong baksonya"
"siapa bilang, buat gue kan bisa"ucap aji tersenyum mengejek.
"ish, ngesekin lu ah"ucap ina memalingkan mukanya menatao ale yang juga sedang tersenyum tanpa dosa padanya seolah mengatakan"sukurin".
Dan akhirnya ina hanya bisa memandangi ale dan aji makan bakso, sedangkan dirinya hanya makan roti saja, mana kenyang.
"aaaaaaa, wah enak"ucap aji melirik ina yang tampak geram sendiri.
"wah, sumpah ini enak banget sih, yah kan le"ucap aji menatap ale.
"yoi, baksonya mang asep nggak duanya udah"
"kalian berdua ngeselin"ucap ina ngambek.
"mau?"tanya aji mengiming-ngimingi ina. Mulut ina terbuka ingin melahap bakso yang berada di depan matanya.
"eits, tidak bisa"
"micin, satu aja, yah yah yah"ucap ina memasang muka melasnya.
"yah, plissss, bakso juga kan sehat dari daging, satu doang kok, yah yah"ucap ina gelendotan di tangan aji, hal itu sukses membuat ale tertawa pelan.
"nih"ucap aji akhirnya mengalah juga.
"eummm enak"ucap ina senang, matanya melirik bakso yang berukuran besar di mangkok itu.
"satu lagi yah, yang itu, yah"ucap ina melancarkan aksinya lagi.
"oh tidak semudah itu, satu tetap satu"ucap aji segera melahap habis bakso incaran ina itu"
"ish, ngeselin lo"
__ADS_1